
Pernikahan Kenzou dan Lovy sudah memasuki bulan ketiga, apakah masih bisa dibilang pengantin baru? Sebagian pasangan pasti merasa sudah bukan pengantin baru lagi.
Tetapi tidak berlaku bagi pasangan Kenzou dan Lovy yang merasa selalu sebagai pengantin baru. Cinta yang begitu besar diantara mereka berdua, membuat hari-harinya terasa manis.
Pagi ini Lovy yang biasanya rajin bangun pagi dan memasak, merasakan tubuhnya lemas, malas untuk bangun, kepalanya juga pusing. Ia malas-malasan di atas kasur.
"Sayang." Kenzou yang melihat istrinya masih meringkuk di kasur memanggil istrinya.
Ia sudah selesai mandi dan bersiap untuk berangkat kerja dengan harum parfum di tubuhnya.
Kenzou mendekati istrinya, disentuhnya dahi istrinya. "Kamu kenapa sayang."
Lovy perlahan membuka matanya. Tiba-tiba saja perutnya terasa mual. Ia bergegas bangun dan berlari ke kamar mandi. Kenzou mengikutinya dari belakang.
"Sayang, sakit? kamu kenapa? kita ke rumah sakit ya." Kenzou mendekati istrinya.
Lovy semakin mual, bau parfum Kenzou membuat ia semakin mual.
"Hueekk.. hueekk.." Lovy lemas. Ia mengibas-ibaskan tangannya agar Kenzou menjauh, ia tak tahan dengan bau parfum Kenzou.
Kenzou bingung, "Sayang," Lovy makin mual dan muntah.
"Mas, jangan dekat-dekat. Bau parfum Mas, bikin Lovy mual." Lovy menutup hidungnya.
Kenzou semakin bingung, ia tidak bisa mendekati istrinya.
"Sayang," Kenzou ingin mendekat, Lovy mengangkat tangannya ke atas. Kenzou disuruhnya stop jangan mendekat.
Kenzou menatap wajah Lovy sendu. Ia segera membuka kembali semua bajunya.
"Mas mau ngapain?" Lovy kaget.
Kenzou menuju ke shower membasahi seluruh tubuhnya. Menyabuni seluruh tubuhnya agar bau parfum ditubuhnya hilang. Selesai mandi ia meraih handuk yang ada di kamar mandi.
Dengan hanya memakai handuk, Kenzou mendekati istrinya. Anehnya, istrinya tidak menolak di dekatinya.
"Sayang, kenapa?" Kenzou meraih tubuh istrinya mendekapnya. Lovy merasa nyaman.
Kenzou merangkul istrinya kembali ke kamar. Kenzou keluar kamar ia ke dapur mencari minuman segar untuk Lovy. Ia membuatkan minuman lemon hangat dengan sedikit madu.
Kenzou kembali ke kamarnya membawakan minuman lemon segar untuk istrinya.
Lovy yang melihatnya matanya berkaca-kaca.
"Loh sayang kenapa menangis? Mas salah ya? Gak mau minum ini?" Kenzou mengangkat gelasnya di depan Lovy.
Lovy semakin sesenggukan. Lovy terharu dengan perlakuan Kenzou yang perhatian kepadanya.
Kenzou memeluk Lovy.
"Mas minta maaf kalau Mas salah."
Lovy menggelengkan kepalanya air matanya semakin berderai. Ia sendiri bingung dengan dirinya kenapa jadi cengeng begini.
"Sudah jangan nangis, maunya apa sekarang? minum ini dulu ya." Kenzou mendekatkan gelasnya di bibir Lovy.
__ADS_1
Lovy meminumnya. Ia memandangi wajah suaminya dipeluknya erat.
"Udah gak mual lagi?" tanya Kenzou.
Lovy menggeleng.
Kenzou menghela napas lega.
"Mas gak ke kantor? sudah siang ini." Lovy melepaskan pelukannya.
"Mas di rumah aja. Kita ke rumah sakit ya?" ajak Kenzou.
Lovy menggeleng.
"Lovy gak papa Mas." ucap Lovy.
"Gak ada bantahan sayang. Kita ke rumah sakit. Sekarang siap-siap." Kenzou yang tadi masih memakai handuk segera melepasnya dan memakai bajunya.
Lovy dibantu Kenzou memakai bajunya.
Kenzou segera membawa Lovy keluar dari apartemen.
Handphone Kenzou berdering.
Donny menelpon.
" Bos" suara Donny agak berteriak.
"Hemm."
"Hemm." Kenzou langsung menutup telponnya.
Tut..tut..tut..suara handphone terputus. Donny di seberang sana melihat lagi telponnya. Hemm.. punya bos irit bicara ya begini batin Donny.
Kenzou merangkul pinggang istrinya sampai ke basemen, ia membuka pintu mobil memegang ujung pintu agar kepala Lovy tidak terantuk. Kenzou memutar tubuh nya ke pintu sebelah dan duduk di samping Lovy.
