Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Masih Cinta


__ADS_3

Sesungguhnya cintaku tidaklah hilang


Hanya saja tertutupi oleh perselisihan


Yang cukup menyulitkan



"Hahahahahah! Terdengar suara riuh tawa Arka dari dalam kamarnya


"Sedang apa dia?"


"Dengan siapa dia tertawa?"


"Setelah sekian Purnama, baru kali ini aku mendengar Arka tertawa lagi dengan begitu lepasnya!" Batin Tama


Tama pun melangkahkan kakinya untuk menemui Arka, namun Laju kakinya terhenti seketika kala, dia mendengar Arka menyebut Nama Nayla.


"Ohhh. Rupanya dia sedang berbicara dengan Nayla, melalui sambungan ponselnya!" Ucap Tama dengan sedikit menaikan sebelah alisnya



"Nayla. Nayla kau benar-benar belum berubah ya!


"Bagai mana dengan Ayahmu?


"Dia bisa saja membunuhmu atau menghabisiku, jika dia tau kau akan kerumahku!" Seru Arka pada Wanita masa lalunya itu


"Ah. Arka, apa kau tidak rindu dengan wajah cantiku?" Canda Nayla tanpa ragu yang membuat Arka tersipu


"Aku akan berusaha agar Ayahku tak mengetahuinya!" Tegas Nayla


"Baiklah. Tapi beri tahu aku jika sampai Ayahmu itu memarahimu


Sementara di balik pintu kamar Arka ada Tama yang mendengarkan percakapan mereka dengan perasaan cemburu, mendengar percakapan Sahabatnya itu


Sedangkan di balik pintu kamar Nayla, ada sang Ayah yang tersenyum sejuta makna mendengar percakapan antara Arka dan Nayla.


.


.


"Lakukanlah. Apa yang ingin kalian lakukan!


"Karna aku akan memanfaatkan cinta Arka terhadapmu, untuk menghancurkanya!" Ucap Ayah Nayla dalam hatinya dengan ribuan rencana di dalam fikiranya, untuk membalas perbuatan Arka terhadapnya


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Tok-Tok-Tok


Suara seseorang mengetuk pintu rumah Arka.


"Nayla...!" Seru Tama yang cukup tak percaya dengan kedatanganya di rumah Arka


"Nay. Apa yang kau lakukan?


"Jika Ayahmu tau, kau datang kesini,


"Pasti akan terjadi keributan lagi!" Tanya Tama dengan rasa khawatirnya


"Sudahlah Tama, tak perlu tegang begitu!


"Lagi pula, aku datang kesini atas sepengetahuan Arka! Jelas Nayla


"Hem!" Gaya Arka yang tiba-tiba hadir di antara Tama dan Nayla


"Kau sudah datang?"


"Ayo masuk!" Seru Arka seraya mengedipkan sebalah matanya


"Sial. Jalan fikiran Manusia yang ada di hadapanku ini, benar-benar cukup sulit di fahami! Guman Tama dalam hati


Tama pun pergi dari hadapan keduanya, dan hilang entah kemana, membawa rasa cemburu atau justru rasa khawatir terhadap sahabatnya itu.


Sementara Arka membawa Nayla ke balkon kamar miliknya


"Hey. Apa lukamu masih sakit?

__ADS_1


"Kemarilah. Aku bawa kan obat untukmu!" Seru Nayla kepada Arka tanpa ragu, yang membuat jantung Arka bedenar-debar di buat Nya



Tanpa fikir panjang dan izin dari Arka, Nayla dengan sigapnya, menarik tubuh berat Arka, dan menyuruhnya duduk di kursi yang kini di hadapanya.


Arka merasakan tubuhnya panas dingin, jantung dan hatinya bedetak tak seirama, rasanya dunia Arka benar-benar terhenti seketika.


Di pandanginya, Wajah Nayla dengan sempurna tanpa sedikit pun matanya Ingin bepaling dari tatapanya.


Mulut Arka terasa kelu, lidanya semakin membisu, mana kala sebuah bola mata berwarna biru, menatapnya seakan merayu


Aku merasa lengkap


Meski kita belum bersama


Aku merasa senang


Meski hatimu belum ku genggam


Sadarkah, aku telah mencintaimu


Dengan terengah-engah


Mencibir Oksigen dan seakan-akan


menjadikamu udara satu-satunya


Yang hanya bisa di hirup oleh rongga dada


Batin Arka, kian meronta mana kala Nayla menatapnya dengan seksama


"Hentikan tatapanmu itu!" Seru Arka dengan wajah tersipu malu


Namun Nayla tak bergeming dengan seruan Arka terhadapnya, Nayla jutru semakin tajam dan lebih dalam memandangi wajah Arka dan membuat Laki-laki yang telah membunuh Kekasihnya itu diam membisu di hadapanya


"Arka..!" Ucap Nayla dengan nada manjanya


"I-iya, ada apa?" Jawab Arka terbata-bata


"Aku tak mau membuatmu terluka lagi karnaku,


"Biarkan aku membahagiakanmu dengan cara menjauhimu


Mata Arka semakin terpaku, lidahnya terasa cukup kelu, untuk menjawab pertanyaan Nayla itu.


