Deviasi Hati

Deviasi Hati
Penjelasan Kenzou ke Oma


__ADS_3

Setelah berdiskusi dengan dokter yang merawat Oma, dengan pertimbangan kesehatan Oma yang belum stabil, diputuskan Oma akan menetap di rumah Daddy Richard sampai waktu yang tidak ditentukan, sampai kesehatan Oma pulih dan stabil.


Buat Oma hal ini pasti berat ia sangat berharap Kenzou menikah dengan Zeeta. Ia sangat menyayangi Zeeta seperti cucunya sendiri. Mengetahui hal yang disampaikan Zeeta kemarin, Oma masih belum bisa menerimanya.


Mama Siska masuk ke kamar Oma.


"Oma makan dulu ya, baru minum obat." Mama Siska membujuk Oma dengan kelembutannya.


"Dimana Kenzou?." tanya Oma.


"Kenzou di kantornya, Ma." Mama Siska sambil menyuapi Oma bubur ayam.


"Anak itu." wajah Oma kembali sendu.


"Oma jangan terlalu banyak pikiran, semua menyayangi Oma. Oma makan yang banyak dan minum obatnya biar cepat sembuh." ucap Mama Siska.


Oma memalingkan wajahnya. Tubuhnya yang renta terasa lemas. Untung Oma tidak pingsan lagi dan dibawa ke rumah sakit.


Pagi ini suasana di rumah Daddy Matthew terasa lengang, Daddy sedang duduk di halaman belakang melihat ikan-ikan peliharaannya.


Suasana yang tenang membuat sedikit kesehatan Oma menjadi lebih baik.


Oma yang masih sedih belum bisa dibujuk oleh Mama Siska. Mama Siska keluar dari kamar Oma. Berjalan ke kamar nya di lantai dua untuk menelpon Kenzou.


"Assalamu'alaikum, Zou sayang." salam Mama Siska di telpon.


"Waalaikumsalam, Ma." jawab Kenzou.


"Oma menanyakan dirimu, Zou. Kalo ada waktu siang ini atau sore kamu mampir ke rumah ajak Lovy sekalian." ucap Mama Siska.


"Baik Ma, siang ini Kenzou mau ketemu klien Ma, sore Kenzou baru bisa pulang ke rumah." jelas Kenzou.


"Baik sayang, sore Mama tunggu di rumah." Mama Siska menutup telponnya.


***


Di kantor Kenzou sedang bertemu dengan kliennya membahas proyek yang sedang mereka kerjakan.


Donny yang sedang bersama Kenzou tampak serius mendengarkan Kenzou berbicara kepada kliennya.


Selesai dari rapat kecil mereka, Kenzou kembali ke ruangannya. Donny mengikuti dari belakang.


"Bos untuk undangan dari Mr. Han jangan lupa." Donny mengingatkan Kenzou.


Kenzou memang lupa, sejak menikah rasanya ia terlalu sibuk. Sepertinya ia memang harus mengambil cuti dan pergi honeymoon dengan Lovy.


Mengingat istrinya Kenzou merasa bersalah. Gara-gara dirinya juga Oma jadi marah ke Lovy. Pernikahannya yang tidak diketahui oleh Oma, pernikahannya yang mendadak. Kenzou berjalan ke ruangannya sambil melamun.

__ADS_1


"Bos, Bos..melamun aja." Donny mengibas-ibas tangannya di depan wajah Kenzou.


Kenzou tersadar dari lamunannya.


"Don, gue nanti pulang cepat mau ke rumah Daddy jumpa Oma. Lo handle semua kerjaan." ucap Kenzou.


"Siap Bos, sejak menikah gue ngerasa jauh dari lo, Bos." ucap Donny dengan pura-pura sedih.


Kenzou mengernyitkan alisnya. Donny nyengir.


Waktu cepat berlalu, menjelang sore hari Kenzou sudah berada di cafe menjemput Lovy.


"Tumben Mas." ucap Lovy melihat suaminya menjemput lebih awal.


"Mau ke rumah Daddy, sayang. Kita ketemu Oma ya." Kenzou mengajak Lovy.


Lovy terdiam sesaat, ia tersenyum.


"Oke Mas." ucap Lovy.


Lovy naik ke lantai tiga kamarnya mengambil tas sedangkan Kenzou menunggu di lantai satu, karena hanya sebentar saja ke atas hanya mengambil tasnya.


Sore hari jalanan tampak ramai bersamaan dengan para pekerja yang juga pulang kerja.


Mobil Kenzou melewati warung pecel lele langganan Mama Siska dan Lovy. Tempat mereka bertemu pertama kali. Lovy memandangi sampai tidak kelihatan lagi warungnya.


Lovy menoleh "Apa sempat Mas? Lovy sudah lama juga gak kesana." jawab Lovy.


"Kita mampir sebentar sekalian belikan buat Oma sama Mama." ucap Kenzou.


Lovy mengangguk.


