Deviasi Hati

Deviasi Hati
Bersamamu


__ADS_3

Pulang dari acara mendadak nikah, Kenzou membawa Lovy ke apartemennya, banyak hal yang harus mereka bicarakan. Terutama Lovy yang sampai saat ini merasa tidak percaya bahwa ia sudah menikah.


" Istirahat dulu, sayang. " Kenzou dan Lovy baru masuk ke apartemen Kenzou.


Lovy berjalan menuju sofa, mendudukkan dirinya. Tubuhnya masih terasa tegang. Kenzou yang berjalan ke dapur mengambil minuman dingin, ia membawa dua gelas air minum ke sofa. Diberikan satu gelasnya ke Lovy.


Kenzou duduk di sebelah Lovy. Dipandanginya wajah Lovy dari dekat. Lovy menoleh, mata mereka bertatapan. Lama mereka saling menatap mencari suatu makna yang tersirat dari sorot mata mereka.


" Bisa Mas jelaskan sekarang?." tanya Lovy.


" Nanti akan Mas jelaskan. " Kenzou meraih tubuh Lovy merengkuhnya. Hal yang sudah lama ditunggunya bisa berdekatan dan berduaan dengan gadis pujaan hatinya.


" Ayo masuk ke kamar Mas, ganti baju dulu. Kita istirahat dulu. " Kenzou bergerak menggandeng tangan Lovy mengajaknya ke kamar Kenzou.


Kamar yang luas dengan interiornya yang sangat maskulin. Tercium aroma parfum Kenzou di dalam kamar Kenzou.


Lovy masih mengamati isi kamar Kenzou. Kamar yang di dominasi abu-abu. Lovy duduk di pinggir ranjang. Kenzou sudah duluan masuk ke kamar mandi.


Lovy menarik napasnya dalam dan menghembuskannya. Ia masih saja merasa asing dengan semua ini. Tiba-tiba berada di kamar seorang lelaki. Lovy yang sebelumnya tidak pernah dekat dengan lelaki. Lovy sangat mandiri mengerjakan semuanya sendiri. Mengatasi masalahnya sendiri. Hari ini itu akan menjadi berbeda.


Lovy masih melamun.


" Jangan melamun, sayang. " Kenzou yang baru keluar dari kamar mandi membuat Lovy terkesiap. Tubuhnya mendadak tegang.


Dilihatnya tubuh Kenzou yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya, dan rambutnya yang basah yang sedang dikeringkan dengan handuk kecil di tangan Kenzou. Wajahnya terasa memanas, Kenzou yang melihat wajah Lovy yang memerah mendekat, di kecupnya ujung bibir Lovy sekilas.


Lovy yang sedang melamun, kaget, wajahnya semakin memerah seperti tomat yang ranum. Kenzou terkekeh geli.


" Jangan tegang, sayang, rilex. Belum juga diapa-apain. " Kenzou yang biasanya bermode datar dan irit bicara, sekarang berubah 180 derajat di depan Lovy.


Lovy mencubit lengan Kenzou.


" Aduh.. aduh.. kok dicubit. " Kenzou meringis.


" Mandi dulu sayang. Baju sudah ada di lemari sebelah lemari baju mas. " Kenzou memberi tau Lovy.


Lovy membolakan matanya.


" Baju darimana Mas?." tanya Lovy cengo.


" Inggrid yang Mas suruh beli sayang. " Kenzou membuka handuknya didepan Lovy.

__ADS_1


Lovy berteriak.


" Maaaas.. " Lovy menutup wajahnya dengan jari- jarinya.


" Kenapa? Hem.." Kenzou yang sudah berpakaian mendekati Lovy duduk disamping Lovy.


" Sini Mas bantu buka bajunya. " Kenzou mengulur kan tangannya.


Lovy langsung berdiri.


" Jangan mesum Mas. Lovy mau mandi. " Lovy bergerak melangkah menuju ke kamar mandi. Tangan Kenzou meraih pinggang Lovy, mencium bibirnya sekilas. Lovy membolakan matanya. Kenzou terkekeh melepaskan pelukannya.


Setelah selesai mandi Lovy dan Kenzou sudah berada di dapur, mereka belum berencana keluar rumah malam ini. Mereka akan melewati malam pengantin mereka malam ini.


Lovy memasak makanan sederhana dengan stok yang ada di kulkas, ayam goreng tepung, sambal bawang, dadar telur dan tumis bokcoy. Lovy juga membuat salad buah sebagai dessertnya.


Kenzou yang sangat senang malam ini bisa bersama istrinya di apartemen, tak henti-hentinya melebarkan senyumnya. Ia ingin egois malam ini menikmati malam bersama istri yang baru di nikahinya.


" Mas, jadi kapan mas mau menjelaskan ke Lovy, kejadian yang terjadi. Jujur Lovy masih belum percaya kalo sekarang Lovy sudah menjadi istri." ujar Lovy setelah mereka makan malam dan duduk di sofa.


