Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Pengantin Baru


__ADS_3

Mengeluh hanya akan


Membuat kita semakin tertekan


Sedangkan bersyukur


Akan membawa kita


Pada jalan kemudahan


(Kata Bos Arka)



Cahaya mentari menembus gelapnya kamar Pengantin baru itu.


Terlihat dua Insan yang masih terlelap dalam mimpinya masing-masing.


Huaaamzz


Nayla membuka matanya dan menyambut pagi dengan penuh cinta, terukir senyum manis dari bibirnya.


Matahari mulai mucul dari ufuk timur.


Nayla mengedipkan matanya berkali-kali


Dan pertama kali yang dia pandang adalah Wajah Arka.


Seseorang yang sudah sah menjadi Suaminya.


Nayla nampak bahagia karna bisa memandang wajah Arka dengan sempurna.


Wajah Arka yang masih terlihat begitu tampan baginya.


"Selamat pagi." Sapa Nayla pada Suaminya yang baru saja membuka mata


"Pagi juga, Nona Nayla," balas Arka dengan mengukir senyum manis dari bibirnya.


Nayla pun mendekati Arka yang masih bermalas-malasan di atas ranjangnya.


"Bangunlah, dan segera mandi !" seru Nayla


"Huuf." Desis Arka dengan nada malasnya


"Kenapa?"


"Nay. Aku lagi malas mandi, kita tidur saja lagi!" pinta Arka pada sang Istri


"Ih dasar gila!" cutus Nayla dan beranjak dari duduknya


Namun lagi-lagi Arka menarik tubuh Nayla secara paksa.


"Kali ini kau tak akan bisa menghindariku!" bisik Arka di telinga Nayla


Brukk


Nayla menepuk Arka dengan bantal guling miliknya.


"Ehh. Nayla semalam kau telah menendang harta karunku. Dan hari ini aku tak akan melepaskanmu!"


Nayla hanya tersenyum geli kala mengingat apa


yang tejadi pada Arka malam tadi.


Karna Paksaan yang Arka lakukan membuat


Nayla dengan refleknya menendang harta Arka


Hingga membuat Laki-laki gagah itu tak mampu berdiri karna ulahnya.


"Maafkan aku, Arka ! Aku tak sengaja melakuknya!" ucapnya sambil tertawa


Arka beranjak dari tidurnya dan segera membopong tubuh Nayla yang kini sedang menertawakanya.


"Ku habisi kau pagi ini! Arka menjatuhkan tubuh Nayla di atas tempat tidurnya


Kini Arka berada tepat di samping Nayla, tanpa basi Arka dengan cepatnya mencium bibir sang Istri berkali-kali dan membuat Nayla cukup sulit bernafas karna ulahnya.


"Pelan-pelan!" ucap Nayla yang membuat Arka tertawa


Arka baru saja memulai Aksinya, iya membuka baju miliknya, hingga Nayla melihat tubuh Arka yang kotak-kotak dengan sempurna.

__ADS_1


Arka pun meraih badan Nayla, dan berusaha susah payah melepaskan __πŸ˜‰


Tok-Tok-Tok


Suara ketukan pintu tiba-tiba dan seketika saja membuat Arka menghentikan Aksinya.


"Siapa?" tanya Nayla


"Ayah. Bangunlah Ayah perlu bicara dengan Arka!" pinta Dicky dari seberng pintu kamar Nayla


"Baiklah, Yah!" Jawab Nayla dengan semangatnya


"Sial.... !" seru Arka dan membuat Nayla tertawa sejadi-jadinya


"Selamat-selamat." Batin Nayla


"Ayahmu mau apa sih, Nay?" ganggu saja upat Arka dengan kesalnya


Nayla hanya membalas senyum atas pertanyaan Arka padanya.


Sementara Arka bergegas mandi dan segera menemui Ayah mertuanya.


____________


"Selamat pagi, Arka?" ucap Dicky dengan senyum sejuta makna


"Pagi juga, Pak Dicky!" jawab Arka dengan nada malasnya


"Akhirnya kamu jadi Menatu saya!" ucap Dicky seraya memeluk badan kekar Arka yang membuat Arka memasamkan wajahnya


"Hahaha. Iya." Jawab Arka dengan datarnya


"Sekarang panggil saya, Ayah dong ya!" seru Laki-laki itu yang membuat lidah Arka sedikit kelu


"Ba-baiklah Ayah." Jawabnya yang masih sedikit canggung dengan sebutan Ayah untuk Laki-laki yang jelas-jelas pernah merusak hidupnya "Sial..! dasar muka dua." Hardik Arka dalam hatinya


"Arka..


"Iya..


"Ada yang perlu ku katakan padamu."


"Silahkan!"


"Lalu?"


