Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
ANU EH ANU (GESREK LU)


__ADS_3

MAAF GAES JIKA BANYAK TYPO DI KARYA SAYA. SEBAB SAYA MENULIS MEMANG SEDIKIT SUSAH, KARNA TANGAN SAYA SEDANG ADA TEMANYA. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ JADI GITU DEH YA. INI DEMI PEMBACAKU YANG LIMA BIJI ITU, WALAU CUKUP SULIT TAPI AKU SENANG DAN BAHAGIA. KARNA MENULIS ADALAH HOBBY SAYA 😘😘😘😘.



🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


πŸŽ€Selamat MembacaπŸŽ€


Suasana rumah Arka malam ini cukup berbeda, hanya ada dia dan Nayla saja di Istana megah miliknya. Walau ada 5 pekerja baru di sana, namun tetap saja berbeda tanpa kehadiran Alvian dan Tama. Ya. Kedua lelaki tampan itu tengah sibuk dengan kehidupanya masing-masing.


Alvian tengah sibuk dengan urusan menjelang pernikahnya, begitu pun Tama, dia selain sibuk menjelang hari bahagianya, kini Tama ingin menghabiskan waktu bersama sang Bunda.


_________


Bulan malam itu nampak cukup indah, walau dia malu-malu memancarkan sinar di balik sang awan yang mengelilinginya.


Dua anak manusia tengah menikmati indahnya dunia, indahnya ciptaan sang maha kuasa. Ya, merekalah Arka dan Nayla, tengah asik menatap sang bulan yang sinarnya hanya remang-remang saja.


"Nay. Apa kau tau, kenapa bulan itu sinarnya tak seindah biasanya?" Gombal Arka tiba-tiba.


"Entahlah. Mungkin sebentar lagi akan hujan," jawab Nayla.


"Bukan.


"Lalu?"


"Karna keindah sinarnya sudah di ambil semua oleh mu. Hahahahahahahaha!" Tawa Arka. "Maaf Nay, kalau gak nyambung!" Ucapnya lagi.


Nayla menautkan kedua alisnya, mendengar gombalan dari sang suami, yang menurutnya biasa saja.


"Boleh. Boleh! Lumayan kok, cuma kurang renyah, biasa saja, udah pasaran banget," ucap Nayla di iringi tawa yang lebih menggema dari tawa Arka.


"Dehhh. Aseeem!" Cetus Arka kesal.


Angin malam itu cukup dingin, hingga menusuk ketulang, Nayla menyandarkan kepalanya di bahu Arka dan Arka membelai mesra rambut Istrinya.


Cup


Arka mendaratkan kecupan di bibir merah Istrinya, hingga membuat Nayla cukup terkejut karnanya.


"Arka, malu tau!" Nayla memanyunkan bibirnya.


"Malu sama siapa, coba?"


"Ke 5 pekerja barumu. Lihatlah ada yang tengah memperhatikan kita!" Tegas Nayla.


Sssttthhh.


Arka kembali mendaratkan kecupan di bibir Nayla, bahkan kali ini lebih lama. Arka tak perduli ucapan Nayla jika ada pekerjanya tengah memperhatikan tingkah mereka.


"Arkaa.... !" Nayla meremas tangan Suaminya.


"Abaykan saja. Ini rumah saya, jadi suka-suka saya!" Ucap Arka dan kembali mengecup bibir sang Istri.


Nayla mencoba menolaknya, namun apa daya tenaganya tetap tak bisa menglahkan tenaga Arka yang kian erat memeluk tubuhnya.


"Diam Nay! Sepertinya yang memperhatikan kita bukan hanya satu orang saja," ucap Arka.


"Benarkah?" Nayla tak percaya.


Arka menolehkan kepala Nayla ke sebelah kanan. "Astaga. Meraka benar-benar tak sopan, ya!" cetus Nayla kesal.


"Diam. Biar aku yang buat mereka bubar!" Seru Arka dengan senyum licik di wajahnya.


Pelan-pelan Arka meraih sendal milik Nayla, lalu melempar sekuat tenaga kearah para pekerjanya yang tengah usil memandangi keromantisan mereka.


Bruuukkk..


Sendal itu tepat mengenai salah satu dari mereka. "Kabuuuurr____!" Mereka berusaha melarikan diri.


Ck


Saat mereka sedang berusaha berlari, tiba-tiba saja Arka sudah hadir di hadapan mereka. Ya di antara 5 pekerja barunya, ada 3 orang pria yang bertugas menjaga rumah Arka secara bergantian.


"Mau kemana kalian?" Mata Arka melotot ke arah tiga pria itu.


"Maaf, Bos! Khilaf." Ucap salah satunya.


"Sering-sering saja khilaf!" Cetus Arka dengan tatapan yang lebih tajam dari sebelumnya.

__ADS_1


"Mudah-mudahan, ya Bos!" Latah salah satunya seraya menutup mulutnya. "Maaf, Bos! Mulut saya memang gak ada ahlak." Tambahnya lagi.


"Hemmmzz. Kerja sana! Awas kalian ngintip lagi, tak pecat tanpa hormat kalian semua," ancam Arka.


"Baik, Bos, sekali lagi maafkan kami!" Pinta ketiganya.


Arka hanya mengedipkan matanya dan membiarkan ketiga pekerja barunya, berlalu dari hadapanya.


_____________


Arka menjatuhkan tubuh lelahnya di ranjang empuk miliknya. Sementara Nayla tengah sibuk menyisir rambut lurusnya.


