Deviasi Hati

Deviasi Hati
Keberangkatan Kenzou


__ADS_3

Lovy yang berada di kamarnya sedang melamun, hari ini suaminya akan berangkat dengan waktu yang belum diketahui sampai kapan berada di kota S.


Kenzou membuka pintu kamarnya ia baru saja menemui Donny di ruang kerjanya. Keberangkatan mereka hari ini jam 10 pagi, masih ada waktu 3 jam, Kenzou sudah mengepak semuanya pakaiannya. Koper sudah berada di dalam mobil Kenzou dan Donny hanya tinggal berangkat saja.


"Sayang" Kenzou mencari istrinya.


Lovy yang sedang duduk di sofa menghadap jendela luar memandang langit pagi yang sedikit mendung. Ia masih dengan lamunannya.


Kenzou mendekati istrinya, memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Jangan melamun, Mas janji akan segera pulang, begitu selesai masalah di sana." Kenzou mengecup puncak kepala istrinya.


Lovy membalikkan tubuhnya. Wajahnya sendu ia tidak pernah jauh dari Kenzou selama menikah, baru kali ini ia merasakan kesedihan dihatinya.


Lovy biasanya tidak seperti ini, mengapa sekarang ia jadi melow begini.


Lovy memandangi wajah suaminya lekat. Disentuhnya rahang tegas suaminya.


"Lovy baik-baik aja Mas, hati-hati di sana jaga makannya, tetap sehat di sana, Mas harus ingat ada baby twins dan mommynya menunggu daddy di rumah." ucap Lovy sendu.


"Mas inginnya sayany ikut juga tetapi dokter kemarin yang berpesan takut kenapa-kenapa di pesawat karena sudah memasuki bulan ke delapan dokter gak mau mengambil resiko." ujar Kenzou mengingat pesan dokter waktu mereka berkonsultasi.


"Iya mas, Lovy mengerti. Jangan lupa hubungi Lovy dan keluarga kalau sudah sampai di sana. Semoga semua berjalan lancar Mas." Lovy memeluk erat tubuh suaminya. Air matanya menetes.


"Sayang, jangan sedih gitu donk, Mas jadi berat mau berangkat nih." Kenzou menghapus airmata di pipi Lovy.


Lovy tersenyum tetapi masih sesenggukan. Kenzou menenangkan Lovy, diciumnya bibir Lovy lembut. Ia menyalurkan perasaan tenang dan hangat ke hati Lovy. Lovy membiarkan Kenzou menciumi bibirnya, ia tidak membalasnya, beberapa saat kemudian ia membalas ciuman suaminya.


Tok.. Tok..


Pintu kamar di ketuk dari luar. Kenzou dan Lovy melepaskan pelukan dan ciuman mereka. Ganggu saja batin Kenzou.


Kenzou membuka pintu dengan tatapan tajam, dilihatnya Donny yang tersenyum kikuk.


"Maaf, Bos, berangkat sekarang Bos." ucap Donny.


Kenzou mengangguk, Lovy sudah ada di belakangnya. Kenzou mengecek handphone di meja nakasnya ketinggalan atau tidak. Mereka turun ke lantai satu, Sara yang sudah menunggu dari tadi tersenyum dengan Kenzou dan Lovy, tetapi tidak dengan Donny.


Mereka jalan beriringan menuju ke mobil yang sudah stand by di halaman depan rumah. Kenzou dan Lovy masuk ke mobil duduk di kursi penumpang. Sedangkan Donny yang menyetir mobil di sebelahnya duduk Sara, musuh bebuyutannya. Sara menghadap ke jendela mobil. Donny meliriknya sekilas.

__ADS_1


Mobil melaju di jalanan menuju ke bandara. Sampai di bandara sudah ada orangtua Kenzou, Lovy dan Oma yang akan mengantar keberangkatan Kenzou dan Donny.


"Assalamu'alaikum Dad, Ma, Oma, Pa, Ma" ucap Kenzou dan Lovy bersamaan.


"Waalaikumsalam sayang." jawab Mama Siska dan yang lainnya. Mama memeluk Kenzou dan Lovy.


"Hati-hati di sana cucu Oma. Ingat segera pulang jangan lama-lama kasihan istrimu." pesan Oma ke cucu tersayangnya.


"Baik Oma." jawab Kenzou.


"Jaga diri baik-baik, Zou, segera selesaikan dan cepat pulang jangan bikin istrimu khawatir." pesan Daddy Matthew.


"Baik Dad, Kenzou titip Lovy ya Dad, Ma, Oma, Pa, Ma. Ada apa-apa kabari Kenzou." ucap Kenzou.


