
ANDA BACA KARYA SAYA
SAYA BACA KARYA ANDA
ADA PROMO DI KARYA SAYA
SAYA JUGA PROMO DI KARYA ANDA.
ANDA KOMENT LANJUT DI KARYA SAYA
SAYA PUN AKAN BEGITU DI KARYA ANDA
INTINYA : SAYA IKUTI CARA ANDA β€π€
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
Arka menatap hari ini dengan penuh bahagia.
Dunia rasanya sudah mulai berdamai denganya.
Hatinya yang selama ini luka, mulai bisa merasakan kebahagian. Semua berawal dari damainya antara dia dan Alvian, semoga akan selalu begitu dan terus begitu.
"Hem. Hem!" Sapa Tama.
"Hey." Balas Arka.
"Apa yang sedang kau fikirkan?"
"Tidak ada. Aku hanya menyapa pagi yang indah ini dengan hati yang gembira," jelas Arka.
"Benarkah?"
"Tentu.
"Aku turut bahagia buatmu. Oh ya Arka, aku sudah pasang lowongan kerja. untuk orang yang siap menjaga rumahmu, dan membantu pekerjaan Istrimu."
"Haaaaah?"
"Iya. Masa orang sekaya anda, Rumah tak ada yang jaga, Istri kerja sendiri. Malu-maluin banget sih," hardik Tama.
"Sialan.
"Hahahahahaha!" Tawa Tama.
"O ya. Untuk membantu Nayla, aku akan meminta Rany saja untuk bekerja lagi disini," tegas Arka.
"Hubungilah dia!" Seru Tama.
Arka pun meraih Ponselnya dan segera menghubungi Rani.
("Pagi, Pak Arka, ada apa pagi-pagi sekali menghubungi saya?") Tanya Rany dari sambungan telponya
"Apa kau Kuliah hari ini?" basa basi Arka.
("Tidak, Pak.")
"Baiklah. Aku langsung ketujuanku untuk, mengapa aku menghubungmu."
("Iya. Ada apa, Pak Arka?)
"Bisakah kau kembali bekerja di Rumahku? dari pada kau Kuliah dan Ngekos tak jelas di luar sana. Tinggalah saja di Rumahku! Tugasmu hanya menjaga Istriku." Pinta Arka.
("Hemmmz....!") Rany terdengar menarik nafas panjangnya.
"Ada apa, kenapa kau menghela nafasmu seperti itu?"
("Maaf Pak Arka, aku tak bisa. Bukan aku tak suka bekerja denganmu, tapi anda perlu tau sebentar lagi saya akan menikah.") Jelas Rany
"Haaah. Menikah, dengan siapa?"
"Pak Arka, sangat mengenal, siapa calon Suami saya.
"Benarkah?"
__ADS_1
"Iya Pak, jadi saya minta maaf kepada anda, tidak bisa memenuhi keinginan, Pak Arka."
"Baiklah. Tak apa, tapi tolong kenalkan calon Suamimu itu padaku malam nanti!" Seru Arka.
"Baiklah, Pak Arka, aku akan mengajaknya menemuimu malam nanti.
Arka pun menutup sambungan Poselnya, dan memberi tahu Tama bahwa Rany akan menikah. Mendengar hal itu membuat Tama mengukir senyum tipis di wajahnya. Hingga membuat Arka cukup heran di buatnya.
"Rany saja sudah mau menikah, Lalu kapan kau juga akan kepelaminan?" Arka penasaran.
"Segera." Jawab Tama singkat dan Padat
"Apa kau sudah melamar, Ranty Yoona?"
"KEPO...!
"Hahhh. KEBO! Apa itu Kebo, sejenis Hewan atau makanan.
"Auuu, ah gelap!" Jawab Tama kesal lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan Arka.
"Astaga! Tama benar-benar gila, inikan sudah pagi dan terang begini, masa dia bilang gelap, wah-wah, sudah tak waras itu mata," gumam Arka.
Tama menautkan kedua Alisnya, saat mendengar apa yang di ucapkan Arka untuknya.
"Dasar Bos Gesrek," celoteh Tama seraya menjauhi keberadaan Arka.
____________________
Nayla hari ini berencana mengikuti kemana saja sang Suami pergi. Entahlah semua itu karna Nayla merasa sepi di Rumah sendiri. Hingga Arka memutuskan agar Nayla ikut saja kekantornya.
.
.
.
(Di Kantor)
Jam menunjukan pukul 10 pagi.
Arka sudah berada di kantornya bersama sang Istri tercinta. Saat semua pegawai hening dan duduk teratur di tempat kerja. Arka mendapati sang Sahabat tengah termenung dan tak menyadari kedatangan Arka. Entahlah, apa yang tengah di fikirkan Tama, Lelaki tampan itu tampak begitu gelisah.
