Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Luka Arka


__ADS_3

Calon Manusia sukses.


Tidak akan pernah mengeluh.


Tapi akan sibuk memperbaiki diri.


Dari kesalahan yang pernah di buatnya.



Arka hanya mampu membisu, saat Nayla memberi tau sesuatu tentangnya kepada Adiknya itu.


Arka melihat jelas, kesedihan Nayla kala mengenang Alvian.


Bahkan Arka pun melihat jelas raut kesedihan di wajah Aryan.


"Apa pun yang kulakukan, pasti hanya akan di pandang sebuah kesalahan.


"Mereka tak akan pernah tau, apa yang ada di dalam hatiku.


"Kini aku hanya mampu membisu, berharap sang waktulah yang akan menologku." Guman Arka kelu


BUG.


Aryan mendaratkan sebuah pukulan tepat di wajah Arka, namun Arka tak perduli dia hanya diam saja tanpa melawan atau mengentikan pukulan Aryan.


"Ayo pukul, jika itu akan mengobati rasa kecewamu kepadaku!" Seru Arka yang membuat Aryan semakin meluapkan emosinya.


BUG-BUG-BUG


Aryan berkali-kali memukul Kakaknya lagi.


Namun saat Aryan akan kembali memukul Arka, Tama dengan sigapnya menghalangi dan melindungi Arka dari hantam Aryan yang berkali-kali di daratkan tepat di tubuh milik Arka.


"Hentikan, Aryan!" Seru Tama dengan memegangi tangan Aryan, agar tak kembali memukul Arka


Sementara Nayla menatap tajam Tama dengan ribuan pertanyaan di benaknya


"Apa yang kau lakukan, Aryan?


"Kau tak boleh menyakiti orang, yang telah melindungimu dengap segenap kasih sayangnya! Ucap Tama yang membuat Arka menatap kelu ke arahnya


Tama terlihat begitu murka, dengan semua kesalah fahaman yang Aryan tunjukan.


Di sini tidak ada yang salah semua hanya sebatas masa lalu saja.


Tama pun menatap Nanar wajah Nayla, yang juga di penuhi rasa kecewa dengan semua perbutan Arka padanya



Dari sinilah Tama, menceritakan setitik Rahasia tentang hidup Arka kepada Aryan dan Nayla.


.


.


.


Dengan lugasnya Tama menceritakan sebuah kisah seorang Arka, yang tak lain sahabat sekaligus atasanya.


Aryan dan Nayla mendengarkan secara seksama semua cerita Tama tentang masa lalu Arka.


Dan dalam hitungan menit saja, Air mata tumpah di wajah Aryan atau pun Nayla,

__ADS_1


Tak ada yang bisa mereka katakan kecuali kata maaf yang mereka tunjukan.


Nayla menatap tajam Arka yang sedari tadi hanya terdiam tanpa kata.


Tak ada yang mampu melukiskan rasa sakitnya kecuali air mata.


.


.


"Aku hanya orang biasa,


"Yang jauh dari kata sempurna


"Aku juga memiliki rasa, sedih dan juga kecewa


"Aku bukan malaikat, yang mungkin akan tetap taat


"Aku memiliki dendam dan juga amarah, kala hidupku berkali-kali di sakiti


"Aku bukan orang yang lemah, dan hanya diam saja saat hidupku di injak berkali-kali


"semut saja akan mengigit saat tubuhnya di injak Manusia, begitu pun aku, bisa saja membunuh jika siapa pun sudah berkali-kali menginjak harga diriku!" Jelas Arka dengan berlinag air mata


Nayla dan Aryan terdiam mendengarnya


tak ada yang bisa mereka katakan dengan semua penjelasan Arka.


"Maafkan aku, jika selama bersamamu benar-benar tak memahami tentangmu! Pinta Nayla sendu


"Maafkan aku juga, Kak. Jika hadirku dalam hidupmu hanya membuat luka dan penderitaan! Ucap Aryan


Arka memeluk Aryan dengan penuh kasih sayang.


.


