Deviasi Hati

Deviasi Hati
Rencana Kenzou ke Luar Kota


__ADS_3

Malam hari selesai acara mitoni atau tujuh bulanan, semua keluarga besar masih berkumpul di ruang keluarga di rumah Kenzou.


Acara yang mereka adakan berjalan tanpa hambatan, semua merasakan kebahagiaan. Terutama Oma yang masih menginap di rumah Daddy Matthew. Rencananya Oma akan tinggal lama di rumah Daddy Matthew. Oma ingin bermain bersama cicit kembarnya.


Keluarga besar sedang bercengkrama, saling bercerita. Terdengar sedikit riuh dengan tawa canda keluarga besar Kenzou dan Lovy.


"Zou, bagaimana proyek di kota S, Daddy dengar ada sedikit masalah?" tanya Daddy Matthew ke Kenzou.


"Iya Dad, kebetulan malam ini Zou akan infokan lusa Zou dan Donny akan berangkat ke kota S." ucap Kenzou.


Semua terdiam mendengar kabar dari Kenzou.


"Apakah masalahnya serius sayang?" tanya Mama Siska.


"Zou akan atasi Ma." jawab Kenzou.


Lovy yang baru saja mendengar kabar tersebut kaget. Ia menatap ke wajah suaminya. Kenzou yang masih berbicara dengan orang tuanya tidak menyadari tatapan sendu dari istrinya.


Kenzou memang belum memberitahukan ke istrinya tentang keberangkatannya karena ini mendadak dan sangat mendesak.


Mereka kembali bertukar pikiran membahas tentang banyak hal.


Malam semakin larut, satu persatu anggota keluarga besar undur diri berpamitan pulang ke rumah masing-masing. Hanya tinggal Donny dan Sara yang masih lajang yang menginap di rumah Kenzou.


Mereka akan menemani Kenzou dan Lovy sampai hari keberangkatan Kenzou dan Donny lusa.


Kenzou dan Lovy sudah berada di dalam kamar mereka. Lovy sudah selesai membersihkan dirinya sedangkan Kenzou baru akan menyusul mandi setelah Lovy.


Lovy masih di depan meja rias membersihkan wajahnya dengan pembersih muka. Kenzou yang baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk dipinggangnya, mendekati istrinya.


"Sayang" Kenzou memeluk leher Lovy dan mengecup puncak kepalanya.


"Kok diam aja?" tanya Kenzou yang melihat istrinya tidak banyak suara.


"Pakai bajunya Mas, nanti masuk angin." ucap Lovy.


Kenzou membalikkan tubuh istrinya menghadap dirinya. Lovy yang sedang duduk di kursi dan Kenzou yang berdiri.

__ADS_1


Kenzou memeluk istrinya erat. "Mas pingin jenguk twins sayang." ucap Kenzou.


"Mas, belum jelaskan ke Lovy yang Mas akan berangkat lusa." ucap Lovy mengangkat kepalanya menatap wajah suaminya.


"Iya akan Mas jelaskan, tapi Mas kangen baby twins sayang." Kenzou menangkup pipi istrinya dan menatap penuh cinta ke istrinya dan mengecup bibir istrinya.


Lovy mencubit perut kotak-kotak Kenzou.


"Hilih..kalau ada maunya aja gitu." Lovy mencubit lagi.


"Adduuuhh.. sakit sayang" Kenzou meringis pura-pura kesakitan.


Lovy membolakan matanya.


"Awas ah, Lovy mau istirahat." Lovy ingin berdiri tetapi tanpa sengaja gerakannya membuat handuk di tubuh Kenzou terlepas.


Refleks Lovy melihat ke arah aset suaminya yang sudah tegak.


Mata Lovy membola kembali. "Maas.. " Lovy ingin menghindar dari suaminya tetapi Kenzou segera mengangkat tubuh jumbonya.


Lovy kaget.. "Mas, Lovy berat loh." Kenzou tidak mengindahkan ucapan Lovy.


Otomatis tangan Lovy memeluk leher suaminya. Kenzou membaringkan Lovy di kasur. Ia segera membuka tali piyama baju tidur Lovy. Terpampang dengan jelas aset kembar Lovy yang semakin sexy dan perut buncitnya yang begitu sexy membuat gairah Kenzou semakin menyala.


Kenzou yang sudah posisi on dan ready segera naik ke atas kasur. Mencium bibir istrinya.


"Kamu cantik sayang, sexy, Mas suka." bisik Kenzou di telinga Lovy.


Lovy yang merasakan lembutnya bibir suaminya dan sentuhan jemari Kenzou, memejamkan matanya menikmati setiap letupan-letupan kecil yang ia rasakan di aliran darahnya. Gairah mereka semakin panas. Kenzou juga sudah melepaskan kain tipis segitiga hitam di tubuh Lovy.


