Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Sama-Sama Gesreknya (Bos Pelit )


__ADS_3

BUDAYAKAN LIKE SEBELUM MEMBACA.


DAN VOTE SESUDAH MEMBACA πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚



πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


🌱HAPPY READING🌱


Arka melotot ke arah dua pekerja barunya. Budi dan Dodi, yang kini tengah barada dalam ketakutan. mana kala sorot mata Arka kian tajam mengarah ke mereka berdua.


"Kalian pernah dengar gak, Bos sentil ginjal anak buahnya?" Arka mencoba menahan kekesalanya.


"Maaf. Boss! Gak sengaja, suer deh." Budi memelankan suara.


"Banyak Alasan. Sekarang tinggal pilih! Mau saya pecat atau tetep kerja potong gaji full satu bulan?" Tanya Arka yang membuat Budi dan Dodi serba salah.


"Ya ellah Bos. Wajib milih banget apa ya?" nada bicara Dodi agak tinggi.


"Tau ah. Pak Bos, pilihan macam apa itu?"


"Dasar gak ada ahlak. Sekarang kalian saya________!" Tiba-tiba ucapan Arka terhenti.


Karna kedua anak buahnya menahan dirinya untuk berbicra.


"Baik, Bos. Aku pilih potong gaji!" Jawab keduanya.


"Bagus kalau begitu!" Cetus Arka seraya berlalu dari hadapan keduanya. "Lah siapa juga yang mau mecat mereka, padahal aku tadi mau suruh mereka beliin nasi bungkus, tapi ya sudahlah. Lumayan hemat bayar gaji satu bulan," batin Arka di iringi tawa dalam hatinya.


_____________________


Pagi ini sang mentari bersinar dengan indahya. Dua sejoli yang tengah di mabuk cinta enggan bangun dari tempat tidurnya.


"Ini hari apa. Kenapa kau belum bangun juga. Apa kau tak bekerja?" Cerocos Nayla seraya menarik selimut dari tubuh suaminya.


"Astaga Nay, inikan hari minggu aku tak kekantor," jawab Arka malas lalu menarik kembali selimut dari tangan istrinya.


Mendengar ucapan sang Suami Nayla pun kembali merebahkan tubuhnya lagi. Dia lega karna hari ini Arka libur kerja.


Arka kembali memeluk tubuh Istrinya, dan semakin enggan membuka matanya. Mendekap erat tubuh Nayla benar-benar menenangkanya.


Nayla mendekatkan wajahnya tepat di wajah Arka, sesekali wanita cantik itu meniup-niup wajah tampan suaminya. Hingga ada sensasi yang tak biasa di rasakan oleh Arka,


"Hangat." Cetus Arka namun dia masih memejamkan matanya.


Nayla semakin meniup-niup wajah Arka, hingga suami tampanya itu mau membuka matanya.


"Duh Nay. Geli tau!" Ucapnya manja.


"Akhirnya, kau membuka mata. Bangunlah dan segera bersihkan tubuhmu!" Seru Wanita cantik itu. "Aku mau mandi dulu," ucapnya lagi.


Namun saat Nayla akan beranjak dari ranjangnya, Arka justru semakin erat mendekap tubuh Istrinya. "Kau mau kemana?" Arka mengedipkan matanya.


"Aku mau mandi." Jawab Nayla


"Nanti saja!"


"Kenapa?"


"Aku masih ingin memelukmu lebih lama lagi!" Pinta Arka.


"Ya ampun, Arka! Apa kau belum puas memeluku tadi malam? Bahkan rasa lelah saja belum enyah dari tubuhku,"


Arka tak perduli dia semakin erat memeluk sang Istri. Arka membalikan tubuh Nayla hingga wajah mereka saling berhadapan. Arka menatap lekat wajah Istrinya, namun Nayla tak mau kalah, dirinya justru lebih tajam lagi menatap wajah suaminya, bahkan sesekali Nayla meniupnya dengan penuh Rasa, hingga ada perasaan tak biasa menyergap tubuh Arka.


"Sial. Kenapa justru aku yang salah tingkah di buatnya," batin Arka.


"Arka apakah kau mau menciumku?"


"Tentu," Arka bersemangat.


Tanpa fikir panjang lagi, Arka segera menyerang sang Istri, namun sial, saat Arka akan melancarkan aksinya, Nayla justru mengendapkan tubuhnya kebawah. Hingga si tembok kamar Arkalah yang mendapatkan ciuman mesra darinya.

__ADS_1


"Jiahahahahahahahaha....!" Tawa Nayla membuat Arka semakin gemas saja.


Bruuuuuk.


Arka menjatuhkan tubuh Istrinya, di ranjang empuk miliknya. Dirinya langsung mendaratkan kecupan-kecupan penuh cinta. Wajah bibir dan pipi Istrinya. Lagi-lagi dan lagi mereka saling melampiaskan hasrat cinta yang kian membahana.


____________________


Waktu menunjukan pukul 10.30.


Baik Arka atau pun Nayla belum juga menampakan batang hidungnya. Hal itu tentu saja membuat aneh kelima pekerja barunya.


"Kira-kira kalau kita bangunin salah gak ya?" Si Budi menanyakan hal itu pada Dodi.


"Mana gua tau. Lah gua bukan emak bapaknya mereka," jawab Dodi ketus


"Ehh. Biasa aja lu! Gua nanya baik-baik, kenapa elu sewot sih," kesal Budi.


"Ah dah lah. Gua males ngomong ma elu. Gara-gara elu, gua kagak gajian bulan ini.


