Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Penjelasan Arka Dan Diamnya Tama.


__ADS_3

ANDA BUTUH JASA KOMENTAR PANJANG SESUAI ALUR.


BACA KARYA SAYA DAN BEBERAPA AUTOR INI. KOMETARLAH DI SETIAP KAMI UP.


DAN TUNGGULAH KAMI JUGA AKAN MEMBACA DAN KOMENTAR PANJANG DI LAPAK ANDA. DAN KOMENTAR KAMI AKAN JADI HOT KOMENT UNTUK MENARIK PEMBACA AGAR TERTARIK MELIRIK KARYA ANDA.


PENAWARAN YANG MENARIK BUKAN?"


MARI SALING BERBAGI KEBAHAGIAAN.


DAN INILAH DAFTAR LIST PARA AUTHOR YANG AKAN BACA KARYA ANDA. JIKA ANDA-ANDA JUGA BACA DAN KOMENTAR DI KARYA KAMI.


Shanty Fadillah : CINTAKU PEMBUNUH KEKASIHKU.


Desy Puspita : MY STIFF HUSBAND


Ranty Yonna : ELLEANA AND THE KING OF MAFIA.


Nurmay : MANISNYA CERITA CINTA.


NingNr Laela : KAY AND SAY.


MONGGO DI BACA KAWAN-KAWAN πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚



____________________________


❀SELAMAT MEMBACA❀


Arka menatap nanar foto yang kini ada di tanganya, wajahnya seketika saja berubah.


Ada banyak pertanyaan, kini tengah berputar-putar di fikiran Arka.


Sssttttt.


Tama dengan sigap segera mengambil selembar foto itu dari tangan Arka, dan secepat kilat pula Tama melangkahkan kakinya, pergi dan menjauhi Sahabatnya.


__________


Tag


Tag


Tag


Tama berlari memasuki kamarnya lalu menutup pintu kamar dengan sekuat tenaga.


BRAAAKKKK.


Alvian dan Nayla yang berada di rumah cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Tama.


Tak selang beberapa lama, Arka pun tiba di rumah dengan raut wajah yang lebih tegang dari pada expresi wajah Tama. Tanpa basa-basi Arka berlari menuju kamar Tama dan mengedor-gedor pintu kamar tersebut dengan kencangnya.


Kelukuan Arka dan Tama, membuat Nayla dan Alvian heran bercampur penasaran. Keduanya saling menatap seolah bertanya, ada masalah apa antara Tama dan Arka.


.


.


.


"Tama. Keluar!" Seru Arka seraya menepuk-nepuk pintu kamar sahabatnya.


Tama tak bergeming dia seolah tak perduli dengan sikap Arka kini, Lelaki tampan itu benar-benar tengah menghindar, dirinya belum siap, jika Arka akan bertanya prihal foto yang tadi di lihat oleh Sahabatnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Tama keluar dari persembunyianya, dengan membawa Tas besar yang kini di sandangnya.


Apa yang di lakukan Tama membuat Arka mengelengkan kepalanya, kelakuan Tama semakin meyakinkan Arka bahwa ada yang di sembunyikan oleh Sahabatnya.


"Hey mau kemana kau, Tama?" tanya Arka kesal seraya menatap dengan rasa curiga.


"Minggat!" Jawab Tama singkat.


"Haaah?" Sorot mata Arka semakin tajam saja.


"Jangan tanya. Aku mau kemana!"


"Laah. Dasar gila, aku sudah memberikan Peruasahanku satu untukmu, tapi seenak jidat kau akan meninggalkanya," cerocos Arka.


"Maaf, Arka, aku belum siap menjelaskan sesuatu tentang foto itu, jika kau bertanya padaku. Itulah sebabnya, aku memilih minggat saja," jelas Tama.


"Haaah. Sebenaranya apa yang kau sembunyikan?" Arka penasaran.


"Jika kau masih bertanya, aku akan benar-benar pergi," ancam Tama.


"Baiklah. Baiklah, aku tak lagi bertanya, tapi tolong tetap tinggal bersamaku" pinta Arka sendu.


"Baik. Aku akan tetap tinggal di sini, tapi kau harus janji, bahwa kau tak akan bertanya tentang foto itu lagi,"


"Iya. Janji." Ucap Arka berusaha meyakinkan Tama.


Tama menghela nafas panjang lalu membuang secara pelan, hatinya cukup lega, setidaknya saat ini dirinya bisa membungkam mulut Arka, agar dia tak banyak tanya. Walau sebenarnya Tama yakin, bahwa Arka tak mungkin akan kembali tak mengungkit masalah foto itu.


Sementara Arka hanya terdiam, tenggelam dengan rasa penasaranya. Belum selesai tentang Rahasia hidup Istrinya, kini dirinya juga harus terbenam oleh rahasia Tama. Namun Arka cukup lega, bisa menahan Tama agar tak meninggalkan rumahnya. Setidaknya, jika Tama tetap tinggal bersamanya, Arka akan bisa mencari tau Rahasia Tama secara perlahan.


_________________


Malam pun tiba, Tama sedang mengurung diri di kamarnya, sepertinya dia tengah curaht panjang lebar dengan Ranty Yoona seorang Wanita yang dalam waktu dekat akan menjadi Istrinya.