Kenzou yang sedang mode manja rebahan di paha Lovy di sofa panjang ruang tengah apartemen membuka matanya menatap mata Lovy.


" Tapi kan Mas, Lovy harus tau. " Lovy masih memaksa Kenzou bercerita.


" Ssstttt.. " Kenzou meletakkan jari telunjuknya ke bibir Lovy.


" Mas akan cerita tetapi tidak sekarang. " Kenzou memejamkan matanya.


Bunyi dering handphone Kenzou memanggil-manggil.


Kenzou meraih handphonenya yang ada di meja, tertera nama Donny yang menelpon. Kenzou mengabaikannya.


" Diangkat Mas, kok dibiarin?. " tanya Lovy.


Kenzou diam saja. Bunyi handphone Lovy sekarang yang berdering. Lovy melihat nama yang mamanggil. Ternyata nama Sara.


" Assalamu'alaikum. " salam Lovy.


" Waalaikumsalam, ciee.. cieee.. yang lagi enak.. enak.. lupa ma sahabatnya. " Sara langsung nyerocos di seberang sana.


" Pasti lagi ma yayangnya nih. " Sara terus menggoda Lovy.

__ADS_1


Kenzou yang melihat Lovy mengangkat telpon bertanya lewat kode mata. Sara.. Lovy menjawab dengan gerakan bibirnya.


Kenzou kembali memejamkan matanya.


" Kabari kalo sudah selesai indehoy nya ya, Beb. Gue kangen ma lo. " ucap Sara.


" Baru juga tadi siang jumpa Ra, jangan ngadi-ngadi deh Ra. " ujar Lovy.


" Okay dah.. kabar-kabari ya beb kalo ada apa-apa. Gue always standby. Lanjutkan dah enak-enaknya. " ejek Sara dari seberang telpon.


" Sok teu deh Ra. Oke deh..Assalamu'alaikum." Lovy menutup telponnya.


" Kita pindah ke kamar?. " tanya Kenzou.


" Mas sudah ngantuk?. " Lovy balik bertanya.


Kenzou tersenyum smirk. ia mengedipkan sebelah matanya menggoda Lovy. Kenzou beranjak dari berbaring kemudian berdiri mengangkat tubuh Lovy ala bridal style.


" Mas.. Kenzouuu.. " teriak Lovy dalam gendongan Kenzou.


Masuk ke kamarnya Kenzou membaringkan Lovy di ranjangnya perlahan-lahan. Lampu temaram kamar membuat suasana tubuh rilex. Tetapi tidak dengan Lovy. Tubuhnya menegang, dadanya berdebar kencang seakan mau melompat keluar. Begitu juga dengan Kenzou.


Kenzou membuka kaosnya, perlahan naik ke ranjang mendekati Lovy yang sudah terbaring. Di pandangnya wajah cantik Lovy dengan tatapan lembut. Lovy pun juga membalas tatapan Kenzou.


Perlahan Kenzou mendekatkan wajahnya ke wajah Lovy. Hembusan napas Kenzou terasa di wajah Lovy. Lovy memejamkan matanya. Ia merasakan bibir Kenzou mencium bibirnya. Lovy membiarkan Kenzou menikmati bibirnya. Perlahan Kenzou menggigit kecil bibir Lovy. Lovy membuka bibirnya. Kenzou mengexplore bibir manis Lovy. Lovy pun membalasnya.


Ciuman Kenzou semakin menuntut, ciuman Kenzou yang lembut membuat tubuh Lovy melayang, tanpa disadari Lovy, pakaian atasnya sudah terbuka. Lovy menutup matanya, ia malu.


" Buka matamu, sayang. " ucap Kenzou.


Lovy membuka matanya, tangan Kenzou sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Menyentuh setiap inci tubuh Lovy. Lovy meremang. Tubuhnya sudah sperti jelly. Kenzou memegang telapak tangan Lovy diletakkannya di tepat di tengah celananya.


Wajah Lovy memerah, ia menyentuh sesuatu yang keras. Kenzou semakin berhasrat. Mereka menyentuh dengan penuh perasaan.


Kenzou ingin membuat malam ini malam yang tidak bisa dilupakan oleh Lovy. Ia ingin menjadikan Lovy seutuhnya miliknya.


Dalam keheningan malam, di kamar yang temaram, dengan hawa yang dingin menyentuh kulit. Tetapi tidak terasa dingin di tubuh Kenzou dan Lovy. Mereka melakukan penyatuan sebagai sepasang pengantin baru.


Kenzou ingin egois menikmati sentuhan setiap inchi tubuh Lovy. Lovy merasakan perasaannya membuncah. Ia telah menyerahkan milik berharganya kepada suaminya. Memberikan hatinya kepada suaminya, Kenzou Dewangga Alexander.


Bersama Kenzou ia akan menjalani hari-hari suka dan dukanya. Mengarungi perjalanan hidup dengan segala ujiannya. Siap tidak siap Lovy harus melewati hidup sebagai seorang istri. Dan ia berharap tidak akan mengecewakan Kenzou, menjadi istri yang baik dan selalu menjadi lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2