
Waktu adalah kado terbaik
Saat seseorang memberikan waktunya
Karna dia telah memberikan bagian hidup
Yang tak bisa dia ambil kembali.
Dan
Seandainya mesin waktu memang benar adanya
Maka akan ku putar
Dimana aku masih bagian dari masa depanmu
Lalu akan ku hentรฌkan waktu saat itu.
( Masalah Waktu)
Arka melangkahkan kakinya dengan sangat gagah.
Jantung dan Hatinya iya rasakan berdetak tak seirama.
Arka merasa semua orang tengah menatapnya dengan bahagia.
Nayla namapak cantik, dengan gaun putih yang di pakainya.
Duduk dengan manisnya di tengah segerombolan manusia yang cukup ramai menurut Arka.
Arka pun duduk tepat di samping Nayla,
Wanita itu melempar senyum dengan begitu indahnya.
Yang membuat perasaan Arka bagai di aduk-aduk karenanya.
Di belakang Arka, ada Aryan dan Tama yang terlihat juga sangat Bahagia.
______________
"Bagaimana, Pak Arka?
"Apa Anda sudah siap?"
"Insya Allah siap, Pak!" Jawab Arka dengan lantangnya
"Baiklah."
"Hem. Mari Pak Arka, jabat tangan saya! Seru Orang itu tanpa ragu
"I-iya__.!"Jawab Arka dengan di iringi senyum tipis di wajahnya
"**Bismillahirohmanirohim.
"Saya Nikahkan engkau, Arka Aditama Bin Arfan Aditama dengan Nayla Andriana Binti Dicky Darmawan, dengan Mas kawin tersebut di atas di bayar tunai
"Saya terima Nikahnya Nayla Binti Dicky Darmawan dengan Mas Kawin tersebut di atas di bayar tunai**! Ucap Arka dengan lantangnya
"Bagai mana para saksi?"
"SAHH__!" seru mereka secara bersama
"Allhamdullilah"
.
.
"Hentikan____!" Seru seseorang dari luar pintu dimana Arka dan Nayla melangsungkan Pernikahan
"Ini tidak Sah, dia Istri saya! Tambahnya, yang membuat semua orang sangat terkejut akan kehadiranya
"Alvian."Ucap Arka, tak percaya dengan apa yang kini di lihatnya
"Kau__!" Ucap Nayla lembut dan segera mendekati Alvian yang kini berada di hadapanya
"Al. Apa ini benar dirimu?" Tanya Nayla sendu
"Iya. Ini aku, Nay Kekasihmu!" Jawab Alvian tanpa ragu
"Hey___ Jangan sentuh dia!
"Nayla, kini sudah menjadi Istriku! Bentak Arka dengan nada menggema
"Apa katamu? Baiklah!
"Aku akan menghabisimu, sama saat kau membunuhku, tepat di hari Pernikahanku dulu! Ancam Alvian seraya mengambil sebuah benda
"Apa yang akan kau lakukan? Arka cukup gemetaran
"Hahahahaha! Kenapa kau terlihat begitu takut, Kakaku tercinta?" Hardik Alvian dengan santainya seraya menodongkan pistol tepat di dada Arka, yang membuat semua orang terbelalak tak percaya
__ADS_1
"Kau, sudah.memberi kado yang paling indah, tepat di hari Pernikahanku dulu,
"Kini gilaran Aku yang akan memberikan Kado untukmu! Ancam Alvina tanpa ragu
.
.
DOORRR
Suara itu terdengar begitu kerasnya, dan sebuah Pluru melesat di dada Arka dan dengan seketika darah segar keluar dari tubuhnya
.
.
"Arka______!" Teriak Nayla
"Aku, akan mati Nay, aku mencintaimu!" Ucap Arka sendu
______
"Arka. Bagun Arka!"
"Ada apa denganmu?"
"Kenapa dalam tidurmu, kau merintih begitu?" Tama membangunkan Arka yang tertidur di balkon kamarnya
"Kenapa aku ada di sini?"
"Bukankan aku tadi aku sudah mati?" Tanya Arka seraya menapakan kakinya di lantai rumahnya
"Hey. Apa maksudmu?
"Kau sedari tadi tidur di kursi kesayanganmu itu?"
"Apa kau mimpi buruk ya?"
"Haaah, Astaga
"Berarti aku tadi hanya mimpi?"
"Memangnya kau bermimpi apa? Tanya Tama yang cukup penasaran dengan mimpi Arka
Arka pun menjelaskan semuanya kepada Tama, yang membuat tama sedikit garuk-garup kepala mendengarnya
"Bagai mana bisa, kau mimpi buruk begitu?
"Ahh. Itu mungkin karna kau kefikiran, bahwa Alvian masih hidup! Ucap Tama
"Entahlah!
"Sama persis saat aku menghabisinya dulu! Jelas Arka dengan nada sendu
"Sudahlah, tak usah di fikirkan!"
