
Lovy masih tertidur di ranjang rumah sakit. Kenzou sudah menelpon keluarganya dan juga keluarga Lovy memberitahu kabar Lovy.
Donny yang sudah berada di rumah sakit setelah mengurus penculik Lovy di kantor polisi mendatangi Kenzou, ia mengabarkan ke Kenzou kondisi dari penculik.
"Bos, polisi sedang menginterogasi penculik Lovy, sejauh ini penculik tersebut masih bungkam Bos." jelas Donny.
Kenzou dan Donny sedang duduk di sofa.
"Kau urus bagaimana caranya agar penculik itu buka mulutnya." ucap Kenzou.
"Siap.. " Donny dengan kebiasaannya dengan tangan di keningnya posisi hormat bendera.
"Assalamu'alaikum" pintu kamar terbuka Mama Gea dan Papa Richard berjalan tergesa-gesa menghampiri ranjang Lovy.
"Lovy sayang, kenapa nak?" Mama Gea khawatir melihat Lovy belum sadar dari tidurnya.
Lovy menggerakkan kelopak matanya. Kenzou yang berada di samping ranjang istrinya mengelus lembut telapak tangannya.
"Sayang" ucap Kenzou.
Lovy mengerjapkan matanya. Mama Gea dan Papa Richard tersenyum melihat anaknya yang sudah bangun dari tidurnya.
"Mas, Papa, Mama" ucap Lovy lirih.
"Iya sayang" jawab Kenzou dan Mama Gea.
"Gea baik-baik aja Mas, Pa, Ma, " Lovy mencoba untuk duduk. Kenzou membantunya.
Papa Richard mengajak Kenzou ke kantin yang ada di rumah sakit untuk berbicara. Donny pun diajak Kenzou untuk ikut. Donny akan menjelaskan perkembangan dari penculik yang sedang di interogasi polisi.
"Papa minta penjelasan, Kenzou." ucap Papa Richard.
"Maafkan Kenzou sebelumnya Pa, Kenzou lalai menjaga Lovy, Kenzou janji ini tidak akan terjadi lagi." ucap Kenzou.
Papa Richard mengangguk.
"Papa harap ini segera diselesaikan, Zou, jangan terulang lagi, kalau kamu kesulitan menyelesaikannya hubungi Papa." tegas Papa Richard.
Papa Richard tidak akan membiarkan putrinya tersakiti. Hal yang terjadi sekarang ini sudah keterlaluan mengancam kehidupan putrinya.
Donny yang di minta Kenzou menjelaskan ke Papa Richard perkembangan orang yang sudah berani menculik Lovy.
Sementara di ruang kamar Lovy sudah ada Daddy Matthew, Mama Siska dan Sara.
"Beb" Sara dengan mata berkaca-kaca mendekati Lovy cipika cipiki.
"Cepat pulih ya beb," Sara kaget mendengar kabar Lovy diculik.
Lovy tersenyum lemah.
"Terimakasih, beb" ucap Lovy.
Pintu terbuka, masuk Kenzou, Papa Richard dan Donny.
__ADS_1
Kenzou mendekati Daddy Matthew dan Mama Siska memberi salam dan mencium punggung tangan orangtuanya.
Setelah menjenguk Lovy orangtuanya Kenzou dan Lovy meninggalkan rumah sakit.
Tinggallah Kenzou, Lovy, Donny dan Sara di dalam ruangan.
"Sayang, sudah lebih baik sekarang?" tanya Kenzou sambil menggenggam tangan istrinya.
Lovy tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Kenzou mencium puncak kepala Lovy. Lovy bergerak dari tempat tidur, ia ingin membersihkan diri. Kenzou membantu Lovy ke kamar mandi.
Donny dan Sara yang tinggal berdua di ruangan saling diam-diaman sibuk dengan handphonenya masing-masing.
Donny melirik ke Sara. Sara yang merasa Donny melirik ke arahnya. Mengangkat kepalanya.
"Apa lirik-lirik?" bentak Sara.
"Jangan galak-galak neng, mas takuuut." Donny nyengir.
Sara mengedikkan bahunya.
Sara menunduk kembali serius dengan handphonenya. Diam-diam Donny mendekat ke samping Sara. Diciumnya sekilas pipi Sara.
Sara menegang sesaat, kaget, begitu sadar Sara menjerit.
"Dooonnny.. " Sara mengejar Donny yang langsung berlari ngacir.
