
Seorang wanita dengan perut yang membuncit mondar mandir di kamar apartemennya. Ia sedang berpikir bagaimana caranya ia bisa mendapatkan Kenzou.
Ia yang diajak untuk menikah dengan ayah bayi yang ada di dalam perutnya tidak mau menerima ajakan lelaki tersebut. Jika pun bayinya lahir ia ingin Kenzou lah yang akan menjadi ayah anak tersebut.
Ya.. Zeeta wanita tersebut, ia memang tidak pernah menerima begitu saja di putuskan pertunangannya oleh Kenzou. Ia merasa Kenzou lah yang sudah membuat dirinya jadi seperti ini. Pelampiasan dengan bercinta bersama pria yang tidak dicintainya.
"Ada apa, honey? Kenapa kamu gelisah?" Valdo kekasih Zeeta ayah dari bayi yang dikandungnya mendekati Zeeta yang terlihat gelisah.
Zeeta memandang Valdo ia mengambil minuman beralkohol di meja, Valdo memegang tangannya, meraih botol alkohol tersebut.
"Jangan bodoh, honey. Kamu sedang hamil tidak baik untuk janin dalam perut mu." Valdo mengambil botol yang ada di tangan Zeeta.
"Jangan pedulikan aku, Valdo." Zeeta menjambak rambutnya sendiri dan pergi meninggalkan Valdo.
Ia melangkah ke kamar mandi. Hari sudah menjelang malam. Zeeta ingin keluar menemui seseorang yang sudah di sewanya untuk mengikuti Kenzou dan Lovy.
Valdo yang sedang berada di sofa ruang tamu melihat Zeeta yang sudah rapi dan membawa tas hendak keluar rumah mengernyitkan alisnya.
"Mau kemana malam-malam begini?" tanya Valdo.
"Ada urusan sebentar." jawab Zeeta.
"Aku antar."
"Tidak, aku pergi sendiri."
Zeeta keluar dari apartemen menuju ke parkiran mobil. Mobilnya melaju ke jalanan menuju sebuah rumah yang sepi.
"Selamat malam Nona." sapa seorang pria berperawakan berisi.
"Apa yang kau dapatkan?" tanya Zeeta.
"Saya sudah mengikuti yang Nona perintahkan. Nyonya Alexander selalu diantar jemput dengan Tuan Alexander." jawab pria tersebut.
"Saya masih belum bisa mendapatkan Nyonya Alexander berpergian seorang diri, Nona." tambahnya lagi.
"Ikuti terus, jika ada kesempatan kau lakukan apa yang aku perintahkan, ini bayaran untuk dirimu." Zeeta menyerahkan amplop tebal ke pria tersebut.
Pria tersebut juga menyerahkan amplop besar ke Zeeta, foto-foto yang diambilnya mengikuti Kenzou dan Lovy.
Zeeta membuka foto-foto tersebut. Ia tersenyum sinis.
"Kerja bagus. Aku akan berikan lagi yang lebih besar angkanya dari yang sekarang jika kau bisa melakukan apa yang kemarin sudah aku sampaikan." ucap Zeeta sambil keluar dari pintu rumah tersebut.
__ADS_1
Zeeta kembali melajukan mobilnya menuju kembali ke apartemennya.
"Ia membuka pintu apartemennya, dilihatnya Valdo masih ada di sofa sedang berbaring.
"Darimana saja kau, honey?" tanya Valdo.
"Bukan urusanmu." Zeeta melangkah masuk ke kamarnya.
Valdo mengikutinya, sampai di dalam kamarnya Valdo meraih tangan kekasihnya.
"Jangan kau mencari masalah dengan Kenzou, aku tidak ingin bayiku kenapa-kenapa. Kau dengar honey?" Valdo meraih tubuh Zeeta, dipeluknya dan diciumnya bibir Zeeta. Zeeta tidak menolaknya. Ia membalas ciuman Valdo.
Valdo dan Zeeta melakukan malam panasnya, meski Zeeta sedang hamil. Zeeta merasakan gairahnya semakin besar semenjak hamil.
Selesai melakukan percintaan, Valdo tertidur di ranjang. Zeeta bangkit dari ranjang memakai piyamanya, ia menuju balkon kamarnya.
Duduk di sofa balkon kamarnya, Zeeta memikirkan hal yang akan dilakukannya untuk bisa menikah dengan Kenzou.
Zeeta merenungi dirinya kembali, semenjak diputus pertunangannya dengan Kenzou. Hidupnya semakin berantakan, kedua orang tuanya sudah mengetahui kehamilannya. Kedua orang tuanya sangat marah dan tidak mau mengakui dirinya sebagai anaknya karena sudah mempermalukan keluarga.
Karena itulah Zeeta berambisi untuk merebut Kenzou dari istrinya.
Ia akan melakukan segala hal agar tercapai apa yang diinginkannya.
