Deviasi Hati

Deviasi Hati
Di Rumah Sakit


__ADS_3

Kenzou segera menggendong Oma turun dari mobil. Dengan langkah kaki panjang tergesa-gesa Kenzou menuju ruangan UGD. Oma segera ditangani oleh dokter.


Kenzou meraup wajahnya kasar, hatinya masih memanas, tangannya mengepal kuat. Melihat Oma yang tidak sadarkan diri membuat jantung Kenzou seakan meloncat keluar.


Kenzou dan Donny berada diluar ruangan UGD, masih menunggu kabar dari dokter. Terdengar langkah tergesa-gesa datang ke arah mereka. Papa Matthew dan Mama Siska datang dengan wajah memucat.


" Bagaimana Oma?. " tanya Mama Siska khawatir.


Kenzou diam tidak menjawab.


" Masih ditangani dokter, tante. " jawab Donny.


" Apa masalahmu, Zou? " tanya Daddy Matthew dengan tatapan tajam.


Kenzou tetap terdiam, wajahnya masih tampak mengeras, memerah menahan amarah.


" Daddy butuh penjelasan. " Daddy Matthew melangkah duduk di kursi sambil memijit pelipisnya. Mama Siska mengikuti Daddy duduk menenangkan Daddy Matthew.


Mama Siska mengelus lengan Daddy, Daddy Matthew dan Kenzou mempunyai karakter yang sama. Dingin dan mengintimidasi.


Kenzou dan Donny tetap berdiri di depan ruang UGD masih menunggu. Terdengar langkah kaki mendekati ke arah mereka.


Lovy dan Sara yang ikut menyusul menyapa Daddy Matthew dan Mama Siska terlebih dahulu. Kemudian mendekati Kenzou dan Donny.


" Mas.. " terdengar lirih suara Lovy.


Kenzou menoleh. Wajahnya yang tadi kelihatan tegang begitu mendengar suara Lovy dan melihat wajahnya sedikit mengendur, tatapannya sendu. Lovy tau Kenzou sangat terpukul, apalagi dengan penampakan di layar slide tadi.


Lovy mencoba menyentuh lengan Kenzou. Memberikan sedikit kekuatan. Hal ini tidak mudah bagi Lovy. Meski Lovy kecewa dengan apa yang dilihatnya tadi tapi ia berusaha tegar menguatkan hatinya. Kenzou merebahkan kepalanya di bahu Lovy.


Mereka yang berada disitu saling menatap melihat sikap Kenzou. Tidak pernah Kenzou seperti itu sebelumnya.

__ADS_1


Pintu ruangan UGD terbuka, dokter melihat keluarga pasien. Dokter menjelaskan kondisi Oma. Oma dipindahkan ke ruang ICU. Oma belum sadarkan diri.


Setelah dokter pergi, Kenzou, Daddy Matthew, Mama Siska bergantian menjenguk Oma.


Oma terbaring dengan alat-alat di tubuhnya. Matanya terpejam, Kenzou yang melihat Oma tidak berdaya membuat matanya berkaca-kaca.


Kenzou berharap Oma akan kembali seperti sedia kala. Kenzou berharap Oma mampu bertahan dari sakitnya. Kenzou berjanji akan mencari dalang dari semua ini. Baginya kesehatan Oma harus kembali.


Malam ini Kenzou akan menjaga Oma di rumah sakit. Ia tidak ingin jika Oma sadar ia tidak ada di samping Oma.


Daddy Matthew, Mama Siska, Lovy dan Sara sudah pulang terlebih dulu. Donny masih menemani Kenzou di rumah sakit. Ia pergi ke kafe di rumah sakit menenangkan dirinya juga. Ia harus mencari siapa orang yang berani mengganggu Kenzou.


Donny sangat dekat dengan Kenzou ia tau bagaimana Kenzou, tidak mungkin Kenzou berbuat seperti yang ada di layar. Pikiran Donny menerawang, ia jadi ingat dengan Zeeta dimana dia, kenapa dia tidak ikut ke rumah sakit batin Donny.


Berkecamuk kemungkinan-kemungkinan kejadian di benaknya. Donny mencurigai Zeeta, karena ia kepergok malam itu keluar dari kamar Kenzou.


Dini hari Kenzou yang sedang menjaga Oma terjaga, matanya sudah mengantuk, tetapi ia merasakan gerakan tangan Oma. Sangat pelan. Kenzou segera memencet tombol yang ada memanggil dokter.


Mata Oma perlahan mengerjap kemudian membuka. Dokter segera datang didampingi perawat, memeriksa Oma. Kenzou sedikit lega karena Oma telah sadar. Terimakasih Tuhan ucap Kenzou dalam hati.


