
Kedatangan Oma ke kota A ternyata lebih cepat dari perkiraan. Oma sekarang sudah berada di rumah Kenzou. Oma merupakan Mama dari Daddy Matthew. Oma masih terlihat cantik meskipun sudah berusia senja.
" Mana Kenzou?." tanya Oma ke Mama Siska.
" Tadi udah dihubungi, Ma. Sore nanti Kenzou dari kantor langsung kemari. " jawab Mama.
" Bersama Zeeta?. " tanya Oma lagi.
" Kenzou tidak mengatakannya tadi Oma apa akan bersama Zeeta atau tidak. " jawab Mama Siska lagi
" Anak itu. " ucap Oma.
Oma duduk di sofa ruang keluarga, Papa Kenzou juga ada di situ.
" Sudah selesai persiapan untuk acara hari Minggu nanti?. " tanya Oma lagi.
" Kita tunggu Kenzou saja ya Oma. Kenzou kemarin yang mengurus semuanya. " Mama Siska memberikan penjelasan ke Oma.
" Mama nanti maunya Kenzou dan Zeeta yang berdiri di samping Oma." ucap Oma.
" Baik Oma. " jawab Mama Siska.
" Bagaimana perusahaan, Matthew?." Tanya Oma ke Daddy Matthew.
" Berjalan lancar Ma. " jawab Daddy Kenzou.
Oma manggut-manggut. Oma memang dikenal cerewet selalu mengatur semua hal tentang anak-anaknya sampai ke cucunya juga. Oma mau semua anak dan cucunya mengikuti kemauannya. Tidak membantahnya.
Anak-anaknya termasuk cucu-cucunya memaklumi Oma. Karena pada dasarnya Oma menyayangi keluarganya. Oma divonis penyakit jantung sudah sejak 2 tahun lalu.
Terdengar suara pintu mobil ditutup, Kenzou dan Donny masuk ke rumah.
" Assalamu'alaikum. " Salam Kenzou dan Donny.
" Waalaikumsalam. " jawab Mama.
" Panjang umur yang dibicarakan muncul. " Oma menoleh ke Kenzou yang sedang melangkah ke arahnya.
" Apa kabar Oma?. " tanya Kenzou sambil mencium tangan Oma, Donny juga mengikuti seperti Kenzou kemudian Donny melangkah ke dapur.
" Baik, cucu Oma sayang. " Oma mencium pipi kanan kiri Kenzou.
__ADS_1
Kenzou duduk di sofa di seberang Oma.
" Mana Zeeta, Zou?. Kenapa tidak sama Zeeta datangnya?." Oma menanyakan ke Kenzou.
Kenzou hanya diam saja tidak menjawab.
" Padahal Oma sudah rindu mau ketemu Zeeta." ucap Oma dengan wajah sendunya.
" Nanti Kenzou hubungi Zeeta, Oma. " Kenzou tidak mau melihat Omanya sedih. Ia akan menyuruh Donny nanti menghubungi Zeeta.
"Jangan bohong kamu Zou sama Oma. " Oma berharap bisa segera bertemu Zeeta. Ia akan menanyakan gelang yang di pesannya ke Zeeta.
" Nggak Oma. " Kenzou meyakinkan Omanya.
" Bagaimana persiapan untuk acara Oma hari Minggu nanti, Zou?. " tanya Oma.
" Beres Oma. " jawab Kenzou.
Kenzo berdiri beranjak dari sofa, ia permisi ke kamarnya.
" Jangan lupa, Zou malam ini ajak Zeeta makan malam di rumah. " Oma mengingatkan Kenzou.
" Iya Oma. " Kenzou melangkah pergi menaiki tangga menuju ke kamarnya.
" Ya, Zou?. " Donny masuk setelah mengetuk pintu kamar Kenzou.
" Lo hubungi Zeeta, Oma undang makan malam hari ini. " perintah Kenzou.
Siapa yang punya tunangan siapa yang disuruh menelpon. Nasib.. nasib.. batin Donny.
" Jangan mengumpat Don. " ujar Kenzou yang tau Donny sedang protes di dalam hatinya hanya dengan melihat mimik wajah Donny.
Donny menyengir. Bibirnya tersenyum lebar. Dasar cenayang tau aja, batin Donny.
" Mau gaji lo dipotong, Don. " Kenzou menatap tajam ke Donny.
" Ampun Bos. " Donny mengangkat kedua tangannya ke atas.
Donny menjalankan perintah Kenzou menelpon Zeeta. Lama berdering telponnya baru diangkat Zeeta.
" Zee, Oma mengundang makan malam dirumah Kenzou malam ini. " Donny menelpon tanpa basa-basi.
