
Dunia itu ibarat bayangan
Kejar dia dan engkau
Tak dapat menangkapnya
Balikan badanmu darinya
Dan dia tak punya pilihan kecuali
mengikutimu. (Kamut)
🌷🌷🌷🌷
Nayla masih di sibukan dengan baju mereka yang berantakan, belum lagi rambutnya yang kusut atas apa yang baru saja mereka lakukan.
Sementra Arka, hanya memandangi kesibukan Nayla dari atas ranjang empuknya.
Tanpa ada niat membantu pekerjaan Istrinya itu.
"Dasar Laki-laki tak tau diri, maunya menang sendiri!" omel Nayla yang membuat Arka mengerutkan dahinya
"Eh. Nayla marah!" seru Arka seraya tertawa dan kembali menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Ya menurutmu bagai mana? ini tu namanya habis manis sepah di buang, maunya make doang tanpa perduli sama sekali!" celoteh Nayla dengan wajah memerah dan masih sibuk menyisir ramutnya yang kusut.
"Kau semakin cantik saja saat marah!" goda Arka dari dalam selimutnya
"Hey ! aku sedang tidak bercanda. Apa kau tau?"
"Tau ! Lalu?"
Nayla segera menghentikan omelanya, dan menatap tajam wajah Arka yang seperti santai sekali mendengar omelan sang Istri.
"Nay. Kamu kenapa kok matamu melotot begitu, kau sedang lelah ya? apa perlu aku mengambilkan air minum untukmu? sepertinya kau sangat lelah?" Arka salah tingkah namun pertanyaanya itu membuat Nayla semakin tajam menatap wajahnya.
Bukk
Nayla mendaratkan pukulan tepat di perut Arka.
"Awww. Sakit tau! pekik Arka lalu menarik tangan Istrinya.
"Hah. Mau mulai lagi kamu ya? lepasin udah siang dan bangunlah ! kau kan harus berangkat bekerja," ucap Nayla
"Santai. Kan ada Tama!" tegas Arka seraya mengarakan bibirnya ke arah bibir merah milik Nayla
Nayla dengan susah payah menghindarinya, namun semakin Nayla menghindar semakin gemas Arka untuk terus mengecup bibir Istrinya.
"Awww...
"Kenapa, Nay?"
"Sakit..
"Apa?"
"Gunung
"Astaga. Sini aku elus
Plakkkkk
"Itu mah, maunya kamu...
"Hahahahhahah
Arka tertawa dan terus berusaha mengelus si kemabar milik Nayla.
Dan keduanya kini kembali menikmati indahnya cinta di waktu pagi.
"Sosisku boleh masuk lagi?" Tanya Arka dengan menunjukan senyum paling manisnya
Nayla hanya diam namun tak pula menolaknya
Tapi saat Arka, akan memasukan sosis kedalam sausnya, tiba-tiba saja pintu kamar mereka bersuara.
Tok-Tok-Tok
"Siapa?" Tanya Arka dengan nada kesalnya
__ADS_1
"Tama. Bangunlah ! hari sudah siang, kita harus segera kekantor kau ada meeting hari ini!" seru Tama dari sebrang kamar milik Arka
"Ihhh. sialan!" upat Arka dan segera beranjak dari tempat tidurnya untuk menemui Tama
Tama tersenyum sejuta makna, saat menatap wajah Arka yang keluar dari kamar dengan muka kusutnya.
"Belum kelar ya tempurnya?" hardik Tama pada sahabatnya.
"Sial. Apa kau tau?"
"Tau apa?"
"Sakit itu bagai mana rasanya?"
"Ya. Bagai mana?"
Arka pun berbisik di telinga Tama.
"Saat sahabatnya ganggu sahabatnya yang lagi ho'a ho'e ama bininya, itu sakitnya luar biasa loh ya!" Bisik Arka dan membuat Tama tertawa sejadi-jadinya
"Hahahahahah.... !" Tawa Tama menggema
Plakk
Arka menampar wajah Tama
Bukk
Tama memukul perut Arka
"Sialan..!" Upat Arka
Sementara Tama segera enyah dari hadapan Arka.
"Cepatlah mandi, Tuan Arka! kita harus segera berkerja!" seru Tama seraya berlalu dan menjauhi kamar sahabatnya
"Gila. Sekarang dia yang nyuruh say, dulu natap wajahku saja pingsan dia!" omel Arka
Nayla pun tak mau kalah, dia tertawa sejadi-jadinya saat menatap wajah Arka yang tampak kesal mendengar hardikan Tama untuk Suaminya.
________________
Nayla sudah menyiapkan semua kebutuhan Arka sebelum berangkat bekerja.
Sebenarnya hari ini Arka ingin mengajak Nayla untuk kekantor lagi bersamanya.
"Nay, kau serius tak mau ikut denganku?" Tanya Arka dengan mengecup bibir Istrinya tanpa sadar ada Aryan di sebelah Nayla.