Daddy Matthew datang bersama Mama Siska. Kenzou masih di rumah sakit belum pulang ke rumah, sedangkan Donny pulang karena ia harus masuk kantor, menghandle pekerjaan selama Kenzou masih di rumah sakit.


Malam harinya Zeeta datang dengan membawa buah tangan, ia menyapa Daddy Matthew dan Mama Siska yang berada di kamar, sedangkan Kenzou tidak kelihatan. Ia mendekat ke ranjang Oma mencium pipi Oma. Zeeta tersenyum ke Oma.


" Oma sudah sembuh? ." tanya Zeeta. Zeeta menggenggam tangan Oma. Oma mengedipkan matanya pelan. Oma tersenyum.


Pintu kamar terbuka Kenzou masuk ke ruangan, melihat ada Zeeta di samping ranjang Oma matanya menajam. Ia seperti singa yang melihat mangsa dan ingin melahapnya. Zeeta yang melirik ke arah Kenzou menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap ke Kenzou.


Oma mengangkat tangannya pelan memanggil Kenzou untuk mendekat ke ranjang. Kenzou yang tidak bisa menolak mendekat. Daddy Kenzou dan Mama Siska hanya menyaksikan saja.


Oma meraih tangan Kenzou dan tangan Zeeta disatukannya. Kenzou ingin menepis tangannya tetapi tak kuasa melihat wajah Oma yang memelas.

__ADS_1


" Oma ingin kalian menikah. " lirih suara Oma.


Suasana hening. Semua terdiam. Zeeta menaikkan sedikit ujung bibirnya. Dalam hatinya bersorak. Ia merasa rencananya berhasil.


Tangan kiri Kenzou mengepal kuat. Ia langsung melepaskan tangannya dari tangan Zeeta yang disatukan Oma.


Kenzou bergegas melangkah keluar ruangan. Rahangnya mengeras. Wajahnya menegang, ia memukul dinding luar kamar Oma melampiaskan kemarahannya melepaskan emosi di dalam tubuhnya.


Kenzou masuk ke mobilnya, menjauh dari rumah sakit. Ia butuh gadisnya untuk meredakan emosinya, menenangkan hatinya. Pikiran Kenzou kacau. Ia pergi ke club yang pernah didatanginya bersama Donny.


Kenzou memarkirkan mobilnya di club tersebut, ia masuk duduk di bar memesan minuman wine dengan kadar alkohol tinggi. Ia ingin melepaskan segala gundah di hatinya.


Kenzou meminum tanpa tau batasnya ia minum hingga mabuk. Deva yang kebetulan juga sedang ada di club tersebut sedang bertemu dengan kliennya. Tanpa sengaja ia melihat sosok Kenzou yang kacau. Segera Deva menghampiri Kenzou. Ditepuknya bahu Kenzou.


" Ada masalah bro?. " tanya Deva


Kenzou yang ditegur menoleh ke arah Deva. Ia hanya melirik sekilas. Kembali lagi mengambil gelasnya. Deva menahannya.


" Stop bro, lo udah mabuk. " Deva mengambil handphone di sakunya mencari nomor Donny. Segera di telponnya Donny mengabari tentang Kenzou. Sedangkan ia masih harus bertemu dengan kliennya.


Kenzou yang mabuk tak peduli lagi dengan keadaannya. Donny yang datang segera membawa Kenzou pulang ke apartemennya. Di papahnya tubuh Kenzou masuk ke apartemennya. Donny membaringkan tubuh Kenzou ke ranjang. Dilepaskannya sepatu Kenzou. Donny membiarkan Kenzou tidur.


Pagi hari Kenzou terbangun, matanya perlahan terbuka kepalanya terasa pusing. Ia masih belum menyadari dengan apa yang terjadi.


Pintu kamar terbuka, Donny datang membawa minuman.


" Lo kenapa Zou?. " tanya Donny.


Kenzou kembali memejamkan matanya. Ia mengingat-ingat kejadian tadi malam. Wajahnya kembali menegang.


" Apa karena kejadian di hotel?. " tanya Donny.

__ADS_1


Kenzou masih memejamkan matanya. Ia mengingat wajah Lovy. Ia tidak akan mau menikah dengan Zeeta. Ia tidak mencintai Zeeta. Ia masih berpikir tentang kejadian yang terjadi di hotel. Ada seseorang yang ingin menjatuhkannya. Ia harus mencari bukti bahwa ia tidak melakukan hal yang ditampilkan di layar slide.


" Cari sampai dapat siapa yang berani menayangkan foto bodoh itu. " Kenzou dengan mata masih memejam meminta Donny mencari orang yang sudah berani mengusiknya.


__ADS_2