Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
INDAHNYA KEBERSAMAAN "(Sosis Saus)"


__ADS_3

GHIBAHLAH SESUAI ALUR DAN CERITA


DAN AKU AKAN MELAKUKAN ITU JUGA


DENGAN KARYA ANDA.


MARI SALING BERBAGI KEBAHAGIAAN❤



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hening.


Suasan kembali hening saat, Alvian kembali terdiam ketika Nayla bertanya tentang dirinya dan siapa Orang Tuanya. Arka dan Tama pun, ikut menatap Alvian dengan penasaran.


"Apa kau benar-benar tidak tau tentang diriku?" tanya Nayla tanpa ragu.


"A-aku!" Ucapan Alvian kembali tertahan, lidahnya terasa kelu dan kaku.


"Ayolah, Al. Aku mohon!


"Maaf, Nay, jujur aku juga belum tau siapa sesungguhnya orang tuamu, aku sudah pernah mencoba bertanya kepada, Ayah. Tapi Ayah tak menjawabnya!" Jelas Alvian


"Hemmmmz." Arka menarik nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar. Ada rasa tak puas dari penjelasan Alvian, hingga membuat Arka ingin mencari tau sendiri siapa sebenarnya Orang Tua kandung Nayla.


"Baiklah, biar aku saja nanti, yang akan bertanya kepada, Ayah." Tegas Nayla.


"Ya sudah, nanti aku yang akan mengantarmu menemui, Ayah," ucap Alvian.


Ceklek


Tiba-tiba seseorang membuka pintu Ruangan itu.


"Permisi, Pak Alvian, ini beberapa Dokumen yang, Bapak pinta," ucapnya ramah.


"Berikan padaku. Dan kau boleh pergi!" Seru Alvian.


Seseorang itu pun langsung menyerahkan sebuah maap tebal kepada Alvian lalu berpamitan untuk pergi.


Arka, Nayla dan Tama hanya menyaksikan dengan penuh tanda tanya dan rasa penasaran.


Sedangkan Alvian memandangi wajah penasaran mereka dengan senyuman.


"Arka. Ambil ini!" Seru Alvian seraya memberikan Maap tebal yang berada di tanganya.


"Apa ini?" Arka tak mengerti


"Bukalah! Dan kau akan tau isinya,"


Tanpa basa basi dan fikir panjang lagi, Arka membuka maap itu tanpa ragu.


DEG.


Air mata Arka berkaca-kaca saat membuka Maap tebal yang diberikan Alvian kepadanya.


"Al. ini.." Ucap Arka terhenti.


Alvian berdiri dari tempat pembaringanya, mendekati Arka yang cukup heran dengan apa yang di berikanya.


"Itu milikmu, dan aku mengembalikan semua padamu!" Alvian.


"Tapi, ini. Kau menyerahkan semuanya tanpa sisa," Arka.


"Iya. Karna itu semua memang milikmu.


Arka dengan refleknya memeluk tubuh Alvian. Dan membuat siapa saja yang melihatnya akan terpana. Maklum setelah sekian lamanya terlibat permusuhan dan sama-sama berusaha saling melenyapkan. Ini pertama kalinya, mereka berpelukan dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan.

__ADS_1


"Lepaskan! Apa kau tak malu? menangis seperti itu di depan Sahabat dan juga Istrimu."


"Maaf. Aku terlalu bahagia," jelas Arka dengan beberapa buliran bening sedikit membasahi wajahnya.


Apa yang di serahkan Alvian kepada Arka, membuat Tama dan Nayla penasaran. Keduanya cukup heran, mengapa Arka terlihat sangat-sangat bahagia.


Ya. Hal yang membuat Arka terharu adalah tindakan Alvian yang mengembalikan semua harta miliknya tanpa terkecuali. Semua Harta yang di ambil paksa oleh Dicky dari kepemilikan Arka demi kebahagian Alvian.


"Al. Apa kau tak menyesal?" Arka.


"Kenapa aku harus menyesal?"


"Ayahmu sudah susah payah, mengambil ini semua dariku demi dirimu."


"Apa yang ku kembalikan, itu memang hak dan milikmu. Bahkan semua itu tak akan cukup untuk menebus semua Dosaku padamu. Aku telah membunuh Ayahmu dan membunuh Ibu. Aku telah membiarkan Aryan, pergi dan tak akan kembali. Aku yang sudah membuat kau benar-benar menderita sejak Kematian Ibu dan Ayahmu. Hemmmmz. Semua ini tak akan bisa mengembalikan lagi kebahagianmu seperti dulu, maafkan aku, Arka. Maafkan aku!"


Lagi-lagi Arka hanya menghembuskan nafas panjangnya, hatinya luka ketika akhirnya Alvian benar-benar mengakui bahwa dialah penyebab kematian Kedua Orang Tuanya. Tapi di sisi lain Arka juga bahagia, karna Alvian menyadari semua perbuatnya.


"Dengan berjalanya waktu, aku yakin. Aku pasti akan memaafkanmu." Tegas Arka seraya menepuk bahu Alvian.


