Deviasi Hati

Deviasi Hati
Keseharian Bumil


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, usia kehamilan Lovy sudah memasuki bulan ke enam. Rencananya Kenzou dan Lovy akan mengadakan syukuran tujuh bulanan yang hanya tinggal beberapa minggu saja.


"Sayang," panggil Kenzou.


"Iya mas," Lovy menoleh ke arah suaminya.


"Nanti siang kita ke butik untuk fitting baju, Donny sudah menghubungi Tante Silvia." ucap Kenzou.


Kenzou dan Lovy sedang duduk di gazebo di halaman belakang rumahnya, menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi.


"Pulang dari butik, kita langsung ke rumah sakit. Bulan lalu kita tidak jadi pergi karena mendadak Mas harus meeting dengan klien penting." ucap Kenzou sambil mengupaskan buah apel buat istrinya.


"Oke mas, Lovy ikut aja." ucap Lovy dengan senyum cantiknya.


Lovy yang semakin bertambah berat badannya harus fitting ulang baju yang sebelumnya sudah di jahit di Beauty's Butik, dan hari ini Donny sudah membuatkan janji dengan Tante Silvia pemilik butik.


Memasuki kehamilan ke lima bulan sebelumnya perubahan nafsu makan Lovy naik drastis, selama trimester pertama Lovy hanya minum susu ibu hamil dan memakan buah-buahan terutama yang rasanya asam, meski sekali-sekali makan nasi juga.


Memasuki kehamilan bulan kelima ia merasakan keinginan untuk makan makanan yang ada di benaknya harus segera terpenuhi.


Lovy yang biasanya tidak menyukai daging sapi dan keju sekarang ia sangat meyukainya. Makanan kegemaran suaminya daging sapi dan keju.


Lovy masih menyukai desserts dan cemilan manis yang ada coklatnya. Lovy juga paling suka meminum susu ibu hamil yang varian coklat.


Karena ini hari Sabtu Kenzou tidak masuk kerja, ia bisa menemani istrinya di rumah seharian. Quality time bersama istri dan baby twins sangat dimanfaatkannya sebaik mungkin.


Kenzou menjadi suami yang siaga, ia memperhatikan semua kebutuhan istrinya, kemauan istrinya, tidak pernah sekalipun Kenzou bersikap menyakiti istrinya.


Menjelang siang, selesai makan siang Kenzou dan Lovy sudah bersiap untuk pergi ke Beauty's Butik.


Kenzou melajukan mobilnya dengan pelan dan santai, di lampu merah di zebra cross Lovy melihat ada seorang kakek dan anak kecil hendak menyeberangi jalan. Kakek yang ragu-ragu untuk menyeberang sambil menggandeng tangan cucu nya yang masih kecil membuat Lovy iba.


Reflek Lovy membuka seatbeltnya dan membuka pintu mobil dengan gerakan cepat.


Kenzou yang sedari tadi memperhatikan lampu merah, kaget tiba-tiba saja istrinya keluar mobil.


"Sayang..!" panggil Kenzou, tetapi lampu sudah berganti hijau, mobil di belakang mobil Kenzou sudah menekan klaksonnya berulang kali. Terpaksa Kenzou melajukan mobilnya pelan dan berhenti di pinggir jalan.

__ADS_1


Dengan memakai kacamata hitamnya Kenzou mencari-cari dimana istrinya. Tampak oleh Kenzou istrinya sedang membantu seorang kakek dan cucunya menyeberang jalan.


Kenzou segera berlari menghampiri istrinya yang masih berdiri di pinggir jalan dengan kakek dan cucunya.


"Sayang.." Kenzou meraih tangan istrinya ia sangat khawatir istrinya kenapa-kenapa.


"Mas," Lovy menoleh menatap suaminya.


"Maaf Mas, ini Lovy membantu kakek dan cucunya menyeberang jalan, kasihan Mas kakek ini matanya sudah rabun mau nyebrang kesulitan, makanya Lovy bantu." jelas Lovy.


"Iya sayang, tapi tindakan kamu yang tiba-tiba keluar dari dalam mobil bahaya sayang." Kenzou mengelus lengan istrinya.


"Iya Mas, maafkan Lovy." ucap Lovy.


"Kakek mau kemana?" tanya Lovy.


"Biar kami antar ya Kek."


"Tidak usah Nyonya, ini cucu saya mencari Ibunya yang sedang berjualan disitu Nyonya." Kakek menunjuk ke tempat yang tidak jauh dari mereka berdiri. Seorang wanita sedang berjualan minuman mineral dan minuman botol lainnya di tempat yang kakek tunjuk.


