
Berkali-kali kau jatuhkan.
Tapi berkali-kali juga
Aku akan bertahan
Karna aku memiliki keyakinan
Kau akan jauh lebih kuhempaskan.
SIAPKAN TISU UNTUK MEMBACANYA
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Arka menyandarkan tubuh lelahnya, di depan pintu ruangan di mana Aryan harus bertahan.
Hatinya yang teramat pilu, tak mampu membendung air mata yang terus membasahi wajahnya. Nayla medekati sang Suami dan mendekap erat tubuh lelah itu.
"Aku mencintaimu!" bisiknya
Arka hanya menganggukan kepalanya
"Apa kau tak mencintaiku?" tanya Nayla lagi dengan tatapan pilu
Arka menatap tajam wajah Istrinya itu, tampak kesedihan yang tak dapat dia ungkapkan.
"Tersenyumlah untuku sedikit saja!" ucap Nayla
Arka dengan sigap memeluk Istrinya dan mengecup bibir merah Nayla.
"Maafkan aku, tak memperhatikan perasaanmu, aku mohon mengertilah dengan posisiku!" pinta Arka sendu.
"Selalu. Aku akan selalu mengertikanmu!" jawab Nayla seraya mengukir senyum tipis di wajahnya.
Sementara Tama menyaksikan percakapan antara Arka dan Nayla dengan tatapan yang tak biasa, hanya Tama sendirilah yang tau gejolak dalam hatinya saat ini.
"Cemburu. Ah tidak aku tidak cemburu!. batin Tama meratap pilu.
___________________
Ceklek
Seseorang keluar dari ruangan di mana Aryan berada, dengan tatapan tak biasa dan tampak gurat kesedihan di wajahnya.
"Arka. Bisakah kita bicara?" ucap Dokter itu penuh makna
"Iya, ada apa? apa yang terjadi dengan Adiku?"
"Sebaiknya kita bicara di ruanganku saja!"
Arka mengangguk tanda setujuh, Nayla mengikuti langkah Arka sementara Tama tetap bertahan menjaga Aryan.
ββββββββββββ
"Ada apa? apa yang terjadi dengan Aryan?" Arka penasaran.
"Aku harap kau tenang, dan tanggalkan dulu jiwa pemarahmu itu!" pinta si Dokter
"Hah. Baiklah!" jawab Arka terpaksa
Nayla menepuk pundak Arka, tanda menguatkan, apa pun yang akan mereka dengarkan tentang kondisi Aryan.
"Arka !" Dokter itu mulai berbicara. "Aku sudah memberi tahumu jauh sebelum hal ini terjadi, bahwa kau harus siap menghadapi kondisi terburuk dalam hidup Adikmu. Dia sudah hebat bisa bertahan sedemikian lamanya!" Dokter itu menghela nafas panjang, sementara Arka dan Nayla menunggu penjelasanya dengan debaran-debaran menyakitkan.
"Lalu apa yang terjadi pada Adiku?" tanya Arka seraya mencoba menahan kesedihanya
"Harapanya hanya sedikit saja. Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali berdo'a.
"Bohong__ !" pekik Arka yang mulai menunjukan sisi emosinya
"Arka tenanglah!" seru Nayla.
"Cih. Dokter macam apa dirimu, jika tak bisa menyelamatkan Adiku! aku akan menghabisi Nyawamu jika sampai terjadi sesuatu pada Aryanku." Omel Arka yang penuh amarah tapi Dokter itu justru membalas ancaman Arka dengan senyuman dari wajahnya karna dia sudah mengetahui seperti apa sifat anak muda yang ada di hadapanya kini.
"Baiklah, ada satu cara lagi agar Aryan mungkin bisa terselamatkan, walau harapanya hanya sedikit saja. Karna kita selama ini sudah melakukan tiga tahap penyembuhan namun kondisi Aryan tetap memprihatinkan, karna setiap penderita Kanker darah pasti akan menghadapi titik terendah dalam hidupnya.
"Apa? Katakan satu cara itu!" Arka tak mampu membendung buliran air matanya
"Selama ini kita sudah melakukan penyembuhan melalui, Kemoterapi, Radiasi, Imunterapi, tapi Aryan tetap menghadapi kondisi terendah dalam hidupnya, ada satu cara lagi ya itu melakukan Transpalantasi sumsum tulang, ini pun harus mendapatkan donor dari saudara kandung agar kemungkin keberhasilanya mencapai 40 persen, itu pun hanya 40 persen!" jelas si Dokter
Arka menunduk, karna dirinya tak bisa mendonorkan sumsum tulangnya karna dulu pernah ia lakukan untuk menyelamatkan nya0wa sang Ayah.
