
Selama perjalanan pulang dari rumah sakit, Kenzou selalu menggenggam tangan istrinya. Sesekali diciumnya punggung telapak tangan istrinya.
"Kita ke rumah Daddy ya sayang."
Lovy menggangguk. Ia senang dengan Kenzou yang begitu perhatian dengan dirinya.
"Gak mampir dulu ke supermarket Mas?"
"Apa ada yang sayang inginkan?"
"Gak sih, buat Oma mas, gak bawa apa-apa ke rumah?" Lovy menoleh ke Kenzou.
"Gak usah sayang" Kenzou melajukan mobilnya dengan santai mereka akan makan malam di rumah Daddy Matthew.
Tiba di rumah Daddy Matthew, Kenzou mematikan mobilnya, mereka keluar dari mobil sambil bergandengan tangan.
"Assalamu'alaikum" salam Kenzou.
"Waalaikumsalam" Mama Siska yang melihat Kenzou dan Lovy kaget.
"Gak ngabarin tiba-tiba aja." Mama Siska cipika cipiki ke Lovy.
"Oma, Daddy mana Ma?" tanya Kenzou.
"Ada di dalam." mereka masuk ke dalam rumah langsung ke ruang tengah ada Oma sedang duduk di kursi goyangnya.
Kenzou dan Lovy menghampiri Oma memberi salam dan cipika-cipiki. Oma senang dengan kedatangan cucu tersayangnya.
"Kenapa wajah Lovy pucat." tanya Oma.
Mama Siska menoleh ke menantunya.
"Kenapa sayang, kamu sakit?" Mama Siska merangkul bahu Lovy mengajaknya untuk duduk di sofa.
Daddy Matthew sedang menikmati kopi hitamnya. Daddy juga menoleh ke menantunya.
Kenzou melangkah ke sofa istrinya. Ia menggenggam tangan istrinya.
"Zou kesini mau mengabari sesuatu Dad, Ma, Oma." Kenzou menoleh ke istrinya.
"Tentang apa sayang?" tanya Mama Siska.
Kenzou dan Lovy saling bertatapan dan tersenyum cerah.
"Menantu Mama sekarang lagi hamil Ma." ucap Kenzou dengan wajah bahagia.
"Apa sayang?" Mama Siska terkejut. Oma tersenyum lebar, Daddy Matthew juga tersenyum mendengar kabar bahagia ini.
"Ya ampun menantu Mama, udah berapa bulan sayang? Alhamdulillah, Mama senang mendengarnya. Kita akan adakan syukuran. Undang keluarga Lovy ya." Mama benar-benar bahagia.
"Masuk 6 minggu Ma." jawab Lovy.
"Satu lagi Ma." ucap Kenzou.
"Apa sayang?" Mama ikut duduk disamping Lovy mengelus telapak tangan Lovy.
__ADS_1
"Kami akan mendapatkan baby twins, Ma." Kenzou dengan wajah bahagianya.
Mama membolakan matanya mulut nya terbuka.
"Wow, ini berita mengejutkan, sayang." Mama Siska mencium pipi Lovy.
"Terimakasih, sayang" Mama Siska memeluk Lovy.
Lovy tersenyum. Tiba-tiba Lovy merasakan mual kembali ia mencium bau masakan yang terbawa angin dari ruangan dapur.
"Kenapa sayang? Mau muntah?" tanya Kenzou.
Lovy mengangguk, Kenzou merangkul tubuh Lovy membawanya ke toilet di lantai satu.
Lovy memuntahkan isi perutnya yang hanya air saja, Kenzou memijat-mijat tengkuk istrinya.
Selesai dari toilet, Kenzou membawa Lovy ke kamarnya. Mereka akan istirahat sebentar dan akan turun kembali untuk makan malam.
"Apa sudah mendingan? Masih mual?" tanya Kenzou. Lovy menggeleng.
Kenzou meninggalkan Lovy ke kamar mandi sebentar.
Lovy membaringkan dirinya di kasur kamar Kenzou, ia merasa lemas sekali. Tubuhnya terasa sakit-sakit semuanya. Tulang-tulangnya terasa pegal-pegal.
"Sayang, kamu lemas sekali, nanti habis makan minum vitaminnya." Kenzou mendekati istrinya setelah selesai dari kamar mandi.
Lovy hanya mengangguk lemah.
Kenzou dan Lovy yang baru mengetahui kehamilan Lovy, belum memberi tahu keluarga Lovy. Rencananya mereka akan memberitahukannya nanti di acara syukuran. Dan Kenzou akan memeberikan kejutan ke istrinya.
Malam ini mereka akan tidur di rumah Daddy Matthew.
