
Senin pagi, Kenzou dan Donny sudah berada di kantor. Jadwal mereka hari ini akan mengecek progres pembangunan sebuah komplek hometown berskala kecil.
Kenzou sedang serius memeriksa berkas di meja kerjanya, Donny masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu.
" Bos, ada Nona Lovy di lobby. " Donny yang mendapat info dari Inggrid memberitahukan ke Kenzou. Inggrid tadi mau langsung menyampaikan ke Kenzou tetapi berpas-pasan dengan Donny di depan pintu Kenzou.
Kenzou mengerutkan alisnya. Kenapa ia tidak dihubungi sebelumnya oleh Lovy.
" Minta Inggrid jemput ke lobby antar ke ruangan gue, Don. " sahut Kenzou.
" Siap Bos. " Donny keluar pintu ruangan Kenzou.
Kenzou mengetuk-ngetukkan pena di mejanya.
Beberapa menit kemudian pintu di ketuk dari luar.
" Masuk." perintah Kenzou.
" Selamat siang Pak. Ini ada Nona Lovy ingin bertemu Bapak. " ucap Inggrid.
" Hmm.. kamu bisa kembali ke ruangan. " Inggrid mempersilahkan Lovy duduk di sofa, dirinya keluar dari ruangan Kenzou.
Kenzou berdiri dari duduknya melangkah ke sofa berhadapan dengan Lovy.
Lovy berdiri dari duduknya.
" Selamat siang Pak Kenzou. " salam Lovy.
" Mas.. tidak Pak..tidak ada bantahan. " Kenzou mempersilahkan Lovy duduk kembali.
" Emmm.. " Lovy jadi sulit membuka suaranya.
Kenzou menatapnya tanpa berkedip. Lovy sedikit salah tingkah.
" Maaf sebelumnya Pak.. ehh.. Mas.. sudah mengganggu waktunya. Ini diluar rencana saya yang datang secara tiba-tiba ke kantor Mas Kenzou. " Lovy kesulitan berbicara.
" Apa tidak masalah jika membahas ini di luar konteks pekerjaan?. " Lovy seperti sulit merangkai kalimat kata-kata. Serasa ambyar semua kata yang sudah disusunnya dari rumah.
" Lanjutkan. " Kenzou dengan suara beratnya.
" Sebelumnya kami dari tim cafe mengucapkan terimakasih untuk kerjasamanya. Semoga ke depannya akan bisa diulang kembali kerjasamanya. " Lovy akhirnya bisa juga berbicara lancar.
" Sudah pasti akan diulang. " Kenzou tersenyum smirk. Kata-katanya ambigu.
Lovy mengangguk, ia tak paham saja apa yang dimaksud "diulang" oleh Kenzou. Dipikirnya kerjasamanya yang akan diulang. Sedangkan Kenzou berpikir lain. Kenzou tersenyum tipis. Sangat suka dengan Lovy yang nampak polos.
" Emm.. ini Pak.. eh mas.. Lovy mau menanyakan yang kemarin. " Lovy menundukkan kepalanya.
" Yang mana?. " tanya Kenzou.
" Tentang ciuman?. " Kenzou tanpa basa basi mencoba menggoda Lovy.
Blusshh.. wajah Lovy memerah.
__ADS_1
" Bu.. bu.. bukan itu mas." Lovy semakin sulit bicara.
" Jadi yang mana My Love.. " Kenzou beranjak dari kursinya berpindah ke samping Lovy.
Lovy membolakan matanya, my love?.. tubuh lovy menegang apalagi Kenzou yang sudah duduk di sampingnya.
" Emm.. emm.. yang kemarin di acara itu mas, Lovy minta penjelasan. " Lovy memberanikan bertanya.
" Bukannya sudah jelas?." tanya Kenzou.
Lovy menggelengkan kepalanya.
Tuuutt.. tuuut..
Bunyi handphone Kenzou berdering.. iya mengambilnya di atas meja. Sejenak Lovy merasa lega. Kenzou tidak duduk di sampingnya.
" Iya, Ma..Kenzou langsung ke rumah Mama sebentar lagi. " Kenzou menutup telponnya.
Kenzou melangkah kembali ke tempat duduk Lovy.
" Ayo ikut Mas." Kenzou meraih tangan Lovy. Lovy merasa de javu. Suka sekali menarik tangan batin Lovy. Lovy berusaha melepaskan genggaman tangan Kenzou di telapak tangannya, tetapi Kenzou semakin mengeratkan genggamannya.
Donny yang berada di ruangannya keluar melihat Kenzou menarik tangan Lovy.
" Bos mau kemana?. Siang ini mau ketemu klien mengecek ke lapangan, Bos. " ucap Tony.
" Batalkan. " Kenzou terus berjalan ke arah lift.
Setelah masuk ke dalam lift baru Kenzou melepaskan pegangan tangan Lovy.
