Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Membingungkan


__ADS_3

Bahwa sebuah perpisahan


Hanyalah sebuah jalan


Untuk kembali di persatukan


Di waktu yang tepat


Dan di tempat yang seharusnya


(Arka)



BRAAK


Arka menendang pintu kamar Tama dengan sekuat tenaga, hingga membuat sahabatnya terkejut akan kelakuan Arka.


Tama menatap wajah Arka dengan penuh Amarah, emosi yang kini di tampakanya bukan hanya lelucon belaka, bahkan Arka tak percaya melihat tatapan tajam Tama terhadapnya


"Apa yang kau lakukan di kamarku?" Tanya Tama tanpa ragu


"Santai!


"Biasa saja!


"Tak perlu pakai amarah!"Hardik Arka yang membuat Tama semakin tajam menatapnya


"Kau___!" Pekik Tama


Bug-Bug-Bug ! Tama mendartkan berkali-kali pukulan tepat diperut Arka, hingga membuat sahabatnya itu cukup tak berkutik di buatnya


"Shiitttt____!"


Plak-Plak-Plak. Arka membalas pukulan Tama dengan Tamparan yang di daratkan tepat di wajah Sahabatnya.


Bag-Bug-Bag-Bug. Perkelahian terjadi dan tak bisa di hindari, dua sekawan yang selama ini terlihat aman, akhirnya saling memukul hanya karna satu Wanita dan satu rasa yaitu Cinta.


Aryan memperhatikan Tingkah keduanya dari kejauhan, bukan melerai Aryan justru merekam kejadian itu dan dengan sengaja di kirimkan kepada Nayla.


Wanita yang menjadi sumber dari pertengkaran keduanya.


________


Baku hantam benar-benar tak bisa terhindar, kedua sahabat itu saling menghajar.


"Kauuu. Sudah berani denganku rupanya ya?" Teriak Arka menggema


"Memangnya kau siapa, Hah?" Tama jutru balik bertanya


Plak-Plak-plak. Bug-Bug-Bug


Pukulan demi pukulan masih saling mereka daratkan, tanpa ada niat untuk saling menghentikan.


.


.


"Hentikan________!" Teriak seseorang dengan suara yang hampir memenuhi seluruh ruangan rumah milik Arka


"Nayla!" Ucap keduanya secara bersama


Nayla menghampiri keduanya dengan rasa penuh amrah,


Wanita itu menatap tajam Wajah Arka dan Tama


dengan hati yang terluka.


Dua sekawan yang tak pernah terlibat sebuah pertengkaran.


Kini berkelahi, hanya karna sebuah rasa.


"Apa yang kalian Lakukan?"


"Kenapa hanya menggunakan tangan?"


"Apa maksudmu?" Tanya Arka heran


"Pisau mana pisau?" Nayla kembali bertanya


"Hah. Kenapa harus menggunakan pisau?" Tama tak mengerti dengan ucapan Wanita yang ada di hadapnya kini


"Jika hanya berkelahi seperti ini?


"Tak akan ada yang mati!

__ADS_1


"Besok-besok, pasti akan betengkar lagi! Jelas Nayla yang membuat keduanya semakin tak mengerti


Nayla menuju dapur milik Arka, dan di ambilnya dua bilah pisau lalu Nayla berikan satu kepada Arka dan satu untuk Tama.


"Saling tataplah!


"Kau tatap wajah Tama!


"Dan kau tatap Wajah Arka!


"Jika sudah tak saling membutuhkan lagi


"Maka berkelahilah dengan sepuasnya dan gunakan pisau itu untuk saling menumbangkan!


"Maka esok hari tak akan ada yang kalian cari lagi


"Tak akan ada pesaing lagi, karna salah satu dari kalian sudah mati! Seru Nayla dengan wajah memerah dan nada menggema


Arka dan Tama kini diam seribu kata, tak ada yang bisa mereka jawab dengan semua seruan Nayla.


Arka memandangi wajah Tama yang penuh luka dan Tama memandangi wajah Arka yang berlumur darah.


Pedih, perih, sakit bahkan teramat sakit saat Arka meliahat Tama yang terluka olehnya


Begitu pun Tama, Orang yang selama ini, mati-matian dia lindungi justru terluka karna tanganya sendiri


.


.


"Maafkan aku, Arka! Tama menundukan kepalanya


"Tidak, di sini akulah yang salah, tak pernah menghargai perasaanmu, Tama! Jawab Arka seraya mendekati keberadaan Tama


Ada perasaan yang tak bisa Arka dan Tama jelaskan, hanya saja mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.


Selama ini Arka adalah orang yang menghidupi Tama dan keluarganya.


