
Ada manusia yang sangat pandai menipu.
Hingga tawa dan senyumnya membuat kau percaya. Bahwa dia tak berduka.
Padahal tawanya hilang begitu saja.
Saat dirinya sedang sendiri.
Banyak tulisan yang ingin dia tinggalkan.
Semua berisi tentang kenapa dan mengapa.
Iya ingin Mati. Dia selalu terlihat bahagia.
Bahkan selalu membuat orang lain tertawa.
Mungkin dia tak ingin orang lain tau
Tentang apa dukanya, dan mengapa dia berduka.
Dia hanya Ingin meninggalkan tawa.
Sebelum dia benar-benar tiada.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Arka masih memandangi suasana Kantor dari jendela ruang kerjanya. Sambil sesekali Arka mengotak-atik layar Ponselnya. Namun kadang juga Arka terlihat merenung dan melamun. Entahlah apa yang kini ada di dalam fikiran Arka.
Rasa kecewa, sakit hati kini benar-benar menyelimuti batin dan perasaanya.
Sesekali Arka tampak merenungkan sesuatu.
Merenungkan bagai mana caranya, untuk mengambil lagi haknya, yang kini tengah di kuasai sang Ayah mertua.
Cara licik Dicky yang mengambil paksa Prusahaan Arka, benar-benar membuat Arka berada di batas kesabaranya.
.
.
Tok
Tok
Tok
Suara seseorang mengetuk pintu Ruang kerjanya.
"Masuk!" seru Arka wajahnya yang tadi kusut kini nampak sedikit bahagia karna kehadiaran Nayla di kantornya.
"Selamat pagi , Tuan Arka," sapa Nayla ramah seraya mengukir senyum tipis di wajah cantiknya.
"Hay. Nay ada apa? tumben kau ikut ke kantor juga? tanya Arka sedikit curiga.
Nayla melempar senyum manis ke arah Suaminya, seraya menghela nafas panjang lalu mendekati Arka.
"Sayang. Aku tau, kalau Ayahku sudah mengelabuhimu, jadi aku akan terus Kekantor untuk membantumu mengambil alih hakmu," jelas Nayla dengan expresi kecewa.
"Nay, itu tidak perlu kau lakukan, aku dan Tama pasti bisa mengatasinya, lagi pula aku tak ingin kau terlalu lelah, mungkin saja saat ini kau sedang mengandug Anakku," ucap Arka sedikit malu-malu.
"Haah. Dari mana kau tau, jika aku sedang hamil Anakmu?"
"Astaga, apa kau pernah melakukanya dengan orang lain, selain denganku?" tanya Arka dengan polosnya
Plak.
Tamparan kecil mendarat di wajah tampan Arka, yang membuat Arka sedikit mengerutkan dahinya.
"Gila. memang kau fikir aku Wanita macam apa, hah?" omel Nayla
" Hahahahahaha! Maaf cinta, aku hanya bercanda, lagi pula kau ada-ada saja, memangnya ada yang salah jika kau sedang hamil Anakku?"
"Ya baiklah, aku minta maaf." Pinta Nayla dengan memanyunkan bibir sexinya, yang membuat Arka tak tahan ingin menggigitnya.
"Nay. Kemarilah!" seru Arka
"Ada apa?"
"Cepatlah!
Tanpa curiga Nayla segera mendekat ke Arah Arka, tanpa basa basi Arka mendudukan Istrinya di kursi kerjanya, dan dengan gejolak rasa yang cukup membahana, hanya dengan melihat bibir Nayla, tanpa ragu Arka mendaratkan kecupan cukup mesra dan membuat nafas Nayla cukup terengah-engah, bahkan Nayla cukup terkejut melihat Aksi Suaminya.
"Arka. Ingat kita sedang berada di Kantormu," cetus Nayla.
Namun Arka tak memperdulikanya, dia semakin menjadi mencium bibir, pipi hingga leher Nayla, bahkan semakin lama Nayla justru terhanyut dan semakin menikmatinya.
Ceklek
Seseorang membuka pintu, Ruang kerja Arka.
"Astaga!" pekik Ranty Yoona seraya kembali menutup pintu ruang kerja Arka.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Tama sedikit curiga.
"Ah sudahlah. Kedua bola mataku ini, akhirnya ternoda," omel Ranty Yoona seraya menghentakan kakinya.
Arka dan Nayla yang juga cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Ranty Yoona, segera keluar dari ruang kerjanya.
"Hey! Apa yang kau lakukan, kenapa kau masuk ke ruang kerjaku tanpa mengetuk pintu dulu? bukan salahku, jika akhirnya kau melihat aksi luar biasaku." Tegas Arka tanpa ragu.