"Aaaaaaaahhh...!" desisnya seraya beranjak dari duduknya dan pergi dari ruangan Dokter itu tanpa permisi.
Si Dokter hanya tersenyum dia berusaha memahami kondisi Arka saat ini. Sedangkan Nayla pun ikut beranjak dari duduknya dan mengikuti kemana pun langkah Arka.
Tama menatap heran saat Arka berlalu di hadapanya dengan langkah tergesa-gesa
"Mau kemana dia?" batin Tama, tiba-tiba Nayla menepuk bahunya yang membuat Tama cukup terkejut karnanya.
"Jaga Aryan ! aku akan mengikuti Arka." ucap Nayla dan Tama pun hanya menganggukan kepalanya.
___________________________________
Arka melajukan mobilnya dengan kecepatan tak biasa, sementara Nayla mengikuti Arka menggunakan mobil milik Tama.
Nayla heran, dirinya sepertinya mengetahui kemana Arka akan pergi.
Ya. Benar saja Arka menghentikan laju mobilnya tepat di halaman rumah Alvian.
Dengan sigapnya Arka turun dari mobilnya dan memanggil nama Alvian dengan sangat ramah, Nayla tau apa yang akan di lakukan Suamianya itu.
__ADS_1
TOK
TOK
TOK
Arka mengetuk pintu Rumah Alvian.
"Arka...!" Alvian cukup terkejut dengan kehadiran Arka di rumahnya
"Bolehkah aku masuk?" tanya Arka yang berusaha ramah.
"Masuklah. Inikan memang rumahmu. Apa kau kesini akan mengambilnya dariku?" Tanya Alvian sinis namun Arka justru tersenyum manis.
"Tidak aku tidak akan mengambil rumahku ini darimu, aku justru akan memberikan satu Perusahaan Ayahku untukmu!"
"Benarkah?"
"Iya. Tapi ada syaratnya."
"Syarat? apa itu?
"Aryan..
"Ada apa dengan, Aryan?" Alvian terlihat sangat penasaran tapi dia berusaha untuk tetap terlihat biasa saja.
"Kau, kan, tau. Adikmu itu sudah sakit parah sejak 5 tahun yang lalu dan kini dia dalam keadaan terendahnya."
"Maksudmu?"
"Aku akan memberikan satu Perusahaanku untukmu, tapi bersedialah mendonorkan Sumsum tulang belakangmu untuknya!"
"Haahhhh..!" Alvian terdiam sejenak seperti tengah memikirkan rencana, walau nampak dari wajahnya dia sangat terkejut mendengar keadaan Aryan yang sangat membutuhkan pertolongan.
"Bagaimana?" tanya Arka tiba-tiba yang membuyarkan semua lamunan Alvian.
"Baiklah ! Aku bersedia. Tapi bisakah aku mengajukan syarat juga padamu!"
"Apa?" Arka sedikit curiga
"Aku akan menolong Aryan, dengan syarat berikan Istrimu padaku ! Karna aku sangat mencintai dia." Pinta Alvian yang membuat Arka tak mampu menahan emosinya.
PLAK
PLAK
PLAK
Tamparan berkali-kali mendarat di wajah Alvian.
"Dasar sialan!" upat Arka dengan sangarnya sementara Alvian semakin tertawa.
BUG
BUG
BUG
"Aku akan membunuhmu ! Jika sampai hal buruk menimpa Adiku yang juga Adikmu itu." Ancam Arka tanpa ragu, membuat Alvian tersenyum kelu, hanya Alvian sendiri yang tau, apa yang ada dalam hatinya saat itu.
Arka melangkahkan kakinya dengan perasaan kesal, karna ulah Alvian terhadapnya, Arka benar-benar dalam dilema.
"Apa yang harus ku lakukan? aku tak mau kehilangan Aryan, tapi aku juga tak mungkin menyerahkan Nayla ke tangan Alvian, dia Istriku, aku mencintainya!" gumam Arka dalam hatinya seraya melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah Alvian.
Nayla yang sedari tadi memang mengikuti langkah sang Suami. Mendengar dengan telinganya sendiri saat Alvian meminta dirinya sebagai syarat agar Alvian mau mendonorkan tulang sumsumnya untuk Aryan.
Saat Arka sudah tak tampak lagi, Nayla pun segera menemui Alvian.