"Ohhh.. baik Kakek, kalau begitu kami pergi dulu ya Kek, dan ini ada rezeki buat Kakek dan cucu Kakek." Lovy memberikan beberapa lembar uang kertas berwarna merah ke kakek yang diambilnya dari tasnya.


Kenzou yang melihat interaksi antara istrinya dan kakek yang tidak dikenalnya menjadi terharu. Ia semakin cinta dan sayang dengan istrinya yang memiliki empati tinggi kepada orang lain.


"Ini saya tambahi Kek, semoga berguna untuk Kakek dan keluarga Kakek." Kenzou menyerahkan juga beberapa lembar uang kertas merah ke Kakek tersebut.


Lovy yang melihat kebaikan suaminya mejadi terharu. Ia senang meski suaminya terkenal dingin tetapi bisa hangat untuk orang lain.


"Terimakasih Nak, tetapi ini sudah cukup banyak Nak." Kakek menunjukkan uang yang dikasih Lovy tadi ke Kenzou.


"Tidak apa-apa Kek, diterima saja, tadi dari istri saya, ini dari saya Kek." ucap Kenzou.


"Iya Kek diterima saja." ucap Lovy sambil mengelus rambut anak lelaki kecil cucu si Kakek.


"Terimakasih banyak Tuan dan Nyonya, baiklah ini saya terima, semoga kebaikan selalu menyertai Tuan dan Nyonya." ucap Kakek berterimakasih.


Sang cucu memperhatikan saja interaksi antara Kakek dan orang yang tak dikenalnya dengan tatapan polosnya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kami permisi Kek." ucap Lovy.


"Baik Nyonya, hati-hati di jalan Tuan dan Nyonya." ucap Kakek sambil membungkukkan tubuhnya menghormati sepasang suami-istri yang baik hati.


Kenzou dan Lovy kembali ke mobil Kenzou, melanjutkan perjalanannya ke Beauty's Butik.


Sampai di butik, seorang gadis cantik seperti biasa membukakan pintu butik dan tersenyum ramah.


"Selamat siang Bapak dan Ibu, silahkan masuk." gadis tersebut mempersilahkan Kenzou dan Lovy masuk ke dalam butik.


Seseorang gadis yang tidak ingin Kenzou lihat ternyata sudah menyambutnya di tengah-tengah butik.


"Kenzou, ketemu lagi." ucap Dara dengan suara riangnya.


Kenzou dan Lovy mengernyitkan alisnya. Lovy memandang suaminya seakan-akan bertanya apa mereka sudah sering bertemu. Raut wajah Lovy segera berubah. Ia memicingkan matanya.


Kenzou yang paham dengan yang di pikirkan istrinya segera bersuara.


"Sayang, jangan salah paham, Mas ketemu waktu Mas dan Donny kesini mengambil pesanan baju Mama." jelas Kenzou tidak ingin istrinya marah dan salah paham.


Lovy mencerna penjelasan Kenzou, ia terdiam sejenak, berpikir, kemudian menarik napasnya dan menghembuskannya. Ia tidak boleh emosi di depan cewek ini.


"Nona, suami saya tidak tertarik dengan Nona jadi jangan mencoba memprovokasi saya." tegas Lovy dengan suaranya yang tajam. Jangan coba-coba kau mau merayu suamiku batin Lovy geram.


Kenzou kaget dengan suara Lovy yang begitu tajam, Lovy sudah seperti singa betina yang menakutkan mangsanya.


Dara yang mendengar ucapan tajam Lovy, menatap tajam Lovy. Diperhatikannya Lovy dari atas ke bawah. Ia mengakui istri Kenzou memang cantik, meski memakai jilbab ia tidak bisa dipandang remeh. Cantik dan elegan. Dara segera membalikkan badannya sambil menghentakkan kakinya.


"Sayang, kamu hebat, Mas senang kamu bisa membuatnya tidak berkutik." ucap Kenzou.


"Lovy hanya mempertahankan suami Lovy dari gadis-gadis yang terpesona dengan Mas." Lovy menatap suaminya.


"Apa Mas senang disukai banyak cewek-cewek?" tanya Lovy sambil meneliti raut wajah suaminya.


"Jangan cemburu sayang, hanya ada sayang di hati Mas. Jangan salahkan Mas jika banyak yang terpesona dengan Mas. Kamu percaya dengan Mas kan?" tanya Kenzou.


"Lovy percaya." ucap Lovy sambil tersenyum.

__ADS_1


Kenzou menarik napas lega.


__ADS_2