
"Vano, ini sudah cukup." Ai menolak sendok Vano dari nasi kotaknya karena sedari tadi ia selalu menumpuk berbagai macam lauk ke dalam nasi kotak Ai.
Makanan mereka sama dan tentu saja lauknya sama, tapi mengapa Vano selalu keras kepala memasukkan lauk-pauknya ke dalam nasi kotak Ai?
Ini...memang sangat menyenangkan namun Ai belum tentu bisa menghabiskan semua itu.
"Menurut ku ini masih kurang." Gumam Vano menimbang tumpukan lauk yang sudah ia berhasil kumpulkan di dalam nasi kotak Ai.
"Serius, aku akan kesulitan saat menghabiskannya nanti." Keluh Ai memberi tahunya. Ai sungguh kesulitan menghabiskannya karena biasanya aku makan tidak sebanyak ini.
Ia mengalihkan pandangannya, menatap Ai dengan pandangan yang tidak Ai mengerti. "Baiklah, sekarang makanlah makanan mu. Aku tidak akan memberikan mu apapun lagi." Putus Vano setelah mengingat jika Ai memang bukan pemakan yang besar. Seperti tubuhnya yang kecil, Ai juga makan sangat sedikit jadi wajar saja Ai akan kesulitan untuk menghabiskan semua ini.
"Kamu minum ini saja, lebih sehat." Vano mengambil botol dari dalam ranselnya dan menyerahkannya kepada Ai yang sudah mulai makan sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Ai dengan ragu mengambil botol bening tersebut dari tangan Vano. Ia perhatikan jika di dalam botol tersebut bukan air bening melainkan air yang berwarna agak coklat dengan sesuatu yang terlihat seperti bunga mengambang di dalamnya.
Menelan kunyahan nya, "Apa di dalamnya ini bunga?" Tanya Ai tidak yakin karena seumur hidupnya ia tidak pernah melihat minuman yang seperti ini. Apa Vano tidak sengaja memasukkan bunga kering ke dalamnya?
Vano yang baru saja memasukkan nasi ke dalam mulutnya merasa tidak terganggu dengan pertanyaan polos Ai, "Ya, itu adalah bunga Rosella. Ini sangat baik untuk kesehatan jika dikonsumsi, terutama buat kamu yang sering sakit." Jawab Vano setelah menelan makanannya.
Ai yang baru tahu jika ada bunga yang bisa dijadikan minuman seperti ini tidak tahu lagi membuka tutup botol. Baginya apapun yang Vano berikan akan sangat baik untuknya dan Ai tidak ragu akan hal ini.
"Rasanya sedikit asam." Gumam Ai setelah menyesap minuman tersebut.
"Tidak, ini juga sedikit manis jadi rasanya benar-benar menarik." Tambah Ai lagi menyempurnakan penilaiannya. Rasanya memang asam dan sedikit manis jadi ini sangat cocok untuk orang yang tidak terlalu suka minuman manis.
Ai tanpa sadar mulai menyukainya.
__ADS_1
"Suka?" Tanya Vano berharap.
Ai dengan jujur menganggukkan kepalanya, "Ya, aku menyukainya." Terutama kamu.
Sayangnya, kata terakhir hanya bisa Ai katakan dari dalam hatinya. Ia tidak ingin merusak hubungan ini dengan Vano karena meskipun ia tahu Vano adalah milik Kakaknya hati kecil Ai selalu berontak bahwa biarkan saja semuanya seperti ini.
Toh, ia juga akan merasakan sakit jika tidak bersama Vano maka biarkan saja seperti ini dulu. Sampai batas Ai sudah tidak sanggup lagi menanggung sakit ini, sampai waktu dimana takdir sudah tidak memberikan jalan apapun untuk Ai melihat sosok tampan Vano.
Vano adalah alasan ia bertahan di sini, jika waktu itu datang ketika Vano bersanding dengan Angela secara resmi maka seketika itu pula Ai akan benar-benar menghilang dari kehidupan mereka. Entahlah, jika rasanya benar-benar putus asa maka Ai pikir menghilang dari kehidupan adalah jalan satu-satunya. Tapi, masih ada Kakek dan Neneknya yang selalu menyayanginya di kampung.
Oleh karena itu, jika..jika usia Kakek dan Neneknya masih panjang maka Ai ingin menghabiskannya bersama mereka. Namun jika.. mereka pergi meninggalkan dunia ini lalu apa lagi yang bisa menyokong kehidupan Ai?
Jika mereka benar-benar pergi maka di saat itulah Ai kehilangan alasan untuk apa ia bertahan hidup. Ia akan sendiri tanpa harapan jadi mengapa ia harus melanjutkan hidup?
__ADS_1
Hem, Ai tidak akan ragu mengikuti kedua orang itu karena percuma saja ia hidup. Bagi semua orang ia tidak lain hanyalah seorang monster dan parasit yang mengganggu, Ai tidak ingin mengacaukan kehidupan damai orang lain.
"Ai, kamu kenapa?" Vano tidak tahu mengapa Ai menjadi bersedih seperti ini karena sebelumnya ia baik-baik saja.