
Di sebuah apartemen mewah seorang cowok masih tidur telungkup masih dengan selimut yang menutupi tubuhnya, menandakan tidurnya yang nyenyak tidak merasakan hari yang sudah semakin siang. Bunyi nyaring suara handphone mengganggu tidurnya. Dengan muka bantalnya Kenzou mengambil handphone yang ada di atas nakas. Dilihatnya kontak nama yang menghubungi nya.
" Bos. " kedengaran suara Donny di telinganya.
" Hemm.. " Kenzou menjawab sekenanya.
" Hari ini katanya mau ke mall, bukannya mau membelikan handphone buat nona Lovy, Bos?". Kenzou yang baru mengumpulkan separuh nyawanya menggeram merasa tidurnya terganggu. Siapa yang bilang mau ke Mall batinnya.
" Lo yang belikan, bukannya sudah jelas omongan gue tadi malam? . " Kenzou bergerak dari ranjang sambil berjalan ke jendela membuka tirai kamarnya.
" Iya jelas, tapi kan itu handphone buat nona Lovy gue gak tau merk apa yang mau di beli. Ayolah Bos pilih sendiri. " Donny memujuk Kenzou.
" Donny Gilang Pratama.." Kenzou dengan suara beratnya mengingatkan Donny. Donny yang segera paham maksud Kenzou mengatupkan bibirnya langsung.
" Iya.. iya.. jadi gue pergi sendiri nih. " Donny masih juga bertanya. Padahal paham tapi pura-pura gak paham.
" Kesini sekarang 15 menit harus sudah nyampe. " Kenzou mengultimatum Donny.
" Okaaay Bos, siap laksanakan. " Donny langsung mematikan handphonenya.
__ADS_1
Kenzou meletakkan handphonenya kembali ke nakas. Berjalan mendekati kulkas mini yang ada di kamarnya meminum air putih dingin menyegarkan tenggorokannya. Berjalan ke meja nakas kembali mengambil laptopnya. Kemudian menuju balkon kamarnya. Kenzou membuka pintu balkon dan duduk di sofa yang ada di balkon sambil membuka laptopnya. Sebentar membuka laptopnya untuk mengecek email yang masuk. Setelah itu menutup kembali laptopnya. Kenzou melihat pemandangan langit yang biru cerah berawan putih sangat cerah seperti hatinya. Kenzou menerawang mengingat kejadian tadi malam. Tanpa disadarinya ia tersenyum. Senyum yang jarang diperlihatkan ke orang lain terutama orang yang tak dikenalnya. Hati Kenzou membuncah membayangkan bibir merah Lovy yang tadi malam entah kenapa bisa membuatnya berani melakukan kecupan ke gadis yang baru beberapa minggu dikenalnya. Kenzou bukan seseorang yang bisa menunjukkan ekspresinya. Kenzou seorang cowok yang pendiam, sosok yang sulit ditebak hatinya. Bukannya tidak ada cewek yang mencoba mencari perhatiannya di kantor atau pun di luaran sana. Kenzou sosok yang bikin cewek penasaran dengan auranya yang selalu menawan meski jarang diliat senyumnya. Pikirannya masih melayang jauh ke depan. Melamun. Tanpa disadarinya pelan-pelan Donny melangkah di belakangnya. Donny bisa masuk ke apartemen Kenzou karena dia diberikan akses oleh Kenzou untuk bisa langsung menemui Kenzou di apartemennya.
" Woi Bos.. ". Donny mengagetkan Kenzou yang sedang asyik melamun. Kenzou yang sedang melamun tidak merasa kaget di liriknya sekilas Donny.
" Gue udah datang nih.. Gak nyampe 15 menit malah, ehh yang suruh datang malah melamun gak jelas. " Donny dengan mulut beracunnya berjalan ke depan ke pinggiran dinding balkon.
" Gaji lo dipotong separuh bulan ini. " Kenzou tanpa melihat ke Donny mengingatkan Donny.
" Yaahh..si Bos, jangan gitu donk, mo makan apa nanti gue kalo di potong. " Donny seperti orang kesusahan saja. Donny dengan wajah memelasnya membalikkan badannya ke arah Kenzou.
Bunyi handphone Kenzou di dalam kamar berbunyi. Kenzou mengalihkan wajahnya ke arah Donny. Maksudnya minta diambilkan handphonenya tapi tidak bersuara hanya kode mata dan gerakan kepala menyuruh Donny mengambilkan handphonenya.
" Apa?." Donny pura-pura tak paham. Kenzou memelototkan matanya. Donny nyengir dan segera beranjak melangkah ke kamar mengambil handphone Kenzou.