Belum sampai tengah malam mereka melakukan kegiatan yang sudah jarang mereka lakukan semenjak Lovy hamil. Jika Kenzou menginginkan atau Lovy yang ingin maka mereka baru melakukannya.


Setelah selesai dengan kegiatan panas mereka, Kenzou memeluk tubuh istrinya. Lovy merebahkan kepalanya di dada Kenzou posisi tubuhnya miring dengan perut buncitnya.


Kenzou mengelus lembut perut buncit Lovy.


"Jangan nakal ya twins, Daddy akan pergi sebentar ke luar kota, jaga Mommy baik-baik." Kenzou berbicara sambil terus mengelus perut istrinya. Ia merasakan gerakan dari dalam perut istrinya. Kenzou kaget.

__ADS_1


"Sayang, twins bergerak, Mas merasakan gerakannya." Lovy ikut meletakkan tangannya di atas tangan Kenzou. Berdua mereka merasakan gerakan baby twins di perut Lovy.


"Sayang, maafkan Mas, sebenarnya Mas sudah minta biar Donny saja yang berangkat, tetapi pihak investor yang bekerjasama dengan perusahaan Mas tidak mau hanya Donny saja, mereka minta masalah ini harus segera selesai biar tidak berlarut-larut dan akan menambah biaya lebih besar jika tidak segera selesai." Kenzou menjelaskan panjang lebar ke Lovy.


Lovy yang sadar tanggungjawab suaminya sebagai seorang pimpinan juga tidak akan egois menahan keberangkatan suaminya keluar kota.


"Lovy mengerti Mas, cuma kan Mas itu tidak memberitahu Lovy sebelumnya. Ini begitu tiba-tiba Lovy kaget Mas." Lovy masih menggenggam jemari suaminya.


"Mas minta maaf, ini memang mendadak sayang. Mas juga langsung di telpon dengan Mr. Han hari Jumat kemarin sayang." jelas Kenzou.


"Mas, gak mau sayang sedih mendengar berita ini karena acara kita diadakan di hari Minggu. Mas memang sengaja memberitahukan setelah acara kita, sayang." tambah Kenzou.


Lovy yang mendengarkan suaminya berbicara sudah mengantuk, ia hanya manggut-manggut saja dan tertidur.


Kenzou yang tidak mendengar suara istrinya lagi dan hanya mendengarkan suara dengkuran halus. Membetulkan posisi tidur istrinya, diangkat nya perlahan kepala Lovy di letakkan di atas bantal. Ia menarik selimut dan menutup tubuh istrinya dengan selimut.


Kenzou bergerak beranjak dari atas kasur dan menuju ke ruang kerjanya yang connecting dengan kamarnya.


Kenzou masih harus mengecek semua laporan yang masuk di emailnya dan perkembangan masalah yang terjadi di kota S.


Kenzou mengirim pesan ke Donny untuk menemuinya di ruang kerjanya.


Donny yang memang belum tidur dan masih berada di lantai bawah naik ke lantai dua ke ruangan kerja Kenzou.


"Don, sudah lo cek perkembangan di lapangan bagaimana di kota S?" tanya Kenzou.


"Sudah, Bos, dari yang gue terima info dari lapangan masih ada beberapa kepala keluarga yang menolak untuk di relokasi, meski sudah dijelaskan panjang lebar." ucap Donny.


Kenzou menganggukkan kepalanya, tampak ia sedang berpikir keras. Proyek ini sudah mereka rencanakan sejak lama. Dan sudah ada tenggat waktu untuk menyelesaikannya.


Kenzou tidak ingin proyek ini molor dari perencanaan. Karena akan berpengaruh di cost pengeluaran jika proyek tertunda.


"Oke kita akan berangkat lusa. Siapkan semuanya Don jangan ada yang ketinggalan berkas yang harus lo bawa." Kenzou bergerak dari kursinya.


"Jadi sudah ni Bos, gue boleh balik ke kamar gue?" tanya Donny.


Kenzou tidak menggubris ucapan Donny, ia membuka pintu connecting ke kamarnya dan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Donny bengong, emang gue patung apa ya..atau makhluk ghaib tak kasat mata. Hhhh.. nasib.. nasib jadi asisten batinnya.


Donny beranjak dari kursinya menuju pintu keluar dari ruangan kerja Kenzou dan balik lagi ke kamarnya. Malam ini ia merasa ada yang kurang, ia melihat Sara tadi mondar mandir tetapi ia tidak berani usil melihat muka jutek yang dipasang Sara.


__ADS_2