__ADS_1
" Apa? Oma sudah datang?." Zeeta kaget. Ia belum memberi tahu masalahnya dengan Kenzou. Ia jadi merasa gugup. Ia yang sedang bersama seseorang lelaki di kamar apartemennya menjadi panik.
Zeeta mondar mandir, dirinya merasa belum siap harus bertemu Oma. Bagaimana jika Oma tahu, bagaimana jika keluarganya tau. Ini tidak boleh terjadi. Zeeta memutar otaknya. Tiba-tiba saja ide cemerlang muncul di benaknya.
Zeeta harus melakukan ini ke Kenzou. Ia tidak mau keluarganya malu. Ia tidak mau keluarganya dan Oma kecewa. Zeeta tersenyum licik.
Malam ini Zeeta akan datang ke rumah Kenzou. Ia akan mempersiapkan dirinya. Ia juga akan mempersiapkan ide yang akan di lakukannya.
Lelaki yang terbangun dari tidurnya, masih terbaring di kasur. Ia terus mengamati gerak gerik pasangannya yang tampak gelisah.
Setelah Zeeta mendapatkan idenya. Ia masuk ke kamar mandi. Ia akan pergi berbelanja membeli gaun untuk acara makan malam nanti dan membeli sesuatu yang akan melancarkan idenya.
Zeeta pun pergi meninggalkan apartemen dengan lelaki pasangannya yang masih berada di apartemen.
Malam hari Oma, Kenzou, Papa Matthew dan Mama Siska sudah bersiap di meja makan. Donny yang masih berada di kediaman Kenzou juga ikut acara makan malam.
Terdengar langkah seseorang memasuki rumah. Ia berjalan dengan percaya diri. Memamerkan senyum di bibir merahnya.
Sampai di meja makan, Oma menyambut kedatangan wanita tersebut.
" Hallo sayang. " Oma mencium pipi kanan dan kiri Zeeta.
Zeeta memeluk Oma, memberi salam ke Papa Matthew dan Mama Siska. Dilihatnya Kenzou yang tidak melirik ke arahnya. Mengabaikannya. Zeeta memilih tempat duduk di samping Kenzou.
Donny yang ikut di meja makan hanya memperhatikan Zeeta yang agak berbeda. Makan malam berjalan dengan hening. Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.
Donny permisi untuk menikmati malam di taman belakang rumah Kenzou.
Zeeta yang ikut berkumpul bersama Oma di ruang keluarga agak tampak gelisah. Ia permisi ke toilet. Zeeta hanya beralasan saja ke toilet ia berbelok arah menuju ke dapur membuatkan minuman jus untuk Kenzou.
Setelah selesai membuat jus, Zeeta kembali ke sofa dimana Kenzou duduk. Ia meletakkan jus nya di meja samping Kenzou duduk.
Zeeta duduk disamping Kenzou. Kenzou yang sedang mendengar Oma bercerita ke Papanya, mengambil minum yang ada di meja di sebelahnya tanpa menoleh dan meminumnya.
Beberapa menit berlalu, mata Kenzou terasa berat, ia mencoba membuka matanya tetapi kesulitan, rasanya ia ingin tidur, ia mencoba lagi membuka matanya, tetapi tetap terasa mengantuk, Zeeta yang memang sudah menunggu dari tadi, menarik ujung bibirnya, ia segera meraih tubuh Kenzou.
" Oma, sepertinya Kenzou mengantuk, Zeeta antar dulu Kenzou ya Oma, Om, Tante. " Zeeta merangkul pinggang Kenzou, Kenzou yang mulai tidak sadar mengikuti kemana Zeeta membawanya.
Zeeta membawa Kenzou ke kamarnya, ia membaringkan Kenzou di kasurnya, dibukanya baju kemeja Kenzou. Kemudian ia ikut naik ke kasur, menurunkan atas gaunnya sedikit ke bawah bahu. Ia meletakkan kepalanya di dada kenzou. Menyelimutkan tubuh mereka, kemudian mengambil foto. Seakan-akan mereka sedang tidur berdua.
Zeeta dengan gerakan cepat. Turun dari ranjang Kenzou. Zeeta tersenyum puas penuh kemenangan. Ia merasakan kelegaan bisa menjebak Kenzou. Hanya saja Zeeta tidak mengetahui, di dalam kamar Kenzou ada CCTV yang selalu ON.
__ADS_1
Begitu Zeeta membuka pintu kamar Kenzou, ia kaget karena Donny sudah berada di depan pintu. Donny mengernyitkan alisnya melihat Zeeta yang gugup. Zeeta melewati Donny begitu saja.