Kenzou dan Donny berpamitan disalaminya semua keluarganya.


Kenzou memandang wajah istrinya yang masih sendu.


"Sayang jangan sedih terus, nanti baby twins sedih juga. Mas janji gak akan lama di sana." ucap Kenzou ke istrinya. Kenzou memeluk erat istrinya. Rasanya berat ia harus berpisah dengan istrinya, apalagi istrinya dalam keadaan hamil besar.


Setelah berpamitan dengan semua keluarganya. Kenzou dan Donny segera masuk ke ruangan chek in dan pemeriksaan. Mereka melanjutkan ke ruang tunggu.


***


Dua jam perjalanan Kenzou dan Donny sudah sampai dengan selamat di kota S, mereka langsung menuju hotel yang akan mereka tempati.


Kenzou dan Donny menginap di hotel mewah dengan fasilitas lengkap. Setelah sampai Kenzou dan Donny memberikan kabar kepada keluarga mereka.


Lovy yang di telpon oleh suaminya merasa lega perjalanan suaminya sampai tujuan dengan selamat.


Kenzou yang sedang berada di kamar nya setelah membersihkan diri akan segera bekerja setelah makan siang. Mereka akan langsung ke lokasi proyek yang sedang bermasalah.


Kenzou dan Donny makan siang di restoran hotel. Sambil berbincang-bincang membahas pekerjaan. Seorang wanita menyapa mereka.


"Selamat siang Pak Kenzou dan Pak Donny." sapa wanita tersebut.


Kenzou dan Donny menoleh. Mereka kaget karena yang menyapa mereka adalah sekretaris Mr. Han, Poppy.


"Selamat siang Nona Poppy." jawab Donny, sedangkan Kenzou kembali dengan santapan makan siangnya. Ia tidak menghiraukan Poppy.

__ADS_1


"Apa boleh saya ikut bergabung?" tanya Poppy dengan tidak ada rasa sungkan.


Donny terdiam ia menatap ke Kenzou, Kenzou tetap dengan sikapnya tidak peduli. Donny yang bingung akhirnya mempersilahkan Poppy duduk di meja mereka.


Kenzou segera melap mulutnya, ia berdiri dan pergi dari tempatnya, tanpa kata. Donny semakin bingung. Poppy mengepalkan tangannya.


"Maafkan kami Nona, sepertinya kami harus segera pergi ke lapangan." Donny pun segera beranjak dari kursinya mengejar Kenzou yang sudah pergi entah kemana.


Donny mencari-cari melihat ke kanan dan ke kiri, berputar tetapi tidak menemukan dimana Kenzou berada.


Shiiitt..!


Donny mencari kontak nomor Kenzou, tetapi Kenzou tidak mengangkatnya.


Ternyata Kenzou kembali ke kamar, masih ada waktu untuk mereka pergi ke lokasi proyek. Mereka sudah berjanji dengan Mr. Han akan berjumpa di lokasi proyek.


Donny yang kehilangan Kenzou, akhirnya kembali ke kamarnya, ia mencoba mengetuk pintu kamar Kenzou. Kenzou membukanya.


"Wahh bos, gue ditinggal aja." Donny komplain.


"Berisik" Kenzou segera mengambil jas nya dan laptopnya, diberikannya ke Donny untuk membawanya.


Donny mengikuti kemana Kenzou melangkah. Mereka ternyata akan langsung ke lokasi proyek.


Sementara di Kota A, Lovy yang merasa kesepian ditinggal suaminya, sedang bersama Sara di rumahnya. Sara akan menemani Lovy selama Kenzou berangkat, mereka juga akan ke cafe sekali-sekali mengecek keadaan cafe.


"Apa sudah ada kabar dari suami lo, beb?" tanya Sara.


"Lo nanyain kabar Mas Kenzou atau kabar Mas Donny nih? ciee.. " Lovy sengaja menggoda Sara.


"Apaan si lo, ya kabar dari suami lo ke elo lah, beb. Ngapain juga gue kepoin tu buaya darat songong." Sara mencebikkan bibirnya.


Lovy memicingkan matanya sebelah melihat ke arah Sara.


"Sepertinya ada yang gue lewatkan nih." ucap Lovy menyelidik wajah Sara.


Sara merotasikan kedua matanya.


"Sepertinya ada tercium bau-bau yang lagi falling nih." ujar Lovy semakin menggoda Sara.

__ADS_1


"Lovyyyy..! lo ya..!" teriak Sara. Lovy nya udah ngacir dengan membawa perut besarnya sambil terkekeh geli sudah bisa menggoda Sara.


__ADS_2