Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Sosis Dan Saosnya (bulan madu)


__ADS_3

Pernikahan adalah komitmen bersama


Untuk mencintai tanpa kondisi


Atau pun tanggal kadaluarsa.



"Arkaaaaaa.....!" teriak Nayla tiba-tiba dan suaranya hampir memenuhi ruang kamar milik Nayla. Bahkan suara Nayla terdengar menggema di telinga sang Ayah yang berada di ruang santai seraya menikmati segelas kopi.


Arka yang mendengar teriakan, yang Nayla lakukan. Langsung menutupi keapalanya dengan sebuah bantal yang masih berada dalam pelukanya.


"Apa yang kau lakukan Arka? sampai baju tidurku robek semua?" omel Nayla dengan menarik bantal yang masih di peluk Arka


"Maaf, Nay ! habis susah sekali membuka kancing bajunya," jelas Arka dengan wajah manja


"Halah alasan saja. Ini hadiah yang di berikan Ayah." Nayla memanyunkan bibir merahnya


"Maaf Nay. Kita beli lagi nanti ya! uangku banyak kamu tinggal pilih saja!" seru Arka dengan tertawa


"Sombongnya Suami saya!" Nayla menggelengkan kepalanya


Nayla masih saja melanjutkan omelanya kepada Arka, mana kala baju baru yang di belikan sang Ayah terbelah dua karna ulah Arka.


"Si Arka. Kuat juga ternyata ya?" gumam Ayah Nayla sambil menyeruput kopi manis yang ada di hadapanya. "Jadi inget pertama kali melakukanya!" Dicky tersenyum simpul saat mendengar ribut kecil dua Anak muda yang sedang di mabuk cinta


_________________


"Bangunlah!" seru Nayla seraya menarik selimut yang masih menutupi tubuh Arka.


"Duh Nay, jangan di tarik ya! aku masih belum menggunakan baju seutuhnya. Nanti kalau kau selera bagai mana? aku tak bisa memenuhinya karna aku harus berangkat kerja!" Hardik Arka dan beranjak dari tidurnya lalu menghilang dari hadapan Nayla


"Ahh sial. Dasar Suami tak ada Ahlak!" upat Nayla seraya mengikuti Arka memasuki kamar mandi miliknya.


"Ehh. Kau mau apa? atau kau ingin mandi berdua denganku ya?" Arka semakin menggoda Nayla.


"Sial!"upat Nayla kesal dan segera pergi dari hadapan Laki-laki yang sudah menjadi Suaminya kini


.


.


Tak lama setelah mandi Laki-laki itu tersenyum kecil melihat wajah Nayla yang cukup menggemaskan baginya


"Nayla, hari ini aku harus bekerja dan aku berencana akan mengajamu ke kantorku jika kau mau!" ucap Arka


Nayla mengangguk lalu menuju lemari baju miliknya. untuk mempersiapkan semua baju Arka dan juga dirinya.


Tak selang berapa lama, Nayla tampak cantik dengan make up tipis di wajahnya.


Dan Arka Tampak gagah dengan setelan kemaja putih dan jas hitam yang membalut tubuh gagahnya.


Hari ini keduanya sudah siap memulai aktifitsnya, dengan status baru saja menikah.


Sejujurnya Arka masih malas untuk berangkat kerja. Namun karna ada sesuatu hal membuat Arka tak bisa lebih lama meninggalkan Kantornya.


"Nay, siapkan semua bajumu! karna mulai malam ini kau tinggal di rumahku." Perintah Arka pada Istrinya


"Baiklah..


Nayla pun sudah menyiapkan semua baju dan keperluanya, untuk di bawa. Karna mulai hari ini, Nayla akan tinggal bersama Arka di rumahnya


"Aku pamitan dulu sama Ayah!" pinta Nayla


"Silahkan. Tapi jangan lama-lama ya!" seru Arka

__ADS_1


"Apa kau juga tak ikut bersamaku? setidaknya kau berpamitan sebentar denganya!"


"Ahh. Kapan-kapan saja ya, lagian aku sudah pernah berpamitan dengan Ayahmu dulu!" ucap Arka tanpa ragu. Dirinya benar-benar malas bertemu dengan Laki-laki bermuka dua itu, padahal statusnya kini sebagai menantu.


"Menantu gila!" Omel Nayla. "Mau sama Anaknya kok gak mau sama Orang tuanya!" tambahnya hingga membuat Arka senyum terpaksa ke arah Nayla


_________


Ini pertama kalinya, Arka melangkahkan kakinya untuk benar-benar bekerja karna selama ini Tamalah yang susah payah mengurusi Prusahaan miliknya


"Pagi Pak..." Sapa semua Kariawan Kantornya saat melihat kedatanganya. Namun Arka tak datang sediri, dirinya membawa Nayla ikut serta bersamanya.


"Dimana Tama?"


