
Lovy yang masih digenggam tangannya oleh Kenzou hanya bisa pasrah mengikuti kemana langkah Kenzou membawanya. Kenzou membawa Lovy duduk di mejanya.
Daddy Matthew dan Mama Siska juga sudah kembali duduk di mejanya. Tidak kelihatan lagi dimana Zeeta. Donny belum kembali ke meja Kenzou. Acara masih dilanjutkan dengan hiburan dan menikmati hidangan.
" Dad, Ma, kenalkan ini Nona Lovy. " Kenzou mengenalkan Lovy ke orangtuanya.
Lovy mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah.
" Saya Lovy, Om, Tante. ". ucap Lovy ramah.
Daddy Matthew dan Mama Siska menerima uluran tangan Lovy, tersenyum dan mengangguk.
" Temannya Kenzou ya, cantik?. " ? Mama Siska menggoda Lovy.
" Ma.. " Kenzou menatap ke mamanya.
Di atas panggung Dave dan bandnya sedang tampil, Dave memandang ke meja Lovy yang duduk di samping Kenzou. Tatapan matanya sendu. Perasaannya campur aduk. Ingin rasanya ia tidak jadi tampil di panggung, tetapi ia harus profesional.
Setelah menyanyikan lagu, Dave dengan suara beratnya memanggil Lovy ke atas panggung.
" Untuk Nona Lovy, di persilahkan ke atas panggung untuk bernyanyi bersama saya." Dave tersenyum smirk menatap wajah Kenzou yang sudah memerah mendengar dirinya memanggil Lovy.
Kenzou merasa kesal karena dengan tiba-tiba Dave meminta Lovy berduet di atas panggung dengannya.
Lovy yang mendengar namanya di panggil segera bergerak hendak berdiri untuk menuju ke panggung. Tapi tangannya ditarik oleh Kenzou. Kenzou tidak terima Lovy menjauh dari sisinya.
" Zou sayang . " Mama Siska menggelengkan kepalanya kode untuk Kenzou membiarkan Lovy ke panggung.
Kenzou terpaksa melepaskan genggaman tangannya.Membiarkan Lovy melangkah ke panggung
" Lovy permisi Om, Tante, Pak Kenzou. " Lovy meminta izin meninggalkan meja.
Daddy Matthew dan Mama Lovy mengangguk.
Kenzou menatap tajam ke arah Dave yang juga sedang menatapnya. Dave seperti menantang Kenzou.
Donny dan Sara yang berada di meja yang tidak jauh dari meja Kenzou melihat kejadian tersebut hanya geleng-geleng kepala. Donny menatap ke arah Sara.
" Apa lihat-lihat? Naksir? . " Sara menantang Donny.
" Kalo iya gimana? Mau jadi pacar saya? " tanya Donny tersenyum lebar.
__ADS_1
Sara gelagapan, wajahnya memerah.
" Gimana Nona Sara cantik? Apa bersedia jadi pacar saya?. " Donny menaik turunkan alisnya.
Sara merotasikan matanya.
" Ogah. " jawab Sara.
Kembali ke atas panggung Lovy dan Dave berduet dengan suara yang begitu merdu. Dave merasa menang.
Kenzou mengepalkan tangannya di atas pahanya.
" Zou sayang, bisa dijelaskan?. " Mama yang melihat Kenzou mengeraskan rahangnya. Menyentuh lembut tangan Kenzou yang di atas meja.
Kenzou tidak menjawab. Ia bangkit dari duduk nya. Melangkah panjang tergesa-gesa menuju ke toilet. Kejadian berulang seperti yang ia alami di cafe. Tapi kali ini Kenzou tidak akan bertubrukan dengan Lovy karena Lovy sedang di atas panggung.
Keluar dari lorong toilet, Kenzou seperti melihat sosok yang dikenalnya, ia melihat Zeeta yang sedang berciuman dengan seorang lelaki. Kenzou kaget tetapi ia tidak peduli. Selagi bukan Lovy yang berciuman dengan lelaki lain Kenzou tidak peduli.
Setelah kembali dari toilet dilihatnya Lovy sedang berbicara sambil tersenyum dengan seorang lelaki yang dikenalnya bernama Gamma bersama Donny dan Sara. Kembali mood Kenzou tidak baik-baik saja.
Kenzou mendatangi meja Lovy dengan wajah yang ditekuk.
" Selamat Pak Kenzou atas launching hari ini. " Mas Gamma masnya Lovy berdiri menjulurkan tangannya. Ia heran dengan tatapan tajam Kenzou. Ide jahil muncul di pikirannya mengerjai Kenzou. Enak saja gue di tatap dengan pandangan memusuhi. Apa dia gak tau gue mas nya Lovy.
Kenzou menerima uluran tangan teman bisnisnya tersebut.
" Dek. Kamu berhutang penjelasan ke Mas. " Mas Gamma merangkul bahu Lovy. Lovy tersenyum. Kenzou semakin panas.
" Mas pulang dulu ya. Terimakasih atas undangan dan jamuannya Pak Kenzou. " Mas Gamma izin undur diri meninggalkan lokasi acara, karena acara sudah selesai.
Kenzou yang melihat teman bisnisnya pergi, menarik napas lega.
Donny dan Sara selalu paham dengan situasi yang terjadi antara Kenzou dan Lovy.