Kenzou dan Lovy sedang berada di Mall untuk berbelanja mancari baju hamil buat Lovy.
Kenzou yang merangkul bahu istrinya berjalan melewati etalase toko-toko, tiba di pertokoan baju hamil Kenzou dan Lovy masuk ke dalam toko.
Lovy memilih-milih baju hamil yang akan di belinya. Kehamilannya sudah memasuki bulan ketiga. Perutnya sudah mulai membuncit.
Lovy sedang berjalan melihat model-model baju hamil, Kenzou sedang menerima telpon. Lovy tidak menyadari seorang lelaki mencoba menutup mulutnya. Lovy yang kaget akan berteriak tetapi lelaki tersebut langsung menbekap mulutnya.
Lovy merasakan jantungnya berdegup kencang ia berteriak-teriak tetapi suaranya tidak terdengar.
Kenzou yang selesai menelpon mencari-cari istrinya tetapi tidak menemukannya. Kenzou panik. Ia segera menyusuri tempat Lovy berdiri sebelum ia menerima telpon.
Kenzou melihat istrinya yang di bekap mulutnya dan tubuhnya yang dipaksa untuk berjalan mengikuti laki-laki tersebut. Kenzou berlari sekuat tenaga mengejar lelaki yang menculik istrinya.
Emosi Kenzou meledak, sekuat tenaga di terjangnya lelaki yang mencoba menculik istrinya. Di bogemnya wajah lelaki tersebut.
Kenzou dibantu satpam yang ada di Mall, Kenzou menghajar lelaki tersebut sampai babak belur.
Lovy yang kaget dan lemas terduduk, ia dibantu oleh dua orang staf wanita toko untuk menenangkan dirinya.
__ADS_1
Dengan bantuan satpam, lelaki yang akan menculik Lovy dibekuk. Kenzou langsung menelpon Donny untuk segera ke Mall.
Lovy yang masih kaget dan lemas, dengan wajah pucat melihat suaminya yang tadi menghajar penculiknya mendatanginya. Matanya berkaca-kaca.
Selesai memberikan pesan ke satpam untuk menelpon polisi Kenzou mendekati kursi istrinya.
"Sayang, maafkan Mas." Kenzou memeluk tubuh istrinya dan mencium puncak kepala istrinya.
Lovy memejamkan matanya, tubuhnya masih lemas. Beberapa saat kemudian Donny datang ke Mall.
"Don, urus penculik yang mencoba menculik Lovy ke kantor polisi." ucap Kenzou.
Donny yang kaget segera menuju ke tempat satpam, ia melihat lelaki bertubuh agak gemuk, diikat tangannya. Ia berbicara dengan satpam, Donny menunggu polisi datang.
Kenzou memeluk tubuh Lovy masuk ke mobilnya. Ia akan membawa Lovy ke rumah sakit memeriksa keadaan Lovy.
Wajah Kenzou menegang. Emosi masih terasa membara di dadanya. Ia tak menyangka kejadian buruk menimpa istrinya di depan matanya.
Kenzou tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti istrinya. Ia akan mencari tau siapa orang di balik penculikan Lovy hari ini. Ia tidak akan melepaskan orang tersebut.
Lovy yang masih shock masih merasakan dadanya berdebar-debar kencang. Ia memikirkan bagaimana jika tadi tidak ada Kenzou yang melihatnya dan menyelamatkannya.
"Sayang, maafkan Mas, Mas lalai." ujar Kenzou sambil mengelus lengan istrinya.
Kenzou dan Lovy sudah tiba di rumah sakit dan berada di ruangan dokter.
Dokter yang memeriksa Lovy menemui Kenzou di ruangannya.
Lovy yang masih shock diberikan obat penenang. Ia sedang tertidur setelah diberikan obat penenang.
Di ruangan dokter Kenzou sudah duduk di kursi di depan dokter.
"Bagaimana keadaan istri dan bayi saya Dok?" tanya Kenzou.
"Begini Pak Kenzou, kondisi Ibu dan bayinya baik-baik saja, hanya Ibu Lovy harus bedrest untuk tiga hari ke depan. Ibu Lovy masih shock dan itu akan berpengaruh ke janin yang dikandungnya.". ucap dokter.
" Ibu Lovy akan di opname di rumah sakit sampai keadaannya stabil Pak." dokter menjelaskan ke Kenzou.
Setelah dari ruangan dokter, Kenzou kembali ke ruangan kamar Lovy. Dilihatnya Lovy masih tertidur.
Kenzou duduk di samping ranjang Lovy, ia meraih tangan Lovy, diciumnya telapak tangan Lovy. Air matanya menetes.
" Maafkan Mas, sayang. Mas akan mencari dalang dari kejadian ini. Maafkan Daddy twins. Ini tidak akan terjadi lagi kedepannya. Daddy janji."
__ADS_1