Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
BAG BUG BAG BUG (Tengkar)


__ADS_3

BOLEH PROMO YA


ASAL BACA


LOVE YOU SEMUA


😘😘😘😘😘


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱



DOOORRRRRRRRRR.


Suara itu kian menggema seakan melayang keudara, seketika saja teriakan terdengar begitu kuatnya.


"Arkaa________!" Bruuuuukkk. Alvian mendorong Arka sekuat tenaga, hingga keduanya jatuh di lantai kamar milik Alvian.


Namun secara bersamaan, ketika pluru itu di muntahkan keluar dari tempatnya, ketika Alvian mampu melidungi Arka, ketika itu pula Nayla datang tiba-tiba.


"Aaaaa______!" Bruuk. Tubuh Wanita cantik itu terjatuh.


"Nayla___!" Pekik Alvian dan Arka secara bersama.


Darah segar keluar dari tangan kanan Nayla, seketika air mata Nayla tumpah, dirinya merasakan sakit yang luar bisa. Hal itu sontak membuat Arka kian murka.


"Dikcy____!" Pekik Arka menggema seraya meraih pisau yang tak jauh dari keberadaanya.


Arka secara membabi buta berlari ke Arah Dicky dan berusaha membunuhnya. Namun, secara bersama Alvian berusa melindungi sang Ayah.


Caaaaassshhhhh.


Pisau itu menggores tangan Alvian.


"Hey. Alvian. Apa yang kau lakukan? minggirlah! Aku akan menghabisnya."


"Jangan Arka. Aku mohon! Dia Ayahku dan dia juga Mertuamu," jelas Alvian gemetaran, seraya menenangkan emosi Arka yang tak terkendalikan.


BRUKKK


Arka menghempaskan Alvian sekuat tenaga, sementara Dicky dan Arka terlibat pertengkaran yang begitu dahsyatnya, keduanya sama-sama menggunakan pisau di tanganya. Saling menyerang satu sama lain.


Lagi-lagi, Dicky menggunakan tembaknya untuk menumbangkan Arka.


Zonk. Pluru dalam senjata tersebut kosong.


Hal itu sontak saja membuat Arka tertawa sejadi-jadinya.


BAG


BUG


BAG


BAG


BUG


BUG


Pukulan demi pukulan, hantaman demi hantaman saling mereka dartkan. Alvian coba melerai perkelahian yang semakin tak terkendalin. Namun usahanya sia-sia saja, perkelahian sang Ayah dan Arka kian membahana.


Luka. Mereka sama-sama terluka parah, baik Alvian Dicky atau pun Arka, benda tanjam saling menghujam dan melukai tanpa kendali.


Dicky yang merasa sudah tak mampu melawan Arka, melarikan diri tertatih-tatih. Arka yang masih murka mencoba untuk mengejarnya.


"Hentikan Arka!" Teriak Nayla. "Apa kau sudah tak perduli denganku?" tanya Nayla dengan berlinang air mata..


Mata Arka berkaca-kaca, melihat tubuh Nayla berlumur darah, akibat Pluru yang di daratkan oleh sang Ayah. Beruntung pluru tersebut mengenai tangan kanan Nayla saja.


Alvian yang juga terluka parah, hanya menyandarkan tubuhnya di samping ranjang miliknya. Ya, karna pertengkaran itu terjadi memang di dalam rumahnya.


Arka menatap Alvian yang darahnya juga bercucuran. Begitu pun dirinya yang sebenarnya juga terluka parah.

__ADS_1


Darah.


Ya. Darah mereka menjadi saksi kejahatan Dicky. Darah mereka manjadi saksi Pengorbanan Alvian. Darah mereka menjadi saksi betapa lukanya hati Arka. Dan menjadi saksi pula betapa hancurnya hati Nayla.


Namun, Darah itu pula menjadi saksi betapa rindunya Alvian terhadap Arka. Laki-laki yang selama ini selalu berusaha di lenyapkanya. Sesungguhnya dulu di antara keduanya saling menyayangi dengan sangat luar biasa.


Arka selalu menjaga Alvian dan Alvian selalu melindungi Arka, karna dulu merka bersama sebagai saudara. Bukan musuh yang coba saling membunuh. Tapi terbongkarnya sebuah rahasia membuat mereka tenggelam dalam amarah. emosi yang luar bisa, bahkan sudah menumpahkan banyak darah.


.


.


.


BRUKK


Tubuh Arka jatuh tak berdaya, rasa lemas menghampirinya. Alvian hanya mampu menatap saja, karna sama dirinya juga terluka parah, begitu pun Nayla. Hanya air mata keluar dari pipinya. Tak ada yang bisa dilakukanya kecuali menangis dan terus memanggil-manggil nama Arka.


"Hubungi, Tama!" Seru Alvian kepada Nayla.


Entahlah. Karna terlalu larut dalam suasan yang mencekam membuat Nayla tak mampu berfikir jernih. Benar, harusnya dari tadi dirinya menghubungi Tama.


TAG


TAG


TAG


Suara langkah kaki tedengar dan berlari menuju kamar Alvian.


"Ya Tuhan___!" Pekik Tama yang terkejut luar biasa. Melihat darah mengalir di tubuh, Arka, Alvian dan Nayla. Tanpa fikir panjang Tama menghubungi Rumah Sakit, untuk meminta pertolongan.


.


.


.


Rasa takut benar-benar menyelimuti hati Tama.



