Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Si Usil di Usilin (Piye coba ceritane)


__ADS_3

BUDAYAKAN LIKE SEBELUM MEMBACA.


MARI SALING MENDUKUNG KAKAK.


SEMAGAT. MAAF JIKA BAYAK TYPO DI KARYA SAYA❤



❤❤❤❤❤❤❤❤


🌱Selamat Membaca🌱.


Tama menyetujuhi keingin Arka, yang akan mengadakan Resepsi pernikahan secara bersamaan. Walau sedikit mengherankan tapi tak masalah bagi Tama, yang terpenting mereka akan menuju ke jenjang kehidupan yang mereka dambakan dan membahagiakan.


"Hari ini apa, renacanamu?" Arka menatap Tama yang masih menatap sinis dirinya


"Kemana saja, bukan urusanmu!" cetus Tama.


"Hiiiihhh!" Cetus Arka kesal.


Sementara Tama beranjak dari duduknya. Lalu mengajak Ranty Yoona pergi ke rumahnya.


"Kau mau kemana?" Tatapan Arka serius.


"Kerumah calon mertua!" Jawab Tama singkat


"Ohhh. Silahkan! Kalau masalah mertua, aku angkat tangan, sebab aku punya mertua satu saja, gak keurusan." Ucap Arka saat mengingat hubunganya dengan sang mertua sangat-sangat tak indah.


"Tapi aku butuh dirimu menemaniku!" Pinta Tama.


"Ahhh, jangan begitu, paman! Kau harus pandai merayu calon mertumu itu, kalau aku tak memiliki kecerdasan untuk merayu mertua," Tegas Arka yang membuat Tama mengerutkan dahinya.


"Apa pun itu. Aku tak butuh alasanmu, kau tetap harus menemaniku, ajak juga Istrimu!" Perintah Tama kepada Arka yang tak lain keponakan sekaligus sahabatnya.


"Gila. Semenjak statusnya naik jadi pamanku, Tama benar-benar sering mengancamku. Hiih!" Cetusnya kesal.namun kata-kata itu hanya miliknya.


_______________________


Sampailah Arka dan Nayla di depan rumah Ranty Yoona. Namun keduanya belum mendapati tanda-tanda kedatangan Tama di rumah calon Istri Pamanya itu.


"Dimana dia, kenapa belum datang juga?" Omel Arka


"Biar aku yang menghubungi mereka!" Ucap Nayla kepada suaminya.


Setelah mengambil benda pipih dari dalam tasnya, Nayla segera menghubungi Ranty dan Tama. Namun tiba-tiba raut wajah Nayla sedikit berubah.


"Kenapa, Nay. Apa terjadi sesuatu kepada mereka?" Tanya Arka curiga.


"Tama dan Ranty terjebak macet dan mereka mengatakan butuh waktu 30 menit baru bisa sampai di sini,"


"Laku kita harus bagaimana?"


"Kau masuk saja dulu!


"Lalu. Kau mau kemana?"

__ADS_1


"Aku mau cari oleh-oleh dulu, untuk kuberikan kepada calon mertua sahabatmu itu,"


"Ohh, begitu, baiklah." Ucap Arka. "Jangan lama-lama ya!" Pintanya.


Nayla pun segera berlalu dari hadpan Suaminya, untuk mencari buah tangan yang akan dia berikan kepada kedua orang tua Ranty Yoona. Sementara Arka melangkahkan kakinya memasuki rumah calon mertua sahabatnya.


____________


Tok


Tok


Tok


Arka mengetuk pintu Rumah yang cukup mewah. "Ranty, ternyata horang kaya juga rupanya," batin Arka.


Ceklek


Seseorang kini berdiri di hadapan Arka.


"Mari masuk, Mas!" Seru orang itu ramah. Sepertinya dia pekerja di rumah Ranty.


Arka pun duduk dengan santainya seraya memandangi rumah mewah calon istri sahabatnya.


"Heem. Hemmz!" Suara itu terdengar tak jauh dari keberadaan Arka.


Dan benar saja, kini di hadapanya ada sosok laki-laki paruh baya yang tengah tersenyum ramah padanya. Sepertinya laki-laki yang ada di hadapanya kini, adalah Ayah Ranty Yoona.


Saat menatap wajah laki-laki itu, entah mengapa tiba-tiba muncul sifat usil Arka.


"Siapa namamu?"


"Apa tujuanmu ke sini?" Tanyanya lagi tanpa basa-basi.


