
Jangan menasehati orang lain.
Jika kau belum bisa memperbaiki diri sendri.
Karna melihat kesalahan orang lain
Memang lebih mudah
Dari pada menyadari kesalahan Anda.
(Caption Marah).
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Cahaya matahari pagi menerobos masuk dari jendela kaca, yang ada di kamar tersebut.
Sehingga mengusik pasangan pengantin baru yang tengah tertidur lelap.
Huamzz.
Nayla menguam dan membuka matanya. Dirinya pun menyampingkan tubuhnya hingga berhadapan langsung dengan Arka.
"Aaaaaaaaa___! teriak Nayla tiba-tiba dan sontak saja membuat Arka terbangun dari tidurnya.
"Hey ! Kau kenapa?" tanya Arka heran dan menatap Nayla penasaran.
"Ti-tidak." Ucap Nayla terbata-bata
"Lalu mengapa kau berteriak. Jika tak ada apa-apa?" Tanya Arka yang masih heran terhadap ulah Istrinya
"Aku hanya salah fokus saja, melihat mu bertelanjang dada di hadapanku!" jelas Nayla dengan mengukir senyum tipis di wajahnya
"Cihh. Aku kira ada apa? sampai kau teriak sekuat tenaga!" seru Arka
.
.
Tok. Tok. Tok
Suara seseorang mengetuk kamar keduanya.
"Arka. Arka ada apa?" tanya Tama dari balik pintu kamar keduanya. Ternyata teriakan Nayla yang cukup menggema, membuat terkejut siapa saja yang mendengarkanya.
"Iya...!" Arka beranjak dari tempat tidurnya
"Cepatlah Arka!"
"Bentar..
"Kau sedang apa?"
"Pake baju.
"Hah. Sial !" upat Tama dan segera meningalkan pintu kamar Arka
"Ada Ap_a!" ucapan Arka terputus saat mendapati Tama tak lagi berada di depan pintu kamarnya
Arka pun keluar dari pulau surganya (Kamar) untuk segera menemui Tama.
Sementara Nayla masuk ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
"Tamaaaaa____!" panggil Arka dengan nada tingginya
Hadirlah Tama di hadapan Arka dengan wajah masamnya.
"Ada apa?" Tama mengerutkan dahinya
"Kau yang ada apa? pagi-pagi ganggu kerjaan Laki Bini!" cetus Arka
"Ya sorry. Aku tadi dengar Nayla teriak. Jadi aku takut kenapa-kenapa." Jelas Tama dengan tegasnya
"Memang menurutmu, apa yang sedang ku lakukan pada Istriku, sehingga dia teriak begitu?"
"Au. Ah...!" jawab Tama "Dasar gila!" upat Tama dan segera berlalu dari hadapan Arka.
Sementara Arka tertawa sejadi-jadinya melihat wajah Tama yang memerah karna pertanyaan darinya
"Huuuf. Asem!" gumam Tama dalam hatinya yang melihat tawa Arka karna puas mengejeknya
"Sahabat gak ada Ahlak!" Batin Aryan yang melihat sang Kakak tertawa penuh kemenangan setelah meledek Tama.
___________
"Wih. Enak nih kayaknya." seru Arka yang dengan cepat mengambil nasi beserta lauk pauknya.
"Iya, Mas Arka, ini tadi Mbak Nayla yang masak!" ucap Rani
"Bisa masak juga Mbakmu itu ya!.
Hahahahahahahaha.
__ADS_1
Arka dan Tama tertawa bersama yang membuat Nayla mengerutkah wajah cantiknya.
sementara Rani senyum-senyum sendiri.
entah apa yang ada dalam benak Rani saat ini
Rani
"Kau hari ini kekantor, ada Interview Kariawan baru." Ucap Tama
"Aku belum bisa kerja, tanganku masih terluka!" Arka mencari Alasan untuk tak berangkat kerja
"Halah pret !" cetus Nayla
"Kenapa?" Arka heran
"Alasan saja kau ya, main sosis-sosisan saja kau bisa walau sedang terluka, lalu mengapa hanya bekerja saja kau tak bisa?" Jelas Nayla yang membuat Arka menaikan sebelah alisnya
"Iya deh, kerja!" jawab Arka datar saja
"Nah gitu dong, Tuan Arka, kalau gak kerja-kerja nanti Bangkrut Perusahaan kita!" Tegas Tama dengan seriusnya
"Iya. Aku kerja, padahal di luar hujan jangan-jangan banjir nih, Tama " jawab Arka dengan malasnya dan masih berusaha untuk mencari cara agar tak masuk kantornya.
"Kita pake mobil, tenang saja, gak akan kehujanan!" tegas Tama
"Hiih. Mobil- mobil saya, kenapa berasa kamu yang punya ya?" cetus Arka dan membuat Tama tersenyum simpul karnanya.
"Sial...!" gumam Tama dalam hatinya
___________
Arka menyandarkan tubuhnya di kursi empuk yang berada di ruang kerjanya, dirinya memandangi suasana ruangan yang cukup asing baginya.
"Sepertinya Tama mengganti beberapa foto disini?" batin Arka
Tok. Tok.
"Permisi Pak..
"Iya. Ada apa?"
"Beberapa orang yang mau melamar kerja, sudah hadir, Pak!"
"Lalu?"