Kenzou memasangkan seatbelt ke Lovy. Mobil melaju dengan pelan di jalanan.
Sampai di rumah sakit Kenzou dan Lovy menuju ruangan dokter yang sudah di kenal Kenzou. Dokter menanyakan tentang keluhan Lovy.
"Sudah berapa lama menikah?" tanya dokter.
Kenzou dan Lovy saling memandang.
" Masuk 3 bulan Dok." jawab Lovy.
"Sudah berapa lama tidak haid?" tanya dokter lagi.
Lovy lupa sudah dari bulan lalu ia tidak kedatangan tamu bulanannya. Ia tidak menyadarinya.
"Seingat saya bulan lalu saya tidak datang bulan Dok." ucap Lovy sembari mengingat-ingat.
"Sepertinya anda hamil Nyonya, saya sarankan anda dan suami ke dokter kandungan untuk lebih pastinya." ucap dokter tersebut.
"Baik Dok, terimakasih, kami pernisi." Lovy beranjak dari duduknya. Kenzou mengangguk dan tersenyum tipis ke dokter yang dikenalnya.
__ADS_1
Kenzou dan Lovy berjalan menuju ke ruangan dokter kandungan. Setelah menunggu sekitar 15 menit nama Lovy dipanggil.
Kenzou menggandeng tangan istrinya masuk ke ruangan dokter kandungan. Tertulis nama dr. Revania di atas meja dokter.
Dokter cantik berkacamata itu tersenyum melihat sepasang suami istri yang serasi, tampan dan cantik.
"Selamat siang. Silahkan duduk Bapak dan Ibu." Dokter ramah tersebut memberi salam ke Kenzou dan Lovy.
Dokter menanyakan keluhan Lovy, Lovy menjelaskan, dari penjelasan Lovy dokter sudah paham, segera disuruhnya Lovy berbaring di tempat tidur.
"Kita periksa dulu dengan USG ya Ibu." ucap dokter.
Dengan dibantu perawat Lovy membuka baju di perutnya. Kenzou menggenggam tangan Lovy. Lovy deg-degan. Wajah Kenzou menegang.
Dokter meletakkan alat transducer ke perut Lovy, terasa dingin perut Lovy yang dibaluri gel. Dokter menggerakkan alat tersebut mencari sesuatu di rahim Lovy.
Tampaklah dua buah bulatan kecil sebesar kacang tanah.
"Lihat gambar itu Bapak Ibu."
Kenzou dan Lovy melihat ke monitor yang ada di depan mereka.
"Itu calon anak-anak Bapak dan Ibu." dokter menjelaskan sambil tersenyum.
Anak-anak? Kenzou dan Lovy sama-sama belum mengerti. Wajah mereka tampak bingung.
"Lihat baik-baik Bapak dan Ibu, di gambar tersebut ada 2 buah kantung sebesar kacang tanah, itu anak-anak Bapak dan Ibu. Masih sangat kecil. Tetapi bunyi detak jantungnya sudah ada." dokter menjelaskan lagi.
"Baik saya akan jelaskan lebih lanjut. Mari Bapak Ibu duduk di kursi." dokter kembali ke kursinya.
Kenzou yang masih juga tegang membantu istrinya turun dari ranjang.
Kenzou dan Lovy duduk di depan dokter.
"Baik bapak ibu disini saya jelaskan kehamilan Ibu Lovy sudah memasuki minggu ke enam." terang dokter.
"Saya ucapkan selamat karena Bapak dan Ibu akan mendapatkan anak kembar." ucap dokter yang ikut senang karena pasiennya akan mendapatkan anak kembar.
"Ke-kembar, Dok?" tanya Lovy terbata-bata, matanya sudah berkaca-kaca.
Kenzou pun terharu juga rasanya dadanya sangat penuh, ia begitu gembira mendengar kabar dari dokter. Ia sudah tidak sabar ingin memeluk erat istrinya.
"Saya akan resep kan vitamin penguat kandungan dan juga tablet zat besi, juga asam folat. Ibu juga sebaiknya minum susu untuk Ibu hamil itu sangat bagus untuk perkembangan bayi kembar ibu." jelas dokter.
"Baik dok, terimakasih." ucap Lovy.
"Dok, apa boleh tetap dengan aktifitas suami istri?. " Kenzou dengan tiba-tiba menanyakan ke dokter.
Bluush..
Wajah Lovy memerah, dicubitnya lengan Kenzou.
"Ohh untuk itu boleh-boleh saja Pak, tapi sebaiknya untuk trimester pertama jangan dulu kerena masih rentan, dan itu juga tergantung mood Ibu nya ya pak jika ingin melakukannya." dokter menjelaskan dengan wajah yang selalu tersenyum dan ramah.
Kenzou manggut-manggut.
__ADS_1
Terpaksa puasa Zou untuk tiga bulan ke depan.