"Apa yang kau ucapkan padaku?


"Atau kau hanya ingin menjebaku?


"Agar kembali kepelukanmu,


"Dan setelah itu, kau akan kembali membuangku,


"Seharusnya kau tak hadir lagi dalam hidupku,


"Jika hadirmu, meninggalkan cinta lalu menjauhiķu!"


"Jangan pernah luka,i aku lagi!" Ucap Arka sepenuh hati, hingga membuat Nayla terdiam mendengarnya


Mendegar ucapan Arka itu, Tanpa sadar degan begitu polosnya Nayla memeluk tubuh Arka, hingga membuat tubuh keduanya saling berpeluk mersa.


"Dengan semua ucapanmu itu.


"Apa secara tidak langsung kau menyatakan cintamu padaku?


"Sekali lagi, aku bertanya padamu?


"Apa benar, kau kembali mencintaiku? Tanya Nayla tanpa ragu


"I-iya!" Jawab Arka singkat saja, karna merasa gemetaran, Nayla masih memeluk erat tubuhnya


"Nay. Lapaskan pelukanmu! aku benar-benar tergoda, dengan bibirmu itu


"Jangan sampay, aku mencium paksa dirimu,


"Seperti yang kulakukan padamu beberapa waktu lalu,

__ADS_1


"Ciumlah..!" Seru Nayla


"Hah. Apa kau sudah gila?"


"Tidak!" Jawab Nayla, yang membuat Arka semakin tergoda


Tanpa ragu, Arka benar-benar mencium bibir Wanita yang kini di hadapanya, dengan segenap perasaanya dan seluruh cinta yang dia punya




"Besok, aku akan menemui Ayahmu,


"Dan aku akan, meminta dia untuk menikahkanmu denganku!" Tegas Arka tanpa ragu


"Bagaimana jika, Ayahku tak mengijinkanmu?


"Aku akan memaksanya dengan caraku!"


"Dan akan kubuat Ayahmu tak akan mampu menolaku, untuk menjadikanmu Istriku


Nayla hanya menganggukan kepalanya, dia begitu yakin dengan apa yang di ucapkan Arka kepadanya


"Apa kau benar-benar siap menjadi Istriku?"


"Setelah semua yang sudah ku perbuat padamu?"


"Karna aku telah membunuh kekasihmu,


"Tepat di hari Pernikahanmu, waktu itu!


"Sudahlah, Arka. Jangan katakan itu lagi padaku!


"Aku sudah pasti terluka, tapi aku tau kau lebih terluka saat melakukan itu,


"Karna, kau menghabisi Nyawa Adikmu sendiri dengan tanganmu!


"Dengan semua Kejahatanku itu"


"Apa kau masih, menerimaku menjadi Suamimu?


"Iya. Karna aku tidak bisa menghalangi hatiku


"Semakin aku membencimu, semakin aku merindukanmu,


"Karna Cinta tak bisa memilih kemana dirinya akan berlabuh,


"Dan tanpa ragu, aku mengatakan bahwa aku benar-benar mencintaimu


Kini keduanya, telah berkomitmen menjalin cinta, tapi bukan hanya sekedar pacaran saja, tapi keduanya ingin segera menikah.


.


.


Tak jauh dari percakapan dua sejoli yang masih di mabuk cinta itu.


Ada hati Laki-laki lain yang meronta dengan begitu sakitnya


Ya. Dialah Tama tanpa pernah bisa menggungkapkan perasaanya terhadap Nayla, kini dia mendapatkan kenyataan bawa Nayla akan di Nikahi oleh Sahabatnya.



💖💖💖💖💖💖


🌺Salam terima kasih lagi buat siapa pun yang masih setia membaca karya Amatiran saya, semoga anda semua tetap betah ya, dan terus membaca, di setiap Episodenya🌺


💙Jangan lupa tinggalkan jejak Anda💙


🌺Like + Komen + Rate dan Vote🌺


Untuk sesama Author, mari saling mendukung dan semiga kita semua sukses sama-sama,


Yang sudah tinggalkan jejak di kolom komentar sudah pasti akan saya kunjungi kembali 😉😚


💖Mari saling mendukung💖

__ADS_1


__ADS_2