Deviasi Hati

Deviasi Hati
Kenzou Bertemu Oma


__ADS_3

Di sebuah apartemen, seorang wanita sedang duduk di sofa ruang tengah, ditemani seorang pria kekasihnya.


Zeeta masih melamun, ia sedang berpikir bagaimana ia akan menyampaikan ke Oma dan keluarganya tentang kehamilannya ini.


"Kenapa, honey?" tanya pria tersebut.


Si wanita hanya meliriknya sekilas.


"Gue bingung, gimana cara gue ngomong ke Oma dan keluarga gue." jawab Zeeta si wanita.


"Ayo kita menikah, honey, itu anakku di perut lo." ajak si pria yang bernama Valdo.


Zeeta melirik sekali lagi. "Gue harus bisa menikah dengan Kenzou. Bagaimanapun caranya." Zeeta yang yang berambisi, kekeh ingin tetap menikah dengan Kenzou.


"Jangan lo cari masalah honey, bukankah Kenzou udah memperingati Lo?." Valdo mengingatkan Zeeta.


"Gue gak mau anak gue kenapa-kenapa, gue akan bertanggungjawab." jelas Valdo yang bekerja sebagai Manager Marketing di salah satu perusahaan.


Zeeta masih terdiam, pikirannya tidak tenang, perutnya semakin membuncit, tak bisa lagi bisa ditutupinya. Oma akan datang dalam waktu dekat. Oma ingin bertemu dengannya.


Zeeta mencintai Kenzou, dengan Valdo ia hanya sebagai pelampiasan saja karena diabaikan oleh Kenzou.


"Aku masih bisa membiaya lo dan anak gue nanti, Zee. " ucap Valdo.


Zeeta harus segera membuat keputusan. Apa dirinya akan berbohong ke Oma atau berkata jujur.


Zeeta memejamkan matanya memikirkan banyak hal, tentang dirinya, keluarganya dan calon bayinya. Ia juga mengingat semua ultimatum Kenzou.


Kenzou lelaki tampan yang sudah disukainya dari masa sekolah. Yang tidak pernah menoleh ke dirinya.


Zeeta tau perjodohan dirinya dengan Kenzou bukan karena cinta tetapi karena Oma yang merasa punya hutang budi ke Omanya.


Malam semakin larut, Valdo mengajak Zeeta pindah ke kamar, ia ingin melakukan kegiatan panas di atas ranjang dengan Zeeta.


Valdo menggendong tubuh Zeeta membawanya ke kamar.


***


Sementara di rumah Daddy Matthew ternyata Oma sudah berada di sana. Oma datang tanpa memberitahu keluarganya, ia sengaja akan memberikan kejutan ke anak dan cucunya.


"Oma datang tanpa memberitahu, jadi kami belum sempat menghubungi Kenzou, Ma." ucap Mama Siska.


"Hemm.. " kita makan siang besok di restoran X kasih tau Kenzou." perintah Oma.


"Baik Oma." jawab Mama Siska, Daddy yang ada di sofa hanya mendengarkan saja.


" Oma berencana mengajak Zeeta juga besok siang." ucap Oma lagi.


"Membicarakan pernikahan mereka segera." tambah Oma.


Mama Siska menoleh menatap Daddy Matthew. Daddy yang tetap tenang hanya manggut-manggut saja.


"Sekarang Oma istirahat dulu ya." Mama Siska menggandeng Oma menuju ke kamar yang ada di lantai satu.


"Jangan lupa kamu hubungi Kenzou." Oma sambil berjalan menuju kamar.


"Baik, Ma." jawab Mama Siska.


Oma sudah berada di kamarnya. Mama Siska mengambil handphonenya di kamar dan menghubungi Kenzou.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum sayang." salam Mama Siska ke Kenzou.


"Waalaikumsalam, Ma." jawab Kenzou.


"Kamu sibuk?" tanya Mama Siska.


"Lumayan. Ada apa Ma?" tanya Kenzou.


"Mama mau mengabarkan Oma sudah di rumah." ucap Mama Siska.


"A-pa?" Kenzou kaget.


"Oma ajak makan siang bareng Zeeta besok. Oma ingin membicarakan tentang pernikahanmu dengan Zeeta, sayang." Mama Siska menjelaskan.


Kenzou tidak bersuara. Mama Siska sudah memakluminya.


"Datanglah pulang kerja nanti sore, temui Oma di rumah. Udah itu aja. Mama tutup telponnya." ucap Mama Siska.


Kenzou menutup telponnya. Ia terdiam sambil mengetuk-ngetuk jarinya di meja.


Kenzou akan mengabari istrinya kalau nanti sore ia akan pulang telat. Kenzou yang biasa mengantar jemput istrinya setiap pulang kerja hari ini akan ke rumah Oma dulu.