"Pak Tama keluar sebentar Pak, beliau sudah meninggalkan beberapa berkas di ruang kerja anda!" jelas salah satu kariawanya


"Main tinggal-tinggal saja si Tama! untung dia Sabahatku, kalau bukan sudah kupecat tanpa hormat tu manusia!" omel Arka hingga membuat semua kariawanya, memasamkan dahinya kala mendengar omelan Arka di hadapan mereka.


Ini benar-benar pertama kalinya juga Arka menatap berkas Prusahaan miliknya.


Selama ini dirinya hanya mendengatar semua keluhan Tama betapa melelahkanya bekerja di Prusahaan miliknya


Pria itu membuka matanya menatap tumpukan berkas yang kini ada di hadapanya.


Arka mengambil Laptop yang berada di meja kerjanya, dirinya mulai mempelajri beberapa berkas dan dokumen yang tersimpan rapih di dalamnya.


Ya. Karna Arka kini bestatus sebagai pemilik Prusahaan terbesar dan ternama di kota tempatnya kini berada.


Sementara Nayla menatap tajam wajah tampan Arka, yang begitu sibuk dengan semua pekerjaanya,



"Dia bahkan benar-benar tampan, meski dalam keadaan kebingungan," batin Nayla dengan memandangi Arka penuh cinta.


___________


Arka menjatuhkan tubuh lelahnya di ranjang empuknya, seharian ini benar-benar melelahkan sekali baginya


Sedangkan Nayla sibuk mengurusi baju-baju miliknya. Maklum mulai malam ini Nayla tinggal di rumah Arka bersama staf dan jajaranya.


Aryan Rani dan Tama πŸ˜‚.


.


.


"Ehh. Tuan Arka, kenapa anda memandangi saya sebegitunya?" tanya Nayla geli kala mendapati sang Suami memperhatikanya dari atas sampai kebawah.


"Ini jam berapa ya?" bukan menjawab Arka justru balik bertanya


"Kau mau apa? otak mu sudah mulai Nakal ya? Tanya Nayla dan berusha pergi dari hadapan Arka


Namun Arka dengan sigap menarik tangan Nayla dan menghempaskan tubuh Istrinya.


"Pink.. !" cetus Arka sambil tertawa saat menatap barang berwarna pink yang membalut gunung kembar Istrinya


"Bukan hanya itu, semua yang ku gunakan memang berwana pink semua tau..!" Balas Nayla yang membuat Arka semakin geli mendengarnya


"Duh Nay ! si Entong bangun nih kayaknya?"


"Haahhhh...


"Kedinginan dia


"Terus?"

__ADS_1


"Butuh selimutnya..


"Jangan macam-macam ya! aku tebas sosismu pakai pedangnya Inuyasha


"Dihh. Beneran? nanti nyesel loh ya? inikan masa depanmu juga!" Hardik Arka yang membuat Nayla semakin salah tingkah.


Arka memulai Aksinya, ia mencium bibir pipi leher dan seluruh tubuh Istrinya.


Nayla hanya terdiam tak bersuara, dirinya merasakan gejolak yang sangat luar biasa menyergap seluruh tubuhnya.


"Aku mau, Nay!" Bisik Arka


Nayla mendorong tubuh Sumainya dan membalas kecupan-kecupan yang Arka berikan.


"Si pinkmu bolehkah menyingkir dulu?" pinta Arka tanpa ragu


Nayla hanya membisu tak menjawab pertanyaan Suaminya itu, namun tak juga menolak aksi Arka terhadapnya


Kini keduanya saling bertatap muka, Arka mengedikpan matanya, saat si kembar milik Istrinya menyetuh dada miliknya.


"Gini aja, badanku udah getar-getar loh, Nay!" Cetus Arka


"Halah...


"Itu tandanya, aku masih orisinil Nay, belum pernah melihatnya.


"Prett..


"Kok pret sih? kau tau?


"Tau apa?"


"Aku bahkan tak mampu berpaling dari si kembar milikmu itu!"


Arka dan Nayla terhanyut dalam obrolan, dekapan sentuhan saling berpelukan.


Dan akhirnya si sosis dan saus pun jadian πŸ˜‚


Kini keduanya benar-benar berpeluk mesra


Memenuhi seluruh hasrat cinta yang mereka punya.


"Kau puas?" Tanya Arka


"Menurutmu?"


"Nanti lagi ya?


"Gak deh. Besok aja!


"Kenapa?


"Pinggangku rasanya patah, akibat perbutanmu itu Arka!" ucap Nayla seraya menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh miliknya


Sedangkan kini Arka tengah berfikir keras setelah mendengarkan apa di ucapkan Nayla kepadanya.



πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


🌷**Jangan lupa tinggalkan jejak ya🌷


🌺Like . Koment . Rate n Vote ya🌺


🌻Mari saling mendukung🌻**

__ADS_1


__ADS_2