______________


Di Rumah Sakit, Tama terlihat mondar mandir, bolak balik. Dirinya tampak begitu gelisah. Arka dan Alvian di rawat di dalam satu Ruangan yang sama. Sementra Nayla, masuk di ruang Oprasi, untuk menjalani oprasi kecil, agar Pluru yang berada di Tangan kanan bisa di keluarkan.


Dua jam setelah berlalu, Tama bisa menemui Alvian dan Arka. Tama melihat keduanya yang saling menatap tanpa bicara. Entah apa yang ada di dalam benak Alvian dan Arka, hanya mereka yang tau jawabanya.


Perlahan Tama mendekati keduanya, duduk di antara Alvian dan Arka, seraya melempar senyum penuh makna.


.


.


.


"Kenapa kalian hanya diam saja? katakan. Apa yang ingin kalian ungkapkan!" Seru Tama.


"Apa maksudmu?" Arka balik bertanya.


"Rindu. Kalian sama-sama rindu." Ucap Tama tanpa ragu.


Alvian dan Arka sama-sama menatap tajam Tama. Ada binar tak biasa dari keduanya.


"SOK TAU!" Jawab Alvian dan Arka secara bersama. Sontak hal itu membuat Tama tertawa.


"Ciee. Yang udah kompakan. Hahahahaha!" Canda Tama yang cukup mencairkan suasana, hingga membuat Alvian dan Arka mengerutkan dahinya.


"Dimana, Nayla?" Tanya Arka tiba-tiba dan membuat Tama seketika menghentikan tawanya.


"Nayla, ada di ruang sebelah, dia sedang beristirahat," jelas Tama.


"Aku ingin menemuinya." Ucap Arka

__ADS_1


"Aku juga," pinta Alvian.


"Sudahlah. Nanti saja! Nayla sedang tertidur. Apa kalian tega membangunkanya?" tanya Tama.


Saat Arka, Alvian dan Tama larut dalam obrolan mereka. Ada seseorang yang membuka pintu.


Ceklek.


Nayla muncul bersama seorang perawat menggunakan Kursi Roda.


"Nayla!" Seru Arka lalu beranjak dari pembaringnya.


"Hay. Apa kabarmu, Al?" Nayla justru bertanya tentang keadaan Alvian.


"Baik," jawab Alvian dengan senyuman.


"Cihh. Gila! Di depan Suaminya, perhatiin orang lain. Bener-bener, ya!" Omel Arka.


Nayla hanya tertawa di iringi pula oleh tawa Alvian dan Tama. Yang membuat Arka menautkan kedua Alisnya. Nayla yang melihat tinggkah Arka, hanya tersenyum lalu mendekati Suaminya itu.


"Aku sudah mendengar semua masalahmu dari Tama, tentang semua uang Prusahaanmu, yang di Sabotase Ayah," ucap Nayla seraya menarik nafas panjangnya.


"Dasar Ember!" Cetus Arka menatap Tama.


"Maafkan, Ayahku Arka!" Pinta Nayla.


"Atas Nama Ayah, aku juga minta maaf padamu, Arka!" Tambah Alvian.


"Kita Nggak lagi Lebarankan, kenapa judulnya kita maaf-maafan," hardik Arka di iringi tawa kecilnya. "Hemmmz. Aku belum bisa menjawabnya, karna jiwa membunuhku masih membara untuknya!" Jawab Arka dan membuat Alvian serta Nayla hanya menundukan kepalanya.


Tama menepuk bahu Arka, lalu tersenyum penuh makna. "Aku tau, kau sudah berubah, dan aku yakin kau bisa besikap lebih dewasa," ucap Tama.


"Heeemmz!" Arka menarik nafasnya. "Maafkan aku Al, tak semudah itu aku memaafkan dirimu dan Ayahmu, kalian sudah menghancurkan hidupku. Jujur, aku ingin sekali meluapkan emosiku padamu, tapi setiap kali aku ingin membunuhmu, aku teringat semua kenangan masalalu tentangmu, tentang dirimu yang selalu melindungiku. Aku sendiri tak tau, mengapa aku selalu tak mampu jika ingin menghabisimu," tegas Arka dengan sedikit buliran bening membasahi wajahnya.


Tak ada jawaban dari Alvian, kecuali tenggelam dalam diam. Semua yang di ucapkan Arka adalah sebuah kejujuran. Ada satu hal yang membuat Alvian bahagia, bahwa dirinya dan Arka masih memiliki hati yang sama. Sama-sama merindukan. Merindukan sebuah kebahagian dan kebersamaan.


Hening


Seketika saja suasana menjadi hening.


"Al." Panggil Nayla tiba-tiba yang mengakhiri keheningan.


"Iya..


"Apa kau tau siapa aku? apa kau tau siapa sesungguhnya Orang Tuaku?"


Diam. Lagi-lagi Alvian hanya diam. Sedangkan


Nayla menatap tajam ke arahnya. Begitu pun Arka dan Tama memandang Alvian dengan rasa penasaran.


"A-aku," jawaban Alvian tertahan


πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱.



Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


πŸ€Like


πŸ€Vote


πŸ€Koment


πŸ€Rate


YANG PROMO GAK BACA DENDA VOTE πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


BYE WASALLAM 😘😘😘😘😘😘😘😘


Mampir juga ke sini ya kak 😊

__ADS_1


__ADS_2