Kenzou mendekat ke Lovy. Lovy menegang. Tiba-tiba Kenzou mengecup pipi Lovy. Lovy memerah.
" Mas. " Lovy menggelengkan kepalanya.
" Lovy belum selesai bicara Mas. " Lovy masih ingin menanyakan ke Kenzou. Kenzou mendekatkan wajahnya ke Lovy. Dikecup nya bibir merah Lovy. Lovy kaget.
" Maaasss.. " Lovy jadi teriak. Kenzou tersenyum lebar. Senyum yang langka dilihat.
Pintu lift terbuka. Mereka sudah di lobby. Kenzou menggenggam erat telapak tangan Lovy. Lovy berusaha melepaskan.
" Mas, malu dilihat karyawan Mas. " Lovy masih ingin melepaskan genggaman Kenzou. Kenzou tak peduli.
Mereka melangkah ke mobil Kenzou.
" Mas, mau bawa Lovy kemana? Lovy bawa mobil sendiri. " ucap Lovy.
Kenzou tidak menjawab, Kenzou membukakan pintu mobil untuk Lovy. Lovy diminta masuk ke mobil Kenzou. Lovy awalnya tidak mau tetapi Kenzou akan menciumya jika tidak dituruti. Lovy akhirnya masuk ke mobil.
Kenzou membawa Lovy ke rumahnya. Mama Siska tadi menelpon minta Kenzou pulang ke rumah.
Setelah sampai di parkiran rumah Kenzou membuka pintu mobil Lovy. Menggenggam tangan Lovy membawanya masuk ke rumah.
Semua perlakuan Kenzou tidak terlepas dari pandangan Papa Matthew dan Mama Siska yang sudah menunggu Kenzou datang. Mereka kaget karena Kenzou datang tidak sendiri tetapi membawa gadis yang kemarin di acara launching Green Orchard.
__ADS_1
Di depan Papa Matthew dan Mama Siska, Lovy mencoba melepaskan genggaman tangan Kenzou tetapi tidak berhasil.
" Assalamu'alaikum Dad, Ma. " Kenzou memberi salam.
" Waalaikumsalam sayang. " jawab Mama.
Kenzou mengajak Lovy duduk disampingnya.
" Dad, Ma, Kenzou mau menikah. " Dad, Mama kaget begitu juga dengan Lovy.
" Bukannya kemarin kamu bilang menolak dijodohkan. Apa sudah berubah pikiran?." tanya Mama Siska.
" Bukan menikah dengan Zeeta Ma. " Kenzou menjelaskan.
" Lah jadi dengan siapa?. " Mama mengernyitkan keningnya.
" Dengan Lovy, Ma." ucap Kenzou.
Lovy terbelalak. Seperti mendengar sambaran petir.
" Ap.. Ap.. Apa?." tanya Lovy kaget.
Papa Matthew hanya memijit-mijit pelipisnya. Pusing dengan tingkah putra semata wayangnya.
" Kenzou, yang benar saja sayang, bukannya Zeeta tunangan kamu. Kenapa mau menikah dengan Lovy, sayang?. " Mama Siska dengan kelembutan nya.
"Kenzou akan membatalkan pertunangan dengan Zeeta, Ma." ucap Kenzou.
Lovy masih tidak habis berpikir. Lovy hanya bisa mendengarkan saja perdebatan ibu dan anak.
" Kamu gampang ngomongnya Kenzou sayang, bagaimana dengan Oma? Bagaimana dengan kondisi kesehatan Oma?. " Mama Siska mengingatkan Kenzou.
Suasana hening. Lovy yang merasa tidak seharusnya mendengar semua perdebatan antara ibu dan anak memandang ke Kenzou. Dengan isyarat mata ia ingin pulang. Tetapi Kenzou tetap menahan tangannya.
" Kenzou akan selesaikan dengan Oma, ma. " jawab Kenzou.
" Yakin kamu bisa?. " tanya Papa Matthew.
Kenzou menganggukkan kepalanya.
" Maafkan ya nak Lovy, Kenzou baru ini bersikap seperti ini. " Mama menenangkan Lovy yang dari tadi tampak tegang.
" Ayo, Kenzou ajak Lovy makan siang dulu. " Mama Siska beranjak dari duduknya.
Meraih tangan Lovy yang dari tadi tidak dilepaskan Kenzou. Membawa Lovy ke meja makan.
" Maafkan Kenzou ya nak Lovy. " Mama meminta maaf sekali lagi ke Lovy.
" Gak apa-apa tante. " Lovy tersenyum ramah ke Mama Siska.
" Pasti sudah lapar kan?." ujar mama Siska.
Lovy hanya tersenyum, Lovy merasa Mama Siska sosok mama yang lembut dan bijaksana. Begitu juga dengan Daddy Kenzou. Sosok yang berwibawa dan berkharisma. Lovy masih merasa sungkan. Mereka makan dengan hening hanya terdengar suara sendok dan garpu di meja makan.
__ADS_1