
Sinar mentari pagi menghangatkan bumi, menghangatkan halaman luas sebuah rumah yang berada di tengah kota. Rumah keluarga Richard Bagaskara kediaman orangtua Lovy.
Hari Minggu ini Lovy menginap di rumah orangtua nya. Setelah kejadian semalam sore yang membuat hatinya sangat galau.
Flashback On
" Kita makan dulu ya. " Kenzou membuka pintu mobilnya, keluar berlari berputar ke pintu mobil yang diduduki Lovy, membukakan pintunya buat Lovy.
Lovy merasakan perlakuan istimewa Kenzou, hatinya membuncah, ia merasa sangat tersanjung. Lovy yang tidak pernah dekat dengan seorang cowok merasa benar-benar terharu. Seandainya saja ia bisa bersama Kenzou setiap saat betapa bahagianya dirinya.
Kenzou menggenggam tangan halus Lovy. Bersama Lovy, Kenzou menjadi berbeda. Tidak sedingin biasanya. Mereka seperti pasangan yang kasmaran. Padahal mereka belum lama kenal. Tetapi entah kenapa dari pandangan pertama Kenzou sudah merasakan perasaan yang berbeda menatap wajah Lovy.
Mereka masuk ke restoran tepi pantai. Angin yang berhembus memainkan anak rambut Lovy berterbangan menutupi wajahnya. Lovy masih merasakan debaran jantungnya berdebar kencang, apalagi Kenzou yang tidak melepas genggaman tangannya.
Mereka duduk saling berhadapan. Kenzou tidak pernah puas memandangi wajah Lovy. Lovy yang terus-terusan di pandang Kenzou menjadi salah. tingkah.
" Sore mas mba..mau pesan apa?. " pelayan datang memberikan buku menu.
Kenzou dan Lovy tersadar dari suasana akward yang terjadi diantara mereka.
" Kelapa muda ya pak. " jawab Lovy.
" Saya samakan aja pesanannya. " ucap Kenzou.
" Baik, silahkan ditunggu." pelayan meninggalkan meja mereka.
" Jadi siapa lelaki yang tadi." tanya Kenzou tanpa basa basi. Dirinya masih penasaran.
" Yang mana Pak.. eh mas. " Lovy mengernyitkan keningnya.
" Yang merangkul bahu kamu tadi. " tanya Kenzou dengan wajah gusar.
" Ohh itu.. Itu mas Gamma, kakak lelaki aku mas. " jawab Lovy. Kenzou mendengar namanya dipanggil mas, hatinya merasa senang.
" Ohh.. Jadi kamu anaknya Pak Bagas ya?." Keanu yang kenal dengan papa Lovy kaget.
Lovy mengangguk.
" Mas kenal dengan papa?." tanya Lovy.
" Kenal. " jawab Kenzou.
" Ohh.." Lovy manggut-manggut. Pesanan mereka datang.
Banyak yang Lovy ingin tanyakan tetapi dirinya menunggu waktu yang tepat. Hari ini ia merasa lelah. Terutama hatinya yang seperti rollercoaster. Jumpalitan
__ADS_1
Mereka beranjak dari tepi pantai setelah hari menjelang senja. Lovy diantar Kenzou pulang ke rumah orangtuanya.
Flashback Off
Lovy yang masih malas-malasan di kamarnya, enggan untuk segera turun ke lantai satu.
Lovy tau ia pasti akan di berondong banyak pertanyaan dari keluarganya. Bakal diinterogasi. Lovy belum siap untuk menjawab.
Lovy lebih memilih menyendiri di kamarnya.
Tuuutt.. Tuuutt..
Handphone Lovy berdering nyaring. Lovy meraih handphonenya di atas nakas. Sara menelponnya.
" Assalamu'alaikum.. " salam Lovy.
" Waalaikumsalam.. wei Lov, gitu ya lo. Awas kalo gak cerita ke gue. " Suara cempreng dari seberang memekakkan telinga Lovy.
" Kalem beb, jangan gue donk yang elo kejar langsung ke Pak Kenzou nya aja kalo mau bertanya.. weeee.. " Lovy mengejek Sara.
" Bukannya lo yang harus gue tanya ada apa lo ma mas Donny.. ciiee.. yang diantar musuhnya pulang.. " Lovy gak mau kalah.
" Ntar gue ke rumah lo, ada mas Deva nih di rumah mo kirim salam gak?. " Sara menggoda Lovy.
" Ya udah tungguin gue ya.. jangan lupa cemilannya sediain yang banyak. " Sara ketawa cekikikan.
" Bawa aja sendiri dari rumah. Udah gue tunggu lo sekarang. " Lovy menutup telponnya.
