Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Permintaan Nayla


__ADS_3

Bila boleh aku meminta


Ingin ku pinta sebuah jiwa


Selalu akan setia


Merajut cinta bersama-sama


Hari ini esok dan selamanya


(Nayla)



Nayla masih menatap Arka yang terluka, dengan hati yang begitu pedih.


Tentang kenyataan yang harus dia dapati.


Perih bahkan sangat menyayat hati


"Sesulit itukah kau selama ini. Mengapa kau tak pernah menceritakanya padaku? Atau mungkin aku yang memang tidak memahamimu selama kau bersamaku? Ahh. Betapa bodohnya aku!" Batin Nayla sendu.


.


.


"Nay." Panggil Tama lirih dan membuyarkan semua lamunan Nayla.


"Ada apa?"


"Sebaiknya kau pulang! Ini sudah terlalu malam. Ayahmu pasti mengkhawatirkanmu. Biarkan Arka aku yang menjaganya, lagi pula Dokter bilang tak terjadi apa-apa terhadap Arka!" Seru Tama dengan sedikit senyum di wajahnya


"Baiklah. Tapi jika Arka sudah membuka mata, beri tahu aku segera! Pinta Nayla seraya beranjak dari duduknya dan segera berlalu dari hadapan Tama


Sementara Tama hanya membalas senyum atas permintaan Nayla kepadanya.


.


.



"Apa kau mengusirnya?" Tanya seseorang dengan nada lirihnya namun terdengar jelas di telinga Tama.


"A-arka_." Ucap Tama dengan nada terbata-bata lalu menatap wajah Arka dengan tajamnya


"Apa kau mengusirnya?" Arka mengulangi pertanyaanya


"Aku tidak mengusirnya. Aku hanya ingin dia beristirahat, karna dari tadi malam dia sudah ikut menjagamu! Jawab Tama dengan menatap sayu Sahabatnya itu


"Haah. Benarkah?"


"Sejak kapan kau sadar, Arka? Lalu mengapa kau baru berbicara. Sedangkan sedari tadi Nayla ada di sini?" Ucap Taman dengan melajukan langkah kakinya untuk mendekati Arka


"Sudah lama aku membuka mata. Sebenarnya aku ingin mendengar semua keluh kesah, Nayla. Tapi kau justru mengusirnya! Tuduh Arka.


"Haah. Dasar gila! Dengan keadaamu yang hampir saja kehilangan Nyawa. Kau masih saja ingin berpura-pura. Hanya sekedar ingin mencari tahu isi hati Nayla yang sebenarya!" Celoteh Tama yang sedikit tak percaya dengan jalan fikiran Sahabatnya.


"Ah sudahlah. Tutup mulutmu! Telingaku rasanya panas mendengar semua ceramahmu itu!" Hardik Arka dengan mengukir senyum sinis di wajahnya.


"Orang gila, di beri nasihat justru di anggap cermah!" Cetus Tama dengan menggelengkan kepalanya


"Haduh sudahlah, Tama! Apa kau terlahir di dunia hanya untuk menceramahiku? Lagi pula, apa aku salah jika ingin tau perasaan Nayla, setelah bertatap muka dengan Alvian, yang keyataanya masih ada di dunia!" Ucap Arka dengan menaikan alis sebelah kirinya.


Sedangkan Tama hanya diam tanpa menjawabnya, dia justru melangkahkan kakinya untuk berlalu dari hadapan Arka


.

__ADS_1


.



"Nay. Apa kau disini sedari tadi?" Tanya Tama yang cukup terkejut karna mendapati Nayla masih berada di depan pintu tempat Arka di rawat.


Tanpa menjawab pertanyaan Tama, Nayla justru melajukan langkah kakinya mendekati keberadaan Arka.


Hal itu tentu saja membuat Arka terkejut luar biasa karnanya.


"Astaga! Jangan-jangan dia mendengar semua pembicaraanku dengan Tama," batin Arka seraya menatap wajah Nayla yang juga menatap tajam ke arahnya.


.


.


"Hey, Tuan Arka, Apa kau meragukan perasaanku?" Tanya Nayla yang membuat Arka salah tingkah.


"Aku tidak berbicara begitu." Jawab Arka dengan menutup wajahnya dengan kedua tanganya.


"Tama. Bisakah kau tinggalkan kami berdua saja? Aku sedang ingin mencaci maki orang yang ada di hadapanku ini!" Seru Nayla.


Dan tanpa fikir panjang Tama segera meninggalkan mereka hanya berdua saja.


"Haduh dasar, Nayla. Katakan saja jika kau hanya ingin berdua denganku! hardik Arka yang membuat Wanita itu semakin tajam menatapnya.


"Arka.


"Iya. Aku Arka! Ada apa?


"Berapa Nyawamu? Aku benar-benar tak menyangka, kau bisa bertahan dengan luka yang cukup parah? Aku kira kau akan enyah dan meninggalkanku selamanya," Ucap Nayla dengan mata yang berkaca-kaca


"Nay, Apa kau menangis?"


