
Kenzou yang biasanya tenang kali ini nampak gelisah, membuat Deva mengernyitkan keningnya.
" Ada yang lo tunggu Zou?." tanya Deva
Kenzou geleng-geleng kepala.
Dinda datang ke meja Kenzou dan Deva memberikan buku menu.
Mereka memesan makanan dan minuman.
Dari lantai dua tampak ditangga berjalan turun dua gadis cantik jalan beriringan. Sara yang melihat sosok yang di kenalnya menyikut lengan Lovy.
" Apaan sih lo Ra, sikut-sikut terus. " Lovy tetap berjalan tanpa menyadari sepasang mata menatapnya.
" Itu kayaknya Mas Deva sama Pak Kenzou deh Lov. " Sara menunjuk ke meja Keanu dan Deva.
Sara mengikuti arah yang Sara tunjuk.
"Iya." ucap Lovy.
" Yuk ke sana. " Sara mengajak Lovy.
"Mas Deva. " panggil Sara.
Deva menoleh ke belakang. Keanu masih terus menatap ke Lovy. Lovy yang menyadari tatapan mata Kenzou menjadi salah tingkah.
" Sara, Lovy. Kalian belum pulang?. " tanya Deva
" Ya belum lah Mas. " jawab Sara.
" Sini duduk, Mas kenalkan dengan teman Mas, Pak Kenzou pimpinannya Alex Property. " Deva bergeser duduknya ke kursi sebelah.
Lovy duduk di sebelah Kenzou dan Sara duduk di sebelah Deva.
" Udah kenal kali Mas. " ucap Sara.
" Oohh udah ya. " Mas Deva menoleh ke Lovy.
" Lov, apa kabar adik mas yang kalem ini. " Deva yang memang dekat dengan Lovy menyapa Lovy.
" Jangan macam-macam Mas Deva. Pacarnya nanti marah loh. " goda Sara ke Lovy.
Lovy memelototkan matanya ke Sara. Kenzou yang di sebelahnya sedang merasa berbunga-bunga di hatinya. Tujuannya datang ke cafe untuk menemui Lovy kesampaian. Ia tidak mendengar sapaan Deva ke Lovy. Kalau didengarnya pasti Kenzou akan merasa kesal.
" Emang ada pacar adik Mas ini?. " Deva selalu menganggap Lovy sebagai adiknya juga.
" Gak ada Mas." jawab Lovy.
" Ada Mas." jawab Sara.
__ADS_1
Deva bingung.
" Yang bener yang mana ada pacar atau gak ni? " tanya Mas Deva.
"Ada." jawab Kenzou.
Lovy, Sara dan Deva terdiam.
" Iya pacar Pak Kenzou cantik kok. " ucap Lovy.
" Gue pacar Lovy, Dev. " Kenzou langsung tanpa basa basi.
Tubuh Lovy menegang, jemari tangannya di bawah meja di genggam oleh Kenzou erat.
Lovy merasakan hangat tangan Kenzou. Dadanya berdegup kencang. Begitu juga dengan Kenzou.
Rasanya Kenzou ingin segera Lovy jadi miliknya.
" Mas Deva sendiri kesini?." tanya Sara.
" Iya. " jawab Deva.
" Mba Agni gak ikut?." Sara bertanya lagi.
" Mba Agni ada yang di kerjakannya dirumah Ra. " jawab Deva.
" Mas udah lama gak ketemu Kenzou. Tambah tampan aja Kenzou sekarang. " ucap Deva.
" Jadi sudah berapa lama kalian jadian, Zou? Lo sama Lovy? ". Deva bertanya ke Kenzou.
" Hampir 2 bulan. " jawab Kenzou.
Lovy mengernyitkan keningnya dengan pengakuan Kenzou. 2 bulan darimana? Lovy bingung.
" Ohh baru juga. " ucap Deva.
"Tapi kan elo udah tunangan, Zou. " tanya Deva.
Semuanya diam. Tak ada yang menjelaskan.
" Gue akan menikah." Kenzou menatap Lovy tatapannya teduh.
" Menikah?" tanya Deva.
" Hmm.. " Kenzou hanya berdehem.
" Selamat kalau begitu. " Dave mengulurkan tangannya mengucapkan selamat kepada Kenzou.
Lovy hanya diam saja. Sedangkan Sara melirik ke Lovy. Lovy melihat lirikan Sara. Sara menaikkan alisnya tanda bertanya ke Lovy. Lovy mengedikkan bahunya.
__ADS_1
Malam semakin larut, Kenzou betah berada di cafe. Apalagi di sampingnya duduk gadis pujaan hatinya.
" Bukannya di cafe ini ada band nya. Kenapa sepi panggungnya?. " tanya Deva.
