
Pagi hari di salah satu apartemen mewah di tengah kota, sepasang suami istri masih terlelap di ranjang extra size di kamar luas sang suami.
Cahaya mentari pagi menyelinap di sela-sela korden jendela. Seorang wanita cantik menggeliatkan tubuhnya, ia menyipitkan matanya melihat jam di atas meja nakas sudah menunjukkan pukul 6.45 pagi.
Lovy si wanita cantik tersebut, melihat ke samping tubuhnya yang masih berselimut dipandanginya wajah tampan suaminya. Lovy mengakui suaminya memang tampan. Ia tersenyum tanpa sadar menyentuh lembut rahang suaminya.
"Sayang." Kenzou masih terpejam menikmati sentuhan tangan istri cantiknya.
Lovy segera melepaskan tanganya dari wajah suaminya.
"Sudah siang mas, ayo bangun, bukannya hari ini kita akan pergi ke butik?" Lovy mengingatkan suaminya.
Kenzou membuka matanya menatap lembut wajah istrinya, dikecupnya bibir istrinya.
"Lovy mau mandi, mau buat sarapan dulu Mas." Lovy bergerak dari posisinya. Kenzou menarik tubuh istrinya agar tetap di posisinya.
"Sebentar saja". Kenzou memeluk tubuh istrinya menyalurkan perasaan tenang dihatinya. Entah kenapa setiap bersama istrinya ia merasakan beban di pikirannya hilang.
" Sudah siang Lovy belum buat sarapan loh Mas." ucap Lovy.
Kenzou mengecup bibir istrinya sekali lagi dan melepaskan pelukannya.
Lovy melangkah ke kamar mandi dengan baju piyama satinnya yang tipis dan menggoda.
"Mas ikut ya ke kamar mandi." ucap Kenzou.
"Gak Mas, tak selesai-selesai nanti mandinya." Lovy segera masuk kamar mandi dan menguncinya. Kenzou terkekeh di tempatnya.
Setelah membersihkan diri Lovy ke dapur membuat sarapan untuk mereka berdua.
Sambil memasak Lovy jadi ingat untuk menyampaikan ke Kenzou, setelah mereka mengadakan resepsi, Lovy mau mengajak Kenzou mengunjungi panti asuhan.
Kenzou yang sudah rapi dengan pakaiannya menuju ke dapur mendekati istrinya yang sedang memasak.
Di peluknya Lovy dari belakang.
"Mas, ini sudah mau selesai jangan diganggu." ucap Lovy.
Kenzou melepaskan pelukannya dan duduk di meja makan yang sudah ada kopinya.
Aroma kopi yang harum membuat Kenzou menghirup dan meminumnya.
"Ini enak sayang, rasanya pas." ucap Kenzou.
Lovy meletakkan piring lauk yang sudah di masaknya. Lovy menata piring dan gelas di atas meja, kemudian ia duduk di depan suaminya.
"Mas, Lovy baru ingat." ucap Lovy.
"Ingat apa sayang?" tanya Kenzou.
"Nanti kalo sudah selesai resepsi kita pergi ke panti asuhan ya Mas." jawab Lovy.
"Hemm." Kenzou berdehem.
Mereka memakan sarapannya tanpa bersuara.
__ADS_1
Sebelum mengunjungi butik Kenzou akan berangkat ke kantor dan Sara akan ke cafe sebentar. Karena ini bukan hari libur mereka tetap pergi bekerja, meski Kenzou seorang pimpinan dan Lovy pemilik butik, tetap tanggungjawab mereka tidak mereka abaikan.
"Mas jemput nanti sayang." ucap Kenzou di depan cafe setelah mengantar Lovy.
"Iya Mas." Lovy menunggu sampai Kenzou meninggalkan cafe.
Lovy masuk ke cafe sudah ada Sara disana.
"Hai, beb." ucap Sara.
"Hai juga, beb." balas Lovy.
Sara mengikuti Lovy naik ke lantai dua.
Lovy meletakkan tasnya membuka laptop, Sara juga sama.
"Ra, Anak-anak band udah dikasih tau kan untuk tampil di acara nanti." tanya Lovy.
"Udah beres, beb." jawab Sara.
"Oke deh." mereka melanjutkan pekerjaannya.
Sementara di kantor Kenzou, Donny yang dari tadi sudah berada di ruangan Kenzou sedang termenung.
"Ada masalah?" tanya Kenzou tanpa sengaja melihat Donny termenung gak biasanya.
Donny menggelengkan kepalanya.
"Sudah beres semua buat acara Sabtu nanti?" tanya Kenzou.
Kenzou manggut-manggut.