"Itu hanya mimpi buruk saja!" Tama mencoba menenangkan Arka
"Tapi, mimpi itu seakan benar-benar Nyata!
"Bukankah kata orang, jika mimpi Menikah, itu tandanya kita akan lenyap untuk selamanya! Jelas Arka seraya menudukan kepalanya
"Sudahlah, Arka! Mimpimu itu hanya bunga tidur saja!" Seru Tama pada sahabatnya
Arka pun beranjak dari tempat duduknya, dan pergi dari hadapan Tama
"Kau mau kemana, Arka?"
"Mandi!"
"Apa kau mau ikut?" Hardik Arka kepada Sahabatnya
"Cihh. Dasar gila! Cerocos Tama mendengar ejekan Arka
_______________
Arka mengambil kontak mobil miliknya, dan melangkahan kaki untuk segera pergi
"Kak Arka, mau kemana?"
"Ayo kita makan bersama!
"Bik Rani, sudah menyiapkan semuanya untuk kita," Pinta Aryan kepada Arka
"Maaf Aryan, Kakak tak bisa makan bersamamu! Ucap Arka dengan minum segelas susu yang memang sudah, Rani siapkan untuknya
"Kakak, sedang ada urusan yang cukup mendesak!" Jelas Arka kepada Adiknya
"Baiklah!"
"Maaf ya!" Seru Arka seraya mengacak-acak rambut Adiknya, dan berlalu dari hadapan Aryan
___________
__ADS_1
Arka melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tak biasa.
Iya berencana akan menemui Nayla dirumahnya
.
.
Tok-Tok-Tok
Arka mengetuk pintu Rumah Nayla
"Kau rupanya ya! Cetus Ayah Nayla dengan muka masamnya
"Kebetulan kau datang, Nayla sedang tidak enak badan!"
"Apa, Nayla sakit?"
"Iya, dari tadi malam dia tidak mau makan,
"Sepertinya Nayla, tengah mengandung Anakmu, Arka."
"Hahh____!" Arka melotot tak percaya
"Kenapa kau terkejut?"
"Ini semua karna kelakuan bejatmu itu!" Tunjuk Ayah Nayla tepat di wajah Arka
"Dih. Bagaimana Nayla hamil?"
"Jangankan menidurinya?"
"Melihat bentuk tubuh Nayla dengan sesungguhnya saja aku belum pernah!" Omel Arka dalam hatinya, seraya menaikan kedua alisnya
"Temuilah, Nayla!"
"Setelah itu, temui aku!
"Kita harus menentukan tanggal pernikahan kalian!" Seru Ayah Nayla seraya melotot ke arah Arka
"Baiklah! Jawab Arka di iringi senyum tipis di wajahnya, dan berlalu dari hadapan Dicky untuk menemui Nayla
_________
"Hey." Sapa Arka dengan senyum sejuta makna
"Kau sakit apa?"
"Sudah di priksa?"
"Entahlah! Belum." Nayla menggelengkan kepalanya
"Kau tau? Ayahmu itu mengira kau Hamil Anaku!" Cetus Arka dengan wajah memerah
"Hahahahahahahaha! Benarkah?" Nayla tertawa mendengarnya
"Iya. Ayahku tidak salah,"
"Ini semuakan karna ulahmu itu,"
"salahmu, kenapa kau harus berbohong telah meniduriku! Ledek Nayla tanpa ragu
"Ahh. sial! Gumam Arka dengan menggigit ujung bibirnya
Sementara Nayla masih tenggelam dalam tawanya, mendengar omelan Arka karna ucapan sang Ayah
"Hey diamlah. Hentikan tawamu itu! Pinta Arka seraya menutup mulut Nayla agar menghentikan tawanya
"Ya. Baiklah! Jawab Nayla mencoba menahan Tawanya
"Ngomong-ongomng, kau mau bicara apa padaku?" Tanya Nayla dengan menatap tajam wajah Arka
Arka menarik nafas panjangnya, dan menceritkan semua mimpinya kepada Nayla? yang membuat Wanita yang kini ada di hadapnya, sedikit menetekan air matanya
"Apa arti mimpiku itu?"
"Apa, Alvian akan benar membunuhku?"
"Jika saat ini, Alvian berada di hadapanmu?"
"Apa kau akan meninggalkanku" Tanya Arka yang membuat buliran air mata di wajah Nayla semakin deras saja
Tak ada yang bisa Nayla jawab, apa yang kini ada di dalam hatinya, hanya Nayla sendiri yang merasakanya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐บSelalu ada terima kasih di akhir Babku, untuk semua yang berkenan hadir di karyaku๐บ
๐Jangan lupa tinggalkan jejak ya๐
__ADS_1
"Like + Koment + Rate + vote seihklas anda"
๐Mari saling mendukung, salam sahabat untuk semua para Autor ya๐