"Memangnya ada apa?" Tama belum memahaminya.
Arka dengan cepat meraih tangan Nayla, dan mendaratkan ciuman tepat di bibir Istrinya, bahkan Arka melakukan itu di depan Tama, Ranty Yoona, dan seluruh Pegawai Kantornya.
Aksi Arka itu membuat, Nayla tertawa namun berbeda dengan orang lain yang melihatnya.
"Hiiih. Gila!" upat Tama dengan kesalnya
"Dasar Bos gak ada Ahlaknya." Omel Ranty Yoona dalam hatinya.
Melihat exprsi tak biasa dari semua orang yang kini memandangi keduanya. Membuat Arka tertawa sejadi-jadinya.
"Suka-suka saya, Kantor-kantor saya, Istri juga Istri saya, yang dosa bukan saya, tapi mata kalian semua. Ngapain lihatin saya. Toh kalau saya mau melakukanya di mana saja, itu hak saya, kan aku dan Nayla sudah Sah." Ucap Arka dengan tertawa lalu mengendong Nayla dan membawa Istrinya kembali ke ruang kerjanya. Bahkan aksi Arka itu membuat semua para Pegawainya mengerutkan dahinya.
"Astaga. Benar-benar tidak waras dia," upat Tama
"Tapi apa yang di ucapkan, Pak Arka ada benarnya juga loh ya." Tegas Ranty Yoona.
"Ihh. Ikutan gila!" cetus Tama
"Kenapa, anda juga ingin seperti Pak Arka?"
"Kalau iya kenapa?"
"Nikah dong, cari Wanita untuk di ajak Sah! Ntar anda bebas mau tium-tium di mana saja.
"Benarkah?"
"Iya.
"Baiklah. Besok aku akan kerumahmu dan meminta izin Orang Tuamu, untuk mengajakmu Menikah." Ucap Tama sambil tertawa.
"Haaaah." Ranty Yoona justru salah tingkah dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Hahahahaha." Tawa Tama seraya berlalu dari hadapan Ranty Yoona. Dan membiarkan Ranty tengelam dalam perasaan yang tak biasa.
_____________________
Seketika saja, kantor menjadi hening lagi. Setelah kegaduhan yang Arka lakukan. Semua Kariawan fokus dalam kerjanya. Begitu pun Arka dan Nayla yang sedang gencar memikirkan cara untuk mengambil alih dua Prusahaan Arka, yang kini di Kuasai oleh sang Ayah mertua.
.
.
Seseorang memarkirkan mobilnya di halaman Kantor Arka. Dan siapa yang keluar dari mobil itu membuat Tama cukup terkejut luar biasa.
"Alvian." Gumam Tama dalam hatinya seraya beranjak dari duduknya dan secepat kilat melangkahkan kakinya untuk menemuinya.
Saat Alvian akan melangkahkan kaki masuk ke dalam Kantor Arka. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti seketika, saat mendapati Tama sudah menghentikan langkahnya tepat di di depan pintu utama.
"Cih. Tama, apa yang kau lakukan hah? minggirlah, aku tidak ada urusan denganmu," bentak Alvian Tanpa ragu.
"Hah. Sial, urusan Arka juga urusanku.
"Benarkah? aku kasihan padamu, sejak dulu hanya menjadi Anak buah si lugu itu.
"Apa urusanmu? yang penting atasanku Arka bukan dirimu.
"Hah. Percuma bicara denganmu, minggirlah kau Tama!" ucap Alvian ketus seraya mendorong tubuh Tama dengan cukup kuatnya.
Semua kariawan di Kantor Arka cukup terkejut bahkan ada yang sampai berteriak melihat apa yang Alvin lakukan pada Tama.
Sontak saja kegaduhan itu cukup mengusik Arka, dan dengan cepat Arka langsung keluar dari ruang kerjanya, untuk melihat apa yang terjadi di luar sana.
"Huuuuuuuhhh. Ada Saudaraku rupanya ya!" ucap Arka, yang membuat Alvian menatap nanar ke arahnya.
"Hay. Tuan Arka! Akhirnya kau keluar juga dari sarangmu ya." Hardik Alvin di iringi tawa
"Hentikan tawamu itu! Karna tawamu merusak pendengaranku." Balas Arka yang membuat Alvian menghentikan Tawanya seketika.
"Sial..
"Ada apa? Apa uangmu belum cukup setelah merampas sebagian harta miliku?" tanya Arka yang membuat Alvian mengerutkan wajah tampanya itu.
"Owh. Kau sudah tau rupanya, ya. Jika aku yang mengambil alih dua Prusahaanmu itu.