"Gak, sabaran banget sih?" Batin Arka dalam hati, namun entah mengapa muncul ide gila di otak gesreknya. "Aku kesini mencari calon pendamping hidupku, Om," Usil Arka.


"Kenapa harus cari pendamping hidup di sini?" Tanya laki-laki itu heran.


"Karna calon pendamping saya ada di sini!" Ucap Arka seraya menahan taw dalam hatinya dia benar-benar geli melihat expresi wajah Ayah Ranty Yoona, yang cukup kesal mengahadapinya.


"Siapa yang kau maksud itu?"


"Ranty Yoona!" Jawab Arka lantang seraya menatap tajam wajah laki-laki yang ada di hadapanya kini.


"Aaahhh. Jangan-jangan!" Ucap laki-laki itu menutupi wajah dengan kedua telapak tanganya.


"Jangan! Jangan kenapa, Om?" Tanya Arka yang kini justru dia yang di buat heran.


"Jangan menatap saya! Saya takut jatuh hati dengan pesona tapanmu itu," canda si Om.


"Astaga. Dia gesrek juga rupanya!" Batin Arka seraya mengerutkan wajah. "Ahh, Om bisa bercanda juga rupanya," ucap Arka.


"Hehe. Tapi kau benar-benar tampan," puji si Om lagi.


"Benar om, aku memang tampan!" Jawab Arka kepedean dan membuat si om menatapnya heran. "Tapi aku kasihan, Om. Kepada anak anda," cetus Arka lagi.

__ADS_1


"Kasihan! Kasihan kenapa?" Si om semakin heran.


"Kasihan, karna anak om banyak saingan untuk mendapatkan saya. Bahkan saya benar-benar tak faham, kenapa banyak sekali para wanita di luar sana, tergila-gila kepada saya yang masih terlalu polos ini," jelas Arka lagi, jiwa gesreknya benar-benar membahana.


Si om menautkan kedua alisnya dia benar-benar terhibur dengan candaan anak muda yang kini ada di hadapanya.


"Anda memang luar biasa, Tuan Arka. Selain tampan dan kaya anda juga pandai bercanda," ucap si om tiba-tiba.


DUG


Arka cukup terkejut ketika calon mertua Tama menyebut namanya. "Oh, om sudah tau saya rupanya," Arka menunjukan wajah malu-malunya seraya menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya tak gatal di rasakanya.


"Iya, tuan Arka, beberapa waktu lalu, Ranty dan Tama sudah memberi tahu, bahwa andalah yang akan lebih dulu menemui saya, sebab Tama dam anak saya, sedang terjebak macet di jalan," jelas si om seraya menahan tawa, melihat expresi wajah Arka yang tak biasa.


"Wahhh. Om bisa bercanda juga ya rupanya?"


Hahahahahaha. Kini keduanya sama-sama tertawa, rupanya sikap Arka yang suka bercanda memuat Ayah Ranty langsung menyukainya.


"Wih, seru nih kayaknya! Ikutan dong." Suara itu terdengar dari arah pintu rumah si Om.


Dan ternyata benar saja, Tama Ranty dan Nayla sudah tiba, bahkan mereka datang secara bersamaan.


"Selamat siang, Om!" Tama mencium punggung tangan calon mertuanya.


"Apa kau, Tama?" Tanya si om penasaran.


"Iya, om aku, Tama."Tegas Tama namun nada bicaranya begitu lembut terhadap calon mertua.


"Wah rupanya, calon mantuku lebih tampan dari bos Arka," canda si Om, membuat Nayla yang sedari tadi diam saja tertawa mendengarnya.


Melihat tawa Nayla dan mendengar ucapan si Om membuat Arka mengerutkan wajah tampanya. Sementara Tama dan Ranty menyusul tawa Nayla yang semakin menggema.


"Diihhhh. Sial!" Cetus Arka kesal


Mendengar kekesalan Suaminya, Nayla semakin tertawa sejadi-jadinya. Sementara Arka cukup kesal melihat sikap istrinya yang tak biasa. Arka mendekati Nayla dan menutup mulut istrinya dengan telapak tanganya.


"Diamlah. Jika kau tak mau diam, aku akan mengajakmu bergadang nanti malam!"Arka mengancam. Namun Nayla semakin gencar bersahabat dengan tawanya.



😄😄😄😄😄😄.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


🍀Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


🍀Like


🍀Vote


🍀Komen


🍀Rate


Yuk mampir di karya baruku kak.

__ADS_1


Di jamin baper parah dah ah. 😁.



__ADS_2