"Ya. tapi suruhlah Tama masuk keruangan kerja saya!" printah Arka maklum dia tak bisa jika harus Interview calon Kariawan sendiri, karna Arka benar-benar mengandalkan Tama dalam urusan Kantornya
Tama pun masuk bersamaan dengan seseorang yang harus di Interview Arka.
"Siang, Pak!" sapa orang tersebut dengan sopan dan ramah
"Siang. Silahkan duduk!" seru Arka
Arka pun memulai tanya jawab dengan calon pegawainya.
"Siapa Namamu?" Arka memulai percakapanya
"Ranty Yoona, Pak, panggil saja Ranty!" jawabnya ramah
"Baiklah. Apa alasanmu ingin bekerja di kantorku?"
"Cari Pengalaman, dan mencoba mengembangkan ilmu yang saya dapat selama kuliah!" jawab Ranty dengan lugasnya
"Kamu sudah punya rumah atau belum?"
"Belum, Pak..
"Kamu gak saya trima!"
"Loh. Kok gitu Pak?"
"Nanti kamu pasti ngajuin hutang ke perusahaan saya!" Tegas Arka
"Ahh. Gaklah, Pak ! Lagi pula orang tuaku kaya Pak!" jelas Ranty dengan santainya
"Kalau gitu kamu semakin gak saya trima..
"Kenapa, Pak?"
"Katamu, Orang tuamu sudah kaya, nanti kamu cuma main-main kerjanya!" jelas Arka yang membuat Ranty mengerutkan dahinya
"Ya. Tuhan ! Ini orang benar-benar gesrek kayaknya!" gumam Ranty dalam hatinya
Sementara Tama yang mendengarkan Arka menginterview calon Pegawainya, tertawa sejadi-jadinya dengan cara yang di lakukan Arka.
"Kalau kayak gini ceritaya, mau sampai tahun Monyet juga, gak akan dapet Kariawan kamu Arka!" hardik Tama yang membuat Arka memanyunkan bibir sexinya
Sedangkan si Ranty tersenyum geli mendengarnya, Ranty mencoba menela'ah susah payah percakapan dua orang yang ada di hadapanya.
"Maaf, Mbak Ranty sebelumnya sudah ada pengalaman kerja belum?" Tanya Tama menambahkanya
__ADS_1
"Sudah, Pak. Saya bekerja di perusahaan Bla. Bla. Bla. Dengan Nama Raka sebagai mantan Bos saya!" jelas Ranty
"Trus kenapa, anda keluar dari sana?"
"Saya sakit hati, Pak.
"Hah..?"
"Iya. Karna di tinggal Nikah sama Bos saya dengan wanita bernama Jelita.
"Aseem... !" cetus Arka di tengah-tengah obrolan Ranty dan Tama
Ranty hanya tersenyum penuh makna, mendengar cetusan Arka yang cukup geli dengan penjelasanya.
"Udahlah, Tama ! Yang bentuk beginian gak usah di trima, baperan soalnya!" Hardik Arka dengan menatap tajam wanita yang kini ada di hadapanya.
"Ya udah sih pak. Gak di terima juga gak apa-apa! Lagi pula orang tua saya juga kaya kali Pak, gak kerja di tempat anda juga saya masih akan tetap hidup bahagia!" Balas Ranty dengan nada santainya padahal tu hati keselnya luar biasa dengan ulah Arka
Jawaban Ranty membuat Arka memasamkan Wajahnya. Sementara Ranty segera berlalu dari hadapan Arka dan Tama.
Plakkk
Tama menepuk pundak Arka.
"Ihhh. Apaan sih?" Arka heran dengan ulah Tama yang tiba-tiba memukulnya
"Kalau kayak gini caranya, kamu gak akan dapat kariawan, yang ada orang-orang pada kesel semua dengan cara Interviewmu yang gila itu.
Arka hanya tertawa mendengar apa yang di ucapkan Tama padanya.
"Maka dari itu kamu saja, yang Interview mereka!" pinta Arka
"Ihh. Itu mah memang maunya kamu!" Jawab Tama seraya menaikan kedua alisnya.
.
.
Kring. Kring.Kring
Suara Ponsel Arka.
"Hallo?" Sapa Arka dengan lembutnya kala melihat nama Nayla yang hadir di layar ponselnya
"Arka, cepatlah pulang!
"Kenapa?
"Di rumah, ada Ayahku..
"Ya terus?"
"Ayah datang kerumah membawa susu Ibu hamil dan Vitamin untuku."
"Haaaah?"
"Ayah kira, aku benar-benar sedang hamil Arka!"
Arka pun terdiam seketika mendengar ucapan Nayla.
Ya. Ini semua memang salahnya, karna waktu itu
Dicky mengira, Nayla tengah Hamil anaknya.
Itu pula sebab Dicky mengijnkan Arka menikahi Nayla.
Padahal jangankan hamil, Arka bahkan baru beberapa hari ini , menjebol pertahanan Nayla.
Kini keduanya justru terjebak dalam permainanya sendiri.
(Nah Loh, puyengkan jadinya 😂😂)
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
🌷**Jangan lupa tinggalkan jejak anda
🌷Like
🌷Komen
🌷Rate
🌷Vote
🌷Marilah jadi Pembaca yang bijaksana👍👍.
💜Terima kasih💜
💜Mari saling medukung💜**
.
__ADS_1