
Kenzou yang sudah kembali dari rumah mamanya tidak balik lagi ke kantor. Moodnya tidak baik-baik saja. Setelah dari rumah mamanya, di jalan Kenzou tidak bersuara sama sekali. Donny yang disampingnya juga tidak bersuara. Dari raut wajah Kenzou yang ditekuk Donny tau Kenzou sedang tidak mau diganggu. Setelah memarkirkan mobil Kenzou di basemen apartemen. Donny pun langsung pulang ke apartemennya sendiri dengan mengendarai mobilnya.
Kenzou yang sudah selesai mandi mengambil kunci mobilnya di atas nakas. Hari sudah semakin menggelap. Segelap hati Kenzou yang sedang galau. Ia sedang tidak ingin diganggu, ia ingin malam ini sendiri menikmati kegelapan malam. Ia menyusuri jalanan kota tanpa tau tujuannya. Sambil memandang jalanan di depannya Kenzou sepertinya pernah melewati jalan ini.
Kenzou memelankan mobilnya, dilihatnya plang cafe yang sudah tertanam di memorinya. Cafe Lovely, dengan warna neonbox tulisan Cafe Lovely yang begitu menyejukkan mata. Kenzo tanpa sadar membelokkan mobilnya dan sampai di depan halaman Cafe Lovely. Kenzou memarkirkan mobilnya, melangkah menuju pintu cafe.
Suasana cafe yang memang menenangkan membawa langkahnya memasuki cafe. Sudah ada pengunjung yang datang. Karena waktu masih belum terlalu malam pengunjung belum terlalu ramai.
Di depan meja kasir Sara dan Lovy sedang duduk mengobrol. Tiba-tiba mata Sara melihat sosok yang dikenalnya, ia menyikut lengan Lovy.
" Lov.. Lov.. coba lihat." Sara menunjukkan arah ke meja sudut dengan matanya.
" Lihat apa?. " Lovy ikut melihat ke arah yang ditunjuk Sara.
Lovy mematung sesaat, apa dirinya tidak salah melihat. Bukannya itu Pak Kenzou. Kok sendirian, kemana soulmatenya si Donny, kenapa tidak datang menggandeng pacarnya, benak Lovy berisik.
" Datangi sana Lov, temani. " bisik Sara.
" Hah? Gue?. " tanya Lovy ke Sara.
" Ya iyalah elo, masa gue. " Sara merotasikan matanya.
" Buruan gih.. temani sana. " Sara mendorong tubuh Lovy untuk ke meja Kenzou.
" Mungkin lagi tunggu pacarnya datang kali Ra. " Lovy masih enggan, rasanya sungkan ia harus menemui Kenzou ke mejanya.
" Udah sana buruan, kasihan mojok sendiri di sudut. " Sara terkekeh menyuruh Lovy ke meja Kenzou.
" Iya-iya jangan dorang-dorong napa. " Lovy menjauhkan tangan Sara dari tubuhnya.
Dengan berjalan pelan Lovy mendekati meja Kenzou.
Selamat malam Pak Kenzou. " sapa Lovy.
Kenzou yang awalnya tidak menyadari kedatangan Lovy, mendongakkan kepalanya. Menatap wajah cantik Lovy. Lovy yang ditatap menjadi salah tingkah. Kenzou tetap menatap lama tanpa berkedip.
" Pak Kenzou.. Pak.. " Lovy memanggil nama Kenzou. Kenzou akhirnya sadar dari lamunannya.
" Emmm.. " Kenzou gagap tidak bisa mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
" Apa Bapak baik-baik saja. " tanya Lovy.
Kenzou akhirnya tersenyum. Ia menganggukkan kepalanya.
" Baik Nona Lovy. " Kenzou menjawab.
" Apa Bapak menunggu seseorang? Tamu atau Nona Zeeta?. " tanya Lovy lagi.
" Tidak.. tidak.. saya sendirian saja. " jawab Kenzou.
" Ohhh.. baik kalau begitu. Selamat menikmati minumannya Pak, saya permisi." Lovy membalikkan tubuhnya hendak melangkah. Tetapi Kenzou meraih lengannya. Lovy terpaku. Terdiam mematung.
" Maafkan saya, Nona.. apa Nona bisa menemani saya duduk disini. " Kenzou masih memegang lengan Lovy. Lovy melirik ke tangan Kenzou yang masih memegang lengannya. Kenzou pun baru menyadarinya. Ia melepaskan tangannya dari lengan Lovy.
" Maaf.. maaf.. Nona Lovy. " Kenzou menatap mata Lovy sendu. Lovy yang melihat tatapan sendu mata Kenzou bertanya-tanya dalam hati. Ada apa dengan Kenzou.
" Kalau Nona Lovy berkenan untuk menemani saya malam ini, saya akan merasa sangat senang. " Kenzou berharap Lovy mau menemaninya duduk di mejanya. Galau di hatinya sedikit terobati dengan bertemu Lovy. Lovy mengangguk. Dalam hati Lovy membatin tumben bisa bicara panjang lebar.
