Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Antara Xavier Dan Nayla (Nah Loe )


__ADS_3

Ku biarkan senyumku.


Menari di udara.


Biar semua tau.


Kematian tak mengakhiri.


CINTA.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷



Sore itu hujan turun cukup derasnya, Arka dan Tama masih di jalan menuju kediam Tuan Xavier.


Mereka akan menyusun rencana pembalasan dengan apa yang sudah di lakukan oleh Dicky dan Alvian.


Kring


Kring


Kring


Ponsel Arka berdering dan dengan sigap Arka mengangkatnya. Terukir senyum manis di wajah Arka saat mendapati nama Nayla di layar Ponsel miliknya.


"Hallo. Cintaku, ada apa kau menelponku?" tanya Arka merayu.


("Hisss. Tidak lucu tau." Jawab Nayla dengan manjanya, karna Nayla cukup senang Arka mulai pandai menggoda.)


"Baiklah. Apa ada yang anda butuhkan Nona Nayla?"


("Kau dimana?")


"Di jalan.


("Mau kemana?")


"Jalan-jalan.


("Haaah?")


"Hahahaha. Memang kau butuh apa, Nay? katakan saja!" ucap Arka seraya tertawa karna dirinya tau Nayla kesal dengan semua jawabnya.


("Aku ingin__," ucapan Nayla terhenti seketika)


"Ingin apa?" Arka mulai kesal dan sedikit curiga


("Jika kau ada waktu, tolong belikan Cilok untuku. Karna aku tiba-tiba saja menginginkanya, saat tadi pagi kau mengucapkan nama makanan itu padaku," ucap Nayla malu-malu.)


"Hahahahahahahahahah!" seketika saja tawa Arka pecah, membuat Nayla dengan cepat mematikan sambungan ponselnya.


Tut


Tut


Tut


"Hallo. Hallo, Nay? Haisss. Benar-benar tidak sopan dia," cetus Arka dengan sedikit menahan tawa. Namun cukup kesal karna Nayla mematikan sambung Ponselnya tiba-tiba. Dan membuat Arka sedikit mengerutkan wajah tampanya.


"Ada apa?" tanya Tama heran, melihat exspresi wajah Arka yang tiba-tiba saja berubah.


"Nayla.


"Ada apa dengan, Nayla?"


"Dihh. Kayak judul film aja!" tawa Arka


"Ihsss...


"Maaf. Maaf! ini Nayla, tiba-tiba ingin makan Cilok katanya," jelas Arka dengan menahan tawa.


.


.


.


Chiiiiiiiitttt.


Seketika saja, Tama menghentikan laju mobilnya.


"Ada apa. Apa hanya karna perkara Cilok, kau akan. Membunuh saya?" omel Arka dengan nada kesalnya.

__ADS_1


"Maaf Arka."Tegas Tama sambil sedikit tertawa


"Dasar, Tama!" cetus Arka yang membuat Tama semakin tertawa


Arka dan Tama saling melempar canda, hingga keduanya, larut dalam obrolan yany tak biasa, Apa lagi saat Tama memberi tahu Arka, bisa jadi saat ini Nayla sedang hamil anaknya.


"Benarkah?" tanya Arka tak percaya


"Bisa jadi, kan Nayla, inginya sedikit mendadak, persis seperti gejala orang yang sedang hamil muda." Jelas Tama dengan santainya membuat wajah Arka terlihat sangat bahagia.


"Astaga. Aku baru faham, kau pintar juga ya," puji Arka.


"Siapa dulu dong, Tama!"


"Atau jangan-jangan, kau pernah hamil?" hardik Arka


"Ciih. Sial. Gila!" upat Tama dengan kesalanya.


Hahahahahahahaha. Keduanya pun tertawa bersama.


TING


Sebuah pesan masuk ke No WhatsApp Arka, dan ternyata itu pesan dari sang Istri tercinta.


("Arka, jika kau malam ini ingin tidur di kamar bersamaku, makan belikanlah Cilok sekarang juga, tapi jika anda telat 10 menit saja, Bye. Nanti malam kau tidur saja bersama Tama.)


"Mampuuuuss....!" cetus Arka dengan mengerutkan dahinya


"Ada Apa?"


Arka menunjukan pesan WhatsApp Nayla kepada Sahabatnya, yang sontak saja membuat Tama tertawa sejadi-jadinya.


"Bagimana ini Arka? kau kan sudah ada janji dengan Tuan Xavier.


"Entalah, aku dilema."


Arka pun mengambil Ponselnya kembali dan menghubungi Xavier.


.


.



"Astaga. Apa hobby anda hanya mencaci saya?" jawab Arka dengan nada kesalnya


("Hahahahahahaha. Baiklah, maafkan saya Tuan Arka, entah mengapa setelah melihat anda jiwa Pelawak saya sedikit meronta-rota,") Ucap Xavier dengan tertawa yang semakin menggema.


Tawa Xavier membuat Arka memanyunkan bibir merahnya, yang membuat Tama ingin ikut tertawa juga, tapi Tama takut Dosa πŸ˜‚πŸ˜‚


("Baiklah, Tuan Arka cukup bercandanya! Apa yang ingin anda katakan kepada saya?) Xavier mencoba menahan Tawa.


"Begini tuan Vie. Istri saya sepertinya Hamil muda. Begitu sih kata Tama, tapi saya belum tau juga.


"Loh, heeeh, kok bisa? Istri hamil anda tidak mengetahuinya.


"Entahlah, karna Nayla tiba-tiba menginginkan Cilok, jadi maaf sekali, saya sedikit bingung harus memilih antar Anda Cilok dan Nayla." Jelas Arka dengan tertawa.


