
Aku hanya perlu tau keburukanmu.
Tapi tak berniat membalasmu.
Karna aku percaya. Suatu saat nanti
Kau juga akan merasa sakit yang sama.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Arka menatap nanar ke arah Aryan yang terluka, dengan sigapnya Arka membalut luka sang Adik dengan bajunya.
"Tama. Cepat siapkan mobil, kita harus kerumah sakit!" seru Arka panik.
"Baiklah." Jawab Tama singkat saja dan secepat kita melangkahkan kakinya.
"Kak Tama. Berhentilah!" seru Aryan dan membuat Tama seketika menghentikan langkahnya.
"Aryan, ada apa? kau terluka, dan harus segera di obati!" tegas Arka heran seraya menatap tajam wajah Aryan.
Tanpa fikir panjang lagi, Arka yang terlalu panik membopong paksa sang Adik agar mengikuti keinginanya. Tanpa sadar bahwa tubuhnya sendiri di penuhi luka.
Nayla hanya terdiam, tak ada yang bisa dia lakukan, semua keributan ini terjadi karna rahasia keluarga Arka yang melibatkan Ayahnya.
.
.
"Awwww...." Desis Arka saat akan melangkah di karnakan pecahan kaca yang juga melukai kakinya.
Namun Arka tak perduli, dia tetap menahan rasa sakitnya, agar bisa membawa Aryan yang sedang terluka.
.
.
"Hentikan______ !" teriak Aryan menggema dan membuat Arka cukup terkejut dengan apa yang dilkukan Adiknya. "Aku mohon jangan selalu menganggapku sebagai anak kecil, aku sudah dewasa dan aku sudah tau apa artinya luka, aku mohon fikirkanlah dirimu sendiri!" tambah Aryan lirih dengan raut wajah sedih menahan rasa yang teramat perih.
Semua terdiam termasuk Arka, dia hanya menundukan kepalanya bahkan Arka heran mengapa Aryan mengatakan hal itu padanya.
"Arka. Ayo kita obati lukamu, aku juga akan mngobati luka Adikmu!" pinta Nayla tanpa ragu
Arka mengangguk tanda setuju dengan permintaan Istrinya itu.
ββββββββββββββ
Aryan dan Arka duduk berjajar di kursi yang sama, Nayla membersihkan luka keduanya dengan seksama.
Tama membantu Nayla dengan menyiapkan semua yang di butuhkan.
"Dasar Gotot Kaca!" Hardik Tama yang membut Arka mengerutkan dahinya
"Cih. Diamlah ! Ini bukan saatnya untuk bercanda.
"Ah, siapa juga yang akan bercanda dengan orang pemarah sepertimu ! Ngeri kali aku. Bisa-bisa nanti aku, kau bunuh." Canda Tama yang membuat Arka semakin kesal di buatnya
"Awas kau ya! jika aku sudah sembuh akan kupecat kau tanpa hormat!"
"Kau akan memecatku. Yakin?" Hardik Tama dan membuat wajah Arka memerah.
"Tamaaaaaaa____" pekiknya
Nayla dan Aryan mengukir senyuman, mereka cukup bahagia karna Tama mampu mencairkan suasana.
"Kak Tama!" panggil Aryan
"Ya..
"Bisakah kau berjanji padaku?"
"Apa?"
"Jangan pernah tinggalkan si Gatot Kaca sampai kapan pun ya!" pinta Aryan penuh makna
"Ah. Aku tidak janji ya! jika aku naik gaji setiap bulan, baru aku akan bertahan!" cetus Tama tertawa dan di iringi pula tawa Aryan dan Nayla
"Ogaahhh!" cetus Arka
__ADS_1
"Ya sudah..
Hahahahahahahahahahahahah mereka larut dalam tawa, hingga suasana suram menjdi sedikit ceria.
βββββββ
Arka merebahkan tubuh lelahnya, begitu pun Aryan yang sudah beristirahat di kamarnya.
Nayla menatap wajah Suaminya, membuat Arka mengukir senyum tipis di bibirnya.
"Kemarilah! pinta Arka
Nayla medekati Arka dan duduk di sisi ranjangnya. Nayla hanya terdiam tak ada kata yang dia ucapkan kecuali senyum kelu dari wajahnya itu. Hanya Nayla yang tau, isi hati dan perasaanya saat ini.
"Apa kau tak merindukanku?"
"Merindukan apa? kita, kan setiap hari bertemu,"
"Bercinta denganku."
"Ah kau Arka, dalam keadaan terluka masih saja memikirkan tentang bercinta. Persis seperti Novel yang kubaca.
"Yang mana?"
"Itu. Si Bara sama Chika,"
"Yang ada Ardinya?"
"Iya. Yang mukanya mirip-mirip kayak kamu gitu.
"Halah ! Gantengan aku kemana-mana."
"Hemmm. Asemmm___!" cetus Nyala dan membuat Arka tertawa sejadi-jadinya.
.
.