Arka mencoba memejamkan matanya, namun dia gagal melakukanya, padahal jam sudah menunjukan pukul 00.40, hampir jam satu malam. Namun mata itu masih enggan di ajak beristirahat. Nayla menatap tingkah suaminya yang nampak gelisah lalu mendekatinya.


"Kau kenapa?" Tanya Nayla lembut seraya menjatuhkah tubuhnya di samping Arka.


"Kesal!" Jawab Arka.


"Kok kesal. Kesal sama siapa?" Nayla heran.


"Sama kamu!"


"Loh kok, aku."


"Kau tak mau menunaikan tugasmu,


"Tugas yang mana? Semua pekerjaan rumah sudah selesai semua, lagian ini sudah malam, tugas apa yang belum ku selesaikan," tanya Nayla panjang lebarnya.


"Membahagiakanku, menidurkanku, menenangkanku, karna malam ini aku gelisah sekali. Aku butuh pelukanmu!" Pinta Arka tanpa ragu.


Nayla tersenyum geli, mendengar permintaan sang suami. "Memang sudah berapa lama, Sosismu tak bertemu Sausnya?" Hardik Nayla di seratai tawa.


"Entahlah!" Tangan Arka mulai nakal dan sesekali memegang si kembar milik Istrinya.


"Heeemmz!" Plotot Nayla.


Arka mengedipkan matanya, dengan terus melancarkan aksi nakalnya.


"Emuah. Emuah..!" Arka memanyunkan bibirnya.


"Emoh. Emoh..!" Balas Nayla.


"Aku sakit gigi," ucap Nayla lagi.


"Alaaaahhh. Boohoong!" Cetus Arka lalu mendekatkan wajahnya tepat di wajah Nayla.


"Hiiihh. Bauuu!" Omel Nayla.


"Dih, sial!


Arka terus memberi kecupan-kecupan penuh cinta, hingga akhirnya Nayla terhanyut dan terbawa suasana. Kini keduanya saling berpeluk mesra, melampiaskan hasrat cinta yang kian membara, dan si Sosis dan Saus akhirnya berjumpa, setelah sekian lama tak saling bersua.


"Terima kasih," bisik Arka di telinga Istrinya.


Nayla hanya mengangguk tanpa membuka mata, apa yang baru saja di lakukanya bersama Arka benar-benar menguras tenaganya.


"Aku lelah, aku butuh minum," pinta Nayla lirih, suaranya terdengar samar-samar namun masih terdengar jelas di telinga Arka.


Tanpa basa-basi dan menunda lagi, Arka segera keluar dari kamarnya, menuju keruang tengah mengambilkan segelas air untuk Nayla.


.


.


.


"Aaaaaaaaa....!" Pekik seseorang tiba-tiba.


"Oww. Astaga!" Wajah Arka memerah, karna ternyata sehelai kain yang menutupi bagian tubuhnya terlepas dan jatuh ke lantai rumahnya.


Hal itu sontak saja, membuat terkejut salah satu pekerjanya, sebab pusaka milik Arka terlihat jelas dan sempurna.


Arka dengan sigap mengambil kain miliknya dan menautkan kembali kepingganya.


"Kurang di hajar kau, ya!" Pekik Arka.


"Maaf, Bos, tak sengaja! Lagi pula inikan bukan salah saya." Ucapnya.


"Pintar sekali kau mejawab. Pergi sana!" Cetus Arka "Untung pria, kalau wanita bisa turun harga diri saya," batin Arka dalam hatinya.

__ADS_1


Si pekerja itu pun berlalu, seraya menahan tawa dalam hatinya. Sementara Arka segera kekamar untuk memberikan segelas air putih untuk Istrinya.


___________


Si pekerja tadi masih saja tertawa hingga membuat sesama teman satu pekerjaanya merasa curiga. Sebuat saja nama mereka Dodi dan Budi.


"Kenapa kau, Bud?" Tanyanya heran.


"Lu tau kagak Bro?" Dodi malah balik bertanya.


"Tau apaan?" Si Dodi penasaran.


"Anu..


"Anu? Anu apaan sih?"


"Si Bos.


"Iya kenapa dengan, Bos?"


"Anunya.


"Dehh, Anunya lagi! Apaan sih anu-anu?" Dodi semakin penasaran.


Semetara Budi masih coba menahan tawa.


"Apaan sih lu, kagak jelas banget!" Dodi mulai kesal.


"Anunya, Pak Bos!"


"Iya Anunya, Pak Bos kenapa? Dodi mencoba menahan kesabaranya.


"Anunya, Pak Bos gak lebih gede dari punya elu!" Budi tak bisa lagi menahan tawanya, kini tawanya semakin menggema.


Sementara Dodi masih mencerna susah payah ucapan si Budi. "Maksud elu, Burung Pak Bos kecil gitu,"


"Gak kecil-kecil amat sih, sedang-sedang saja!" Jawab Budi.


"Serius, lu?"


"Iya."


Kini keduanya sama-sama tertawa di tengah malam buta, bahkan si Dodi sungguh sulit untuk tak tertawa jika mengingat, dia bisa melihat pusaka milik Bosnya.


"Ahem. Aheeemmmm.!! Suara itu tedengar dari sela-sela tawa mereka.


.


.


.


"Bosss. Arka...!" Meraka langsung menghentikan tawanya seketika.



πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Nah loe. Siap-siap jadi pengangguran wkwkwk.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷.


πŸ€Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


πŸ€Like


πŸ€Vote


πŸ€Rate


πŸ€Komen.


Mampir juga di karyaku satunya ya ❀😊😊.



Dan karya kece yang sahabatku ini.


__ADS_1


Lope You Pull dah buat semuanya 😘😘😘😘


__ADS_2