
Jangan sekali-kali menjatuhkanku.
Karna kau tau.
Saat aku berdiri dari jatuhku.
Aku akan menjatukanmu berkali-kali.
Tanpa rasa kasih dan perduli.
(Ngancam si Gibah)
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Arka berdiri menatap kelu Laki-laki yang ada di hadapnya kini, Laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya, Laki-laki yang pernah menginjak-injak harga dirinya dan Laki-laki yang telah membuatkan kesalah fahaman, antara dirinya dan Alvian.
Ya dialah Dicky Darmawan Ayah dari Nayla yang tak lain adalah mertuanya.
"Siang, Yah?" sapanya ramah walau sejujurnya dia sangat malas melakukanya
"Hey. Arka, siang juga! Kau sudah pulang?"
"Iya, di mana Nayla?" tanya Arka yang tak mendapati sang Istri berada di rumah.
"Nayla sedang berbelanja."Jawab Dicky singkat saja
"Oh baiklah, Ayah istirahatlah dulu aku akan ke kamar sebentar untuk mengganti baju!" seru Arka dengan nada datarnya
Dicky hanya membalas ucapan menantunya dengan senyuman sejuta makna.
Sementra Arka segera berlalu dari hadapan Ayah Istrinya itu.
_____________
Kring
Kring
Kring
Ponsel Arka berdering
"Hallo, Nay ada apa, kau di mana?" Arka dengan sigapnya mengangkat Ponsel miliknya
"Aku belanja sedikit, bahan di rumah sudah habis semua. Oh ya Arka jika tak lelahlah? bisakan menjemputku? aku menunggu Taxi dari tadi tak ada yang lewat." Jelas Nayla dari seberang ponselnya.
.
.
Arka secepat kilat melajukan mobilnya dengan kecepatan yang luar biasa, sehingga membuat orang-orang yang berlalu lalang mengelus dada mereka.
"Dasar Manusia gak ada ahlak, dia fikir cuma dia yang punya mobil mewah? banyak!" omel si mamang bakso yang biasa mangkal di depan rumah Arka
.
.
Chiittttt.
Arka menghentikan laju mobilnya tiba-tiba, saat mendapati sebuah mobil yang berhenti mendadak di hadapanya.
"Dasar orang gila!" upat Arka dengan nada tingginya
Namun omelan Arka terhenti seketika saat mendapati seseorang yang kini berada tepat di hadapanya.
"Hay. Arka." Sapanya dengan senyum yang sebenarnya sangat muak di pandang oleh Arka
"Alvian. Kenapa kau menghalangi jalanku? minggir ! Aku tak ada waktu untuk berdebat denganmu," ucap Arka tanpa ragu
__ADS_1
"Sombongnya kau Arka. Aku hanya ingin memberi tahumu, jika kau ingin tau kisah tentang hidupmu itu, temui aku malam nanti! aku akan mengirimkan Alamatnya padamu," bisik Alvian tepat di telinga Arka
Arka hanya membalasnya dengan senyuman dan segera berlalu dari hadapan Alvian.
"Aku pasti akan menemuimu!" ucap Arka dalam hatinya dan segera enyah dari hadapan Alvian untuk menjemput Nayla.
_______
Sesampainya di rumah Nayla langsung mengganti bajunya yang basah karna terkena air hujan.
Nayla menatap heran kelakuan Arka yang tak biasa di pandangnya, Arka tampak begitu gelisah dan seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Ada apa denganmu?" tanya Nayla yang membuat Arka salah tingkah
"Ti-tidak!" Arka sedikit gugup menjawabnya dan tentu saja membut Nayla semakin curiga.
"Kau tak pandai berbohong di hadapanku!" Gumam Nayla dalam hatinya
________
Sore pun tiba Tama pun pulang dari Kantor Arka dengan baju yang basah semua.
"Apa kau berjalan kaki, kenapa bajumu basah sekali?" tanya Arka yang melihat keadaan Tama yang basah kuyup di hadapanya
"Aku tadi mengantarkan, Ranty pulang ke rumahnya. Menggunakan motor miliknya dan aku memakai motornya untuk pulang kerumah.
Maklum hujan begini cukup sulit mencari Taxi, aku rasa sebagian kota sudah banjir karna di terjang hujan deras seharian." Jelas Tama dan segera berlalu dari hadapan Arka.
.
.
"Ranty. Bukankah yang melamar kerja di Kontor tadi?" Tanya Arka dari depan pintu kamar Tama
"Iya.. !" jawab Tama singkat saja
"Kau terima dia bekerja di Perusahaan kita ya?"
"Iya..
__________
Nayla dan Rany sudah menyiapkan makan malam dengan menu Ayam Geprek sebagai andalanya.
