
Di depan Vano tidak ada yang mengomentari tentang kedekatan Vano dan Ai yang tiba-tiba, namun di belakangnya sudah muncul rumor bahwa usaha Ai selama ini untuk mendekati Vano akhirnya berhasil. Tidak hanya itu, mereka juga menyayangkan betapa buruk perlakuan Ai terhadap Kakak kandungnya sendiri yaitu Angela. Yah, karena semua orang tahu bahwa Angela dan Vano adalah sepasang kekasih. Ditambah ada desas-desus yang mengatakan jika mereka berdua sudah sampai di tahap pertunangan. Nah, jika seperti ini maka siapa yang akan tahan melihat sikap tidak tahu malu Ai yang selama ini dengan gila mendekati Vano?
Sebagai pengamat saja mereka bisa membayangkan betapa terluka hatinya Angela selama ini, Hem.. mengahadapi tingkah laku sang adik yang kurang ajar orang bodoh manakah yang bisa menahannya?
Mereka benar-benar tidak habis pikir betapa murah hati Angela kepada sang adik, Hem.. sejujurnya Angela memang gadis yang paling pantas untuk bersanding dengan Vano. Mereka sama-sama dilahirkan dari keluarga yang baik dan terpandang, sudah begitu mereka berdua adalah orang yang sangat berprestasi di sekolah. Ah, jangan lupakan betapa sempurnanya tampang mereka, yah.. semua orang tidak akan mengatakan sesuatu yang buruk jika Angela dan Vano bersama.
"Aku pikir Angela adalah gadis yang penyabar." Mea menatap tidak suka dengan kehadiran Ai di sela-sela anak OSIS.
Nunung yang ada di sebelahnya tanpa ragu menganggukkan kepalanya menyetujui, "Yah, siapapun juga tahu Angela adalah orang yang penyabar jika melihat hal ini." Ucap Nunung tidak berdaya melihat betapa perhatiannya Vano di seberang sana kepada Ai.
__ADS_1
"Angela terlalu lembut kepada Ai, jika itu adalah aku maka bersikap terlalu lembut seperti ini bukanlah jalan keluar. Aku akan memberikannya sebuah balasan yang setimpal agar ia mengerti jika perasaannya tidak bisa dipaksakan kepada Vano." Geram Mea tidak tahan melihat betapa tidak tahu malunya Ai selama ini masuk ke dalam hubungan Kakaknya.
Apakah tidak pernah terbesit sama sekali di dalam otaknya jika Angela pasti tidak akan nyaman, atau pernahkah ia berpikir jika Vano tidak akan pernah membalas cintanya?
Menurut Mea justru Vano mungkin merasa muak dengan kelakuan Ai selama ini ketika ada disekitarnya.
"Yah tapi masalah kamu bukan Angela sehingga Ai di sana bisa bergerak leluasa. Lihat saja ia sekarang, kepalanya semakin besar ketika Vano memberikan perhatian kepadanya. Padahal sudah jelas-jelas jika itu hanya sandiwara Vano saja, ia tidak ingin mengecewakan perasaan Angela!"
"Ya, lagipula laki-laki mana yang akan jatuh cinta kepada Ai. Secara ia kan lahir cacat jadi hidupnya pasti tidak terpuaskan. Karena tidak ada yang meliriknya maka jadilah ia melirik tunangan Kakaknya dan memutuskan untuk mengejar Vano. Hah.. jika dipikir-pikir Ai sangat menyedihkan." Mea tidak tahu harus mengatakan apa kepada tingkah sok polos Ai, ia hanya menggambarkannya sebagai manusia yang lahir cacat.
__ADS_1
Lihat saja badannya yang ramping dan tipis seperti perempuan padahal sejatinya ia adalah laki-laki. Apalagi suaranya yang lembut dan ringan, itu terdengar sangat menjijikkan. Itulah mengapa ia mengatakan jika Ai adalah produk yang lahir cacat.
"Ah..kau salah Me, di jaman sekarang ini-"
"Udah, gibah nya ditunda dulu. Entar makan siangnya keburu dingin lagi, apa enggak sayang tuh." Suara malas Dodi menginterupsi percakapan mereka. Meskipun kesal acara mengobrol mereka ditunda namun mereka tidak bisa mengatakan apa-apa karena seperti yang Dodi bilang makan siang mereka terlalu berharga.
Apalagi saat ini masih gerimis kecil-kecil sehingga alangkah sayangnya jika makanan ini dibuang, yah.. tentunya mereka juga lapar setelah perjalanan jauh jadi makan di saat-saat cuaca begini itu sangat menyenangkan.
"Entar lagi deh soalnya aku juga lapar, pengen makan yang anget-anget kayak gini." Putus Nunung lebih memikirkan kondisi perutnya. Ia menarik nasi kotak dari sekolah yang terasa masih hangat dan menggiurkan.
__ADS_1
Mea juga sependapat jadi dia hanya menarik nasi kotaknya dengan kepala yang terus saja mengangguk ringan.
Mereka benar-benar kelaparan!