Deviasi Hati

Deviasi Hati
Ketegangan di Ruang VIP Restoran X


__ADS_3

Restoran X di ruangan VIP lantai dua, terlihat seorang wanita cantik sudah duduk dengan gelisah di kursinya. Ia menunggu orang yang sudah menghubunginya untuk bertemu. Sudah lewat 15 menit yang ditunggu belum muncul juga.


Pintu terbuka, tiga orang dewasa masuk ke ruangan.


"Apa kabar Zeeta cantik." sapa Oma.


Wanita tersebut berdiri dari kursinya mendekat ke Oma menggandengnya dan membawanya ke kursi.


Ya wanita tersebut adalah Zeeta yang sudah membuat janji dengan Oma untuk bertemu.


Zeeta sudah memikirkan keputusan yang diambil dirinya untuk berbicara ke Oma mengenai kehamilannya.


"Oma sehat?" tanya Zeeta.


"Sehat sayang." begitu sayangnya Oma ke Zeeta sampai dipanggil sayang.


Zeeta manggut-manggut. Zeeta mengucapkan salam ke Papa Matthew dan Mama Siska.


Mereka berempat sudah duduk di meja, menunggu kedatangan Kenzou.


"Oma, maaf kemarin Zeeta belum sempat memberikan gelang yang Oma pesan. Ini Zeeta bawa buat Oma." Zeeta mengeluarkan gelang yang dibelinya dari tas.Dan memasangkannya ke tangan Oma.


"Cantik" Oma tersenyum sambil memandangi gelang di tangannya.


"Terimakasih sayang." ucap Oma.


"Sama-sama, Oma." ucap Zeeta.


Terdengar pintu dibuka, masuklah seorang pemuda tampan dan seorang wanita cantik bergandengan tangan.


Mama Siska tersenyum menatap ke putra tampannya dan menantu cantiknya. Tetapi tidak dengan Oma dan Zeeta, mereka mengernyitkan alisnya. Terutama Oma seperti ia pernah melihatnya tapi lupa dimana.


Kenzou dengan aura dinginnya, berjalan tegap disamping Lovy yang kalem dan cantik. Lovy memakai gaun selutut berwarna lilac dengan rambut diikat separuh, warna dan tasnya yang sangat matching. Sangat elegan.


"Assalamu'alaikum Oma, Dad, Ma." salam Kenzou.


"Waalaikumsalam" jawab Mama Siska.


"Oma kenalkan ini Lovy, istri Kenzou." Kenzou mengenalkan Lovy ke Oma.


Oma hanya menarik bibirnya sedikit. Oma memperlihatkan wajah yang tidak bersahabat. Begitu juga dengan Zeeta.


Lovy tetap tersenyum dan duduk di samping Kenzou yang sudah menarikkan kursi untuk dirinya duduk.


Lovy tau Oma tidak menyukainya dari raut wajah Oma.


"Ohhh.. Ini ya yang merebut tunangan Zeeta." ujar Oma sinis.


Deg


Dada Lovy berdebar kencang, wajahnya menegang, tetapi ia langsung bisa merubah raut wajahnya menjadi tenang. Meski dihatinya terasa seperti tertusuk duri.


Didepannya Zeeta menarik bibirnya tipis. Ia merasa senang karena dibela oleh Oma.

__ADS_1


Kenzou, Daddy Matthew dan Mama Siska juga kaget. Mereka terdiam sejenak.


"Oma" panggil Kenzou.


"Kenzou yang mencintai Lovy, bukan Lovy yang merebut Kenzou dari Zeeta, Oma." jelas Kenzou menahan suaranya agar tetap normal, padahal dalam hatinya emosinya sudah menggelegak.


"Kamu bela aja dia terus, Zou. Jelas-jelas dia merebut Zeeta dari kamu." Oma semakin menjadi-menjadi lupa dengan sakitnya.


"Sabar Ma" Papa Matthew menenangkan Oma.


Kenzou mengelus tangan istrinya memberi ketenangan.


Lovy yang memang tidak suka menangis meski terasa sakit hatinya, tersenyum tipis ke Kenzou. Ada Kenzou disampingnya ia merasa tenang.


"Oma, tidak begitu." Kenzou menatap tajam ke Zeeta. Ia berharap Zeeta akan terus terang tentang kehamilannya dan tidak menjadi playing victim.


Zeeta menelan salivanya melihat tatapan tajam Kenzou.


"Oma" Zeeta bersuara.


Oma menoleh ke Zeeta wajahnya mengendur, Oma tersenyum, berubah rautnya begitu melihat Zeeta.


"Iya sayang." lembut suara Oma.


