
Bagi Lovy yang sudah menikah hampir satu tahun, kebersamaannya dengan Kenzou yang memang belum terlalu dikenalnya dari awal menikah, seperti mendapatkan kejutan-kejutan di diri Kenzou setiap harinya.
Menikah yang awalnya tanpa saling mencintai, mungkin memang Kenzou yang duluan mencintai dirinya, berjalan dengan seiringnya waktu Lovy dan Kenzou saling mengerti dan memahami kepribadian masing-masing, mereka sudah saling mencintai satu sama lain.
Pernikahan mereka masihlah seumur jagung ditambah dengan kehadiran baby twins yang hanya menunggu hitungan minggu.
Pagi ini hari mereka di awali dengan sarapan pagi yang dimasak oleh chef Kenzou, begitu Lovy menyebutnya.
"Sayang mau sarapan apa? Hari ini Mas yang akan memasak buat Mommy dan twins." ucap Kenzou yang masih berada di kamar.
"Hah? bukannya tangan Mas sakit?" Lovy membolakan matanya ke suaminya.
"Bisa kok sayang, masaknya yang gampang aja, sandwich mau?" tanya Kenzou.
Lovy mengangguk. Lovy mendekati suaminya yang baru saja selesai mandi dan mengganti bajunya. Bahu Kenzou hanya tinggal terapi teratur saja di rumah sakit. Ada jadwal nya seminggu sekali. Lovy berjinjit dengan perut besarnya mengecup bibir suaminya.
Lovy ingin melangkah ke pintu tetapi tubuhnya ditahan oleh Kenzou.
"Eitss.. gak bisa langsung pergi, sayang harus tanggungjawab." ucap Kenzou sambil menaik turunkan alisnya.
"Hah? Tanggungjawab? Apaan Mas?" Lovy cengo.
Kenzou menurunkan pandangannya ke bawah. Lovy yang paham langsung mencubit perut suaminya.
"Sudah siang katanya mau sarapan, Lovy dan twins dah lapar nih." ucap Lovy dengan memasang wajah pura-pura sendu.
"Okey.. okey.. Daddy turuti. Ayo ke bawah." Kenzou merangkul bahu istrinya, berjalan pelan ke lantai satu.
Kenzou yang sudah berjanji membuat sarapan, segera menuju ke dapur, Lovy duduk di meja melihat suaminya mulai memasak.
Kenzou sudah memakai apronnya, dengan kaos berwarna marun dan celana pendek chinos berwarna abu-abu. Sangat tampan.
Selesai memasak yang hanya memakan waktu sebentar saja, Kenzou membuatkan susu ibu hamil untuk Lovy. Mereka sarapan pagi dengan Kenzou yang selalu perhatian ke istrinya, pagi ini Kenzou melayani istrinya di meja dapur.
HPL (Hari Perkiraan Lahir) baby twins masih dua minggu lagi. Kenzou ingin menikmati momen indah dan tidak terlupakan selama menantikan kelahiran baby twins.
Rencananya mereka akan melakukan maternity shoot di luar ruangan dan di dalam ruangan. Mereka akan melakukannya di rumah saja. Lovy sudah meminta Sara menghubungi fotografer.
Kenzou dan Lovy akan melakukan maternity shoot sore hari.
Selesai sarapan Kenzou dan Lovy ke halaman belakang, mereka duduk santai di gazebo. Kenzou yang tidak ingin jauh dari istrinya selalu menempel seperti perangko ke Lovy.
"Sayang udah disiapin untuk nanti sore? Pakaian dan aksesoris nya?" tanya Kenzou.
"Sudah Mas." jawab Lovy.
"Apa Donny mau ke sini Mas?"
"Iya, Mas sudah hubungi Donny, sekalian mau lihat perkembangan kakinya apa sudah sembuh atau belum."
__ADS_1
"Sara juga nanti akan datang Mas, Lovy minta Sara bantuin Lovy."
"Apa Mas sudah siapin nama buat baby twins?"
"Sudah sayang, Mas udah gak sabar mau lihat wajah baby twins." Kenzou mengelus perut istrinya.
"Baby twins bergerak sayang." Kenzou meraih tangan Lovy dan meletakkannya di perut Lovy.
Kenzou dan Lovy tersenyum bersama.
"Baik-baik di dalam twins sayang, sebentar lagi akan ketemu sama Daddy and Mommy." ucap Kenzou dengan senyum merekah.
"Assalamu'alaikum" terdengar suara Sara yang memberikan salam.
Sara datang membawa oleh-oleh martabak manis kesukaan Lovy dengan topping coklat. Ada juga yang rasa keju.
Lovy yang melihat Sara datang, melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam, Ra, sini." panggil Lovy.
Sara berjalan mendekati Kenzou dan Lovy.
