
Hujan yang seharian turun tidak menyurutkan niat Lovy untuk pergi berkunjung ke sebuah panti asuhan. Lovy ingin berbagi. Lovy sosok gadis yang penuh dengan kesederhanaan. Ia bukan gadis yang suka memamerkan kemewahan, meski ia mampu.
Lovy membawa mobil di jalanan yang masih basah dengan membawa kotak hadiah buat anak-anak panti.
Sampai di panti asuhan Lovy memarkirkan mobil nya dan berjalan ke halaman panti. Anak-anak yang sudah terbiasa dengan Lovy datang menyalaminya. Anak-anak yang polos yang begitu ceria tanpa tahu beban hidup apa yang akan mereka jalani kedepannya.
" Assalamu'alaikum bu. " Lovy mengucapkan salam ke Ibu Aliyah sebagai pengurus panti.
" Waalaikumsalam nak Lovy. Ayo masuk. " ajak Ibu Aliyah.
" Apa kabar nak Lovy?. " tanya Ibu Aliyah.
" Kabar baik Bu. " jawab Aliyah.
" Saya kesini mau memberikan ini Bu sekalian bawa hadiah buat anak-anak. " Lovy memberikan amplop kepada Ibu Aliyah.
Lovy permisi ke Ibu Aliyah ia ingin bermain bersama anak-anak panti dan membuka hadiah bersama-sama.
Terdengar deru mesin mobil datang di halaman panti keluar 2 orang wanita dari dalam mobil, satunya separuh baya dan satunya lagi sudah berumur. Seorang pemuda tampan memakai kacamata keluar dari pintu depan mobil.
Lovy yang sedang bermain bersama anak-anak tidak menyadari siapa yang datang. Tidak dengan seorang pemuda tampan. Ia menghentikan langkahnya, melihat ke arah gadis yang dikenalnya. Kenzou membuka kacamatanya mendekati gadis yang sedang bersama anak-anak.
" My love. " ucap Kenzou pelan.
Lovy yang mendengar suara yang sangat familiar di telinganya menoleh. Lovy dan Kenzou berpandangan, mata mereka beradu. Seperti memberikan sinyal-sinyal kerinduan.
" Kenzou sayang. " Mama Siska memanggil Kenzou. Oma yang di samping Mama Siska mengernyitkan alisnya melihat Kenzou yang seperti mengagumi gadis di depannya.
" Zou, ayo masuk temui dulu Ibu Aliyah. " ucap Mama Siska tanpa menyadari ada Lovy di samping Kenzou sedang bermain bersama anak-anak.
" Assalamualaikum tante. " Salam Lovy.
" Waalaikumsalam. Eehh ada nak Lovy. Apa sudah janjian dengan Kenzou? . " Mama Siska melirik ke Kenzou.
" Ma. " ucap Kenzou.
Oma hanya memandangi interaksi antara mereka. Oma, Mama Siska dan Kenzou datang dalam rangka berbagi kebahagiaan ke anak-anak panti dan untuk mengundang anak-anak panti ke hotel di acara ulang tahun Oma.
" Oma kenalkan ini Lovy." ucap Kenzou. Oma melirik Lovy sekilas tanpa senyum. Lovy tersenyum kikuk.
__ADS_1
" Ma, Kenzou disini aja. " Kenzou menatap ke mama seakan memberi kode untuk tidak memaksa Kenzou masuk ke dalam. Mama yang paham mengajak Oma masuk menemui Ibu Aliyah.
" Sama siapa kesininya?. " tanya Kenzou.
" Sendiri Mas. " jawab Lovy.
" Nanti pulangnya bareng Mas. " ucap Kenzou.
" Gak usah Mas, Lovy pulang sendiri aja. " Lovy menolak karena tidak enak dengan Oma dan Mama Siska.
" Tidak ada bantahan. " sahut Kenzou.
Lovy dan Kenzou akhirnya masuk ke dalam panti menemui Ibu Aliyah untuk berpamitan pulang. Kenzou sudah menjelaskan ke Oma dan Mama kalau ia pulang bareng sama Lovy. Mereka tadi ke panti diantar sopir rumah.
Di perjalanan pulang di dalam mobil Kenzou tidak melepaskan genggaman tangannya.
" Kenapa diam? Hemm.. " Kenzou mengangkat tangan Lovy mencium punggung tangannya.
" Mas, ini salah, kita tidak ada hubungan apa-apa Mas. " Lovy mencoba menarik tangannya dari genggaman Kenzou.
" Siapa bilang tidak ada hubungan apa-apa? Kamu milik Mas." Kenzou menyatakan perasaannya kembali.