"Haaah. Dasar maling, watak kucing. Asal kau tau, aku bahkan bukan hanya tau bahwa kau yang mencuri Prusahaanku. Tapi aku juga tau semua Rahasiamu," bisik Arka di telinga Alvian yang membuat lidah Pria itu cukup kelu.
"Cih...!" desis Alvian yang membuat Arka tertawa.
"Baiklah, Adiku tercinta. Apa perlumu datang ke Kantorku?" Arka bertanya sementara Alvian menaikan kedua Alisnya.
Ya. Benar saja, jauh sebelum Arka dan Alvian saling terlibat pertempuran untuk mendapatkan kekuasaan. Arka dan Alvian hidup sebagai Saudara. Namun setelah semua rahasia masa lalu merka terbongkar, keduanya lebih sering terlibat pertengkaran.
__ADS_1
Arka mempertahankan Haknya, sementara Alvian bersusah payah dan dengan cara liciknya, untuk mengambil semua milik Arka.
"Kau tau Arka, sebentar lagi Kantormu ini, akan menjadi miliku juga," Bisik Alvian di telinga Arka, seseorang yang pernah di anggap Kakak olehnya.
Plak
plak
plak.
Arka mendaratkan tamparan berkali-kali di wajah seseorang yang dulu di anggap Adiknya.
"Sialan.
Plak.
Alvian membalas tamparan yang Arka lakukan.
Bag
Bug
Bag
Bug
Lagi-lagi keduanya terlibat perkelahian, hingg membuat Tama dan Nayla turun tangan, bahkan keduanya cekup kesulitan melerai perkelahian antara Arka dan Alvian.
"HENTIKAN______!" teriak Nayla dengan sekuat tenaga dan hal itu benar membuat Alvin dan Arka menghentikan baku hantamnya.
Darah segar keluar dari hidung Arka, begitu pun Alvian, bibirnya percah terkena tinjuan Arka yang sekuat tenaga.
"Kalau bukan karna Nayla, sudah ku habisi kau Arka.
"Pengkhianat." Pekik Arka
Namun Alvian justru tertawa dan berlalu dari hadapan Arka, membiarkan Suami mantan Kekasihnya itu tenggelam dalam Amarahnya.
"Kembali kau pengkhinat, aku akan menghajarmu! Harusnya waktu itu aku membunuhmu, dan menembakan pluru di kepalamu, agar kau tak hadir lagi merusak hidpku!" Omel Arka seraya meronta sekuat tenaga karna Tama memengangi tubuhnya, agar dirinya tak mengejar Alvian.
"Sudahlah Arka. Jangan gunakan emosimu, tapi gunakan fikiranmu untuk mengalahkan Lelaki itu!" seru Tama agar emosi Arka mereda.
"Aaaaaaahhhh!" pekik Arka sekuat tenaga dan dengan refleknya mendorong Tama, hingga tubuh Tama terhempas di lantai Kantornya.
Arka berlalu dari hadapan Sahabatnya itu, sementara Nayla mendekati Tama.
"Bangunlah Tama. Aku mohon maafkanlah Arka!" Pinta Nayla dan segera berlalu dari hadapan Tama untuk mengejar langkah Suaminya.
Tama Hanya mengangguk seraya memandangi langkah Nayla yang semakin hilang dari pandanganya.
Sementara, Ranty Yonna, mendekati Tama lalu membantu Pria itu.
"Tama, apa Pak Arka, sering melakukan ini padamu?" tanya Ranty tanpa ragu.
"Tidak, jika dia emosi saja melakukanya!" jawab Tama dan berusaha bangun dari duduknya.
"Tapi aku rasa, Pak Arka lebih sering emosi dari pada sadarnya.
"Ahh. Diamlah, aku tidak apa-apa!" jawab Tama seraya mencubit hidung mancung Ranty Yoona. hingga membuat Wanita itu semakin salah tingkah.
.
.
(Andai Nayla tau siapa si Alvian itu. Andai dia tau bahwa dirinya bukan Anak kandung dari Laki-laki yang selama ini sangat di hormati.
Karna ada Rahasia di balik Rahasia, dan Dickylah( pemegang Rahasia besar dalam hidup Arka, Alvian dan Nayla).
"Hayo. Rahasia apa kira-kira?" 🤔🤔🤔
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sambil nunggu Arka Up, yuk baca karya karya keren Kakak-kakak Otor yang lainya 😊.
Tapi jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Mohon dukunganya.
1 Desy Puspita
2 Kak Ariana
3 Kak Ranychan.
4 Nurmay.
__ADS_1