("Hahahahahaha, anda lucu juga ternyata Tuan Arka. Baiklah, tidak apa-apa kebetulan tadi Istri saya tiba-tiba meminta saya untuk mengantarkanya ke Dokter Anak, untuk mengecek pertumbuhan kedua Anak kembar saya,")


Arka dan Xavier pun tertawa bersama, sebenarnya keduanya cukup geli dengan obrolan mereka, maklum Arka tau siapa Xavier itu, tapi di balik tubuh gagah dan brewoknya yang cetar membahana, dia bisa bercanda juga.


.


.


"Bagaimana, apa Tuan Xavier marah?" tanya Tama


"Tidak. Dia juga akan pergi bersama Istrinya," jelas Arka


"Kemana?"


"Entahlah, Posyandu mugkin," ucap Arka seraya sedikit tertawa, dan di iringi pula tawa Tama dan keduanya sama-sama larut dalam Tawa juga.


__________________


Tama mengentikan laju mobilnya, saat ada Mamang Cilok di pinggir jalan. Dengan cepat Arka turun dari mobilnya untuk membeli pesanan sang Istri tercinta.


Namun saat Arka melangkah, dirinya bertemu dengan Leon Maleva Laki-laki yang menghardiknya saat sama-sama menghadiri undangan Xavier dan Elleana beberapa waktu lalu.


.


.

__ADS_1


"Astaga dia lagi," cetus Arka dengan menghentikan langkah kakinya


"Hay Arka, apa yang kau lakulan di sini?" Tanyanya ramah seraya mengukir senyum penuh makna.


"Tidak.


"Apa kau ingin membeli coklat dan bunga? sama sepertiku juga?"


"Haaah." Ucap Arka dengan menggaruk kepalanya.


"Astaga, atau jangan-jangan kau ingin membeli Cilok ya?" tanya Leon di sertai tawa


"Memangnya kenapa. Ada masalahkah?"


"Tidak!" jawab Leon menahan tawa. "Oh ya. Mang Cilok, ini uang untuk traktir Sahabat saya!" Aksi Leon dengan menyerahkan satu lembar Uang berwarna merah lalu pergi dari hadapan Arka, membawa tawa yang tak mampu di tahan olehnya, melihat expresi wajah Arka yang cukup menggelitik dirinya.


"Cihh. Sial!" omel Arka kesal


Sementara Tama berusaha menahan Tawa, lagi-lagi Tama takut Dosa πŸ˜†. Begitu pun si Mamang Cilok yang kini ada di hadapanya. Sedikit menampakan gigi putihnya karna sama seperti Tama, yang mencoba menahan tawa.


"Hebat ya, dia. Sudah tampan ramah, baik pula?" bisik Tama di telinga Arka seraya menatap langkah Leon yang kian jauh dari hadapan keduanya.


"Aseem." Cetus Arka dengan menatap tajam wajah Sahabatnya dan membuat Tama langsung menutup mulut dengan kedua tanganya.


_________________________


Arka dan Tama kini sudah sampai di rumah, dengan baju yang sedikit basah maklum hujan di luar sana belum juga reda. Tama segera masuk kamar untuk mandi dan mengganti bajunya. Sementra Arka dengan buru-buru segera menemui sang Istri, untuk memberikan pesanan yang di minta Nayla.


.


.



"Telat!" cetus Nayla dengan memanyunkan bibir sexinya


"Hujan Nay, jadi sedikit sudah cari Mamang Ciloknya," jelas Arka.


"Bodo ah!" jawab Nayla dan segera duduk di kursi empuk yang tak jauh dari ranjangnya.


Arka yang kesal dengan cepat meletakan pesanan Nayla dan menghepaskan tubuh lelahnya di ranjang empuk miliknya.


Hari ini benar-benar hari sial menurutnya. Di hardik Xavier, di candai Leon dan di tertawakan Tama. Bahkan saat sampay rumah, Nayla juga cukup membuat kesal dirinya.


"Ya Tuhan. Hari ini aku sedang tidak ulang tahun, tapi kenapa mereka semua benar-benar membuatku kesal." Omel Arka.


Namun tiba-tiba sesuatu menjalar di tubuhnya, yang membuat Arka sedikit mengukir senyum tipis di wajahnya.


Ya. Ternyata Nayla sedang berusaha membuka baju dan celana kerjanya. Ada sensasi yang luar biasa di rasakan oleh Arka.


.


.


"Jangan kepedean deh, Arka! Aku bukan ingin mengajakmu bercinta, tapi aku ingin melepaskan bajumu yang basah. Aku takut kau demam, kan aku juga ya repot!" ucap Nayla di sertai tawa.


Dengan seketika saja, wajah Arka yang tadi merona kini berubah merah membara.


"Sial." Ucap Arka kesal


Sedangkan Nayla masih larut dalam tawanya, namun dengan sigap Arka menarik tubuh Istrinya dan mencium bibir merah Nayla. Dan seketika Nayla benar-benar tak berdaya dengan aksi yang Arka lakukan padanya.


Bahkan dalam sekejab saja keduanya saling berada dalam suasana yang panas membahana. Setuhan belaian membuat keduanya tengelam dalam lautan cinta yang membara.


Ea Ea Ea πŸ˜†πŸ˜†



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Temukan Tuan Xavier yang tampan di Novel Kak Ranty Yoona.



Dan Temukan Om Leon yang cetar membahana di Novel Mommy Ay fie



🌷Mohon untuk tinggalkan jejak ya.


🌷Budayakan Like sebelum membaca.


🌷Dan beri Vote seihklasnya.

__ADS_1


🌺Terima Kasih🌺


__ADS_2