"Ehh buset. Tambah nyolot, yang salah elu kenapa gua yang di salahin? Dasar asem!" Upat Budi yang semakin kesal. "Jangan-jangan lagi PMS nih anak," ucapnya lagi.


(Padahal sama-sama salah tuh mereka πŸ˜ƒ)


Ting


Tung


Bel rumah Arka berbunyi, Budi dan Dodi segera membuka pintunya, dan ternyata Tama yang datang bersama Ranty Yoona.


"Dimana, Arka?" Tama menatap seluruh ruangan rumah, namun tak mendapati sosok Arka.


"Belum bangun, Mas. Tapi gak tau juga, mereka benar-benar belum bangun atau ada apa-apa dengan mereka," jelas si Budi.


Tama dengan cepat melangkahkan kakinya menuju pintu kamar milik Arka, dengan langkah tergesa-gesa.


"Arkaaaa. Bagunnnn! Kau kenapa?" Suara Tama cukup menggema.


"Eeh. Sial! Aku kira kalian kenapa-kenapa, sudah tengah hari, kalian belum bangun juga. Memang ngapain sih di kamar? Betah amat." Tama agak menaikan kepalanya, melihat Nayla masih terlelap dalam selimutnya.


"OLAH RAGA!" Jawab Arka singkat.


"Olah Raga, apaan, hah?"


"Kamu mau tau? Sini aku ajarin," Arka menarik tangan Tama.


"Diiihhhhhh. Gila!" Upat Tama


Hahahaahhahahahahahaha, Arka tertawa sementara Tama menautkan kedua alisnya.


"Mandi sana! Bersihkan tubuhmu, ada yang perlu aku bicarakan denganmu!" Tama mendorong tubuh keponakan sekaligus sahabatnya itu. Lalu menutup pintu kamar Arka.


.


.


.


15 menit kemudian.


Arka keluar dari kamarnya bersama sang Istri tercinta, Nayla nampak cantik di balut dress putih dan make up tipis di wajahnya.


"Cantiknyaaaaaaa_____!" Puji Budi dan Dodi yang langsung mendapatkan plototan tajam dari bola mata Arka.


Budi dan Dodi langsung melangkahkan kakinya dan pergi dari hadapan Arka.


"Bener-bener gak ada ahlak!" Cetus Arka.


Tama mengukir senyum tipis di wajahnya, dia merasa geli dengan ucapan Arka untuk kedua pekerjanya. "Cocok! Bos dan anak buah sama-sama gak ada ahlaknya!" Batin Tama dan tertawa dalam hatinya.


"Heem. Hemmm!" Apa yang ingin kau bicarakan padaku? Katakanlah!" Ucap Arka.


"Begini." Tama menarik nafasnya. "Aku dan Ranty akan menikah minggu depan,"

__ADS_1


"Kapan?"


"Minggu depan Budeeeggg!!


"Biasa saja dong. Gak usah sewot, aku kan nanya baik-baik," Jawab Arka seraya mengerutkan wajah tampanya.


"Iya. Baiklah, aku minta maaf!"


"Aku memaafkanmu. Karna anda pamanku, aku takut kau kutuk jadi batu," Canda Arka yang membuat Tama cukup kesal dengan sikap keponakanya.


"Dasar Ponakan gila!"


"Hehehehe_!" Ledek Arka. "Oh ya. Jika nanti kau sudah menikah secara Sah, aku akan adakan resepsi pernikahan besar-besaran," jelas Arka.


"Terima kasih," ucap Tama di iringi senyum paling indah.


"Aku sudah pesan tiga kursi pelaminan,"


"Haaahh. Banyak amat,"


"Iya, karna aku merangkap resepsi.


"Maksudmu?"


"Satu Resepsi tiga pengantin,


"Haaahhh. Siapa saja.


"Kau dan Ranty Yoona, Alvian dan Rany," ucap Arka terhenti.


"Lalu satu lagi siapa?"


"Aku dan Nayla.


"Haaaahh___!" Tama melotot tak percaya


"Suka-suka sayalah. Uang-uang saya semua yang nyapin saya, kalian tinggal ngikut saja. Lagi pula, waktu itu aku dan Nayla hanya ijab saja tanpa Resepsi dan pesta," jelas Arka


"Hadeeeeehhhhh__!"


"Lumayan menghemat pengeluran, jadi kita bertiga bisa sama-sama merasakan indahnya resepsi pernikahan," tegas Arka lalu menyilangkan tanganya.


"Dehh aku kira kau sudah berubah! Tapi ternyata jiwa pelitmu itu kian membahana," Tama menunjukan wajah kesalnya.


Arka pun membalas ucapan Arka dengan tawa sejadi-jadinya, membuat Ranty dan Nayla mendengarnya padahal keduanya sedang berada di teras rumah Arka.



😁😁😁😁😁😁😁😁.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA


❀LIKE


πŸ€VOTE


❀KOMEN


πŸ€RATE


YUK MAMPIR JUGA DI KARYAKU SATUNYA❀



AKU MENULIS DENGAN SUKA.


KALAU DAPAT BAYARAN ALHAMDULLILAH.


TAPI BANYAK YANG NANYA KENAPA SAYA MASIH BETAH DI MT? YA JAWABANYA. SAYA MAU MENGHIBUR DULU SAAT INI, MASALAH UANG NANTI. KARNA DI LAPAK SEBELAH ITU HARUS UP SETIAP HARI. TAPI SAYA TAK BISA MELAKUKAN ITU.


OKEEE.. SUKSES BUAT KALAIAN SEMUA❀

__ADS_1


__ADS_2