"Baiklah. Oh ya Nay, tolong pelajari beberapa berkas di ruang kerjaku! Aku sedang malas memikirkanya," ucap Arka yang membuat Nayla cukup kesal mendengarnya.
"Kau ada-ada saja, bagaimana mau maju kantormu, jika kau masih meliliki sifat pemalas yang luar biasa.
"Sekali ini saja. Karna aku harus menemui Tama." Arka membela dirinya.
"Hemmmmz..!" Hanya itu yang keluar dari mulut Nayla dan berlalu dari hadapan Arka
Arka hanya menggelengkan kepalanya, seraya memandangi langkah Nayla yang semakin hilang dari pandanganya.
_____________
Arka segera menemui Tama dan meminta sang Sahabat untuk menjelaskan semua masalah yang tengah menyelimuti hatinya.
"Kau kenapa?" tanya Arka tiba-tiba dan sontak saja membuat Tama cukup terkejut di buatnya.
"A-aku..!" Tama terlihat gugup
"Ada apa?"
"Malam ini aku akan melamar Ranty Yoona, tapi Wanita itu memberi syarat yang membuatku cukup menggelengkan kepala." Jelas Tama.
"Kenapa?"
"Iya. Jika aku akan menikahinya, aku harus memiliki Rumah mewah beserta kolam berenang dan kolam ikan, bahkan tak tanggung-tanggung. Ranty meminta Rumah dengan 4 kamar mewah beserta isinya." Tama menundukan kepalanya.
"Matre juga dia ya.
"Tapi aku cinta.
"Heemz. Aku suka gaya dan kejujuran Wanita pujaanmu itu.
"Kenapa?" Tanya Tama
__ADS_1
"Iya. Karna hidup itu realita bukan hanya butuh cinta, Uang dan Harta sudah menjadi kebutuhan.
"Tapi bagaimana aku akan memenuhinya?"
"Itu urusanmu. Hahahahahahah!" Tawa Arka yang membuat Tama menautkan kedua alisnya.
"Hiiiih. Sialan kau, Arka!" Upat Tama.
"Hihihi. Baiklah-Baiklah. Nanti malam temui aku tapi jangan datang sendiri. Ajak Alvian juga, karna ada hal penting yang ingin kubicarakan kepada kalian," pinta Arka.
Tama hanya menatap heran dan memandangi wajah Arka yang seprtinya tengah memikirkan sesuatu. Hingga membuat Tama cukup heran di buatnya.
Sementara Arka kini tenggelam dalam fikiranya. Ya, benar apa yang di ucap Tama sepertinya saat ini, Arka tengah banyak menyusun rencana. Tapi apa, hanya Arka sendiri yang mengetahuinya.
"Misiku membuat semua orang bahagia, dan memecahkan Rahasia hidup, Nayla." Batin Arka seraya berlalu dari hadapan Tama. Dan membiarkan Sahabatnya itu tenggelam dalam fikiranya.
__________
Suasana malam ini cukup berbeda, Arka menyipkan banyak sekali makan di ruang keluarga. Hal itu Arka lakukan demi pertemunya dengan Tama dan Alvian. Bahkan malam ini juga, Arka meminta Rany untuk mengenalkan calon Suaminya.
Nayla sibuk mempercantik diri, hingga membuat Arka cukup heran di buatnya.
"Biasa ajha kali, Nay. Gak usah heboh gitu dandanya, kita kan cuma mau bertemu dengan Tama dan Alvian.
"Rany dan calon Suaminya, kamu undang juga kan?" tanya Nayla.
"Iya...
"Nah itu, kita gak boleh kelihatan kusut di depan Tamu kita," jelas Nayla.
"Hadeeehhh, terserah kau saja.
"Oh ya, Arka. Aku juga mengundang Ranty Yoona,"
"Haahhh?"
"Iya. Karna dia juga calon Istri Sahabatmu, kan?
"Iya juga sih, tapi apa kau tau, apa yang tengah aku rencanakan, Nay?"
"Tidak..
"Lalu?"
"Aku yakin, apa pun yang kau putuskan, pasti yang terbaik untukmu dan semuanya.
Ucapan Nayla cukup membuat Arka bahagia, dan membuat Arka semakin yakin dengan rencana yang telah di susunya.
π±Nah kira-kira apa ya rencana, Arka?"
π±Dan siapa juga calon Suami Rany?" π€π€.
Yuk main tebak-tebakan, yang jawabanya bener tak kasih vote 50 di karyanya ππππππ.
ππππππππππ
π·Jangan lupa tinggalkan jejak anda ya!
π·Like
π·Koment
π·Vote
π·Rate
Yuk mampir juga di karya Author keren lainya.
__ADS_1
4