Sara yang mendengar handphone nya langsung ditutup Lovy jadi ngomel-ngomel sendiri.
Pintu kamar Lovy diketuk dari luar.
" Lov, udah bangun belum?. " terdengar suara Mama Gea memanggil.
" Belum Ma. " teriak Lovy dari dalam.
" Lov.. Lov.. Mana ada orang masih tidur bisa ngomong. Ayo turun ada Mas Gamma di bawah nungguin dari tadi. " Mama masih memanggil Lovy.
" Bentar lagi ya Ma. " teriak Lovy.
Sudah tidak kedengaran lagi suara mama berarti Mama sudah pergi.
Lovy melamun di tempat tidurnya. Ia masih membayangkan kejadian sore kemarin di tepi pantai. Mengingat itu wajahnya tiba-tiba memerah. Ini tidak boleh terjadi pikir Lovy. Tapikan sudah terjadi, sisi lain hatinya berbicara.
Lovy bingung dengan perasaannya sendiri. Ia menyukai mas Deva dari jaman sekolah, mas Deva yang cakep, mas Deva yang humble, yang suka mengacak-acak rambutnya. Lovy suka perlakuan mas Deva ke dirinya. Mas Deva yang suka perhatian. Mas Deva yang suka bercanda. Pokoknya mas Deva lah yang membuat hati Lovy berwarna warni.
__ADS_1
Tapi mas Deva sudah punya pacar. Mba Agni yang kalem yang sama dengan mba Rissa yang berhijab. Lovy ingin seperti mba Rissa dan Mba Agni. Kalem, lembut senyumnya bikin adem.
Lalu Kenzou.. kenapa dengan Kenzou, bagaimana ia harus bersikap. Kenzou yang membuat hatinya berdebar-debar, Kenzou yang membuat hatinya tenang, nyaman di dekatnya, meski baru kenal belum lama. Tetapi kan Kenzou sudah punya pacar.
Begitu juga dengan Dave yang setiap memandang dirinya sorot matanya hangat. Dave yang juga selalu sopan dan baik terhadapnya. Dave yang bisa membuat suasana menjadi hidup jika di atas panggung yang bisa mengarahkan dirinya menjadi lebih ekspersif di atas panggung.
Lovy galau. Galau harus bagaimana. Ini tidak boleh terjadi. Di usianya yang tidak muda lagi bukan pacaran yang dicarinya tetapi sosok lelaki yang akan menjadi suaminya. Sosok yang bisa membuat dirinya bisa diterima di keluarga calon suaminya nanti. Sosok lelaki yang melindunginya.
Huffhhh.. Lovy exhale and inhale..menghirup udara lebih lama. Begitu membingungkan.
" Lov.. Lov.. " tiba-tiba terdengar teriakan Sara.
Lovy beranjak dari ranjang melangkah ke pintu membukakan pintu.
" Kalem napa? Teriak-teriak kek di hutan aja. " Lovy mengambil handuknya hendak ke kamar mandi.
" Lov.. nanti aja mandinya.. cerita yang semalam dulu. Cerita hot.." goda Sara.
Lovy yang sedang membuka pintu kamar mandi membalikkan tubuhnya. Matanya membola menatap Sara.
" Gue pa lo yang hot? Waaah.. ketahuan ya.. jangan-jangan sama mas Donny ada skandal nih. " Lovy balik menggoda Sara.
" Ihhh.. jijay.. mana ada.. sembarangan aja. " Sara duduk di sofa sambil membuka coklat yang ada toples di atas meja.
Lovy bergegas masuk ke kamar mandi.
Tuuttt.. tuutt..
Suara handphone Lovy berdering. Sara berdiri berjalan ke nakas melihat siapa yang menelpon.
Tertera nama Pak Kenzou yang menelpon. Sara tidak mengangkatnya karena itu privacy Lovy.
Lovy keluar dari kamar mandi.
" Ada yang nelpon ya Ra?." Lovy mendengar di kamar mandi dering handphonenya.
" Iya.. Yayank lo yang barusan hubungi. " goda Sara.
" Sembarangan. Jangan asbun deh. Udah ada pacarnya. " ucap Sara sambil membuka pintu lemarinya.
" Selagi janur kuning belum melengkung, beb. " ujar Sara.
" Terus lo gimana? Sama mas Donny? cie yang berduaan di mobil. Cakar-cakaran gak? Atau malah ciuman..hahahaa.." Lovy ketawa ngakak. Sara melemparkan bantal sofa ke Lovy.
" Dasar semprol. " Sara mencebik.
__ADS_1