"Mas akan selesaikan. " Kenzou meyakinkan Lovy.
Lovy terdiam ia jadi ingat dengan pertemuan dirinya dengan Zeeta. Ini saat yang tepat menanyakan kepada Kenzou.
" Mas.. maaf sebelumnya, apa mas pernah berhubungan dengan Zeeta. " tanya Lovy.
" Maksudnya? . " tanya Kenzou balik.
" Emm.. itu maksudnya.. emm.. aduh gimana ya mau ngomongnya? " Lovy bingung sendiri ia takut salah bicara dan bisa menyinggung Kenzou.
" Jelaskan, my love. " Kenzou melirik ke Lovy. Ia sedang fokus mengendarai mobil.
" Itu Mas, apa Mas pernah berhubungan iya.. iya gitu dengan Nona Zeeta?" Zeeta membuat kode dengan jari telunjuk dan jari tengah sedang menempel. Kenzou yang melihat jari Lovy mengerem mendadak.
Ciiiiiiit..
Terdengar suara ban mobil menggilas aspal mengerem kuat.
__ADS_1
Kenzou melebarkan matanya yang sedikit sipit. Kenzou terdiam jadi memikirkan ucapan Donny kemarin pagi. Donny memberitahunya bahwa Zeeta keluar dari kamarnya dengan gugup.
Kenzou tidak mengetahui kejadian yang menimpanya. Ia jadi berpikir keras. Feelingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.
" Mas ingatkan ke sayang jangan pernah percaya apapun jika ada yang mengatakan sesuatu tentang mas. Sayang cukup percaya saja dengan mas." Kenzou mengultimatum Lovy.
Kenzou merupakan sosok yang cerdas ia paham dengan maksud pertanyaan Lovy, feeling nya mengatakan ada sesuatu yang disembunyikan gadis cantiknya ini. Ada yang tidak beres. Kenzou tidak akan memaksa Lovy untuk menceritakan kepadanya.
Mobil berhenti di tepi jalan yang sepi. Hujan gerimis rintik-rintik. Di dalam mobil terasa dingin karena AC. Tetapi tidak dengan dua orang yang merasa gerah. Hawa panas tiba-tiba menjalar di tubuh mereka.
Kenzou yang tidak ingin melepaskan momen yang menurutnya langka. Secara perlahan mendekat ke Lovy. Lovy yang merasa dejavu. Tubuhnya menegang.
" Relax sayang. " Kenzou mendekatkan wajahnya ke wajah Lovy, hembusan nafas Kenzou menerpa wajah Lovy. Lovy memejamkan matanya, perlahan dirasakannya bibir Kenzou menyentuh bibirnya.
Mata mereka memejam, merasakan setiap aliran getaran yang semakin menyusup ke sukma. Bibir mereka menyatu. Kenzou mencium Lovy dengan penuh kelembutan. Lovy menikmati ciuman Kenzou dengan penuh kehangatan. Ciuman yang semakin dalam. Nafas Lovy terengah-engah. Mereka melepaskan ciuman mereka, saling memandang dan tersenyum.
Hari yang indah mereka lewati hari ini. Mereka tidak akan tau hal apa yang akan terjadi nanti kedepannya.
Sementara di apartemen Zeeta, ia tersenyum lebar besok hari ulang tahun Oma. Ia akan memberikan kejutan buat Kenzou dan juga Lovy.
Zeeta merasa maju selangkah. Ia sudah tidak sabar untuk menyambut hari esok.
Kenzou dan Lovy sampai ke cafe menjelang senja.
Semburat merahnya senja seperti berpindah ke wajah sumringah Lovy dan Kenzou. Mereka seperti anak remaja yang kasmaran.
Lovy dan Kenzou masuk ke dalam cafe menuju ke meja sudut favoritnya Kenzou. Kenzou menelpon Donny untuk menjemputnya di cafe Lovy.
Suasana cafe semakin rame karena ini malam Minggu. Lovy meninggalkan Kenzou sebentar, masuk ke ruangan dapur.
" Lov, lo pergi gak ngajak-ngajak. " Sara cemberut.
" Ayo ke depan ada Pak Kenzou. " Ajak Lovy ke Sara.
" Ogah ah, lo mau pacaran jangan ngajak-ngajak, yang diajak ini masih jotines." ujar Sara.
" Siapa juga yang pacaran. Lo nyesel kalo gak ikut keluar, ada mas lo datang sebentar lagi. "
" Siapa mas gue? Mas Deva? Bosan kalo ketemu mas Deva setiap hari." ujar Sara.
__ADS_1
Lovy kembali ke meja Kenzou dan disana sudah ada Donny yang akan mengantar Kenzou pulang.