" Mereka izin hari ini Mas. " Lovy menjelaskan.
Lovy yang melihat Mas Deva semakin bertambah tampan, belum bisa melupakan sosok Mas Deva, ia masih mengaguminya. Lovy merasa iri dengan Agni yang bisa menjadi pacar Mas Deva. Deva sosok yang ramah, senyumnya menawan.
Kenzou yang menyadari Lovy sedang melamun tangannya menyentuh tangan Lovy di bawah meja. Lovy yang merasakan desiran halus menjalar di tubuhnya tersadar dari lamunannya.
Kenzou yang biasanya bicara lancar di depan Lovy kembali ke mode awalnya. Irit bicara. Jika dirinya dan Lovy berada di tempat umum Kenzou tidak menunjukkan mode hangatnya ke Lovy.
Lovy sudah sedikit paham dengan karakter Kenzou. Ia juga menyadari jika ia dan Kenzou tidak ada hubungan yang istimewa. Lovy bukan pacar Kenzou.
Seperti yang Lovy dengar waktu berada di rumah Kenzou. Jika Kenzou akan memutuskan pertunangannya dengan Zeeta. Untuk sekarang Lovy tidak ingin Kenzou menjadikan dirinya pelarian.
Lovy ingin status jelas jika Kenzou yang pernah menyatakan cinta kepadanya ingin menikahinya. Bukan menjadi orang ketiga diantara Kenzou dan Zeeta.
" Udah malam, Mas permisi dulu. Zou jangan lupa Sabtu malam kesini lagi bareng Donny. " Deva bangkit dari duduknya.
" Kamu ikut Mas pulang, Ra?. " Dave bertanya ke Sara.
" Boleh Mas, aku ikut Mas Deva aja, tadi ke cafe juga Lovy yang jemput ke rumah. " ucap Sara.
" Oke. " Deva menyalami Kenzou pamit mau pulang duluan. Ke Lovy di acaknya rambut Lovy. Deva yang sudah lama tidak bertemu Lovy senang bisa mengacak rambut sahabat adiknya itu. Ia selalu menganggap Sara dan Lovy sebagai anak kecil adik-adiknya.
Kenzou yang melihat Deva mengacak rambut Lovy mengepalkan tangannya. Apa-apaan Deva ini batin Kenzou, gue aja belum pernah mengacak rambut gadisnya. Kenzou mengetatkan rahangnya.
" Lov, gue duluan ya. " Sara mengedipkan matanya ke Lovy.
" Siip. " Lovy membulatkan jari jempol dan telunjuknya.
Deva dan Sara pergi meninggalkan sepasang dibilang kekasih bukan, sepasang sejoli juga bukan.
Tinggallah Lovy dan Kenzou duduk berdua di meja . Suasana cafe sudah mulai sepi karena cafe sudah mau tutup.
Kenzou menatap lembut Lovy. Ia kembali ke mode manjanya ke Lovy. Tatapan matanya membuat Lovy semakin deg-degan. Jemarinya menyentuh jemari Lovy di atas meja. Kenzo mengalirkan getar-getar rasa di hati Lovy. Lovy merasakan tubuhnya seakan melayang.
Suasana cafe yang temaram dengan lampu-lampu yang berwarna kuning. Hawa yang dingin membuat suasana bertambah romantis. Tanpa kata-kata. Tanpa ucapan-ucapan manis dari bibir Kenzou. Lovy sudah merasakan getaran di tubuhnya semakin berkumpul ke lubuk hatinya.
Inikah yang dinamakan jatuh cinta? Lovy tidak tau. Lovy hanya merasakan ketenangan dan kenyaman an bersama Kenzou.
Lovy sadar dengan posisinya. Ia tidak boleh egois. Biarkan waktu yang akan menjawabnya.
Kenzou yang merasakan ketenangan di tubuhnya dan dihatinya rasanya tidak ingin mengakhiri malam ini. Ia ingin Lovy selalu ada di sisinya. Menemani hari-harinya. Menemani tidurnya setiap malam. Berpelukan, bercerita dan berbagi hati saling mencintai.
Mereka tidak bisa mewujudkan rasa dan asa yang ingin mereka raih segera mungkin masih ada jalan terjal yang harus mereka lewati. Kenzou ingin Lovy selalu mendukungnya, menguatkannya jika ia merasa lelah menghadapi masalah yang akan terjadi.
Kenzou sadar ia harus menjadi pria yang bertanggung jawab, ia akan menyelesaikan permasalahan dengan Zeeta tanpa ada pihak yang tersakiti. Ya, Kenzou akan melaluinya bersama Lovy disampingnya.
__ADS_1