Lovy yang melihatnya mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


Bukannya rasanya tidak sesak diperlakukan Oma seperti ini didepan suaminya dan mertuanya. Tapi Lovy menyadari yang dihadapinya adalah Oma suaminya bagaimanapun ia harus menghormatinya.


"Oma, Zeeta akan jujur di depan Oma, Om Matthew, dan Mama Siska." Zeeta terdiam sejenak.


"Sebelumnya Zeeta minta maaf jika yang akan Zeeta sampaikan membuat Oma kecewa." ucap Zeeta lagi, dadanya sudah merasakan sesak. Berat ia harus menyampaikan ini ke Oma.


Oma yang menatap Zeeta, wajahnya tampak kebingungan.


"Apa itu Zee?" tanya Oma penasaran.


Zeeta memandang wajah Oma sendu.


"Emm.. emm.. Se-benarnya disini Zee yang salah." Zeeta menangis sesenggukan.


"Katakan Zee, ada apa? Apa Kenzou menyakitimu Zee?" tanya Oma.


Zeeta menggelengkan kepalanya.


"Tidak Oma, janji Oma gak marah sama Zee ya Oma." Zee semakin sesenggukan.


"Oma janji" ucap Oma sambil mengelus tangan Zeeta.


"Sebenarnya Zee hamil, Oma." ujar Zeeta.


"A-pa?" kaget Oma tubuhnya menjadi lemes. Mama Siska segera memberi minuman ke Oma.


Papa Matthew dan Mama Siska juga kaget.

__ADS_1


"Kenzou" Oma menatap Kenzou tajam.


"Bukan Kenzou, Oma." Kenzou bersikap tenang karena ia tidak merasa bersalah.


"Lalu siapa?" tanya Oma.


Zeeta masih sesenggukan, airmatanya tak berhenti.


Zeeta menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak mau memberi tau Oma siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.


Oma sudah tak kuasa lagi, tubuhnya melemas. Kenzou segera turun tangan di papahnya Oma berjalan keluar ruangan dibawanya ke mobil Daddy Matthew.


Kenzou tidak akan meneruskan pembicaraan ini, ia tidak ingin Omanya kembali drop dan pingsan seperti kejadian di hotel.


Daddy Matthew dan Mama Siska juga ikut keluar ruangan. Mereka meninggalkan restoran. Meninggalkan Zeeta yang masih menangis tersedu-sedu.


Pintu ruangan dibuka, Valdo masuk dan menghampiri meja Zeeta. Memeluk Zeeta, meletakkan kepala Zeeta di dadanya. Dibiarkannya Zeeta menangis sepuasnya.


Di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah Daddy Matthew. Kenzou melihat istrinya terdiam, wajahnya sendu tapi Lovy tidak menangis.


"Sayang" ucap Kenzou meraih tangan istrinya.


"Jangan sedih, ada Mas." ucap Kenzou menghibur istrinya.


Lovy menoleh, memandangi wajah suaminya. Lovy paham dengan situasi yang terjadi. Bagi Oma sulit menerima ini. Zeeta yang disayanginya mengecewakannya. Oma pasti terpukul.


"Lovy baik-baik Mas, kan ada Mas disamping Lovy." Lovy membalas genggaman tangan Kenzou.


Mereka saling menggenggam, saling menguatkan, ujian pertama dalam pernikahannya. Akan banyak ujian-ujian lainnya yang datang ke depannya. itulah yang akan menguji kekuatan cinta mereka apakah mereka mampu menghadapinya bersama.


Sampai di rumah Daddy Matthew, Kenzou dan Lovy bergegas ke dalam rumah.


Oma sedang beristirahat di kamarnya. Kenzou dan Lovy menjumpai Daddy Matthew dan Mama Siska di ruang keluarga.


"Lovy sayang, jangan terlalu dipikirkan omongan Oma tadi ya." ucap Mama Siska lembut.


"Semua akan baik-baik saja. Oma hanya kaget sebentar tadi, jangan diambil ke hati ya sayang." Mama Siska menghibur hati Lovy.


Lovy tersenyum tulus.


"Lovy baik-baik aja kok Ma." ucap Lovy.


"Mama berharap Oma akan segera menerima pernikahan kalian tanpa salah paham." ucap Mama Siska bijak.


"Oma hanya butuh waktu saja." Daddy Matthew menimpali ucapan Mama Siska.


"Iya Dad" jawab Lovy.


"Sebaiknya kita makan siang dulu, di sana tadi belum sempat makan sudah mulai dramanya." Mama mencoba mencairkan suasana.


Daddy Matthew, Mama Siska, Kenzou dan Lovy akhirnya ke meja makan, makan di rumah tidak jadi makan di restoran. Mereka makan dengan pikiran mereka masing-masing. Semoga semua akan baik-baik saja.


"

__ADS_1


__ADS_2