"Apa kau tak bisa menolongku? Aku jenuh hanya berada di rumah saja! bisakah kau mengijinkan aku kembali bekerja?" Pinta Dicky kepada Arka


"Cihh. Sudah kuduga, dia pasti sudah merencanakan sesuatu untuku. Ya tapi baiklah aku akan menghadapinya, kita lihat saja apa yang akan ku lakukan!" gumam Arka dalam hatinya


Dicky pun mengungkapkan semua permintaanya kepada Arka, bukan hanya itu Dicky pun menasehati Arka tentang bagai mana caranya menjadi Suami yang baik dan benar.


"Ah sial. Dia malah ceramah, idup aja belum lurus sok nasehati saya! Duh mendengar semua ucapanya mebuat kepala saya rasanya ambyar semua!" omel Arka dengan mengrutkan wajah tampanya


"Menginaplah satu malam lagi disini?" pinta Dicky


"Ya baiklah!" jawab Arka dan segera berlalu dari hadapan Ayah Nayla.


________________


Malam pun tiba, Arka memandangi sosok Nayla yang kini berada di hadapanya.


Nayla benar-benar sempurna rambutnya yang terurai panjang, bibirnya yang merah merona benar-benar menambah kecantikan Nayla yang paripurna.


"Astaga. Wanitaku ini benar-benar membuat denyut jantungku berlari-lari. Dia cantik sekali!" puji Arka dengan kesempurnaan Nayla. Wanita yang baru 24 jam saja di nikahinya.


"Sayang..!" bisik Arka di telinga Nayla.


"Iya." Nayla masih sibuk dengan menyikat rambut lurusnya.


"Boleh ya!" pinta Arka


"Iya...


"Haahhh..


Tanpa fikir panjang Arka dengan sigapnya mengangkat tubuh Istrinya dan meletakan di atas ranjangnya.


"Aku boleh cium ya?" tanya Arka


"Lebay

__ADS_1


"Loh kok lebay?"


"Bukankan sebelum menikah, anda sudah berkali-kali mencium saya!" omel Nayla dengan kesalnya


"Oh suka yang di paksa-paksa ini kayaknya?"


"Kayak judul Novel saja di paksa-paksa?


Hahaahahahahaha.


Keduanya pun larut dalam tawa yang menggema. Rasa bahagia benar-benar menyelimuti hati mereka.


Kini Arka benar-benar memeluk tubuh Nayla dengan sempurna.


Dikecup bibir Istrinya dengan begitu lembutnya.


Ini benar-benar luar biasa, membuat Pengantin baru itu tenggelam dalam manisnya cinta.


"Kau sempurna." Bisik Arka


"Terima kasih..


"Aku mencintaimu.


"Aku pun begitu


Nayla tenggelam dalam pelukan Arka, kini keduanya telah resmi menjadi Suami Istri yang sesungguhnya.


Arka berkali-kali terlena akan serangan yang Nayla berikan.


Dekapan sentuhan benar-benar membuat Arka gemetaran.


Berikan yang terbaik, apa pun yang kau bisa


Tak perlu menjadi yang sempurna, karna yang bereda itu yang menjadikanmu Istimewa


(Cinta Arka) .


________________


Kring-Kring-Kring


Ponsel Arka berdering,


Dengan malasnya Arka berajak dari tempat tidurnya, sementara Nayla masih terjaga.


Arka mengambil Ponsel miliknya di atas meja tak jauh dari ranjangnya.


"Hallo. Ada apa?" seraya menahan kantuknya


"Yak ampun Pak Bos. Ada apa dengan suaramu. Kenapa kau terdegar sepeti orang yang tengah lelah?" Tanya Tama


"Ah jangan sok polos anda ! O ya, lagi pula ada urusan apa kau menelponku pagi-pagi sekali?" cetus dan tanya Arka kepada Tama.


"Aku minta kau hari ini mulailah masuk kekantor ya?" seru Tama yang tentu saja membuat Arka penasaran karenanya


"Ada apa? banyak masalahkah di kantor kita?" Arka semakin heran saja


"Ya. Karna sudah hampir dua hari ini, Alvian datang kekantor bahkan di melakukan hal-hal yang membuat Kariawan kantormu kesal dengan ulahnya."


"Hahh. Alvian?"


"Iya...


"Sialan. Ya nanti aku akan Kekantor sekaligus memperkenalkan, Nayla kepada mereka semua!


"Ya Baiklah." Jawab Tama dengan nada malasnya lalu mematikan sambungan telponya.


Sementara Arka masuk kembali kedalam selimut milik sang Istri. πŸ˜‰πŸ˜‰




πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


**🌺Jangan lupa tinggalkan jejak ya🌺


Mari saling mendukung buat semuanya


Like + Koment + Rate + Vote yaπŸ‘ŒπŸ˜‰πŸ€—

__ADS_1


🌺Terima kasih🌺**


__ADS_2