"Wihh. Mantap nih! Ayamnya Tama jadi menu utama untuk santap malam kita!" seru Arka sambil tertawa dengan mengambil Nasi dan Ayam geprek yang ada di hadapanya
"Cihh. Dasar gila! bukan ayam saya, tapi ayamnya, Aryan!" ucap Tama yang membuat Aryan mengerutkan dahinya
"Bukan ayamnya Aryan, tapi ayamnya pegawai baru yang di kantor kita. Siapa tadi namanya?" Tanya Arka dengan mengedipkan matanya ke arah Tama
"Ranty Yoona. Masak ayam di sih, kapan-kapan kita nangkapnya?"
Hahahahahahaha
Tawa dua sahabat itu menggema, hanya karna menu Ayam geprek di hadapanya.
Hal itu membuat Aryan, Rani dan Nayla memasamkan wajahnya.
Hanya Arka dan Tama sajalah yang tau di mana letak lucu percakapan mereka.
Bahkan Arka benar-benar tak perduli, bahwa saat ini ada sang Ayah mertua di hadapanya.
"Dasar Ayam!" cetus Dicky yang membuat Arka semakin tertawa
____________
Malam kian larut jam di tangan Arka sudah menunjukan pukul 23.45.
Arka sudah mendapati Nayla sudah tertidur dengan pulasnya.
"Maaf ya sosis malam ini kita tidak bekerja, karna saya sedang ada urusan di luar sana!" Ucap Arka seraya menatap si sosis yang mulai berinteraksi denganya. Maklum menatap lekuk tubuh Nayla yang sempurna membuat degup jatung Arka bedebar tak seirama.
__ADS_1
Sosis benar-benar tak ada Ahlak, sudah tiap malam tempur tapi tak pernah lelah juga 😂.
__________
Arka kian gelisah kala jam sudah menunjukan jam 00.35.
Arka benar-benar penasaran dengan apa yang di janjikan Alvian. Bahwa dia akan menceritakan sebuah kisah tentang hidupnya.
Karna sudah tak mampu membendung rasa penasaranya, Arka beranjak dari tepat tidurnya. Meraih kunci mobil milik dan secepat kilat pergi menemui Alvian yang sudah menunggu dirinya.
.
.
Berhentilah Arka di suatu tempat, dimana Alvian sudah berdiri di samping mobilnya.
"Punya nyali juga kau rupanya?" Hardik Alvian dengan tertawa
"Hentikan tawamu, gendang telingaku bisa-bisa rusak mendengarkan suaramu yang cempreng itu!" Arka membalas hardikan Alvian dan membuat Laki-laki itu menghentian tawanya seketika.
"Ya baiklah. Apa yang ingin kau tau?" Alvian berbisik di telinga Arka
"Aku tak suka basa basi. Katakan saja ! Apa yang kau tau tentang hidupku?"
"Sabar...
"Cepatlah!
.
.
Alvian pun memulai kisahnya, menceritakan semua Rahasia hidup antara dirinya dan Arka.
Yang tentu saja membuat Arka terkejut luar biasa mendengarnya.
"Jadi kita buka Saudara..!" bisik Alvin lagi
"Kau bohong_____!" pekik Arka sekuat tenaga
"Aku tidak berbohong, Ibu kandungmu meninggal, setelah satu bulan usiamu."
"Tidak mungkin, kenapa Ayah tak pernah menceritakanya padaku? lalu dari mana kau tau tentang kisahku?"
"Ayah kandungku." jawab Alvian dengan menatap nanar wajah Arka
"Ayah kandungmu? siapa?"
"Tak penting memberi tahumu. Asal kau tau, Ayahmu itu mengambil Ibuku dari pelukan Ayahku, padahal waktu itu, Ibuku sedang mengandungku 9 bulan.
"Hentikan omong kosongmu itu!" teriak Arka menggema
"Kau tau, hadirmu menancapkan luka di hatiku, Ayahmu merebut Ibuku, kau merebuat Nayla dariku, kau ambil kasih sayang Ibuku, kau miliki semua harta Arfan Atmaja, kau ambil perhatian Aryan dariku, kau mengambil semuanya tanpa sisa!"
Arka terdiam seribu bahasa, tak tau apa yang harus di jawabnya, jujur saja Arka bahkan masih sangat terkejut dengan apa yang Alvian ceritakan tentang masa lalu keduanya, Arka masih mencoba memahaminya.
Tiba-tiba saja Alvian menodongkan pistol ke arah Arka yang membuat Arka cukup terkejut di buatnya.
"Melenyapkanmu, adalah jalan satu-satunya, untuk mengakhiri semua luka di hatiku!" Ucap Alvian seraya mengarahkan senjatanya tepat di wajah Arka
Arka hanya terdiam dan mengigit ujung bibirnya serta menatap tajam Alvian yang berniat menghabisi nyawanya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
🌷Jangan lupa tinggalkan jejak anda🌷
🌷Like + Komen + Rate + Vote ya🌷
💜Jadilah pembaca yang baik, setelah baca wajib tinggalkan jempol anda💜
__ADS_1
🌺Mari saling mendukung🌺