Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Sama-Sama Tak Ada Ahlak (Impas )


__ADS_3

JALANI HIDUP INI


DENGAN PENUH KEGEMBIRAAN


JANGAN MEMPERBANDINGKAN


HIDUP KITA DENGAN ORANG LAIN


SEBAB HIDUP ADALAH PERJALANAN


BUKAN PERTANDINGAN.


(Tetaplah berbuat baik)


(Meski kebaikanmu tak akan)


(Di balas dengan orang itu)


(Perayalah. Akan ada orang yang baik)


(Yang akan membalas kebaikanmu)


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷



Tama sedikit mengerutkan wajahnya, saat mendapati Ranty Yoona tengah sibuk berbincang melalui sambungan Ponselnya.


Wanita itu tampak begitu semangat dan bahagia, hingga sedikit mengabaikan keberadaan Tama di sampingnya. Berkali-kali Tama menghentakan kakinya di lantai, berharap Ranty akan menyadari kekesalanya. Namun entah mengapa Ranty nampak tak perduli atau mungkin dia justru sengaja membuat Tama kesal dan marah.


Bruk.


Tama menepuk meja dan beranjak dari duduknya. Ranty bukan heran dengan ulah Tama, Wanita itu justru tertawa.


Dengan sigap Tama melangkah untuk pergi, namun saat Tama akan meninggalkan Ranty.


Wanita itu dengan cepat menangkap tangan Tama yang sedari tadi memang kesal dengan sikapnya.


"Apa kau cemburu?" tanya Ranty tanpa ragu.


"Aku. Cemburu." Tama terlihat begitu malu


"Iya. Kamu," Ranty sedikit mengedipkan matanya. Hal itu sontak saja membuat Tama salah tingkah


"Ti_tidak, aku tidak cemburu, untuk apa aku cemburu. Pada Wanita yang jelas-jelas sudah memiliki kekasih," jelas Tama sedikit gugup seraya menggigit ujung bibirnya.


"Hahahahahahahahahah. Ranty tertawa sejadi-jadinya. "Aku, punya pacar. Hah! Kata siapa? sok tau kau Tama." Kekehnya


"Tadi, yang kau hubungi, dan membuatmu tak ingat jika sedang bersamaku," Tama semakin nampak malu-malu.


Cup.


Ranty mendaratkan ciuman di wajah Tama yang cukup Tampan. Hingga membuat Laki-laki itu salah tingkah jantungnya berdetak tak seirama.


Tubuhnya bergetar, perasaanya berdebar. Dirinya bagai mimpi. Sebab ini kali pertama Tama di cium seorang Wanita.


"Astaga. Hatiku!" batin Tama


"Aku mencintaimu." Ucap Ranty membuat Tama semakin salah tingkah


"A_aku.." Ucapan Tama terhenti karna Ponselnya tiba-tiba saja berdering.


Tama menatap kesal layar ponselnya, saat mendapati Nama Arka yang menghubunginya.


Dengan cepat Tama mematikanya. Tanpa perduli ada hal apa Arka menelpon dirinya.


"Dasar pengganggu." Tama menggerutu.


Ranty menggengam tangan Tama, dan mengajaknya ke suatu tempat. Tama semakin tak mengerti dengan perasaanya kini. Ranty benar-benar membuatnya jatuh hati.


Bahkan dia mengikuti kemana saja Ranty membawanya. Tanpa mengalihkan pandangnya ke tangan miliknya yang kini di genggam erat oleh Ranty Yoona.


Sampailah keduanya di sebuah taman bunga, walau sebenarnya tu taman kagak ada bunganya yang ada bunga rumput 😁.


Tama semakin tak mengerti dengan apa yang akan di lakukan Ranty saat ini. Keduanya duduk di sebuah kursi tanpa sinar cahaya kecuali sinar Bulan purnama.(Anggep aja lagi bulan purnama)


"Apa kau mencintaiku?" Tanya Ranty lagi

__ADS_1


Tama tersenyum seraya menunjukan barisan giginya yang putih dan begitu rapi.


"Jika kau mencintaimu, boleh aku minta sesuatu?


"Apa?" Tama terlihat penasaran.


"Bisakah kau menciumku?"


"Haaahhh. Benarkah?" senyum Tama yang sangat bahagia.


"Iya." Tegas Ranty tanpa basa basi.


Tama memulai aksinya, di bawah remang-remang cahaya sinar bulan purnama. Tama mengawalinya dengan menggengam erat Tangan Ranty. Dan semakin mendekatan wajahnya. Kini mereka saling berhadapan. Wajah Ranty dan wajah Tama hanya berjarak 5 CM saja.


.


.


.


Kring


Kring


Kring


Tiba-tiba ponsel Ranty berdering. Ranty menautkan kedua alisnya, ternyata ada Nama Arka di layar Ponselnya.


"Sepertinya, ada yang sangat penting. Sampai-sampai, Pak Arka menelponku juga," ucap Ranty Yoona.


"Haaah. Entahlah." Jawab Tama dengan nada kesalnya.


"Bolehkah, aku mengangkatnya?"


"Terserah," Tama semakin kesal saja.


Ranty dengan cepat mengangkat panggilan dari Arka.


"KALIAN DIMANA_____?" pekik Arka dari seberang Ponselnya. Membuat Ranty cukup terkejut mendengarnya. Bahkan Tama ikut heran dengan expresi wajah Ranty Yoona.


"Aku sedang ada di Taman. Ada apa?" ucap Tama dengan nada tingginya.


"Astaga. Apa aku mengganggumu?"


"Menurutmu?"