"Untuk pertemuan dengan pak Dirga, elo aja yang pergi." ucap Kenzou.
"Hah" Donny kaget.
"Tak ada bantahan." Kenzou bergerak mengambil jas nya di kursi, kemudian bergerak melangkah menuju pintu. Donny mengikutinya di belakang.
Kenzou melajukan mobilnya ke cafe Lovy. Mereka akan pergi ke Beauty's Butik, butik langganan Mama Siska.
Kenzou memarkirkan mobilnya di halaman butik. Ia membukakan pintu mobil untuk Lovy. Menggandeng tangan Lovy memasuki butik, pegawai butik memberi hormat ke Kenzou.
"Hallo..Kenzou, tante tadi sudah di telpon mama mu kalau kamu akan datang dengan istri untuk fitting baju." seorang wanita sebaya Mama Siska menyapa Kenzou.
Kenzou hanya mengangguk. Lovy tersenyum ke wanita itu.
"Mam" seorang gadis mungil muncul.
Gadis itu memperhatikan Kenzou lekat-lekat.
"Kenzou bukan?" tanya gadis itu antusias.
Kenzou mengerutkan keningnya. Lovy hanya melihat saja.
"Lupa ya? aku Dara.. Andara, temen sekelas di SMA." gadis itu mendekat ke Kenzou.
__ADS_1
"Dara, ini Kenzou dan istrinya mau fitting baju sayang." ucap wanita tadi.
"Ohh.. kamu sudah menikah." gadis itu mengamati Lovy dari atas sampai ke bawah. Wajahnya memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap Lovy.
"Tante, bisa segera kami fitting bajunya sekarang." Kenzou tidak menghiraukan gadis yang tadi menyapanya.
Si gadis tersebut merasa kesal diabaikan dikepalkannya tangannya kuat.
"Oohh iya.. Nisa tolong antarkan Pak Kenzou dan istrinya ke ruang fitting ya." ucap wanita tadi si pemilik butik.
Kenzou melangkah sambil merengkuh pinggang istrinya. Gadis yang bernama Dara tadi semakin kesal.
Kenzou dan Lovy memasuki ruangan fitting. Kenzou langsung memfitting pakaiannya, begitu juga dengan Lovy.
Selesai fitting bajunya Kenzou menunggu Lovy di sofa yang ada diruangan tersebut. Lovy muncul dengan gaun cantik dan elegan berwarna hijau sage, dengan payet di pinggang dan ujung dada atas. Kenzou mengamati, cantik pikirnya.
"Untuk di bagian dadanya dinaikkan lagi, Miss." Kenzou tidak ingin gaun tersebut terlalu rendah di bagian dadanya.
"Baik Tuan" ucap staf butik.
Lovy hanya mengikutinya saja. Ia pun tidak ingin tubuhnya terekspos, ia menginginkan pakaian yang tertutup dan tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Setelah selesai memfitting baju, Kenzou dan Lovy pergi ke restoran yang tidak terlalu jauh dari butik tersebut untuk makan siang.
Restoran yang tampak nyaman sekedar hanya duduk dan minum saja. Kenzou dan Lovy mencari meja di ujung dekat dengan jendela.
Pelayan datang membawa buku menu. Mereka memesan menu makan siangnya.
"Gadis tadi teman Mas?" tanya Lovy tiba-tiba.
Kenzou tidak menjawab, diraihnya telapak tangan istrinya.
"Mas gak ingat." jawab Kenzou.
Lovy mengangguk.
"Cantik, imut." tambah Lovy lagi.
Kenzou tidak menghiraukan ucapan Lovy.
"Mas banyak penggemarnya ya?" Lovy memancing Kenzou untuk bercerita.
Kenzou hanya mengernyitkan dahinya.
Kenzou bukan type laki-laki yang suka bercerita panjang lebar. Ia tidak akan mempedulikan hal-hal yang baginya hanya buang-buang waktu saja.
Kenzou tau dirinya banyak digemari oleh cewek-cewek cantik tetapi Kenzou tidak pernah menghiraukannya.
"Lovy gak papa kok mas, kalo ada cewek yang suka sama Mas, wajar juga kalo mereka terpesona sama Mas, secara Mas kan cakep tuh." ucap Lovy.
"Jadi kalo ada yang mau jadi istri kedua mas, gak papa juga?" Kenzou mulai terpancing. Ia mencoba menggoda istrinya.
Lovy terdiam raut wajahnya langsung berubah, ia memanyunkan bibirnya, cemberut.
Kenzou terkekeh geli, "Makanya sayang jangan pancing-pancing Mas". Kenzou mengelus telapak tangan Lovy, menenangkannya.
__ADS_1