Berbeda dengan Alvian, dirinya tak sibuk dengan wanita, tapi justru sibuk dengan tumpukan berkas pekerjaan Kantornya yang di bawa pulang ke rumah. Ya. Lelaki seperti Alvian adalah pekerja keras sejati, yang memiliki motto hidup yang cukup tinggi, bagi Alvian harta adalah kebutuhan, uang adalah keperluan, jika kedua itu benar-benar sudah dia genggam tak akan ada orang yang akan merendahkanya. Karna benar kenytaanya bahwa harta adalah segalanya.


"Nay.


"Hemz..


"Mau."


"Males.


"Kenapa?"


"Lemes,"


"Kok bisa lemes sih?"


"Tanya saja dengan dirimu sendiri!"


"Ada apa sih, Nay. Kamu marah ya, tapi apa alasanya?" Tanya Arka curiga.


"Aku kesal, padamu,"


"Loh kenapa?"


"Kau bisa memberikan hartamu kepada Alvian dan Tama secara cuma-cuma. Tapi kau tak memikirkan diriku, aku mengurusi semua urusan rumah sendirian dan itu benar-benar melelahkan. Apa kau menikahiku untuk menjadi pembantumu?" protes Nayla panjang lebarnya.


Sejenak Arka terdiam, mencerna mentah-mentah omelan Nayla untuknya, sementara sorot mata Nayla semakin tajam ke arahnya. Dengan tatapan penuh kekesalan.


"Heeeemz__!" Lagi-lagi Arka menarik nafas panjang sebelum menjelaskan sesuatu pada Nayla. "Nay. Apa kau marah dengan keputusanku?" lidah Arka terasa kelu.


"Aku bukan marah, tapi aku kesal, Arka."

__ADS_1


"Apa kau kesal karna aku memberikan Perusahaanku, kepada Tama dan Alvian?" tanya Arka penasaran.


"Menurutmu?"


"Gini ya Nay, sebenarnya aku tak sebaik itu. Coba kamu fikirkan! Apa menurutmu aku akan mampu mengelola Tiga Perusahan itu sendirian?"


Nayla hanya diam mendengarkan cerita Arka dengan seksama. Sementara Arka mencoba melanjutkan penjelasnya.


"Lagi pula, aku memberi itu tak cuma-cuma, sudah ku bilang mereka harus bagi hasil, sebanyak 40 persen di setiap bulanya. Baik dari Perusahan yang ku berikan kepada Tama atau pun Alvian. Dengan begitu aku akan tetap kaya dan masih memiliki penghasilan tanpa harus susah payah bekerja di tiga Perusahaan.


Nayla masih diam, namun ada sedikit senyum dari wajahnya.


Arka melanjutkan penjelasnya. "Lagi pula, baik Tama atau pun Alvian hanya mendapatkan 60 persen saja. Dengan pendapatan itu mereka masih harus memikirkan untuk membayar para Karyawanya. sedangkan aku mendapatkan penghasilan 40 itu bersih tanpa bagi sana sini. Nah apa menurutmu aku akan Rugi?" tegas Arka seraya bertanya pada Nayla.


"Diih licik juga kau, ya!" Cetus Nayla


Ada senyum semanis gula yang keluar dari wajah cantik Istri Arka. Nayla tak menyangka bawha Arka tak sebodoh yang dia kira.


Maklumlah, Nayla memang merasa kesal luar biasa saat mengetahui Arka membagi Perusahaan secara cuma-cuma. Eh ternyata, ada rencana di balik rencana, ada keuntungan di dalam pemberian.


"Dasar, Arka!" Ucap Nayla di sertai senyum sejuta makna.


Melihat sinyal-sinyal bahagia pada diri Nayla, Arka kembali merayu sang Istri tercinta, agar sosis dan saus dapat berjumpa.


Namun lagi-lagi Nayla menghindarinya, dirinya justru bertanya kepada Arka. Tentang masalahnya dengan Tama.


"Apa yang membuatmu dan Tama, tegang urat seperti tadi siang?"


Arka terdiam, wajah yang tadi bahagia penuh senyuman seketika saja berubah memerah punuh tanya. Arka segera menyandarkan tubuhnya, menarik nafas lalu menghebuskan perlahan sebelum menjelaskan, apa yang menjadi sumber permasalahan antara dirinya dan Tama.


Sedangkan sorot mata Nayla semakin tajam dan tajam saja, menatap Arka dengan debaran heran sekaligus penasaran.


"Sebenarnya ada apa antara Arka dan Tama?" batin Nayla dengan jiwa keponya yang menggelora.


(Nah LoeπŸ€”πŸ€”)



πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ANDA


πŸŽ€LIKE


πŸŽ€VOTE


πŸŽ€KOMEN


πŸŽ€RATE


MARI SALING MENDUKUNG


JADILAH PEMBACA YANG BAIK HATI DAN BIJAKSANA.


BUDAYAKAN LIKE SEBELUM MEMBACA


LOVE YOU SEMUA❀❀❀❀❀❀❀


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Dan mampir juga di karya keren Para akak Author keren lainya.


-


__ADS_1



__ADS_2