"Menurutmu?"


"Apa yang perlu ku maafkan darimu? Justru aku benar-benar bahagia karna kau masih bertahan dengan kehidupanmu yang cukup menyakitkan itu.


"Apa maksudmu dengan hidupku? Apa kau tau sesuatu tentangku?"


"Iya Arka, Aryan sudah menceritkan semua tentang kepadaku. Maafkan aku Arka karna aku pernah menjadi bagian yang juga membuat hidupmu terluka. Aku janji, mulai hari ini apa pun yang terjadi aku tak akan meninggalkanmu lagi.


"Benarkah? Meski kau telah tau Kekasihmu itu masih ada dan bernyawa. Apa kau akan tetap bersamaku?"


"Iya. Dan aku ingin kau segera menikahiku!"


"Haaahh___!"


"Kenapa? Apa kau tak mau segera menikah denganku?"


"Ah, bukan begitu! Tentu saja aku mau segera Menikahimu, hanya saja aku sedikit tak percaya dengan semua ucapanmu itu padaku! Aku janji setelah keluar dari Rumah Sakit ini. aku akan segera Menikahimu!" Arka menjawab tanpa ragu tak ada yang bisa melukiskan kebahgian Arka ketika Nayla meminta untuk segera menikahinya.



________


Setelah aku tau semua rasa sakitmu,


Aku tak ingin lagi membuat luka di hatimu


Akan ku pastikan, kau akan bahagia


Dan tak akan ku biarkan kau terluka.


(Nayla)


_______

__ADS_1


Tok-Tok-Tok


Suara seseorang mengetuk pintu rumah Nayla dan tanpa fikir panjang Dicky (Ayah Nayla) segera membukanya


Dicky terkejut luar biasa saat menatap wajah seseorang yang kini ada di hadapanya.


Buliran air mata membasahi wajahnya.


Entah apa, arti dari air mata Dicky saat ini.


.


.



"Alvian. Apa ini benar-benar dirimu? Tanya Dicky sendu


"Kau masih hidup, Nak? Dicky terlihat tampak sangat Bahagia bahkan Dicky tak segan segera merangkul tubuh Alvian


Apa yang Dicky lakuan, membuat Alvian sedikit heran.


Bahkan Alvian benar-benar Nyaman saat berada dalam pelukan, Ayah dari Wanita yang sangat di cintainya


"A-aku kesini ingin bertanya sesuatu," Ucap Alvian sedikit ragu


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?


"Apa benar, Nayla dan Arka akan segera Menikah? Tanya Alvian yang berusaha menyembunyikan rasa sakitnya


"Iya..


"Apa___? Jadi semua yany ku dengar benar adanya. Bahwa Arka dan Nayla akan menikah. mengapa Anda tega padaku? Dan memberi celah si pembunuh itu, untuk menikkahi Putrimu! Teriak Arka tepat di hadapan Ayah Nayla yang cukup terlihat takut karenanya


"Maafkan Aku, Alvian! Semua ini diluar kuasaku, karna kenyataanya si Arka ituh lebih licik dariku!"


"Apa maksudmu?"


"Ya. Asal kau tau, Al. Semua Prusahaanku kini telah berbalik Nama dan semua sudah menjadi milik Arka!" Jelas Ayah Nayla dengan menundukan kepalanya.


"Haahhh?"


"Itu sebabnya aku tak bisa berbuat apa-apa! Aku mengizinkan mereka menikah, bukan hanya sekedar untuk tetap mendapatkan fasilitas yang ku inginkan dari Arka. Tapi ada satu hal yang membuat mereka untuk tetap harus Menikah."


"Apa?" Alvian cukup penasaran di buatnya


"Arka...


"Iya Arka! Ada apa dengan Arka?


"Arka telah menodai Nayla secara paksa dan kini Nayla tengah mengandung Anak dari, Arka! Jelas Ayah Nayla


Bagai di sambar petir di siang bolong, perasaan Alvian hancur sehancurnya mendengar apa yang di jelaskan Ayah Nayla kepadanya.


Hatinya hancur lebur, perasaanya seketika saja terluka bahkan Perasaan bencinya terhadap Arka kini kian bertambah dan lebih besar dari yang sebelumnya.


"Awas kau, Arka!" Batin Alvian seraya mengepalkan kedua tanganya.



๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


๐ŸŒบHay semua terima kasih karna sudah berkenan hadir di karya Amatiran saya, semoga Anda-anda tetap betah ya dan tetap menunggu kisah Arka dan Nayla di Episode-epiaode selanjutnya๐ŸŒบ


๐Ÿ’™Jangan lupa tinggalkan jejak anda dan mohon dukunganya, semoga kita semua sukses bersama-sama๐Ÿ’™


๐ŸŒบYuk Like + Koment + Rate + dan bantu Vote seihklas anda ya๐ŸŒบ

__ADS_1


๐Ÿ’šTerima Kasih๐Ÿ’š


__ADS_2