
Setelah semua pulang dari cafe Lovy dan Sara naik ke lantai 3 untuk beristirahat. Ini malam Minggu, Lovy dan Sara memutuskan untuk menginap di cafe.
" Lo, masih ada hutang penjelasan sama gue ya Lov, jangan menghindar. " Sara membaringkan tubuhnya ke ranjang.
Lovy yang mendengar hanya melirik ke Sara. Lovy sedang membuka lemarinya mencari baju ganti.
" Gue mo mandi dulu, gak enak belum mandi, tenang aja nanti gue bakal cerita. " Lovy melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Sara yang tadi berbaring di ranjang ternyata sudah memejamkan matanya belum juga 10 menit Sara sudah tidak kuat menahan ngantuk. 20 menit di kamar mandi Lovy keluar dengan wajah yang segar. Dilihatnya Sara yang sudah tertidur di kasur dengan bunyi hembusan nafasnya teratur.
" Dasar kebo lo Ra, nampak kasur aja pantang, udah kayak perangko aja nempel terus. " Lovy mengambil remote diatas nakas dan menyalakan televisi. Sambil berbaring di samping Sara yang sudah melayang ke alam mimpi. Tanpa mengganti pakaiannya Sara tak peduli langsung saja tidur. Lovy mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu. Wajahnya kembali terasa panas, Lovy seakan masih merasakan kelembutan bibir Kenzou di bibirnya. Lovy pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak.. tidak..ini tidak benar tidak seharusnya tadi gue diem aja di kecup cowok sedangkan dia bukan siapa-siapa gue. Lovy berbicara sendiri. Dia jadi merasa kesal dengan dirinya sendiri kenapa tadi tidak menghindar dan langsung pergi saja kenapa malah diam tanpa berontak dan langsung pergi. Lovy menepuk-nepuk bibirnya. Ini ciuman pertamanya setelah berumur 25 tahun Lovy baru merasakan bibir seorang cowok, mana cowoknya sudah punya pacar lagi. Lovy lagi-lagi menyesal dengan dirinya yang tidak bisa menghindar.
Rasanya Lovy ingin melarikan diri saja tadi tidak usah muncul lagi di hadapan Kenzou. Tetapi sebagai pemilik kafe dia harus bertanggungjawab dengan tamu yang sudah membooking cafenya. Mengucapkan terimakasih. Belum lagi Donny memergoki mereka berdua yang sedang ciuman meski gak bisa dibilang juga itu ciuman tetapi hanya kecupan singkat.. hanya.. what.. gue udah gila ternyata. Semakin lama dipikirkan Lovy semakin tidak bisa tidur. Akhirnya Lovy mematikan televisi menarik selimut dan memejamkan matanya menyusul Sara yang sudah melayang layang ke mana-mana rohnya disaat tidur. Tidak menghiraukan lagi sahabatnya yang sedang galau.
Pagi Minggu jarum jam sudah menunjukkan ke angka 7 lewat 15 menit, cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamar menggeliatkan seorang gadis yang masih terbaring di kasur. Lovy yang sudah terbangun sedari subuh dikarenakan tidurnya yang tidak nyenyak sedang mengikat rambutnya di depan meja rias. Sara menggeliatkan tubuhnya diatas kasur. Matanya memicing sebelah melihat ke arah meja rias.
" Pagi kebo. " Lovy yang berada di meja rias melihat gerakan sahabatnya lewat cermin di depannya.
" Hah.. apa? kebo? enak aja.. " Sara langsung mendudukkan dirinya di head board ranjang.
" Rajin amat lo bangun masih gelap nih.. " Sara mencoba menggoda Lovy.
" Gelap apaan.. dasar kebo. Buruan bangun hari ini kita mo ke mall cuci mata. " Lovy membalikkan tubuhnya menaikkan turun kan alisnya ke Sara.
" Masih lama juga mall buka. " Sara mencari handphonenya yang dia letakkan diatas nakas.
" Mandi sono, gue mo ke bawah mo liat anak-anak yang kerja hari ini udah pada datang apa belum. " Lovy bergerak mau melangkah ke pintu kamar.
" Eit.. eit.. tak bisa..jangan lari.. gue masih menunggu cerita lo, jangan pura-pura lupa ya, beb. " Sara beranjak dari tidurnya sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
" Cerita dulu baru boleh keluar. " Sara menarik tangan Lovy untuk duduk di sofa.
" Siapa suruh lo tidur tadi malam, salah sendiri. " Lovy yang ditarik tangannya ikut duduk di sofa.
" Tapi janji dulu ya jangan lo ketawain kalo gue cerita. " Lovy melihat ke wajah Sara.