" Siapa Bos yang menelpon. " Donny dengan jiwa keponya bertanya. Kenzou diam saja tidak menghiraukan. Telpon kembali berbunyi. Ternyata masih Zeeta yang menelpon. Kenzou mengangkat panggilan dari Zeeta.
" Yank.. yank.. " Zeeta dengan suara nyaringnya memanggil Kenzou di telpon.
" Yank.. Nanti kita ke Mall ya aku mau belikan oma gelang yank. Katanya oma mau datang. " Zeeta mengajak Kenzou untuk pergi ke Mall soalnya kata Oma, Kenzou tau tempat biasa Oma membeli perhiasannya. Oma yang berbeda kota dengan Kenzou dan Zeeta menelpon Zeeta untuk membelikannya gelang yang Oma suka modelnya. Oma dapat info dari temannya. Oma Kenzou meski sudah oma-oma tapi tetap harus tampil mewah tidak mau kalah dengan anak muda.
__ADS_1
" Hemm.. " itu saja jawaban Kenzou.
" Nanti jemput aku ya yank. " Zeeta gak kapok juga meski sering dicuekin sama Kenzou seperti tadi malam.
" Hemm.. " Kenzou mau mengantarkan Zeeta karena Kenzou tau dimana tempat biasanya Oma membeli perhiasan. Biasanya ia paling malas bepergian ke tempat ramai seperti Mall, kecuali ada rekan bisnisnya yang mengajak bertemu sekalian makan siang di restoran yang ada di Mall. Dan kebetulan juga Kenzou akan mencari handphone buat Lovy yang sudah retak kacanya. Kenzo mematikan handphonenya. Beranjak dari kursi masuk kembali ke dalam kamarnya. Donny yang sudah terbiasa dengan sikap Kenzou hanya menghela napas ikut bergerak juga. Donny keluar kamar menuju dapur mencari sesuatu yang bisa dimakannya dan ia ingin membuat kopi. Sedangkan Kenzou sudah masuk ke kamar mandi.
Donny menuju ke dapur membuka kulkas dilihatnya ada telur dan kornet diambilnya dari dalam kulkas. Ia ingin membuat sandwich buat sarapan. Entah ini namanya sarapan atau makan siang. Sekarang waktu sudah pukul setengah 11 siang. Donny membuat brunch karena hari sudah menjelang siang. Donny membuat 2 buah sandwich untuk dirinya dan Kenzo. Ia juga membuat 2 cangkir kopi.
Kenzou yang sudah selesai mandi turun menyusul Donny. Diciumnya harum masakan Donny. Kenzou duduk di bar yang ada di dapur sudah ada 2 cangkir kopi di meja bar. Sambil diaduknya kopi di cangkir dan menghirup aroma harum kopi tersebut. Menenangkan batin Kenzou. Kemudian kenzou melirik ke arah Donny yang sudah selesai memasak dan menyajikannya di atas meja di depan Kenzou.
" Silahkan dimakan Bos, tak ada asisten yang sebaik gue, Bos. " Donny memuji dirinya sendiri.
" Gaji lo tak jadi dipotong. " Kenzou mengambil pisau makan dan garpu yang ada di atas meja untuk memakan sandwichnya.
" Waahhh.. Gitu donk Bos gak jadilah gue puasa kalo gitu." Donny tersenyum tengil sambil memakan sandwichnya.
" Nanti jemput Zeeta sekalian ke Mall. " Kenzou bicara tanpa melihat ke Donny, ia sedang memotong roti sandwichnya.
"Ooh.. ternyata yang menelpon Zeeta toh. " Donny baru tau soalnya Kenzou tidak memberitahunya siapa yang menelpon. Lagian boro-boro kasih tau, Kenzo yang sedatar papan penggilasan mana mau mengeluarkan suaranya kalo tidak penting, lagian siapa Donny yang harus diberitahu siapa yang menelpon. Donny membatin sambil mengedikkan bahunya.
__ADS_1
" Bos, mengingatkan kembali jadwal launching perumahan Green Orchard tinggal satu minggu lagi. Meeting dengan klien termasuk dengan Nona Lovy, Bos. " Donny mengingatkan Kenzou. Kenzou menghentikan makannya melirik ke Donny begitu nama Lovy disebut Kenzou langsung bereaksi. Hatinya sedikit berdebar-debar mendengar nama Lovy. Ia menganggukkan kepalanya.
Selesai makan mereka berdua melangkah keluar dari apartemen. Mereka akan pergi ke Mall tetapi mereka akan menjemput Zeeta dulu.