" Nih gue bawain kesukaan lo." Sara menyodorkan oleh-oleh nya ke Lovy.
"Selamat siang, Pak Kenzou." Sara mengucapkan salam ke Kenzou dengan rasa sungkan.
Kenzou mengangguk dan tersenyum tipis.
"Mas, dijawab napa? itu Sara jadi takut sama Mas." Lovy menatap ke suami dengan muka manyun.
Sara mencolek lengan Lovy.
"Apaan si Lov, gak ah gue gak takut ma pak Kenzou kok." Sara semakin tambah sungkan dengan Kenzou.
"Assalamu'alaikum" suara Donny kedengaran dari pintu masuk.
"Waalaikumsalam" jawab ketiganya.
Donny berjalan dengan kaki yang diseret karena belum sembuh.
"Sini Mas Don." panggil Lovy.
Donny berjalan mendekati gazebo di mana Kenzou berada.
"Ini gue bawain oleh-oleh."
"Ciee.. kompak nih, dah sehati nih?" goda Lovy.
Sara membolakan matanya ke Lovy, Donny duduk di sebelah Sara, ia memang sudah lama tidak melihat Sara dan mengganggunya.
__ADS_1
"Hai.. cantik, pa kabar? Gak nanya kabar Mas Donny gimana?" Donny mulai jahil.
Kenzou yang mendengar omongan Donny ke Sara tak ambil pusing. Kenzou sibuk dengan permintaan Lovy mengupaskan mangga untuk nya.
Lama mereka berada di gazebo, Lovy dan Sara pergi ke lantai dua untuk persiapan maternity shoot Lovy dan Kenzou.
Begitu juga dengan Kenzou dan Donny yang masih di gazebo.
"Gimana kaki lo Don?" tanya Kenzou.
"Udah lebih baik, Bos." jawab Donny.
Kenzou manggut-manggut. Mereka masih melanjutkan pembicaraan membahas pekerjaan.
Tanpa terasa waktu sudah memasuki waktu sore, maternity shoot akan di lakukan sebentar lagi. Fotografer dan timnya sudah datang mendekorasi lokasi tempat untuk maternity shoot di ruangan dalam dan di halaman luar.
Kenzou sudah meninggalkan Donny yang sedang memperhatikan fotografer dan timnya bekerja.
Sara yang sudah selesai membantu Lovy di lantai dua turun ke bawah. Di lihatnya Donny sedang berdiri memperhatikan fotografer menyiapkan alat-alat nya.
Sara akan melewati Donny, Donny yang sudah melihat Sara turun dari lantai dua dengan ekor matanya segera meraih tangan Sara yang lewat di sampingnya.
Sara kaget. Ia melihat tangan Donny memegang erat tangannya.
"Apaan sih, lepas.. " Sara menghentakkan tangannya tetapi Donny semakin kencang memegangnya.
"Gak kangen?" tanya Donny.
"Hah?" Sara cengo. Wajahnya memerah.
Donny senang melihat raut wajah Sara memerah, ia mengedipkan sebelah matanya.
Sara memelototkan matanya, "Dasar buaya darat" ucap Lovy pelan.
"Apa? coba ucap sekali lagi?" Donny mendekatkan wajahnya ke Sara.
"Ra, " panggil Lovy dari belakang mereka berdua.
Donny segera melepaskan tangannya di lengan Lovy. Sara lega. Huuuhhh.. untung ada Lovy.
Kenzou juga sudah ada di sebelah Lovy. Mereka berdua sudah siap untuk pemotretan.
Kenzou yang tampan dengan gaya baju casualnya dan juga Lovy yang mengikuti tema maternity shoot mereka dengan baju casual dan hijab nya. Mereka akan melakukan beberapa kali shoot. Dengan posisi yang berbeda-beda. Dan baju yang berbeda pula.
Kenzou dan Lovy ingin mengabadikan kenangan kehamilan kembarnya dengan maternity shoot. Pose yang mereka ambil akan menunjukkan kemesraan pasangan suami istri yang akan menyambut kelahiran bayinya.
Beberapa kali fotografer mengarahkan gaya untuk pasangan suami istri yang serasi tersebut. Tidak susah mengarahkan gaya ke mereka, karena meski Kenzou yang biasanya kaku seperti kanebo kering, saat maternity shoot ini bisa begitu hangat ekspresinya ke istrinya sehingga bisa segera didapatkan angel yang pas.
Hasil dari maternity shoot hari ini memuaskan Kenzou dan Lovy. Mereka tersenyum bahagia. Begitu juga Donny dan Sara yang ikut menyaksikannya pengambilan foto mereka. Sebagai sahabat dan sepupu Sara dan Donny ikut bahagia melihat pasangan bucin tersebut.
__ADS_1