"Kenapa kau menatapku?" Tanya Arka pada Nayla


"Ti-tidak!" Jawab Nayla sedikit gugup


"Ohhh. Aku tau! Kau ingin juga memeluku ya?" Canda Arka yang membuyarkan suasana tegang menjadi tawa


Tama tersenyum simpul, kala melihat apa yang ada di hadapanya, dirinya menatap wajah Arka yang terlihat bahagia,


Namun menatap senyum Nayla dengan debaran di dadanya.


Kini yang jadi masalah, bukan lagi masa lalu Arka tapi Cinta Tama kepada Nayla.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Nayla menghepaskan tubuh lelahnya di atas tempat tidur, masih terngiang olehnya dengan semua penjelasan Tama tentang Rahasia hidup Arka.


Bekali-kali Nayla menggelengkan kepalanya, di ingatnya wajah Alvian Kekasihnya yang sudah tiada.


"Benarkah, seseorang pemilik senyum paling sempurna itu, hanyalah orang yang gila Kekuasan dan Harta?" Batin Nayla saat mengingat wajah Kekasihnya


"Lalu benarkah? Seorang Malaikat yang selama ini ku panggil Ayah, adalah seorang yang mampu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa saja?" Tanya Nayla pada dirinya


"Lalu bagai mana biasa? ternyata Arka, Aryan dan Alvian adalah Saudara satu Ayah


"Hanya saja Ibu mereka yang berbeda


"Sebenarnya Aryan dan Alvian adalah Saudara dari satu Ibu dan Ayah

__ADS_1


"Namun tidak dengan Arka, dialah Anak pertama namun dari Ibu yang berbeda,


"Intinya mereka tetaplah Saudara satu darah,


"Hanya sikap, sifat dan cara yang membedakanya,


"Huuuuuuuf....!" Nayla hanya menghela nafas panjangnya


"Sesulit itu hidup Arka? Membayangkan saja aku tak mampu!


"Apa lagi harus menjalaninya!" Desis Nayla yang masih tenggelam dalam rasa tak percayanya


"Hem!" Desis suara sesorang yang membuyarkan semua lamunan Nayla


"Arka!"


"Boleh aku masuk?"


"Kalau pun tidak boleh, kau pasti tetap akan masuk juga!" cetus Nayla


"Hah. Benar sekali katamu! Jawab Arka yang membuat Nayla sedikit malu


Arka pun melangkahkan kakinya dan duduk tepat di samping Nayla, dan menatap wajah Wanita masa lalunya itu dengan penuh tanda tanya.


"Apa yang kau lihat? Mengapa kau menatapku begitu?


"Jangan terus memandangiku!


"Kenapa? Aku suka melakukanya." Jawab Arka


"Ahhh. Benarkah?


"Tapi aku tetap melarangmu menatapku


"Aku yakin, semakin lama kau menatapku


"Maka akan semakin besar pula cintamu padaku! Celotah Nayla tanpa ragu dan benar-benar membuat mulut Arka membisu


Mendengar ledekan yang Nayla berikan membuat Arka sedikit salah tingkah,


Bahkan Arka tersenyum penuh makna, seraya menggaruk-garuk kepalanya


"haahahahah! Ya ampun Arka, coba lihat wajahmu itu, semakin terlihat unyu-unyu jika sedang malu! Hardik Nayla yang membuat mulut Arka membisu


"Huuuh. sialan kau! Balas Arka dengan mencubit hidung Wanita masa lalunya


Namun jauh dari ruangan kamar Nyala itu, Tama memperhatikan keakraban Nayla dan Arka dengan hati yang pilu


"Cemburu. Aku benar-benar cemburu!" Gumam Tama tanpa ragu




💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


🌺Hallo semua🌺


Sekali lagi, saya ucapkan terima ya, kasih buat semuanya, yang sudah berkenan selalu hadir di karya saya 💖.


Mari selalu saling mendukung 😉😉😉🌺🌺🌺


Jangan lupa tinggalka jejak Anda 😚😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2