"Itu warung langganannya Mama, sayang." ucap Kenzou sambil memutar arah kembali untuk mampir ke warung tersebut.


"Oh ya?" Lovy menoleh ke Kenzou. Berarti sama dengan Lovy itu juga warung langganannya.


"Gak ingat sayang, pernah jumpa Mas disana? Pertama kali malah." Kenzou sangat mengingat pertemuan pertamanya itu.


"Ingat lah Mas." ucap Lovy tersenyum.


Mereka sampai ke warung dan memesan beberapa bungkus pecel lele dan ayam, gak lupa dengan sambal pedasnya untuk dibawa ke rumah Daddy Matthew.


Sampai di rumah Daddy Matthew hari sudah mulai gelap.


Kenzou dan Lovy memberi salam, Mama sudah menunggu mereka.


Kenzou dan Lovy ke kamar Kenzou terlebih dahulu untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah itu mereka turun untuk makan malam. Oma masih berada di kamarnya. Setiap makan Mama Siska yang mendatangi Oma di kamarnya menyuapinya.


"Malam Dad." Sapa Kenzou ke Daddynya.


"Hemm.. " Daddy berdehem.


Lovy tersenyum ke Daddy Matthew, dan duduk disamping Kenzou yang berseberangan dengan Daddy Matthew.


"Makan dulu sayang, baru nanti temui Oma ya." ucap Mama Siska ke Kenzou dan Lovy.


"Baik Ma." jawab Kenzou dan Lovy bersamaan.


Mama menghidangkan makan malam pecel lele dan ayam yang tadi dibawa oleh Lovy, dan makanan yang sudah dimasak oleh bibi Nurma, meski mereka termasuk dari kalangan atas, tetapi keluarga Daddy Matthew lebih menyukai makanan Nusantara.


Selesai makan malam, mereka berempat bercengkrama di ruang keluarga.


"Jumpai Oma dulu Zou, jelaskan sekali lagi tentang pernikahanmu dengan Lovy biar Oma mengerti dan tidak salah paham." ujar Daddy ke Kenzou.


" Lovy nanti menyusul jumpai Oma setelah Kenzou bicara dengan Oma." tambah Daddy.


"Baik Dad." Kenzou yang duduk disamping Lovy beranjak dari duduknya dan melangkah ke kamar Oma.


Kenzou membuka pintu perlahan.


"Assalamu'alaikum Oma." Kenzou melangkah mendekat ke ranjang Oma. Tampak Oma sedang berbaring.


"Waalaikumsalam." Oma menatap ke Kenzou wajahnya masih terlihat sendu.


Kenzou duduk di ujung ranjang Oma. Meraih tangan Oma, menggenggamnya.


Oma yang menyayangi cucunya perlahan hatinya mencair


"Oma jangan sedih." Kenzou memulai pembicaraan.


"Kenzou sayang Oma. Kenzou memutuskan ini setelah memikirkan dengan matang Oma. Kenzou tau yang Kenzou lakukan membuat Oma kecewa." Kenzou berhenti sejenak menarik napasnya menghembuskannya kembali.


"Kenzou tidak mencintai Zeeta, Oma. Kenzou juga sudah tau tentang kehamilan Zeeta yang bukan tanggungjawab Kenzou." ucap Kenzou, Oma mendengarkan dengan serius penjelasan dari cucunya.


"Sejak Zeeta menjebak Kenzou di kamar Kenzou sendiri dan manayangkannya di acara ulang tahun Oma, sejak saat itu Kenzou sudah memutuskan pertunangan Kenzou dengan Zeeta, Oma. Kenzou marah dengan Zeeta, Kanzou sudah menyelidikinya, Oma." Panjang lebar Kenzou menjelaskan, seperti bukan dirinya saja harus bicara sepanjang ini. Kenzou menarik napasnya lega.


"Tentang Lovy, Kenzou sangat mencintainya Oma. Lovy gadis yang baik, sopan dan pintar, Oma." jelas Kenzou lagi.


"Kenzou berharap Oma tidak salah paham ke Lovy, Lovy tidak pernah merebut Kenzou dari Zeeta, Oma." ujar Kenzou lagi. Ia ingin masalah dengan Zeeta clear tidak ada salah paham lagi dan Oma mau menerima Lovy dengan hati terbuka.


"Lovy ada di ruang keluarga, lagi bersama Daddy dan Mama. Kenzou akan membawa Lovy bertemu Oma sekarang." Kenzou bergerak menepuk-nepuk pelan telapak tangan Oma.


Oma tidak bereaksi, tapi Kenzou tau Oma mencerna semua penjelasannya. Oma tidak menolak Lovy menemui dirinya.

__ADS_1


Kenzou melangkah keluar kamar. Oma menarik napasnya dan menghembuskannya. Terasa lega di hatinya mendengar penjelasan Kenzou. Oma sudah salah paham sebelumnya.


__ADS_2