Setelah makan malam dan meminum vitaminnya Lovy segera beristirahat kembali, matanya sudah benar-benar tidak bisa diajak kompromi.
Kenzou yang melihat istrinya sudah mendengkur halus mengambil handphonenya. Ia menghubungi Donny.
"Yap Bos" suara Donny sedikit nyaring Kenzou menjauhkan handphonenya.
"Don, urus segera rumah gue yang di Green Orchard." ucap Kenzou.
"Mau pindah, Bos? Kapan? Apa Nona Lovy sudah diberitahu, Bos?" tanya Donny kepo.
"Urus saja, jangan banyak tanya." tegas Kenzou.
"Satu lagi siapkan untuk acara syukuran di rumah baru." tambah Kenzou.
"Baik.. baiklah, Bos, laksanakan." Donny sudah tidak mendengar lagi suara Kenzou hanya nada telpon yang sudah terputus di handphonenya.
Donny akan berkoordinasi dengan Inggrid untuk mengurus perintah dari Kenzou.
***
Seminggu setelah pemeriksaan kehamilan Lovy. Hari ini Jumat malam akan diadakan syukuran di kediaman baru Kenzou di Green Orchad.
Kenzou memang sudah menyiapkan rumah pribadinya, diambilnya yang hook dengan tanah yang luas dan terpisah dari rumah lainnya.
__ADS_1
Kenzou sengaja tidak memberitahukan istrinya tentang kepindahan mereka ke rumah baru.
Semua urusan kepindahan dan acara syukuran sudah Kenzou serahkan ke asistennya Donny.
Lovy yang sedang berada di apartemen Kenzou mengira acara syukuran akan di adakan di rumah Daddy Matthew.
Di acara syukuran tersebut hanya keluarga besar mereka yang hadir dan Lovy juga meminta mengundang anak-anak panti asuhan dan Ibu Aliyah.
Kenzou yang sudah selesai dengan baju kokonya tampak semakin tampan. Acara syukuran ini diadakan sederhana saja, karena permintaan Lovy.
Lovy malam ini tampak cantik dengan hijab di kepalanya sedang duduk di meja rias. Kenzou yang melihat penampilan Lovy yang berbeda mendekati istrinya.
"Sayang, kamu cantik sekali." Kenzou berdiri di belakang Lovy melihat istrinya dari cermin.
Lovy memandang suaminya dari cermin juga, ia tersenyum sangat cantik. Dengan hijab yang senada dengan bajunya dan juga baju suaminya. Warna biru cerah. Pakaian Kenzou dan Lovy dipesan couple di Beauty's butik.
"Mas, udah kasih tau Sara juga kan?" tanya Lovy.
Lovy yang masih mabuk karena kehamilannya belum bisa masuk ke kerja. Ia belum bisa datang ke cafe sudah seminggu ini. Sara juga pasti sibuk mengurus cafe karena dirinya tidak ada.
"Mas sudah minta Donny, menghubungi Sara, sayang." ucap Kenzou.
"Apa sayang akan memakai hijab seterusnya?" tanya Kenzou.
"Apa mas mengizinkan?" Lovy balik bertanya.
"Tentu saja sayang. Mas malah suka kamu pakai hijab sayang." ucap Kenzou sembari mencium puncak kepala istrinya.
"Jam berapa kita berangkat, Mas?" tanya Lovy.
"Bentar lagi sayang. Mas mau hubungi Donny sebentar." Kenzou berjalan ke nakas mengambil handphonenya.
Dicarinya nama Donny di handphonenya. Ia berjalan ke balkon kamarnya.
"Yap Bos" jawab Donny di handphone.
"Sudah ready?" tanya Kenzou.
"Beres Bos, semua sudah hadir, tinggal Bos dan Nona Lovy yang belum muncul." jawab Donny.
"Oke" Kenzou langsung mematikan handphonenya.
Donny di seberang seperti biasa, cengo, selalu saja ditutup tiba-tiba telponnya. Sabar.. sabar.. orang sabar disayang Tuhan batin Donny.
Kenzou sudah melajukan mobilnya ke arah rumah barunya.
"Mas kita mau kemana? tanya Lovy. Ia melihat ke jalan yang bukan menuju ke rumah Daddy Matthew.
Kenzou menoleh ke istrinya, ia tersenyum, "Tempat acaranya berubah sayang." Kenzou kembali menatap ke depan ke jalanan.
Lovy mengernyitkan alisnya.
"Kok Lovy gak di kasih tau, kalo tempatnya berubah, Mas?" Lovy masih penasaran.
"Sebentar lagi sampai sayang." ucap Kenzou.
__ADS_1
Lovy seperti familiar dengan jalan yang mereka lewati, bukannya ini jalan ke perumahan Green Orchard? Lovy bertanya-tanya dalam hati.