HAAP
"Enak?" tanya Nayla
"Iya, mau lagi dong!"
"Mau apa?"
"Cium bibirnya!"
"Ogaaahhh.....!" jawab Nayla sambil tertawa
"Ihh. sial ! Kau yang mulai kau pula yang mengakhiri." Omel Arka kesal
Sementara Nayla sudah lenyap dari hadapanya dan lenyap entah kemana.
_______________________
βββββββββ
Kring
Kring
Kring
Ponsel Tama berdering.
"Hallo?" sapa Tama seraya tersenyum penuh makna saat mendapati Nama Ranty Yoona di layar ponselnya
"Siang, Pak Tama, kenapa sudah siang begini anda dan Pak Arka belum sampai Kantor juga?"
"Ada apa? maaf aku dan Arka tak bisa kekantor hari ini, Arka sedang ada masalah dan ada sedikit musibah menimpanya. Jadi tolong urusi semua urusan kantor ya!" seru Tama
"Baiklah, Pak Tama, tapi bisakah saya meminta pada anda agar membatalkan pertemuan dengan Pak Raka!"
"Kenapa?"
__ADS_1
"Saya malas jika harus berhadapan langsung denganya, saya belum siap Pak Tama, hati saya masih terluka karna dia menikah dengan Wanita pilihan Orang Tuanya!" jelas Ranty Yoona yang membuat Tama semakin iba denganya
"Baiklah, akan aku usahakan ya. Oh ya Ranty tolong jangan panggil saya Pak ya ! sepertinya kita seumuran saja..
"Hahahahaha. Ya ya ya. Baiklah Tama!" jawab Ranty tertawa yang membuat Tama cukup geli mendengarnya.
"Bahkan tawanya saja, menggetarkan jiwaku!" batin Tama seraya menggigit bibir merahnya.
Sementara Ranty sudah mematikan sambungan Telponya tanpa mengucapkan salam penutupan kepada Tama.
"Astaga. Cantik-cantik gak ada Ahlaknya!" gumam Tama sambil tertawa, terlihat jelas gurat bahagia di wajahnya. "Ahh. Mana mungkin aku jatuh cinta pada wanita yang belum aku kenal lama!" ucap Tama dalam hatinya.
___________________________
ββββββββββββ
Arka masih tetap diam di kamarnya, bosan sudah pasti di rasakanya, tapi apalah daya kaki dan tanganya masih terluka. Tak ada yang bisa di lakukan Arka kecuali menikmatinya.
.
.
"Arka..." sapa Nayla tiba-tiba
"Ada apa?" Arka sedikit heran melihat exspresi Nakal dari senyum Istrinya.
"Aku punya sesuatu untukmu!"
"Apa itu?"
"Tara..." cetus Nayla seraya menunjukan benda yang ada di tanganya
"Hahhh. Kaca mata. untuk apa? itukan Wanita yang memakainya, mau tarok dimana mukaku ini Nayla? jika aku yang memakainya, nanti semua orang mengira aku punya gunung kembar sama seperti Wanita!" omel Arka
"Isshhh. Arka ! siapa juga yang menyuruhmu menggunakan ini."
"Terus?"
"Ya. waktu itu kan, kau memintaku untuk tampil sexi saat bercinta denganmu, aku rasa ini solusinya!" jelas Nayla
"Ya ampun Nayla, lebih sexi jika aku bisa menatapnya dengan sempura tanpa ada apa pun yang menghalanginya!" jawab Arka
"Ahh Arka. Kau benar-benar tak menghargai usahaku ya ! apa kau tau berapa harga kaca mataku ini?"
"Berapa?
"500 juta...
"Haaaahh. 500 juta? ahh murah. segitigaku harganya 700 juta." Balas Arka
Hahahahahahahaha
Nayla dan Arka tertawa bersama mereka seperti sedang meredam masalah, dengan semua ujian yang sedang mereka hadapi bersama.
"Semoga, candaku. Mampu menghapuskan sedikit luka di hatinya!" batin Nayla seraya menatap Arka yang masih tenggelam dalam Tawanya.
Hidup terkadang tak berjalan sesuai keinginan
Tak jarang Tuhan membelokan kita kejalan yang suram dan penuh tantangan.
Karna Tuhan ingin menjunjukan, bahwa sesuatu yang berharga, tidak akan pernah datang dengan mudah.
Jadi apa pun yang terjadi, tetaplah hadapi dan jangan sembunyi, tertawa dan tersenyumlah walau hati sedang terluka.
(Motifasi jiwa Arka dan Nayla) .
π·π·π·π·π·π·π·
**Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
Budayakan Like sebelum membaca π.
serta Rate + Vote semampu anda.
Mari saling mendukung, semoga kita semua akan sukses sama-sama.
Semangat kawan-kawanku semua.
__ADS_1
Mari kita hadapi, hidup yang tak seindah realita ini, (Ehhhhh otornya malah curhat efek lagi galau, maaf ya semuanya ππ)
π»Terima Kasihπ»***