
Jika kau ingat
Bahwa esok kau akan mati
Maka kau akan
Membuat orang tersenyum
Karnamu hari ini
(Shanty)
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Kauu____!" pekik Arka dengan nada tinggi dan di penuhi amarah
BRAAK
Arka menendang meja yang ada di hadapanya.
Lalu menarik tubuh Alvian dan mendaratkan sebuah tinjuan tepat di pipi sebelah kanan.
"Shiittt..
Plaakk
Alvian menampar wajah Arka dengan sekuat tenaga.
"Sial...
Bug
Bug
Bug
Terjadilah pertengkaran yang cukup pelik di antara keduanya, hingga membuat Nayla cukup sulit melerainya.
"Berhenti___ !" Teriak Nayla
Namun keduanya tak memperdulikanya, Alvian dan Arka semakin gencar mendartkan pukulan.
Tanpa di sadari Arka tiba-tiba saja Alvian mengeluarkan sebilah pisau dan menghadapkanya ke arah Arka
"Kau akan mati hari ini." Ancam Alvian
"Kau tak akan mampu untuk membunuhku!" Bisik Arka tepat d telinga Alvian dengan nada santai namun penuh amarah
Alvian dengan cepat melesatkan sebilah pisau miliknya ke arah Arka namun dengan sigap pula Arka menangkisnya dengan kedua tanganya.
Hingga pisau tersebut jatuh kelantai rumahnya.
Namun tangan Arka cukup terluka parah.
karna Alvian berhasil melukai tangan sebelah kiri Arka.
BUGG.
Nayla memukul Alvian dengan tanganya hingga membuat seseorang yang hampir saja menjadi Suaminya, menatap dengan sangat tajam ke arah Nayla
"Woow. Kau benar-benar sudah melupakanku, cinta?" bisik Alvian di telinga Nayla
"Jangan sentuh dia!" Seru Arka dengan menahan rasa sakit karna luka di tanganya
"Oh. Arka bisakah kau berbagi cinta sedikit saja denganku? dulu aku sudah rela berbagi kasih sayang Ibuku dengnmu. Lalu kini aku berharap kau bisa berbagi Istri dengan ku juga!" jelas Alvian yang membuat Arka semakin kesal karnanya.
"Apa maksudmu? kau berbagi ibu denganku?" Arka benar-benar tak percaya degan apa yang baru saja di dengarnya.
"Tak usah pura-pura lugu atau pura-pura tak tau jika Ibuku bukan Ibumu," ucap Alvian yang semakin membuat batin Arka terluka
__ADS_1
Bug
"Diam kau!" seru Arka seraya mendaratkan pukulan di tubuh Alvian
"Sudahlah, Arka ! jangan dengarkan ucapanya, dia terlalu mabuk dan banyak minum!" jadi semua ucapanya hanya karangan belaka!" Nayla coba menenangkan Suaminya
Sesungguhnya Nayla sudah mengetahui rahasia hidup Arka, Aryan sudah pernah menjelaskan semua kepada Nayla, bahwa Arka dan Alvian memang bukanlah saudara, Ayah kandung Arka menikahi Ibu Alvian di saat usia Kandungan sudah memasuki 9 bulan.
Arka masih terdiam, dirinya mencerna susah payah ucapan Alvian yang begitu menyakitkan.
"Siapa Ibuku? siapa aku?" ribuan pertanyaan kini tengah memenuhi benak Arka
"Dasar Anak sama Ayahnya sama-sama suka merebut wanita, dulu Ayahnya yang merebut Ibuku dari pelukan Ayahku dan kini Anaknya pun mengambil Nayla dari pelukanku. Dasar penjahat, Manusia tak tau malu!" Cetus Alvian yang membuat Arka semakin heran
"Jelaskan padaku ! apa yang kau tau tentang hidupku? Tanya Arka tanpa ragu.
Sebenarnya ada yang ingin Alvian jelaskan kepada Arka, tentang masa lalu keduanya.
Namun belum sempat Arka mendengarnya tiba-tiba Aryan hadir di tengah-tengah mereka bersama Rani dan Tama.
Dengan raut wajah memerah Aryan mendekati Alvian.
"Pergi ! atau aku yang akan menghabisimu dengan tanganku sendiri!" Bisik Aryan tepat di telinga Alvian.
"Ahh. Sial ! kenapa aku justru tak berdaya di hadapan Anak kecil ini? apa karna dia benar-benar Adiku, yang membuatku tak mampu menatap wajah polos itu!" gumam Alvian dalam hatinya
Mendengarkan Ancaman Aryan membuat Alvian dengan sangat terpaksa meninggalkan Rumah Arka dengan perasaan kesal yang luar biasa.
"Awas kau, Arka ! selama aku bernyawa tak akan ku biarkan kau tertawa bahagia. Akan ku pastikan, akulah yang akan menjadi penyebab kematianmu!" Ancam Alvian dan segera enyah dari hadapan Arka.
Kini Arka merasa dunianya terhenti seketika, mana kala dirinya, mendengarkan ucapan yang cukup menyakitkan.
