
Mobil melaju di jalanan yang mulai sepi dengan kendaraan-kendaraan umum. Lovy masih dengan rasa penasarannya bertanya ke suaminya.
"Mas, bukannya ini jalan mau ke perumahan Green Orchard?" tanya Lovy.
Kenzou menoleh tersenyum dan mengangguk.
"Kita mau ke rumah siapa mas?" tanya Lovy lagi.
Kenzou tidak menjawab. Mobil mereka memasuki gerbang perumahan. Terasa udara segar terhirup masuk ke indra penciuman, Lovy menarik napasnya dan menghembuskannya.
Terasa perasaan nyaman masuk di komplek perumahan tersebut dengan tanaman-tanaman hijau di sepanjang pinggir jalan. Tampak bundaran besar di tengah-tengah komplek dengan tanaman bunga-bunga hias yang memanjakan mata memandang.
Ada fasilitas umum di tempat terbuka disediakan oleh developer untuk berolahraga dan taman bermain anak-anak.
Mobil terus berjalan sampai lah di ujung jalan ada satu rumah besar 3 lantai berwarna putih. Tampak mewah meski dengan disain minimalis.
Kenzou memasuki halaman rumah yang luas, Lovy masih mengamati sekelilingnya. Ia tidak menyadari keramaian di dalam rumah. Pintu rumah sengaja di tutup.
Begitu pintu rumah dibuka..
"Surprise..! " Sara, Donny, Mas Gamma, Mba Rissa bersamaan membuka confetti poppernya ke Lovy dan Kenzou.
Kertas berwarna-warni berhamburan di atas kepala Kenzou dan Lovy. Suasana jadi meriah. Kenzou tersenyum, Lovy membuka mulutnya kedua tangannya menangkup ke mulut terbukanya. Ia kaget. Sungguh surprise.
"Welcome home Mr. Kenzou and Mrs. Lovy.. " Sara dengan suara cemprengnya menyilahkan Kenzou dan Lovy masuk ke rumah.
Di dalam ruangan tengah sudah ramai keluarga besar Kenzou dan Lovy duduk lesehan di karpet bulu lembut. Tak lupa juga dengan anak-anak panti asuhan dan Ibu Aliyah.
Lovy berkaca-kaca, ia terharu. Dipandangnya wajah suaminya. Ingin rasanya ia mencium dan memeluk suaminya erat. Rasa cintanya semakin bertambah.
Kenzou tersenyum lebar. Matanya mengedip. Lewat sorot mata mereka menyalurkan perasaan cinta mereka.
"Selamat putri Mama sayang." Mama Gea mendekati Lovy, cipika cipiki. Begitu juga dengan Papa Richard.
"Terimakasih, Ma." Lovy dan Mama berjalan mendekati keluarga besar mereka.
Oma, Daddy Matthew dan Mama Siska juga mengucapkan selamat kepada Kenzou dan Lovy.
Kenzou sedang berbicara dengan Donny. Acara akan segera dimulai. Lovy yang sudah duduk di dekat keluarganya masih bertanya-tanya tentang rumah yg sekarang mereka tempati untuk acara syukuran. Ini rumah siapa, batinnya.
Setelah acara doa bersama selesai, di lanjutkan dengan pembagian bingkisan ke anak-anak panti asuhan. Lovy senang acara syukuran berjalan lancar.
Kenzou yang biasanya sangat pendiam malam ini tampak berbeda. Kenzou kelihatan bahagia, senyumnya sumringah. Kenzou memberikan sedikit kata sambutan di syukuran rumah baru sekalian syukuran kehamilan Lovy.
Acara di lanjutkan dengan makan malam dan acara santai.
"Beb, selamat ya, gue kapan ya?" Sara tiba-tiba muncul di depan Lovy dan Kenzou. Sara cipika cipiki ke Lovy.
"Sama Mas Donny sekarang juga boleh, cantik." Donny yang sedang duduk di dekat Kenzou menimpali.
Sara merotasi kan matanya "Apaan sih, gaje."
__ADS_1
Donny terkekeh, "Kalau nikah sama mas sekarang pasti cepat nanti nyusul Lovy, begini.." Donny memperagakan gerakan gelembung di perutnya dengan kedua tangannya.
"Issshhh.. " Lovy mencubit tangan Donny yang berada tidak jauh darinya.
"Aw.. aww..sakit, honey." Donny semakin menjadi-jadi. Sara memerah wajahnya.
"Gue cubit lagi nih." Sara memelototkan matanya kembali mencubit lengan Donny. Donny meringis kesakitan.
Lovy geleng-geleng kepala melihat Donny dan Sara yang tidak pernah akur.
Mas Gamma datang bersama mba Rissa ikutan bareng mereka duduk lesehan di karpet.
"Sini sayang" Lovy meraih tubuh Daffa yang duduk di dekat Rissa. Sedangkan Dearly sedang bersama opanya.
