Deviasi Hati

Deviasi Hati
Kenzou dan Donny


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, hari-hari yang dilewati Kenzou yang biasanya datar, yang biasanya hanya hitam putih sekarang lebih berwarna. Semenjak ia mengenal Lovy, Kenzou menjadi lebih semangat menjalani hari-harinya.


Bersama Lovy hatinya merasa selalu senang, ekspresi yang biasanya dingin dan kaku, jika bersama Lovy ia menjadi lebih hangat, es di hatinya seakan mencair.


Kenzou tidak ingin Lovy dimiliki oleh siapa pun selain dirinya. Meski dari Lovy sendiri belum memberikan jawaban dan Kenzou memahami mengapa Lovy tidak memberikan jawaban dengan pernyataan yang pernah ia sampaikan jika ia telah jatuh cinta kepada Lovy. Dikarenakan dirinya yang sudah bertunangan.


Kenzou tau dengan posisinya yang sudah bertunangan. Itulah mengapa ia harus mengatakan segera ke orangtuanya untuk bisa segera menikahi Lovy. Ia terlebih dahulu harus memutuskan pertunangan dirinya dengan Zeeta.


Kenzou harus segera mengambil sikap tegas, selama bertunangan dengan Zeeta ia tidak pernah mau menghubungi gadis itu. Kecuali Zeeta yang datang menemuinya. Ia tidak akan bersusah payah memikirkan tunangannya itu.


Kenzou seperti biasa sedang bersantai di balkon kamarnya. Tempat ternyaman baginya untuk melamun memikirkan tentang hidupnya.


" Zou.. " tiba-tiba terdengar suara Donny yang muncul di belakangnya. Kenzou hanya melirik sekilas.


" Kemarin Deva hubungi gue, katanya sekarang dia pindah ke sini. " Donny sambil duduk memberitahu Kenzou.


Deva kakak laki Sara merupakan sahabat Kenzou dan Donny dari mereka SMP. Ayah Kenzou dan ayah Deva merupakan teman baik.


" Deva ajak ketemuan di cafe Lovely, Sabtu malam nanti. " ucap Donny.


"Hemm.. " Kenzou menjawab.


" Gimana hubungan lo sama Lovy. " Donny melihat ke Kenzou. Kenzou tetap dengan posisinya memandang ke depan sambil memegang gelas minumannya.


Kenzou bukan seorang yang mau berbagi cerita. Apalagi tentang hubungannya dengan wanita. Donny menyadari itu. Hanya saja jiwa keponya meronta-ronta selalu ingin tau.


Donny sendiri sampai sekarang juga masih menjomblo baginya berhubungan dengan wanita hal yang buang-buang waktu dan penuh drama. Donny cenderung playboy suka menggoda wanita tetapi tidak pernah serius dengan wanita yang di godanya. Ia hanya bermain-main saja.


Hanya saja sejak sering menggoda Sara Donny menjadi penasaran. Sara yang jutek dan tidak tergoda dengan pesona dirinya. Sara yang galak. Donny suka dengan Sara yang galak


Flashback On


Donny yang diperintah Kenzou mengantar Sara pulang selesai acara launching Green Orchard kemarin mengajak Sara pulang bersamanya menaiki mobil Lovy.


Sara yang memang tidak bisa menolak hanya mengikuti langkah Donny menuju mobil Lovy.


Donny membukakan pintu mobil buat Sara. Sara memperhatikan bagaimana Donny masuk ke mobil dengan kacamata hitamnya. Donny yang tingginya hampir sama dengan Kenzou. Donny yang suka menggodanya.


Sara tanpa sadar terus memperhatikan Donny. Donny melirik Sara dari ekor matanya, sadar jika Sara seperti terpesona dengan dirinya. Jiwa tengilnya kembali muncul.


" Tutup mulut mu nanti dimasuki lalat baru tau. Terpesona ya sama abang cakep?. " Donny terkekeh.


Lovy langsung tersadar ia mengatupkan mulutnya.


" Jijay. " Sara merotasikan matanya.


" Kalo naksir bilang aja, abang dengan senang hati menerima dirimu, cantik. " Donny semakin menggoda Sara.

__ADS_1


" Hueekk, mau muntah gue. " Sara mengejek Donny.


Donny yang usil mencoba menggoda Sara dengan mendekatkan dirinya ke Sara. Sengaja membuat Sara kesal.


" Jangan macam-macam ya sama gue. " galak Sara.


Perjalanan yang panjang terasa lama bagi Sara. Donny selalu bisa menggoda dirinya. Sara yang memang berwajah datar dan jutek tidak terlalu suka digoda. Ia membiarkan Donny yang banyak mengoceh sendiri. Sesekali Donny menoleh ke arah Sara.


Donny mengantar Sara sampai ke cafe. Dari cafe Donny naik taxy ke apartemen.