" Baik Pak, akan saya temani. " Lovy duduk di depan Kenzou. Mereka saling berhadapan.
Lovy memanggil Dinda dengan kode tangan. Dinda datang menghampiri mejanya.
" Iya Bu, ada yang bisa dibantu Bu?. " Dinda bertanya.
" Belum Bu. " jawab Dinda.
" Pak.. Pak Kenzou mau pesan makan apa?. " tanya Lovy.
" Tidak usah Nona. " Kenzou menjawab.
" Bagaimana kalau malam ini saya traktir Pak Kenzou. Sepertinya Pak Kenzou sedang tidak baik-baik saja. Maaf kalau saya salah. " Lovy menangkupkan kedua telapak tangannya memohon maaf.
" Biar Pak Kenzou merasa lebih baik saya akan pesankan Pak Kenzou desert spesial cafe ini." Lovy membisikkan ke Dinda pesanannya.
Dinda menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Kenzou hanya memperhatikan wajah Lovy yang sedang berbicara.
Tak lama kemudian desert pesanan Lovy datang. Dinda meletakkan 2 cup desert diatas meja.
__ADS_1
"Terimakasih Dinda. " ucap Lovy.
" Sama-sama Bu, permisi Bu. " Dinda kembali ke tempatnya.
" Silahkan Pak Kenzou dimakan desertnya dijamin Pak Kenzou pasti akan merasakan mood bapak akan lebih baik. " Lovy tersenyum.
Kenzou yang sangat suka melihat wajah Lovy tersenyum. Tanpa makan desert yang ada di meja, pasti mood gue udah merasa baik batin Kenzou.
Dikarenakan Kenzou yang irit bicara Lovy lah yang lebih mendominasi pembicaraan. Waktu berjalan terasa cepat. Terdengar musik live di atas panggung, ternyata Dave dan anggotanya sudah mulai tampil. Dave yang melihat dari atas panggung Lovy dan seorang cowok yang tidak di kenalnya merasakan sesuatu di hatinya.
Lovy duduk membelakangi panggung, sedangkan Kenzou berhadapan duduk nya dengan panggung. Mata Dave dan Kenzou tanpa sengaja bertatapan. Kenzou menajamkan tatapannya. Sedangkan Dave heran dengan tatapan mata Kenzou yang tajam. Begitu juga dengan Lovy ia melihat kemana arah mata Kenzou. Ia menoleh ke atas panggung. Lovy baru sadar ternyata Kenzou menatap tajam Dave. Lovy menelan salivanya, merasa tidak enak.
Ada apa dengan Kenzou mengapa menatap Dave seperti singa lapar batin Lovy.
" Pak Kenzou. " Lovy memanggil.
Kenzou yang mendengar namanya dipanggil menatap Lovy. Tatapannya tiba-tiba menghangat. Lovy pun heran.
Malam yang panjang bagi Kenzou dan Lovy. Waktu semakin beranjak malam, Kenzou masih betah ditemani oleh Lovy. Hatinya yang tadinya galau merasa lebih baik. Moodnya kembali normal. Tetapi hanya untuk sesaat saja.
Tiba-tiba sudah berdiri di belakang Lovy lelaki yang tadi dipandanginya tajam. Ya.. Dave sudah berada di belakang Lovy tanpa mereka sadari.
" Lov.. " Dave memanggil Lovy.
Lovy membalikkan tubuhnya. Lovy tersenyum.
" Ehh.. Dave.. Ini kenalkan pimpinan yang kemarin gue omongin, Pak Kenzou. " Lovy mengenalkan Kenzou ke Dave.
Kenzou yang merasa Dave begitu akrab dengan Lovy diam saja. Dadanya terasa bergemuruh. Tanpa ada jabat tangan Dave hanya menundukkan kepalanya sedikit hanya menarik tipis ujung bibirnya. Begitu juga dengan Kenzou.
Kenzou mengamati sosok Dave, dari tatapan matanya ke Lovy, Kenzou merasakan kalau Dave menyukai Lovy. Kenzou mengepalkan tangannya.
" Oke Lov, gue sama anak-anak cabut dulu. " Dave permisi untuk pulang.
" Oke Dave, trims ya. " ucap Lovy.
Sekali lagi Kenzou tidak menyukai interaksi akrab antara Lovy dan Dave.
Malam semakin larut, akhirnya Kenzou permisi pulang karena cafe juga sudah sepi. Lovy dan Sara mengantarkan Kenzou sampai ke halaman cafe.
__ADS_1
Kenzou mengendarai mobilnya dengan perasaan membuncah meski ada sedikit kejadian yang menganggu. Ia tersenyum, mood nya sudah kembali membaik. Ia akan bisa tidur dengan nyenyak malam ini dan memimpikan Lovy.
"