Tama dan Nayla turut bahagia melihat Alvian dan Arka sama-sama menerima. Semoga setelah ini Alvian dan Arka bisa menjalin kembali tali persudaraan yang sempat terpisahkan. Walau mereka bukan satu darah tapi dulu saat semua rahasia tersimpan sempurna, Alvian dan Arka adalah dua Kakak dan Adik yang saling melindungi dan melengkapi.


"Baiklah. Jika nanti kita sudah sembuh dan keluar dari Rumah sakit ini. Aku pinta kepada kalian untuk menemuiku, bersama-sama!" Seru Arka seraya menatap Alvian lalu menatap Tama.


"Ada apa?" Tama.


"Iya. Ada apa, Arka?" Alvian.


"Kalian akan tau, jika nanti kalian menemuiku!"


"Baiklah...!" Ucap Alvian dan Tama dengan kompaknya.


"Ahhh Cieeee! Yang udah mulai kompakan," hardik Arka lalu tertawa


Hahahahahahahahahaha. Mereka semua tenggelam dalam tawa, hal itu akan membuat siapa saja akan bahagia melihatnya.


_______________________


Arka sudah kembali bekerja ke Kantornya dengan bahagia. Alvian mencoba memulai hidup barunya. Tama mencoba memulai aksinya mendekati Ranty Yoona.


Kehidupan mereka berjalan dengan sewajarnya tak ada lagi sedih tangis air mata atau pun cucuran darah. Semua berjalan sesuai keiinginan mereka. Bahagia, ya, mereka menjalaninya dengan sangat bahagia. Hanya ada satu rahasia yang belum mereka buka. Tentang siapa Nayla sebenarnya.


__________________


Arka menghepaskan tubuh lelah setelah seharian bekerja di ranjang empuk miliknya.


Nayla pun mengikuti aksi Arka dan merebahkan tubuhnya di samping sang Suami tercinta.


"Arka..


"Iya..


"Apa kau tak merindukanku?"


"Maksudmu? kitakan setiap hari bertemu,"


"Haaaah. Ya sudahlah!" Nayla beranjak dari tidurnya lalu berdiri untuk menjauh dari Arka.


Sssssttttt.


Arka menarik tangan Nayla dan mengempaskan tubuh Istrinya di Ranjang empuknya.


"Apa kau ingin bercinta?" Arka bertanya seraya mendekatkan wajahnya tepat di wajah Nayla.


"Aahh." Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Istri cantik Arka.


"Sebenarnya Sosisku sudah lama merindukan Sausnya."

__ADS_1


"Lalu?"


"Aku malu untuk mengatakanya."


"Ohhh. Ternyata seorang, Arka masih memiliki rasa malu juga!"


"Astaga. Teganya kau berkata begitu padaku."


"Halah lebay Bin alay. Hahahahahaha!" Nayla pun tertawa sejadi-jadinya


Haaaaaaaaap


Arka melahap mulut Istrinya, mengecup lembut bibir merah Nayla. Arka benar-benar berada di puncak nafusnya. Setelah sekian lama mencoba menahan diri untuk tak menyentuh Istrinya.


"Awwwww..!" Pekik Nayla.


"Ada apa?"


"Jangan menindih Gunung kembarku! Tubuh kurusmu itu, barat juga ternyata!" cetus Nayla.


"Haaah sial. Kau selalu mengatakan tubuh ku kurus. Anda coba-coba menantangku rupanya ya..! Ucap Arka dengan mengedipkan matanya.


"Tidaaaakkkkkk..!" Nayla menutup wajah dengan kedua tanganya.


"Baiklah. Kau tutupi yang atas aku akan menggoda yang bawah.


"Haaaaaaahh....!" Nayla menautkan kedua alisnya.


Arka tertawa melihat tingkah konyol sang Istri tercinta. Dan berusaha meminta haknya kepada Nayla. Awalnya Nayla sok malu-malu Singa tapi akhirnya dirinya menikmati juga. Arka dan Nayla kini tengah merenguh nikmatnya sebuah cinta. Seakan dunia milik mereka berdua saja.


Sentuhan, belaian membuat keduanya merasakan Indahnya Surga dunia. Aksi luar biasa Arka benar-benar membuat Nayla tak berdaya. Senyum manis terpancar dari wajahnya, saat melihat Arka sudah berada dalam puncak bercintanya. Lemas, lelah namun bahagia, hal itu yang kini di rasakan oleh Arka dan Nayla.


"Aku berharap. Setelah ini, aku akan memiliki malaikat kecil lagi." Bisik Nayla.


"Iya. Aku juga berharap hal yang sama," senyum Arka.


"Bagaimana jika gagal?" tanya Nayla


"Gagal coba lagi. Galal lagi hajar lagi. Lagi, lagi dan lagi," jawab Arka yang membuat Nayla tersenyum sejuta cinta.


"TOLONG JANGAN DI BAYANGKAN😁


TAPI BOLEH DI PRAKTEKAN SAMA PASANGAN 😂😂😂 YANG SUDAH SAH TAPI YA, KALAU BELUM SAH JANGAN COBA-COBA😉😉.



🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


🍀Jangan lupa tingglkan jejak anda.


🍀Like


🍀Vote


🍀Koment


🍀Rate


🍀Jadilah pembaca yang baik hati dan bijaksana😊.


Yuk mampir juga di karya para Author keren lainya.




__ADS_1




__ADS_2