"Kau...!" ucap Nayla yang sebenarnya ingin marah, namun nada emosinya terhenti seketika saat mendapati Alvian tengah menangis sejadi-jadinya.
Entalah apa yang sebenarnya ada dalam fikiran Alvian, sepertinya dia juga takut kehilangan Aryan.
Kring
Kring
Kring
Ponsel Nayla berdering.
"Hallo?" sapa Nayla ternyata Tama yang menghubunginya
"Nay kau dimana?"
"Ada apa?"l
"Cepatlah kemari, bawa Arka kesini ! Aryan_" ucapan Tama tiba-tiba terhenti.
"Apa yang terjadi dengan Aryan?" Nyala penasaran
Tut
Tut
Tut
Tama mematikan sambungan ponselnya.
Nayla merasa ada yang di sembunyikan Tama tanpa fikir panjang Nayla melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah Alvian.
Alvian yang melihat Nayla pergi tergesa-gesa, merasa cukup penasaran.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan, Aryan?" Alvian sedikit merasakan ke khawatiran.
_______________________________
Arka melajukan kecepatan mobilnya di atas rata-rata, entah mengapa dia benar-benar merasakan ketakutan.
Ting.
Pesan WhatsApp dari Tama.
"Kau dimana? kembalilah?" pesan itu masuk berkali-kali ke WhatsApp Arka.
Deg.
Rasa takut benar-benar merasuki semua perasaan Arka. Dirinya semakin cepat melajukan kecepatan mobilnya.
Begitu pun Nayla yang sedari tadi memang mengikuti mobil Arka.
_______________
Chitttttt.
Arka menghentikan mobilnya dan dengan cepatnya melangkahkan kakinya menuju tempat Aryan di rawat.
Namun Arka terkejut luar biasa, saat mendapati Aryan tak ada di tempatnya.
Rasa takutnya semakin merasuki perasaanya.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya, hingga membuat Arka cukup terkejut di buatnya.
"Arka...!" ucap Tama
"Dimana Aryan?" Arka menatap Tama penasaran
"Arka. Kuatkan hatimu ! Aryan sudah melepaskan semua rasa sakitnya." ucap Tama pelan seraya memeluk Sahabatnya
"PEMBOHONG.....!" pekik Arka menggema, dirinya merasakan sesak yang luar biasa, hati dan perasaanya hancur sehancur-hancurnya, tak ada siapa pun yang mampu mengungkapkan betapa dalam luka Arka, sakit yang sangat luar biasa benar-benar di rasakanya.
Nyala yang juga mendengarkan ucapan Tama seketika menagis sejadi-jadinya. Dirinya segera mendekati Arka dan memeluk erat tubuh Suaminya.
Saat rasa sakit hati Arka mencapai pucaknya, dia teringat akan satu Nama yang kini sangat di bencinya.
"Alvian______!" Teriak Arka sekuat tenaga
Arka menghapus air matanya, lalu berdiri berniat melangkahkan kakinya untuk pergi.
Namun Tama mengenggam tangan sahabatnya dengan erat.
"Kau mau kemana? sekarang bukan saatnya untuk marah-marah, singkirkan dulu emosimu itu, kita harus segera mengurus Jasad Adikmu!" ucap Tama tegas namun terdengar pilu, Tama tau Arka akan meluapkan amarahnya kepada Alvian atas kepergian Aryan.
"Tenanglah, Arka ! aku mohon!" ucap Nayla seraya kembali memeluk tubuh Suaminya
Sementara dari kejauhan Alvian memperhatikan, tangis Arka atas kepergian Aryan.
"Arka. Ini bukan salahku, seandainya saja aku menuruti permintaanmu, Aryan akan tetap meninggalkanmu, karna kenyataanya Aryan menghembuskan nafasnya, saat kau masih berada di rumahku!" ratap Alvian sendu karna dirinya pun merasa pilu.
Sementara Arka masih menangis sejadi-jadinya dalam dekapan Nayla πππππ.
Song.
"Tentang Kita PETERPAN"
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan kisah semua tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tinggalkan semua sepi di hati
.
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa
.
Teringat disaat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tetang kita.
(BACK SONG AIR MATA ARKA).
Aryanku ππππ’π’π’
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
π·Terima kasih buat semua sabahat-sahabat Authorku yang selalu mendukungku bahkan dalam keadaan terpuruku.
Karna dukungan kalian semua, aku bisa melanjutkan karyaku.
l Love you All. Terima kasih atas dukunganya.
π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€.
__ADS_1
π·Jangan lupa tinggalkan jejak yaπ·
π»Terima Kasih semuanyaπ»