"Selamat dek." ucap Mas Gamma dan Mba Rissa.
"Terimakasih Mas, Mba." ucap Lovy sambil menyuapi Daffa es krim.
"Mas dengar dari Mama, katanya kembar ya dek?"
"Iya Mas" jawab Lovy.
"Waahh.. mantap Zou, tokcer juga ya." Mas Gamma mengangkat jempolnya ke Kenzou.
Kenzou tersenyum. Malam ini aura sepasang suami istri tersebut begitu bersinar.
Jam 10 malam acara sudah selesai, masih tertinggal Kenzou, Lovy, Donny dan Sara. Mereka masih bercengkerama tanpa terasa malam semakin larut.
Kenzou meminta Donny dan Sara untuk menginap di rumah mereka, ada beberapa kamar tamu di lantai satu dan lantai tiga. Sedangkan kamar Kenzou dan Lovy ada di lantai dua.
Donny dan Sara pun menuju ke kamar tamu, Donny di kamar lantai satu sedangkan Sara di kamar lantai tiga.
Lovy mengganti pakaiannya dengan piyama tidur begitu juga dengan Kenzou.
Kenzou mandi terlebih dahulu sebelum menyusul Lovy di tempat tidur.
Karena Lovy sudah mengantuk Kenzou tidak mengajaknya mengobrol. Kenzou memeluk tubuh Lovy sambil membelai perut Lovy.
***
Pagi hari Lovy terbangun. Matahari masih malu-malu mengeluarkan sinarnya. Lovy menggeliatkan tubuhnya. Dilihatnya wajah tampan suaminya yang masih tertidur pulas.
Lovy menyentuh rahang suaminya, Kenzou membuka matanya.
"Sayang" Kenzou merengkuh tubuh istrinya.
"Mas belum jelaskan." ucap Lovy.
"Tentang?" tanya Kenzou.
"Rumah ini." Lovy melihat ke mata suaminya.
__ADS_1
Kenzou tersenyum, ia mencium kening istrinya.
"Rumah ini rumah kita, atas nama sayang."
Lovy mengerjapkan matanya. Bertanya lewat tatapan matanya.
"Iya sayang, mas membangun rumah ini sudah lama, memang sebelum kita menikah."
Lovy mendengar kan dengan serius.
"Mas, membangun rumah ini memang untuk persiapan jika mas menikah, Mas akan tinggal bersama istri dan anak-anak Mas di rumah ini."
Lovy terpana dengan penjelasan suaminya. Ini sebuah kejutan untuk dirinya. Lovy memeluk erat suaminya. Mengecup bibir suaminya.
"Terimakasih, Mas" mata Lovy berkaca-kaca, ia terharu.
"Loh kok malah nangis sayang." Kenzou merasakan istrinya yang menagis sesenggukan.
"Jangan nangis nanti twins ikut sedih loh." Kenzou menghapus air mata istrinya.
"Terimakasih sudah menjadikan Lovy istri Mas." Lovy mencium suaminya. Kenzou pun membalas ciuman istrinya.
"Udah siang, Donny dan Sara pasti menunggu untuk sarapan." Donny bergerak bangkit dari ranjang, begitu juga dengan Lovy.
Selesai mandi, sebelum turun Kenzou mencium perut istrinya, mengucapkan selamat pagi ke baby twins nya.
"Selamat pagi, my dear twins, jangan nakal ya."
"Okey Dad," Lovy menjawab dengan suara anak-anak.
Kenzou dan Lovy turun ke lantai satu, di bawah sudah menunggu Donny dan Sara yang saling duduk berjauhan.
"Selamat pagi, Mas Donny, Ra." sapa Lovy.
"Pagi bumil" jawab Sara.
"Tumben kalian akur." ucap Lovy sambil duduk di kursi yang sudah ditarik oleh Kenzou.
Sara merotasi kan bola matanya.
"Pagi Nyonya Kenzou." sapa Donny usil.
Kenzou menatap tajam Donny.
"Rencana siang ini gue sama Mas Kenzou mau makan siang di warung pecel lele Ra, Lo ikut ya." ajak Lovy.
"Sorry Nyonya Kenzou, hari ini adek Sara sudah buat janji dengan Mas Donny." jawab Donny sambil mengedipkan sebelah matanya ke Sara.
"Mana ada, Lov, jangan percaya." Sara memelototkan matanya dilemparnya Donny dengan tisu.
"Lah tadi bilang iya mau pergi ke mall katanya ada yang mau dicari." Donny semakin senang menggoda Sara.
__ADS_1
Sara berdiri dari kursinya di cubitnya tangan Donny. Donny menangkap tangan Sara dan menciumnya. Wajah Sara memerah.
Lovy geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya dan asisten Donny, Kenzou hanya melihat saja tingkah tengil sepupunya itu dengan wajah datarnya.