Flashback Off


Masih di apartemen Kenzou. Donny yang barusan melamun menjadi perhatian Kenzou.


" Udah mau gelap pulang sana." Kenzou sengaja mengusir Donny. Dirinya ingin menyendiri.


" Sialan gue diusir. " Donny bangkit dari sofa.


" Gue cabut dulu." Donny melangkah keluar kamar Kenzou.


Kenzou mengambil handphonenya dari atas nakas. Menelpon pujaan hatinya yang selalu membuatnya rindu.


Tuuut.. tuuut..


Terdengar nada sambung di handphone Lovy diseberang sana. Belum diangkat. Kenzou menelpon sekali lagi.


" Waalaikumsalam, my love. " Kenzou tersenyum. Mendengar suara lembut Lovy membuat hatinya menghangat.


" Dimana? " Kenzou bertanya.


" Di cafe mas. " jawab Sara.


" Sabtu malam nanti mas mau ketemu teman mas ke cafe. " Kenzou memberi tau ke Lovy.


" Oke mas. " ucap Lovy.


" Kangen. " ucap Kenzou manja. Lovy terkesiap ditempatnya. Kenzou dengan mode berbeda.


Hening.Tak kedengaran suara Lovy. Lovy di seberang masih loading. Ia kaget dengan kata kangen dari Kenzou.


" Mas, maaf Lovy lupa soal yang kemarin di rumah Mas. Mas belum menjelaskan ke Lovy. " Lovy sengaja mengalihkan mode manja Kenzou.


" Minggu mas jemput. Kita bicarakan. " ajak Kenzou ke Lovy.


" Oke, Mas." jawab Lovy.


" Oke mas tutup sekarang. Jangan capek my love. " Kenzou tersenyum senang hati.

__ADS_1


Lovy di seberang sana menarik napasnya rasanya sesak mendengar kata-kata manis dari Kenzou.


Setelah menelpon Lovy, Kenzou berbaring di ranjang empuknya. Ia menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya berisik.


Minggu depan Oma akan datang, Oma akan merayakan ulang tahunnya di hotel. Kenzou sudah memerintahkan Inggrid membooking hotel yang di pilih Oma.


Oma bersikeras ingin Kenzou segera menikah dengan Zeeta. Sedangkan Kenzou menolak menikah dengan Zeeta. Ia tau Zeeta bukan cewek polos. Zeeta cantik, penampilannya selalu elegan. Tetapi Kenzou tidak tertarik dengan Zeeta, Kenzou tidak mencintainya. Apalagi ia pernah melihat Zeeta berciuman dengan seorang lelaki.


Handphone Kenzou berdering, ia melihat siapa yang menelpon. Ternyata Zeeta. Kenzou mengabaikannya. Karena tidak diangkat Zeeta mengirim pesan ke Kenzou.


Kenzou, kita harus bicara, ini penting. (Zeeta)


Kenzou membacanya saja tanpa membalas.


Sementara Zeeta yang sedang berada di kamar apartemen seseorang merasa kesal. Pesannya tidak di balas.


Kenzou kembali melamun berpikir bagaimana ia akan menyampaikan ke omanya. Omanya punya riwayat penyakit jantung. Itu yang dikhawatirkan Kenzou. Bagaimanapun ia sangat menyayangi omanya.


Dering handphone berbunyi lagi. Kenzou mengabaikannya.


Waktu menunjukkan pukul 8.30 malam. Kenzou masih dengan pikirannya berpikir untuk menyelesaikan perjodohan ini tanpa membuat omanya kecewa. Ia belum makan malam.


Kenzou mengambil kunci mobilnya dan jaket, mengendarai mobilnya segera mengarah ke cafe favoritnya. Ia akan bertemu dengan Lovy. Dengan bertemu Lovy ia akan merasakan ketenangan. Hatinya yang galau harus bisa ditenangkan.


Mobilnya sudah terparkir di halaman cafe. Kenzou turun dari mobil berjalan masuk ke cafe.


Dicarinya sosok gadisnya. Ia mencari tempat duduk di meja favoritnya. Seseorang menepuk bahunya.


" Hallo, bro." seseorang menyapa.


Kenzou menoleh ke seseorang yang menepuk bahunya.


" Deva. " Kenzou berdiri toss ala lelaki dengan Deva.


" Makin tampan aja lo Zou. " Deva mendudukkan dirinya di kursi di depan Kenzou.


Kenzou menarik sedikit ujung bibirnya, tersenyum tipis.


" Kemana aja lo. " Kenzou bertanya ke Deva.


" Biasa. " Deva menjawab Kenzou.


" Acara launching Green Property kemarin sukses gue lihat. " Dave memulai pembicaraan.


" Thanks." ucap Kenzou.


Mata Kenzou masih mencari-cari sosok gadisnya.

__ADS_1


__ADS_2