Lovy sudah selesai membersihkan diri di kamar mandi, Kenzou memapah istrinya kembali ke ranjang.
Mereka berdua sudah duduk di taman, Lovy melihat anak-anak yang sedang bermain di taman. Ada beberapa pasien anak dan orang tua yang sedang duduk di kursi roda.
"Mas," ucap Sara.
"Iya sayang."
"Lovy pulang hari ini ya Mas." Lovy menatap wajah suaminya lembut.
"Sayang masih sehari lagi disini, baru besok boleh pulang sayang."
"Lovy bosan Mas, Lovy pingin di rumah. Boleh ya Mas."
"Nanti Mas tanya dokter dulu ya sayang."
Lovy tersenyum dan mengangguk.
Selama di rumah sakit Kenzou sangat perhatian ke istrinya. Ia tidak pernah jauh dari istrinya.
***
Lovy sudah kembali ke rumah setelah di opname tiga hari.
Mas Gamma datang ke rumah Kenzou bersama keluarganya. Dearly dan Daffa yang dekat sama tantenya mau terus menempel dengan Lovy.
__ADS_1
Para staf cafe juga datang menjenguk Lovy di rumah. Lovy bahagia karena begitu banyak yang perhatian kepadanya.
Dengan banyaknya perhatian yang Lovy dapatkan dari orang-orang di sekelilingnya. Lovy merasa sudah lebih baik. Tubuhnya terasa fit dan segar.
Kenzou dan Lovy sedang berada di kamarnya.
"Mas, terimakasih." Lovy mencium pipi Kenzou yang ada disampingnya.
"Apakah sudah tau mas siapa pelaku yang menculik Lovy kemarin?" tanya Lovy.
"Jangan dipikirkan sayang. Itu biar urusan Mas." Kenzou memberi minuman susu ibu hamil ke istrinya.
"Yang penting sayang selalu menjaga kesehatan dan selalu bahagia itu sudah cukup buat Mas, tetap menjaga twins ya sayang."
"Terimakasih sayang, mas sekali lagi minta maaf." Kenzou mencium bibir istrinya lembut.
"Minggu depan kita ke rumah sakit periksa twins, sayang."
Lovy menganggukkan kepalanya.
Donny yang berada di kantor polisi menanyakan perkembangan kasus penculikan Sara.
"Begini Pak Donny, kami sudah menginterogasi pelaku, tetapi pelaku masih bungkam kami kesulitan menginterogasinya." polisi menjelaskan.
"Saya harap Bapak segera mengetahui motivasi apa pelaku menculik istri Bos saya." ucap Donny.
"Baik Pak, kami akan terus menangani kasus ini agar bisa segera mengetahui motiv pelaku."
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu, kabari saya perkembangan selanjutnya Pak. Terimakasih." Donny menjabat tangan polisi dan permisi pulang.
Di dalam perjalanan mobil menuju ke kantornya, Donny menelpon Kenzou memberitahukan tentang perkembangan kasus penculikan Lovy.
"Don, lo sewa detektif agar selesai kasus ini dan tau siapa dibaliknya. Gue tidak mau terlalu lama." tegas Kenzou.
Kenzou tidak mau masalah ini terlalu lama dan akan membahayakan jiwa Lovy dan bayi twins nya. Kenzou tidak mau jika pelaku utama penculikan masih berkeliaran di luar sana.
Kenzou membawa Lovy ke taman belakang rumahnya. Kenzou belum masuk kerja karena masih menemani istrinya di rumah. Donny sebagai asisten Kenzou sementara meng-handle semua urusan di kantor dibantu Inggrid.
"Assalamu'alaikum" terdengar suara Sara yang mengarah ke Kenzou dan Lovy.
Sara membawakan buah tangan buat Lovy. Kenzou beranjak dari duduknya dan membiarkan Lovy dan Sara saling bercerita.
"Lov, apa sudah tau siapa pelakunya?" tanya Sara.
Lovy menggelengkan kepalanya. Sara memberikan support ke Lovy dengan menggenggam tangan Lovy.
"Jangan dipikir beb, happy-happy aja sekarang. Jangan bersedih ya beb." ucap Sara.
"Gue baik-baik aja, Ra?" Lovy tersenyum sambil memakan cemilan yang di bawa Sara.
"Gimana cafe Ra?" tanya Lovy.
"Tenang aja, beb, aman." jawab Sara.
__ADS_1
Lovy dan Sara masih bercengkrama di taman, sedangkan Kenzou sedang mengecek perkerjaan di laptopnya.
.