"Siapa aku?" Batin Arka kelu
"Sudahlah, Arka ! nanti kita cari tau sama-sama." Ucap Nayla dengan mengukir sedikit senyum manis di wajahnya walau hal itu hanya terpaksa di lakukanya.
_____________
Arka menyandarkan tubuhnya di kursi santai kesayanganya.
Aryan dan Tama coba menghibur Arka, sebab setelah kejadian tadi membuat Arka malas berbicara.
Arka masih di selimuti banyak pertanyaan di benaknya, yang membuat Arka cukup tertekan karnanya
"Sebenarnya. Rahasia apa yang di sembunyikan Ayah dari kita?" Arka mulai berbicara dan menatap wajah Alvian dengan seksama.
"Kak. Aku yakin suatu saat nanti, kita pasti akan mengetahui semuanya!" ucap Aryan menguatkan Kakaknya
"Arka. Kau bukan orang lemah, telah banyak masalah yang kau hadapi tapi kau selalu berhasil menghadapinya. Begitu pun dengan masalah ini cepat atau lambat kau pasti akan segera mendapatkan jawabanya!" tegas Tama yang membuat Arka sedikit mengukir senyum di wajah tampanya
"Terima kasih. Kalian adalah harta terindah yang ku punya saat ini. Tolong jangan pernah tinggalkan aku ya. Walau sejahat apa pun aku nanti!" pinta Arka yang membuat hati Aryan dan Tama bergetar dengan apa yang di ucapkan seorang Arka.
Mereka pun berpelukan ala Teletubies 🤗.
Nayla sedikit tersenyum lega melihat Arka yang sudah mulai berbicara.
__________
Arka mendapati sang Istri tengah asik memainkan Ponsel pintarnya.
Tersenyum-senyum sendiri macam orang gila.
"Pasti gara-gara Novel On Line lagi ini?" tanya Arka pada sang Istri
"Ihh sok tau!" jawab Nayla dengan nada santainya
"Nay. Bolehkah saya meminta peluk anda?" Pinta Arka dengan ucapan sok imutnya
"Arka, tanganmu kan sedang terluka?" jawab Nayla
"Dikit Nay, masalah ginian mana bisa di tunda!" seru Arka
Nayla pun menepuk jidatnya lalu menghempaskan Tubuhnya di ranjang empuknya.
__ADS_1
Arka beberapa kali mengerjabkan mata.
Entah mengapa gejolak dalam jiwa begitu menggebu di rasakanya.
Hasratnya benar-benar tak bisa tertahankan saat dirinya menatap dengan sempurna lekuk tubuh Nayla.
Nayla sejujurnya sudah ingin memejamkan mata, namun Nayla menahanya.
Dirinya merasakan tubuhnya mulai panas dan ada sebuah rasa yang tak mampu di ungkapkan oleh Nayla
"Kau juga menginginkanya?" bisik Arka
Nayla hanya menghela nafas panjangnya dalam-dalam. Memang benar apa yang di ucapakan Arka padanya.
Bahwa saat ini Nayla merasakan gejolak hasrat yang luar biasa.
Arka pun mematikan lampu kamarnya untuk segera menunaikan kewajibanya 😁
Arka menatap tajam wajah Istrinya, hingga nafas hangat memenuhi seluruh wajah Nayla
Perlahan Nayla benar-benar terhanyut, dengan sentuhan-sentuhan lembut yang Arka berikan.
"Kau benar-benar luar biasa, Nay!
"Benarkah?"
Arka hanya mengangguk dengan apa yang di tanyakan Nayla kepadanya.
"Arka__
"Iya..
"Bisakah kau berjanji padaku?"
"Janji apa?"
"Bahwa apa pun kenyataan yang akan kau hadapi nanti, kau harus kuat menghadapinya!" pinta Nayla
"Ada apa, Nay? apa kau tau sesuatu tentangku?"
"Jangan balik bertanya! jawab dulu pertanyaanku!" tegas Nayla
"Baiklah. Baiklah
"Janji?"
"Iya janji...
Nayla menyisipkan sebuah permintaan di tengah adegan panas yang sedang dirinya lakukan bersama Arka. Bahkan Adegan ranjang itu semakin panas dan semakin luar biasa.
Saat Arka menciumi telinga hingga leher Nayla.
Hingga keduanya terhanyut dalam sensasi cinta yang luar biasa.
"Berjanjilah padaku! bahwa apa pun yang akan terjadi nanti. Kau akan kuat menghadapinya!" bisik Nayla di telinga Arka yang mulai sayup-sayup memejamkan matanya "Aku mencintaimu!" Tambah Nayla dan mengecup bibir Arka yang terlelap dalam dekapanya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
🌷**Jangan lupa tinggalkan jejak anda🌷
🌷Like
🌷Koment
🌷Rate
🌷Vote
🌷Jadilah pembaca yang bijaksana 😊
🌷Terima kasih
__ADS_1
🌷Mari saling mendukung🌷**