Kenzou tidak akan mengajak Lovy karena Kenzou belum tau kondisi Oma sekarang apa sudah membaik atau masih lemah.


Tuuut.. tuut..


Bunyi dering telpon di seberang.


"Assalamu'alaikum Mas." Lovy menjawab telpon memberi salam.


"Waalaikumsalam, sayang." jawab Kenzou mendengar suara istrinya seakan air dingin mengalir ke tubuhnya. Menyejukkan.


"Oma sudah datang, Mas?." tanya Lovy.


"Iya sayang tadi Mama hubungi Mas kasih kabar." jawab Kenzou.


"Oke Mas. Nanti Lovy tunggu Mas jemput aja di cafe." ucap Lovy.


"Oke sayang, jangan lupa makan, Mas kangen. Udah dulu. Mas tutup telponnya. " ucap Kenzou.


"Oke, Mas." Lovy menutup telponnya.


***


Sore hari Kenzou mengendarai mobilnya menuju rumah Papa Matthew. Mobilnya masuk ke halaman rumah. Kenzou memarkirkan mobilnya turun dari mobil.


"Assalamu'alaikum, Dad, Ma." Kenzou memberi salam.


"Waalaikumsalam, sayang." jawab Mama Siska.


Mama berjalan menyambut Kenzou.


"Ayo jumpai Oma, sayang." Mama menggandeng tangan Kenzou menuju ruang keluarga.


Daddy dan Oma sudah menunggu di ruang keluarga.


"Assalamu'alaikum Oma." Kenzou mendekati Oma, mencium punggung tangan Oma.


"Waalaikumsalam, cucu Oma." Oma mencium pipi Kenzou.

__ADS_1


"Oma sehat?" tanya Kenzou.


" Sehat, Zou." jawab Oma.


"Oma, ada yang Zou sampaikan ke Oma. Tapi janji Oma tidak akan marah." Ucap Kenzou sambil mengamati reaksi Oma.


"Apa itu?" tanya Oma.


"Sebelumnya Zou minta maaf ke Oma." Kenzou masih menunggu reaksi Omanya.


"Ada apa sebenarnya Zou?" tanya Oma wajahnya menelisik wajah Kenzou.


Kenzou yang pembawaannya tenang, tetap dengan mode datarnya.


"Kenzou sudah menikah." Kenzou tanpa basa-basi.


"Menikah dengan Zeeta tanpa Oma dikabari?" tanya Oma kaget.


Daddy Matthew dan Mama Siska hanya jadi pendengar saja. Saling menatap.


"Bukan dengan Zeeta, Oma." jelas Kenzou.


"A-pa?" Oma kaget, tubuhnya melemah. Mama Siska segera memberi minuman ke Oma. Oma terlihat sesak.


Kenzou meraup wajahnya kasar, hal ini yang ia hindari Oma akan kembali drop, tetapi hari ini tidak separah waktu kejadian di ulang tahun Oma di hotel.


Daddy Matthew dan Mama Siska menenangkan Oma, menepuk-nepuk pelan punggung Oma dan memberinya minum.


Daddy Matthew menatap tajam ke Kenzou. Kenzou menarik napas dalam dan dihembuskannya. Kenzou menghampiri Oma. Di peluknya Oma.


"Oma jangan sakit lagi." ucap Kenzou sambil mengelus lengan Oma.


Perlahan napas Oma mulai normal. Tetapi Kenzou tidak akan meneruskan bicaranya lagi. Cukup bagi Kenzou memberitahu Oma tentang pernikahannya.


Oma menatap wajah Kenzou.


"Oma minta penjelasan, Zou sekarang." ucap Oma.


"Oma istirahat aja, Oma masih capek." ucap Kenzou.


"Besok kita bicarakan lagi." Kenzou berdiri.


"Siapa yang kamu nikahi, Zou?" tanya Oma.


"Gadis yang Kenzou cintai, Oma." jawab Kenzou.


"Bagaimana dengan Zeeta?" tanya Oma lagi.


"Kita besok ketemu sama Zeeta, Oma." Kenzou merengkuh tubuh Oma. Memberikan ketenangan ke Oma agar tidak drop.


"Oma kecewa Zou." ucap Oma sendu.


"Oma akan tau kebenarannya besok, Zeeta akan menjelaskan ke Oma." Kenzou masih berusaha membuat Omanya mengerti.


"Antarkan Oma ke kamar." Oma meminta Kenzou menggandengnya mengantarkannya ke kamar.


Kenzou menggandeng tangan Oma membawa Oma menuju ke kamarnya.


Daddy Richard dan Mama Siska menghela napas lega Kenzou sudah memberitahukan ke Oma pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2