"Gak usah pamer!" cetus Aryan dengan nada kesalnya
"Lagian kamu ngapain di situ? dedet-deket lagi sama Istri Kakak.
"Eh biasa aja dong Kak ! Aku sama Kak Nayla ternyata satu hobby jadi berduaan deh buat menikmati hobby kita.
"Haahhh...
"Iya, aku sama Aryan tu suka baca Novel On Line!" Tegas Nayla menjelaskan
"Heehh ! Memang Novel apa yang kalian baca?" Tanya Arka seraya mengerutkan dahinya.
"Aku masih lanjutin Novel favoriteku yang dulu Kak?"
"Yang mana?"
"Elleana And The King Of Mafia
"Yang soal Mafia dan cinta 21++nya itukah?"
"Iya. Keren Kak!
"Kau belum cukup umur, Kakak harap mundur! Kakak Iparmu baru cocok baca Novel itu! seru Arka dengan menatap Istrinya yang masih sibuk dengan Ponselnya.
"Aku ada Novel favorite juga, Arka!" Tegas Nayla
"Apa?"
"Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku..
"Novel macam apa lagi itu?"
Arka pun merebut Ponsel milik Nayla dan membaca secara kilas Novel favorite Istriya.
"Astaga... !" cetus Arka yang cukup terkejut dengan Isi Novel yang baru di bacanya itu
__ADS_1
"Kenapa?" Nayla heran melihat expresi wajah Arka
"Ini si Ardi kurang di hajar banget sih, masa Bini Kakaknya di embat juga, kalau aku jadi Bara sudah ku bunuh dia!" celoteh Arka dengan menatap tajam Wajah Adiknya dan membuat Aryan heran melihatnya.
"Eh. Kakak kira aku bakal kayak si Ardi itu, mau rebut Kak Nayla dari pelukanmu, hah? Gila." Jawab Aryan dengan nada tingginya.
"Aku gak ngomong gitu, kamu saja yang kebaperan! keseringan baca Novel On Line otaknya sedikit geser kanan!" canda Arka pada Adiknya
"Sialan
"Hahahahahah.." Arka tertwa puas melihat wajah cemberut Adiknya
Ketika mereka tengah Asik bercanda Tama menghampiri Arka untuk segera berangkat kekantornya.
"Nay. Kamu ikut saja ya!" pinta Arka
"Gak aku di rumah saja, Arka."
"Nanti kamu sendirian. Rani dan Aryan hari ini kuliah, jadi kamu gak ada temen di rumah!" jelas Arka
"Gak apa-apa, Aku berani." Balas Nayla dengan senyum tipis diwajahnya
Arka dan Tama berlalu dan meninggalkan rumah, begitu pun Rani dan Aryan, mereka juga pergin Kuliah.
Tinggalah, Nayla seorang diri di rumah.
______________________
Ting-Tung
Suara Bel berbunyi dari rumah milik Arka.
Brukk.
Sesorang jatuh kehadapan Nayla saat membuka pintu rumah miliknya.
"Alvian....!" Pekik Nayla saat mendapati tubuh Alvian tak berdaya di hadapanya
"Hay, Calon Istriku?" ucap Alvian dengan nada terbata-bata
"Kau mabuk ya?" Nayla sedikit takut melihat Alvian yang tubuhnya bau minum-minuman.
"Hanya sedikit, dikit saja....!" jawab Alvian dengan datarnya
Nayla pun membawa Alvian dan medudukanya di sofa. Namun tiba-tiba seketika saja, Alvian menarik tubuh Nayla hingga tubuh Wanita itu kini berada dalam dekapanya.
"Kau masih sama, tetap cantik dan tak berubah," bisik Alvian di telinga Nayla
"Lepaskan aku, Alvian !" pinta Nayla namun Alvian semakin erat mendekap tubuh wanita yang kini sudah menjadi Istri Arka.
"Jangan begitu. Arka saja boleh menyentuhmu aku pun ingin melakukan itu..
Plakkk
Nayla menampar wajah Alvian sekuat tenaga.
"Kau mulai ganas ya?" Alvian justru menggoda Nayla
"Lepaskan aku..!" Nayla mencoba sekuat tenaga melepaskan tubuhnya dari dekapan mantan kekasihnya. Namun apa daya tenaganya tetaplah tenaga wanita tak mampu berkutik. Namun saat Alvian semakin erat mendekap tubuhnya.
BRRAAAKKK
Tiba-tiba seseorang menendang pintu rumah dengan sekuat tenaga
"Alvian______ !" Pekiknya sekuat tenaga dengan wajah di penuhi amarah
"Arka____ !" cetus Nayla
Ya. Arka datang dengan emosi yang membara dan amarah yang luar biasa.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
🌺**Jangan lupa tinggalkan jejak anda🌺
🌷Like
🌷Koment
🌷Rate
🌷Vote
__ADS_1
🌷Terima kasih🌷
🌷Mari saling mendukung🌷**