Dan Tama pelindung Arka dari semua masalah.


Merka adalah dua sekawan yang saling membutuhkan.


(Jadilah sahabat, yang selalu memberi


Tanpa mengingat.



♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Nayla segera mongobati semua luka Arka, sementara luka Tama, di obati oleh Rani


.


.


"Hey. Kapan kau kembali?" Tanya Tama melihat kehadiran Rani di rumah Arka


"Tadi Mas, Pak Arka memintaku untuk bekérja lagi menjaga Mas Aryan!" jelas Rani


"Ohhh, Bukankah kau pulang ke Desa untuk menikah?"


"Hah. siapa yang mengtakanya Mas?"


"Arka.


"Ahh, Pak Arka bisa saja,


"Saya pulang ke Desa bukan karma menikah, Tapi saya sedang mengurusi berkas untuk saya melanjutkan Kuliah di Jakarta


"Benarkah? Kau bukan Menikah?"


"Iya. Mas"


"Cihh. Dasar Laki-laki tak punya pendirian! Hardik Arka tiba-tiba, yang membuat Rani tertawa dan Tama memanyunkan bibirnya


"Diamlah kau Arka!


"Jangan hanya bisa mengupat orang lain tapi tak sadar dengan diri sendiri?" Cetus Nayla tiba-tiba


"Hey. Apa maksudmu berbicara begitu padaku?


"Tenanglah! Dua hari lagi aku pasti akan menemui Ayahmu,


"Untuk segera menentukan tanggal Pernikahan! Tegas Arka seraya menatap tajam wajah Nayla

__ADS_1


Sementara Tama, menggigit ujung bibirnya, kala mendengar ucapan Arka,


Sedangkan Nayla tersipu malu, dan mengukir senyum tipis di wajahnya.


Senyum Nayla itu semakin membuat Tama terpesona, dan Arka tak berdaya


"Duh, senyumnya!" Batin Tama


"Hah sadar Tama! Dia milik Arka." Seru Tama pada dirinya


______________________


"Apa______?"


Tiba-tiba terdengar suara keras dari lantai atas.


"Aryan."


"Ada apa denganya?"


Ya suara itu berasal dari kamar Aryan, tanpa fikir panjang, Arka segera menemuinya


"Ada apa? Tanya Arka heran dengan suara keras Aryan


"Ini kak! Ada orang kantormu menelponku,


"Dan dia mengatakan___!" Ucapan Aryan tertahan, karna Arka tanpa basa basi merebut Ponsel Aryan dari tanganya


"Apa yang kau bicarakan?


"Kenapa kau menelpon Aryan?


"Bukan langsung menghubungiku?" Tanya Arka heran


"Maaf Pak Arka, saya sudah berkali-kali menghubungi Bapak


"Tapi tak ada jawaban! Ucap seseorang dari seberang Ponsel itu menjelaskan


"Sial!


"Aku lupa, dimana Ponselku berada! Upat Arka


"Lalu apa yang kau kataan kepada Aryan, hingga membuatnya cukup terkejut?" Tanya Arka penasaran


Seseorang itu pun menjelaskan apa yang di lihatnya, dan penjelasan orang tersebut membuat Arka, tak percaya dengan apa yang di dengarnya


"Kau jangan bercanda! Seru Arka


"Tidak Pak, saya tidak bercanda!


"Dia bahkan, mengancurkan ruang kerja Pak Arka." Jelas Orang tersebut


"Hah. Bagai mana bisa?


"Aku benar-benar sudah membunuhnya dengan tanganku


"Dan peluru itu, benar ku lesatkan tepat di dadanya.


"Jadi bagai mana bisa, dia masih bernyawa!" Celoteh Arka seraya mematikan sambungan Ponsel di tanganya


"Ada apa? Tanya Nayla curiga


"Alvian." Tegas Arka mengatakan


"Al-alvian?" Tanya Nayla gemetaran dengan apa yang di dengarnya dari Arka


"Iya. Manusia tak punya rasa itu,


"Masih berdiri dan bernyawa


"Tapi aku tak percaya sebelum aku benar-benar melihatnya!" Ucap Arka dengan mengepalkan kedua tanganya


Sementara Nayla, masih berusah mencerna, semua yang di ucapkan Arka padanya.


Dengan hati dan perasaan yang terlalu sulit untuk di jelaskan.



💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


🌺Terima kasih lagi buat semua kawan-kawan yang selalu bekenan hadir di karyaku ya🌺


💖Mari selalu saling mendukung💖


Jangan lupa tinggalkan jejak anda!

__ADS_1


Like + Koment + Rate + Vote ya 😉


💙Terima Kasih💙


__ADS_2