Tidak ada yang mau menjelaskan ke Kenzou siapa Mas Gamma. Padahal Donny sudah tau tadi dijelaskan oleh Sara waktu Mas Gamma datang ke meja mereka. Donny sengaja biar Kenzou tau sendiri dari Lovy.
" Pulang bareng saya. " ucap Kenzou ke Lovy. Lovy bengong.
" Don, kamu antar Nona Sara pulang. " Kenzou memerintahkan Donny mengantar Sara pulang. Sedangkan dirinya akan pulang bareng Lovy.
" Tapi Pak.. " Lovy akan menolak.
__ADS_1
Kenzou meraih tangan Lovy mengajaknya pulang, sebelum pulang Kenzou menemui Daddy dan Mamanya terlebih dahulu yang masih berada di lokasi.
Lovy mengikuti langkah Kenzou menuju ke parkiran mobil. Tanpa melepaskan genggaman tangannya Kenzou membukakan pintu mobil untuk Lovy. Memegang ujung atas pintu mobil melindungi kepala Lovy agar tidak terantuk.
Di dalam mobil Kenzou memakai kacamata hitamnya. Wajahnya terlihat semakin tampan dengan kacamata hitam. Lovy yang melihatnya terpana. Kenzou yang melihat wajah Lovy dari balik kacamata hitamnya membuat ia tersenyum.
Kenzou mendekatkan dirinya ke Lovy. Lovy kaget ia memundurkan tubuhnya ke belakang. Ternyata Kenzou memasangkan seatbeltnya. Dada Lovy sudah berdebar-debar tak karuan. Rasanya seperti mau melompat keluar.
Harum tubuh Kenzou begitu menenangkan. Lovy merasa tenang berada disamping Kenzou. Aura Kenzou yang mendominasi, tegas, dingin dan sulit ditebak. Pikiran Lovy melayang kemana-kemana.
" Melamun?." tanya Kenzou ia sudah menjalankan mobilnya. Ia melirik ke gadisnya, hati Kenzou yang sedang berbunga-bunga bisa duduk disamping pujaan hatinya.
Lovy kaget mendengar suara Kenzou. Ia tersadar dari lamunannya.
" Emm.. Pak Kenzou banyak pertanyaan yang mau saya sampaikan." Lovy memandang ke arah Kenzou.
" Kenzou aja atau Zou tidak pakai Pak. " ucap Kenzou.
" Tapi Pak.. " Lovy masih ingin protes.
Kenzou mengecup pipi Lovy secara tiba-tiba. Lovy kaget. Tubuhnya tegang.
" Zou atau saya cium lagi. " Kenzou sudah mulai ke mode hangatnya karena ia ingin mengenal lebih dekat dengan Lovy secara pribadi tanpa pakai bahasa formal.
Lovy masih terdiam. Lama ia harus mencerna dengan apa yang terjadi. Dengan perubahan sikap Kenzou. Dengan kejadian yang terjadi tadi. Belum lagi harus menjelaskan ke Mas Gamma dan keluarganya yang pasti sudah mengetahui berita dari televisi atau media sosial.
Kenzou melirik ke arah Lovy yang masih terdiam. Mobilnya parkir di tepi pantai. Tanpa Lovy sadari kemana Kenzou membawanya karena Lovy banyak melamunnya.
Ingin rasanya Kenzou merengkuh gadis disebelahnya. Ingin rasanya Kenzou mencium bibir merah Lovy **********, mengabsen setiap gigi rapi Lovy. Kenzou merasa sudah gila. Gila dengan pesona gadis di sampingnya. Sekarang balik Kenzou yang melamun.
" Pak Kenzou.. " Lovy memanggil.
Kenzou tersadar dari lamunannya, ia menoleh ke Lovy, dibukanya kacamatanya. Mata mereka beradu. Seperti terhipnotis Kenzou mendekatkan wajahnya ke wajah Lovy. Lovy pun terdiam suasana yang mendukung dengan musik kesukaan mereka yang mengalun merdu di telinga mereka berdua.
Suasana di dalam mobil semakin mendukung, terbawa suasana Kenzou mengecup bibir Lovy, menunggu reaksi Lovy, karena Lovy diam saja Kenzou melanjutkan kecupan menjadi ciuman, dilumatnya lembut bibir Lovy, dihisapnya dengan lembut dengan penuh perasaan, Lovy yang terbawa suasana menikmati lembutnya ciuman Kenzou, tanpa sadar ia membuka mulutnya Kenzou yang mendapat akses, langsung memainkan lidahnya mencari lidah Lovy. Lovy membalasnya. Tangan Kenzou meraih tengkuk Lovy ciuman mereka semakin dalam dan menuntut. Akhirnya mereka melepaskan ciuman karena Lovy merasa kehabisan napas. Kening mereka saling beradu. Mata mereka saling memandang. Terasa sangat teduh dan menenangkan.
Selesai dengan ciuman, Lovy merapikan rambutnya. Ia jadi malu tidak berani menatap ke arah Kenzou. Ia memalingkan wajahnya ke kaca jendela memandang keluar. Kenzou meraih tangannya menggenggamnya erat. Lovy menoleh ke genggaman tangan Kenzou ditangannya.
" Ini salah. " ucap Lovy lirih. Ia ingat Kenzou sudah punya pacar.
" Aku jatuh cinta sama kamu. " Kenzou menatap penuh cinta ke wajah Lovy.
__ADS_1