__ADS_1
" Oke.. janji. " Sara dengan rasa penasarannya yang tinggi.
"Jadi tuuhh.." Lovy senyum-senyum sambil membayangkan.
" Yaelah.. ni anak..belum juga cerita dah senyum-senyum sendiri. " Sara masih menunggu dengan rasa penasaran yang semakin tinggi.
Flash Back On
Lovy yang berjalan terburu-terburu dari toilet membuat Sara yang menunggu di samping panggung merasa heran.
" Kenapa lo jalan terburu-buru, muka meringis gitu. " Sara mengikuti Lovy yang masuk ke ruangan khusus staf.
Lovy yang tadi terburu-buru membuka kulkas, mencari air dingin untuk diminum. Rasanya wajahnya masih terasa panas akibat kejadian yang baru dialaminya. Napasnya ngos-ngosan. Sara yang melihatnya heran bertanya-tanya dalam hati.
" Lo habis lihat demit ya? napa wajah lo merah gitu? . " Sara kepo sendiri.
Lovy melirik ke Sara sambil tarik kursi untuk didudukinya.
" Ntar aja gue cerita..gue masih sesak nih. " Lovy menarik napasnya, rasanya masih ngos-ngosan.
Dinda masuk keruangan staf.
" Bu untuk desertnya tadi sudah habis di meja tamu bu, apa masih ada stoknya?." Dinda yang bertanya kepada Lovy berdiri sambil membawa baki.
" Coba kamu cek di tempat penyimpanan stok yang ready ya." Lovy menjawab.
" Baik bu. " Dinda melangkah ke tempat penyimpanan stok.
Flashback off
" Lo tenang donk, ini gue mo cerita ni. Jadi tu ya tadi kan gue ke toilet. Selesai dari toilet di lorong gue ditabrak ma cowok. " Lovy bercerita masih dengan perasaan yang berbunga-bunga. Wajahnya sumringah.
" Terus.. terus.. ". Sara tak sabaran.
__ADS_1
" Sabar napa, lo tau siapa cowok yang nabrak gue? . " Lovy bertanya ke Sara. Sara menggelengkan kepalanya.
" Dia.. dia.. ". Lovy senyum-senyum sendiri lagi.
" Ya ampun Lov.. Lo niat mo cerita gak sih. Cepetan napa. Gue sesak ni mo setor ke toilet. " Sara masih tak sabaran.
" Ya udah ke toilet sono, tapi gue berhenti cerita.. oke?. " Lovy menaik turunkan alisnya.
" Gak jadi, cepetan donk. " Sara memdesak.
" Cowok itu ternyata adalah.. Pak.. Pak.. ". Lovy semakin mengerjai Sara.
" Gue tau nih.. pasti Pak Kenzou kan.. secara tadi malam gue liat doi tergesa-gesa ke arah toilet. " Sara menjawab.
" Tebakan lo jitu. Anda akan mendapatkan bonus..Hahaa.." Sara memberikan acungan jempol ke Sara sambil tertawa.
" Terus napa lo meringis kek kesakitan gitu? . " tanya Sara.
" Banyak banget pertanyaan lo, mo interogasi gue lo? wani piro? kepo banget lo..hahahaa. " Lovy tertawa ngakak. Sara mencebikkan bibirnya. Sara heran pagi ini Lovy seperti orang yang baru dapat lotre, wajahnya ceria.
" Kasih tau gak ya?. " Lovy meletakkan telunjuknya ke keningnya sambil pura-pura berpikir. Lovy senang melihat sahabatnya keki.
" Ah.. kelamaan.. udah ah..gue mo ke toilet." Sara hendak berdiri dari duduknya.
" Waaah.. rugi 2000 lo kalo gak denger cerita lanjutannya." Lovy semakin membuat Sara dongkol. Sara duduk kembali ke sofa.
Sambil bediri pura-pura mau ambil minum Lovy teriak.
" Gue dicium ma Pak Kenzou.." Lovy ngacir menuju kearah pintu mau keluar kamar. Sengaja membuat Sara dongkol.
Sara dengan muka begonya terbengong-bengong otaknya belum connect seakan tiba-tiba error.
"Hah." otak Sara mulai connect mengingat apa yang dikatakan Lovy.
__ADS_1
" Loovvvyyy.. " teriak Sara sambil matanya mencari-cari Lovy dimana.
" Dasar lo Lov.. cerita lo belum selesai udah main kabur aja. " Sara akhirnya bangkit dari duduknya mengambil handuk di lemari Lovy dan menuju ke kamar mandi.