"Kasihan. Deh kamu," hardik Arka tanpa ragu.


"Cih. Sial kau Arka.


"Hahahahahahahaha." Tawa Arka menggema.


"Diamlah. Ada apa kau menelponku?"


"Hihi. Baiklah, sebelumnya aku minta maaf dulu ya, jika mengganggu waktumu denganya. Tapi ada satu hal yang cukup penting dan aku tak bisa melakuknya."


"Sekarang?"


"Iya.


"Sepenting itu?


"Iya.


"Baiklah aku akan segara pulang kerumah.


"Terima kasih, Tama. Sahabatku tercinta." Suara Arka yang cukup sopan dan ramah. Lalu memutuskan sambungan ponselnya.


"Sepertinya Arka sedang sadar," ucap Tama


"Kenapa?"


"Dia terdengar cukup sopan dan ramah." Jelas Tama.


"Baguslah.


Tama pun mengantarkan Ranty pulang kerumahnya walau ada rasa kesal di benaknya karna dia gagal mencium Ranty Yoona. Sementara Ranty hanya tersenyum geli, dia sadar sekali, apa yang ada di benak Tama saat ini.

__ADS_1



__________________


Setelah mengantarkan Ranty pulang ke rumahnya. Tama segera pulang juga untuk menemui Arka.


Sesampainya di rumah. Tama mendapati Arka tengah sibuk dengan beberapa berkas yang ada di meja. Dengan sigapnya Tama segera mendekati Arka. Yang nampak fokus dengan setumpukan berkas di hadapanya


"Arka. Ada masalah penting apa, sampay kau memintaku segera pulang?" Tama bertanya seraya menatap Arka yang tak sedikit pun memandangnya. Entah terlalu sibuk atau sengaja. Ya itu semua terserah Arka😁.


Arka menyodorkan uang selembar berwarna merah, dan membuat Tama menatap heran ke arahnya.


"Untuk apa ini?" tanya Tama lagi


"Belikan aku, Nasi kotak tiga, satu buatmu, satu buatku dan satu lagi buat Nayla. Di dapur tidak ada makanan sama sekali, Rany tak bekerja lagi sedangkan Istriku tengah hamil muda, katanya dia males ketemu kompor, takut di ledek dia kayaknya sama tu kompor." Jelas Arka tanpa menatap wajah Tama.


Mendengar seruan Arka, membuat Tama kesal bukan main, kini dirinya berada dalam emosi yang luar biasa.


Brak.


Tama menepuk meja yang di penuhi kumpulan berkas penting Arka. Hingga membuat Arka menatap nanar ke Arahnya.


"Tama. Apa yang kau lakuan. Hah? ini berkas pentingku. Coba lihat! Sebagian terkena tinta pena karna ulahmu, Tama. Ini berkas kerja sama Prushaanku dengan beberapa rekan kerjaku.


"Haah. Memang siapa yang mau kerja sama denganmu, Arka?" cela Tama.


"Cih. Gila kau ya. Bisa-bisanya kau menghinaku Tama." Omel Arka seraya memanyunkan bibir sexinya


Arka menunjukan beberapa berkas dan tertera beberapa Nama di sana, William Salim, Abima Raka Wijaya, dan Leon Maleva. Tama membaca nama itu dengan seksama.


"Hadehh. Aku tak yakin mereka akan betah memiliki rekan kerja sepertimu Arka." Hardik Tama.


"Hiihhh. Diamlah, aku rasa mereka ingin bekerja denganku, karna mereka tau aku memiliki rekan kerja sekelas Tuan Xavier." Bisik Arka tertawa


"Hahahahah. Percaya diri sekali anda ya, dari mana anda tau, kalau Tuan Vie mau bekerja sama denganmu,


"Cihh. Hentikan tawamu! Apa kau tidak tau, bahwa aku dan Tuan Vie akan selalu tolong menolong dalam hal apa pun. Benar. Aku dan dia sudah berjanji untuk tetap bersahabat walau berbeda Negara." Tegas Arka.


"Eleeehh sok suitnya!" Hardik Tama lagi di iringi Tawa yang membuat Arka kesal terhadapnya.


Arka yang kesal meninggalkan Tama masuk kedalam kamarnya. Tanpa makan Nasi Kotak yang di inginkanya (Kelaparan tuh ArkaπŸ˜‚)


.


.


.


"Hahahahahaha. Satu sama." Batin Tama tertawa.


Benar. Karna Tama puas Arka tak mendapatkan Nasi kotaknya sementara dirinya. Tak mendapatkan ciuman Ranty Yoona😁.


___________________________


(Intinya mereka berdua sama-sama gak ada Ahlaknya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚Arka juga! Repot amat jadi Manusia, sekarangkan apa-apa tinggal pesan On Line. Aman, Hadeh Ribet deh ah ah ah. Maaf ya. Gak panjang, tangan lagi kesleo, kebanyakan ngetik😊)



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


🌻Next Episode Arka akan collab dengan beberapa Novel ternama.


Nantikan kegesrekan para Bos-Bos besar saat bertatap wajah langsung dengan Arka Aditama.


🌻Coba Anda bayangin, apa yang akan terjadi kalau Xavier. Leon. Raka dan William jumpa satu ruang dan Arka yang mengundang mereka.


Yakinlah. Mereka akan ikut Gesrek juga.


🌻Kan suka-suka saya, yang nulis juga saya.


Maafkanlah kegesrekanku ya. Mom Ay fie. Kak Ranty. Kak Desi dan Kak Tika πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


🌻Bye semua.


Jangan lupa Like vote koment ya.


🌻Salam AmbyarπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2